
Setelah tiba di depan pintu kamarnya Dewi Pandan Arum tidak langsung membuka pintu itu, tapi ia malah menghentikan langkahnya seperti ada rasa keraguan dalam hatinya.
Setelah beberapa saat memandangi pintu kamar itu ia kemudian meraih gagang pintu dan perlahan-lahan membukanya.
Dalam ruangan kamar itu ia melihat dua buah tempat tidur yang masih tertata rapi, dalam pikirannya itu ia teringat saat saat masih bersama adiknya Dewi Ganda Arum waktu tidur bersama di tempat itu, dalam hatinya sedikit ada kesedihan yang tertinggal.
Ia lalu melangkah kan kakinya menuju ke tempat tidur adiknya dan meraba kasur empuk tilam putih itu.
Di dalam kamar itu dulu dia dan adiknya biasa bercanda tawa sebelum mereka tidur, kenangan itu benar benar membekas sangat dalam di hatinya.
"Tidak ku sangka waktu cepat berlalu, padahal rasanya seperti kemarin aku dan Dewi Ganda Arum tinggal di tempat ini"ucap Dewi Pandan Arum.
Tok...tok....tok... tiba-tiba terdengar seseorang mengetuk pintu kamarnya.
mendengar pintu kamarnya di ketuk itu Dewi Pandan Arum kemudian bergegas membuka pintu kamarnya dan mendapati seorang murid wanita muda yang berdiri di depan pintu.
"Ada apa.."tanya Dewi Pandan Arum.
"Nona di suruh untuk menghadap tetua"ucap wanita itu.
"Baiklah setelah aku ganti baju,aku akan segera menemui guru"ucap Dewi Pandan Arum.
"Baik nona"ucap murid wanita itu kemudian segera berlalu.
Dewi pandan Arum pun segera mengganti bajunya yang di rasa sudah kotor itu dan sesaat kemudian ia pun sudah selesai dan bergegas keluar dari kamarnya menunju ke tempat gurunya Terpasura berada.
Sementara itu,setelah beristirahat cukup lama Jaka akhirnya memutuskan untuk keluar dari kamarnya untuk melihat lihat suasana di sekte itu.
Hiaaat..... hiiiiaaaat..... hiiiiaaaat.... terdengar para murid murid sekte bintang Utara berlatih ilmu Kanuragan.
Tampak barisan itu terlihat wanita dan perempuan berlatih bersama,jika di lihat dari jurus jurus yang mereka latih pastilah mereka ada murid utama sekte itu.
Di depan para murid yang sedang berlatih itu terlihat seorang wanita dan seorang laki-laki yang mengawasi mereka.
Jaka yang saat itu sedang berjalan jalan melihat lihat tempat itu segera menghentikan langkahnya ketika secara tidak sengaja mendapati para murid sekte bintang Utara sedang berlatih ,ia lalu memperhatikan para murid yang sedang berlatih itu dalam jarak tidak kurang dari sepuluh tombak.
"Gerakan mereka sangat kompak sekali, sepertinya mereka sedang berlatih jurus gabungan"guma Jaka.
Ternyata tebakan Jaka itu benar para murid itu sedang melatih jurus gabungan yang bernama jurus menjaring matahari.
"Dalam jurus ini tidak hanya mengandalkan kekuatan saja tapi juga kekompakan kalian"ucap seorang wanita yang mengawasi para murid itu yang bernama Nawang Sari.
"Benar apa yang di katakan oleh adik Nawang Sari, kekompakan kalian adalah kunci dari jurus menjaring matahari ini"ucap seorang pengawas laki laki yang bernama Sapta Darma.
"Kakang siapa pemuda itu ,sepertinya dari tadi ia mengawasi kita"ucap Nawang Sari ketika melihat keberadaan Jaka di tempat itu.
"Kurang ajar lancang sekali orang itu berani melihat kita berlatih"ucap Sapta Darma dengan perasaan tidak suka.
"Sebaiknya kita tanyai dia apa tujuannya datang ke tempat latihan ini"ucap Nawang Sari.
"Baiklah,akan ku beri pelajaran padanya supaya lain kali tidak berani lancang datang ke tempat latihan ini lagi"ucap Sapta Darma.
"Kalian semua lanjutkan latihan,aku dan Kakang Sapta Darma akan mengurus orang itu "ucap Nawang Sari.
Kemudian mereka berdua bergegas maju menghampiri Jaka.
"Celaka pemuda itu, pasti kena hajar oleh kakang Sapta Darma dan nona Nawang Sari "celetuk salah satu murid itu.
"Sepertinya akan ada pertunjukan yang menarik sebentar lagi "ucap murid yang lain.
"Sudah sudah sebaiknya kita lanjutkan latihan kita "ucap temannya yang lain lagi.
"Siapa kamu berani lancang ke tempat latihan ini "ucap Sapta Darma dengan suara keras., setelah tiba di tempat Jaka berada.
"Nama saya Jaka kakang,saya tidak sengaja datang ke tempat ini"ucap Jaka.
"Jadi nama mu Jaka, apakah kau tidak tahu bahwa orang lain di larang masuk ke sekte ini selain murid sekte bintang Utara "ucap Nawang Sari.
"Aku tahu nona,tapi saya datang ke sini bersama guru saya Dewi Pandan Arum "ucap Jaka.
Nawang Sari dan Sapta Darma langsung mengerutkan keningnya begitu mendengar nama yang Jaka sebut kan tadi, karena mereka berdua pernah mendengar nama itu.
Setelah mengingat ingat tentang nama itu akhirnya mereka berdua pun tahu siapa Dewi Pandan Arum itu dari cerita gurunya.
"Apa kamu bilang Dewi Pandan Arum, jangan ngawur kamu menurut cerita guru Dewi Pandan Arum saat ini sedang menjalani hukuman atas perbuatannya mencuri kitab langit seribu Guntur dan pedang petir api "ucap Nawang Sari.
"Aku rasa kau adalah orang yang sengaja datang kemari untuk mencuri jurus jurus sekte ini "ucap Sapta Darma.
"Kalian berdua jangan main tuduh begitu,aku mengatakan apa adanya,ku mohon kalian percayalah pada ku"ucap Jaka.
Sapta Darma kemudian menatap Jaka dalam dalam, kemudian ia tersenyum meremehkan setelah mengetahui kekuatan yang Jaka miliki.
"Aku tadi dengar kau memanggil nona Dewi Pandan Arum guru, benar begitu"ucap Sapta Darma.
"Benar kakang dia adalah guru ku"ucap Jaka.
"Haaa.....haaa.... haaa...aku tidak percaya pada bualan mu ,mana mungkin nona Dewi Pandan Arum mempunyai murid lemah seperti mu"ucap Nawang Sari setelah melihat pancaran tenaga dalam yang begitu lemah pada diri Jaka.
"Benar adik ayo kita seret dia keluar pembual ini"ucap Sapta Darma.
"Tunggu... tunggu .. kalau kalian tidak percaya kalian berdua boleh bertanya pada penjaga itu"ucap Jaka ketika melihat penjaga tadi lewat di tempat itu.
"Baiklah ,awas kalau kau ketahuan bohong jangan salahkan aku kalau aku nanti menghajar mu "ucap Sapta Darma.
"Penjaga, ke sini kamu"teriak Sapta Darma.
Mendengar dirinya di panggil, penjaga itu langsung bergegas menghampiri Sapta Darma.
"Ada apa kakang memanggil saya"tanya penjaga itu.
"Apa benar pemuda ini datang bersama nona Dewi Pandan Arum ke sini"tanya Sapta Darma.
"Benar kakang, dia datang bersama dengan nona Dewi ke sini"ucap penjaga itu.
""Apa kamu tidak salah penjaga "ucap Nawang Sari.
"Semula saya tidak percaya kalau yang datang itu nona Dewi tapi setelah melihat stempel emas yang dia tunjukkan akhirnya aku pun yakin bahwa nona Dewi adalah murid sekte ini"ucap penjaga itu.
"Baiklah kau boleh pergi sekarang"ucap Nawang Sari.
"Bagaimana apakah kalian sudah percaya pada ku"ucap Jaka.
"Baiklah aku percaya pada mu ,tapi kau tetap harus di hukum karena telah lancang melihat kami berlatih"ucap Sapta Darma.
"Benar apa kata kakang Sapta Darma, jujur saja aku tidak suka pada perbuatan mu yang seenaknya saja itu "ucap Nawang Sari.
__ADS_1
"Untung saja aku ke sini tidak bersama dengan melati, bisa melayang kepala dua orang ini karena sifat sombong mereka itu"ucap Jaka dalam hati.
"Lalu apa mau kalian berdua sekarang "tanya Jaka.
"Tentu saja kau harus berlutut dan minta maaf kepada kami berdua, bagaimana pun kau telah bersalah telah datang ketempat ini "ucap Sapta Darma dengan melipat kedua tangannya dengan penuh keangkuhan.
"Baiklah jika itu membuat kalian merasa puas,aku akan melakukan apa yang kalian minta "ucap Jaka.
Di saat jaka akan berlutut itu tiba-tiba sebuah serangan yang tidak kasat mata meluncur deras ke arah Nawang Sari dan Sapta Darma.
Dess....dess.... bruuuk... Sapta Darma dan Nawang Sari pun langsung jatuh dengan cukup keras.
"Kurang ajar perbuatan siapa ini"maki Sapta Darma.
"Aku yang melakukannya,jika kalian berdua tidak terima majulah kalian berdua"ucap Dewi Pandan Arum yang tiba tiba muncul.
"Siapa kamu, beraninya kamu menyerang kami"ucap Nawang Sari.
"Aku adalah Dewi Pandan Arum, kalian berdua lihat ini baik baik"ucap Dewi Pandan Arum sambil memperhatikan stempel emas kepada mereka berdua.
"Maaf kan kami nona,kami benar benar tidak tahu kalau nona adalah Dewi Pandan Arum murid utama sekte ini"ucap Nawang Sari begitu melihat stempel emas itu.
"Untung guru cepat datang"ucap Jaka.
"Jika aku melihat kalian bertindak sewenang-wenang pada Jaka lagi, jangan salahkan aku kalau tangan dan kaki kalian aku patah kan"ucap Dewi Pandan Arum dengan tidak main-main.
"Kami berdua tidak berani lagi nona, mohon nona maafkan kami"ucap Sapta Darma.
"Baiklah ,aku maafkan kalian kali ini, Jaka cepat kita pergi dari sini"ucap Dewi Pandan Arum.
"Baik guru"ucap Jaka kemudian berjalan mengikuti Dewi Pandan Arum meninggalkan tempat itu.
Dalam hatinya Nawang Sari dan Sapta Darma diam diam menyimpan dendam pada Jaka.
Dua hari kemudian
Di kediaman Sekte api angin suasana sudah tampak ramai karena hari itu adalah hari di mana tetua Kalapati merayakan hari ulang tahunnya yang ke enam puluh ,para tamu undangan sudah mulai berdatangan dengan membawa hadiah di tangan mereka masing-masing.
Para tamu yang di undang itu kebanyakan adalah para tetua sekte besar di benua Utara, meskipun begitu mereka tidak serta merta datang sendiri, diantara mereka ada yang mengajak anaknya bahkan ada juga yang mengajak para murid utamanya.
Di halaman depan para murid sekte api angin terlihat berbaris rapi dengan memakai pakaian seragam yang berwarna merah dengan ikat kepala hitam, senyum keramahan pun terlihat di bibir mereka kepada setiap tamu yang datang.
Tidak jauh di belakang para murid yang berbaris rapi itu terlihat seorang gadis cantik yang memakai gaun merah muda, gadis itu tampak tersenyum ramah menyalami para tamu undangan yang masuk ke dalam ruang perjamuan.
Nama gadis itu adalah Kusumawati dia adalah anak semata wayang dari Kalapati, karena kecantikannya itu banyak para anak tetua sekte yang berusaha untuk mendapatkan cintanya, namun tidak ada satu pun yang dia terima.
Arya Lembayung adalah salah satu pemuda yang sangat tergila-gila padanya yang merupakan anak dari tetua sekte petir api yang bernama Guruh Sujiwo.
Sekte petir api adalah sekte terbesar kedua setelah sekte api angin di benua Utara itu.
"Sepertinya semua orang sudah berdatangan ayah"ucap seorang pemuda yang baru sampai itu yang tidak lain adalah Arya Lembayung.
"Kau benar lembayung sepertinya kita menjadi orangnya terakhir sampai di sini"jawab ayahnya yang tidak lain adalah Guruh Sujiwo.
"Selamat datang paman Guruh Sujiwo dan kakang Arya Lembayung"ucap Kusumawati.
"Lama tak bertemu ternyata kau sudah tumbuh besar dan bertambah manis kusuma"ucap Guruh Sujiwo.
"terima kasih paman, silahkan masuk para tamu sudah menunggu di dalam paman"ucap Kusumawati.
"Hai adik rupanya kau makin cantik saja setelah lama kita tidak berjumpa"ucap Arya Lembayung dengan menggodanya.
"Silahkan masuk Kakang para tamu yang lainnya sudah menunggu"ucap Kusumawati tidak menghiraukan ucapan dari Arya Lembayung itu.
"Kenapa buru buru saya masih ingin di sini untuk mengobrol dengan adik Kusumawati"ucap Arya Lembayung.
"sungguh menyebalkan sikap Arya Lembayung ini"ucap Kusumawati dalam hati.
"Tapi di sini bukan tempat untuk mengobrol Kakang,aku sedang menyambut para tamu yang datang"ucap Kusumawati.
"Bagi ku semua tempat sama saja,mau di sini atau pun di dalam, tujuan ku ke sini selain menghadiri acara ulang tahun tetua Kalapati juga untuk bertemu dengan adik Kusumawati"ucap Arya Lembayung.
Di saat mereka berdua sedang mengobrol itu datanglah Terpasura bersama dengan Dewi Pandan Arum dan Jaka , melihat kedatangan mereka bertiga Kusumawati langsung buru buru menyambutnya dengan meninggalkan Arya Lembayung.
"Selamat datang paman Terpasura"ucap Kusumawati dengan senyuman ramah.
"Apakah semua tamu undangan sudah datang Kusumawati "ucap Terpasura.
"Sudah paman sepertinya paman lah dari sekian banyaknya tamu yang datang paling akhir"ucap Kusumawati.
"Kalau begitu sebaliknya aku harus cepat cepat masuk ke dalam"ucap Terpasura.
"Silahkan paman"ucap Kusumawati.
"Nona dan tuan juga silahkan masuk"ucap Kusumawati kepada Dewi Pandan Arum dan Jaka.
"Iya nona, Jaka ayo masuk"ucap Dewi Pandan Arum.
"Baik guru,mari nona"ucap Jaka segera mengikuti Dewi Pandan Arum.
"silahkan tuan"ucap Kusumawati.
"Siapa pemuda dan wanita itu , kenapa mereka bersama paman Terpasura "ucap Kusumawati dengan rasa penasaran.
Karena semua tamu sudah hadir Kusumawati segera masuk ke dalam tanpa menghiraukan Arya Lembayung yang berdiri tidak jauh darinya.
"Sialan, kenapa dia selalu mengacuhkan aku"gumam Arya Lembayung dengan rasa kesal.
Ia pun segera masuk ke dalam dengan penuh rasa kesal di dadanya.
Di dalam sekte terlihat para tamu sudah mengambil tempat duduknya masing masing dan saling mengobrol satu sama lain.
Tidak lama kemudian para pelayan pun datang dengan membawa makanan untuk mereka.
"Sambil menunggu kedatangan ayah silahkan tuan tuan nikmati hidangan yang telah kami sajikan"ucap Kusumawati.
"Baik nona,mari kita semua nikmati makanan ini"ucap Terpasura kepada semua tamu yang hadir itu.
Para tamu undangan pun segera menikmati makanan yang ada di depan meja mereka setelah di persilahkan oleh Kusumawati.
Melihat makanan yang kelihatannya enak enak itu Jaka pun langsung menyantapnya dengan lahap.
"Semua makanan nya enak enak guru"ucap jaka tanpa malu malu.
Dewi pandan Arum hanya geleng geleng kepala melihat tingkah Jaka itu.
__ADS_1
Kusumawati yang melihat tingkah Jaka itu juga nampak tersenyum dan maju menghampirinya.
"Apakah tuan menyukai hidangan yang kami sajikan ini"ucap Kusumawati berbasa basi.
"Tentu saja nona makanan ini sangat enak, bukan begitu guru"ucap Jaka.
"Benar yang Jaka katakan nona makanan ini sungguh enak "ucap Dewi Pandan Arum.
"Saya merasa sangat senang tuan dan nona menyukainya, kalau boleh tahu nona dan tuan ini siapa kenapa tadi datang bersamaan dengan paman Terpasura "tanya Kusumawati.
"Nama saya Dewi Pandan Arum nona salah satu murid sekte bintang Utara dan ini..
"Saya Jaka nona murid dari guru Dewi"ucap Jaka.
"Oh jadi begitu,tapi sewaktu aku datang ke sekte bintang Utara kenapa aku tidak pernah berjumpa dengan nona Dewi"tanya Kusumawati.
"Soalnya guru sibuk berlatih nona, makanya nona tidak pernah berjumpa dengan nya"ucap Jaka.
"Benar apa yang di katakan oleh Jaka nona"ucap Dewi Pandan Arum.
Sambil menunggu kedatangan Kalapati mereka bertiga pun terus berbincang-bincang.
Di ujung meja sebelah kiri Arya Lembayung merasa panas hatinya melihat Kusumawati terlihat akrab dengan Jaka.
Dalam hatinya diam diam ia merencanakan niat jahat untuk mempermalukan Jaka.
Tidak lama kemudian orang yang di nantikan itu pun tiba, para tamu undangan segera berdiri begitu melihat kehadiran Terpasura di ruangan itu.
"Saya ucapkan selamat datang kepada kalian semua , saya merasa sangat gembira atas kehadiran para tetua di tempat ini"ucap Kalapati.
"Kami semua mengucapkan selamat ulang tahun yang ke enam puluh pada tetua semoga tetua Kalapati panjang umur "ucap semua orang yang hadir di tempat itu.
"Baiklah, silahkan tuan tuan duduk kembali dan nikmati makanan yang telah kami sajikan ini"ucap Kalapati.
"Terimalah hadiah dari ku tetua,ini adalah ginseng naga yang sudah berumur ribuan tahun sangat cocok untuk kesehatan juga menambah umur tetua sampai puluhan tahun mendatang "ucap Guruh Sujiwo.
Para tamu undangan terperanjat mengetahui hadiah yang di bawa oleh Guruh Sujiwo itu, karena ginseng api adalah bahan obat yang sangat langka karena tumbuhan itu hanya hidup tumbuh di atas puncak gunung naga api.
"Terima kasih Guruh Sujiwo atas hadiah yang sangat besar nilainya ini"ucap Kalapati.
"Tetua tidak perlu sungkan"ucap Guruh Sujiwo.
"Maaf saya tidak membawa hadiah paman,saya hanya bisa mengucapkan semoga paman panjang umur"ucap Arya Lembayung.
"Haaa....haaa...kau tidak perlu merasa rikuh seperti itu Arya Lembayung,aku tidak menyangka kau sekarang tambah besar dan gagah saja"ucap Kalapati.
"Ah paman terlalu memuji,aku jadi merasa malu"ucap Arya Lembayung.
Kemudian Terpasura pun maju dengan memberikan hadiahnya.
"Terimalah hadiah dari saya ini tetua , walau pun tidak bernilai tinggi tapi jamur api merapi ini sangat cocok untuk memperdalam ilmu api angin tetua "ucap Terpasura.
Semua orang yang ada di situ kembali di buat terkejut oleh hadiah yang di bawa oleh Terpasura itu karena jamur api merapi ternyata nilainya lebih tinggi satu tingkat jika di bandingkan dengan gingseng api yang Guruh Sujiwo berikan.
Sehingga para tamu yang lain seakan merasa malu dengan hadiah yang mereka bawa itu setelah mengetahui nilai dari hadiah yang di bawa oleh Terpasura dan Guruh Sujiwo.
Guruh Sujiwo tampak kesal mengetahui hadiah yang di bawanya masih kalah dengan hadiah yang Terpasura bawa itu, Padahal ia merasa sangat yakin bahwa hadiahnya lah yang paling besar nilainya diantara semua tamu undangan yang hadir.
"Saya ucapkan terima kasih atas hadiah mu ini Terpasura"ucap Kalapati dengan tersenyum senang.
"Sama sama tetua,oh ya tetua kenalkan itu murid saya Dewi Pandan Arum dan Jaka"ucap Terpasura sambil menunjuk ke arah Jaka dan Dewi pandan Arum.
"Selamat ulang tahun semoga panjang umur tetua "ucap Jaka dan Dewi pandan Arum.
Kalapati tersenyum sambil menganggukkan kepalanya mendengar ucapan dari mereka berdua itu.
Kemudiaan para tamu undangan yang lainnya secara bergiliran memberikan hadiah yang mereka bawa kepada Kalapati.
Hingga tak berselang lama kemudian acara penyerahan hadiah itu pun selesai.
"Maaf tetua kalau saya lancang, bagaimana jika di hari yang bahagia ini kita sedikit mengadakan hiburan "ucap Arya Lembayung tiba-tiba.
"Hiburan bagaimana maksud mu Arya Lembayung "tanya Kalapati.
"Aku ingin menjajal kemampuan seorang murid dari sekte bintang Utara yang bernama Jaka itu tetua, mohon tetua mengizinkan "ucap Arya Lembayung.
Semua orang langsung terkejut mendengar perkataan dari Arya Lembayung itu, terlebih lagi dengan Terpasura dan Kusumawati, karena ia tahu kekuatan Jaka tidak seberapa.
Ketika orang lain merasa terkejut Dewi Pandan Arum malah tampak biasa saja begitu pula dengan Jaka yang masih sibuk mengunyah makanannya.
"Apa kamu tidak malu melawan dia, karena kemampuan dia itu sangat jauh di bawah mu" bisik Guruh Sujiwo yang juga merasakan lemahnya pancaran tenaga dalam Jaka.
"Aku tidak perduli ayah, lihat lah dia semakin akrab saja dengan Kusumawati"ucap Arya Lembayung dengan rasa marah campur cemburu.
"Bagaimana Terpasura apakah kau akan mengizinkan Jaka untuk menerima tantangan dari Arya Lembayung itu"tanya Kalapati minta persetujuan.
Terpasura kemudian menoleh ke arah Jaka yang sedang makan itu.
"Bagaimana menurut mu Dewi"tanya Terpasura.
"Aku sih tidak keberatan guru,itu terserah Jaka saja"ucap Dewi Pandan Arum dengan santai.
"Kurang ajar sekali Arya Lembayung itu, biarlah saya yang akan melayani nya"ucap Kusumawati.
"Jangan nona Kusuma, akan aku terima tantangan ini, kakek guru aku bersedia bertarung dengan nya"ucap Jaka.
Terpasura menggelengkan kepalanya mendengar perkataan Jaka itu,
"Baiklah tetua aku mengizinkan Jaka untuk bertarung dengan Arya Lembayung"ucap Terpasura.
"Kalau begitu mari kita keluar menuju ke halaman depan, supaya pertarungan mereka nanti lebih leluasa "ucap Kalapati.
Kemudian Kalapati pun menyuruh para muridnya untuk menyiapkan kursi untuk tempat duduk para tamu yang akan melihat pertarungan itu.
"Pasti pertarungan ini akan berjalan sangat singkat "ucap salah seorang tamu pada tamu lainnya.
"Sepertinya begitu, aku tidak tahu kenapa Arya Lembayung mau bertarung dengan orang yang mempunyai kekuatan lemah seperti itu"ucap tamu yang lainnya.
Sejurus kemudian para tamu undangan pun sudah memenuhi teras halaman depan sekte dengan duduk di kursinya masing masing.
Jaka dan Arya Lembayung pun sudah terlihat saling berhadapan di halaman depan.
"Ingat pertarungan ini bukan untuk saling membunuh jika diantara kalian sudah ada yang merasa tidak mampu untuk bertarung langsung mengaku kalah saja "ucap Kalapati mengingatkan.
"Baik tetua kami mengerti "ucap Arya Lembayung dan Jaka secara bersamaan.
__ADS_1