
Arya Lembayung memandang Jaka dengan menyipitkan sebelah matanya sambil tersenyum meremehkan.
Ia berniat akan menjatuhkan Jaka dengan satu pukulan untuk membuatnya malu di hadapan orang banyak.
Di bangku penonton wajah Terpasura terlihat penuh dengan kecemasan melihat pertarungan antara Jaka dan Arya Lembayung akan di mulai itu, begitu pula dengan Kusumawati yang juga memperlihatkan raut wajah tegang sama dengan Terpasura.
Kusumawati tahu betul bagaimana sikap dan perangai Arya Lembayung,ia pasti tidak akan segan segan untuk menghajar jaka hingga sampai bapak belur.
"Hai...Jaka aku berikan kesempatan pada mu untuk menyerang ku lebih dulu, karena kalau aku yang menyerang mu lebih dulu kau tidak akan punya kesempatan untuk menyerang ku lagi"ucap Arya Lembayung dengan keangkuhan dan kesombongannya.
"Baiklah kalau tuan Arya Lembayung mau berbaik hati memberikan kesempatan pada ku untuk menyerang lebih dulu "ucap Jaka.
"Cepatlah sebelum aku berubah pikiran "ucap Arya Lembayung.
"Akan aku hilangkan rasa sombong mu itu Arya Lembayung "gumam Jaka ,ia segera mengerahkan kekuatannya pada telapak tangannya.
"Terima ini Arya Lembayung hiiiiaaaat...... slaaaap dees.... wuuuuus........brakkk..!!!! pukulan Jaka tidak dapat Arya Lembayung hindari,karena saking cepatnya ia pun langsung terlempar sejauh puluhan tombak hingga membentur dinding bangunan di sekte itu.
Semua orang langsung terkejut melihat Arya Lembayung dapat di jatuhkan Jaka dengan satu pukulan seperti itu.
Sebab mereka semua tahu kalau Arya Lembayung bukanlah seorang pemuda sembarangan, karena kesaktian Arya Lembayung sudah sejajar dengan Pendekar pilih tanding.
"Bagaimana mungkin ini terjadi, dengan tenaga dalam yang begitu rendah dia dapat menjatuhkan Arya Lembayung dengan begitu mudahnya"ucap Kalapati dengan terperanjat.
"Apa...dia sudah menguasai pukulan Guntur seribu dengan begitu sempurna"ucap Terpasura yang juga tidak kalah terkejut.
"Lembayung.....!!!!"teriak Guruh Sujiwo begitu melihat anaknya terlempar cukup keras.
Ia segera melesat menghampiri Arya Lembayung yang tergeletak itu.
"Lembayung ... lembayung.."teriak Guruh Sujiwo,ia segera mendudukkan Arya Lembayung dan menyalurkan tenaga dalam ke tubuhnya.
Arya Lembayung memuntahkan darah kental dari mulutnya setelah Guruh Sujiwo menyalurkan tenaga dalamnya itu.
"Akh...dadaku...dada ku terasa remuk ayah"ucap Arya Lembayung dengan terbata bata kemudian ia langsung pingsan.
"Lembayung..."teriak Guruh Sujiwo.
"Kau harus membayar perbuatan mu ini Jaka"ucap Guruh Sujiwo dengan tatapan penuh dengan kemarahan dan kebencian.
"Aku cuma memberikan sedikit pelajaran padanya atas kesombongan dan keangkuhannya, kalau tetua tidak terima silahkan"ucap Jaka dengan tenang.
"Kurang ajar ,aku tidak akan segan segan membunuh mu"ucap Guruh Sujiwo langsung melesat menyerang Jaka.
"Keterlaluan ini tidak bisa di benarkan ,jika Guruh Sujiwo sampai turun tangan aku juga harus segera bertindak"ucap Terpasura dengan segera berdiri.
"Tunggu guru, sebaiknya guru tidak perlu turun tangan untuk membantu Jaka "ucap Dewi Pandan Arum mencegah gurunya yang akan pergi ketengah arena pertarungan untuk membantu Jaka.
"Aku mengkhawatirkan keselamatan Jaka Dewi,aku tidak bisa membiarkan Guruh Sujiwo menganiaya Jaka seenaknya "ucap Terpasura dengan kekhawatiran yang memuncak.
"Saya mohon pada guru tenang lah dan percayalah pada ku"ucap Dewi Pandan Arum.
mendengar perkataan yang penuh dengan keyakinan dari Dewi Pandan Arum itu ,terpaksa Terpasura membatalkan niatnya untuk membantu jaka, walau pun dalam hatinya tidak merasa tenang.
"Awas saja kalau Guruh Sujiwo sampai melukai Jaka aku tidak akan segan segan untuk membalasnya"ucap Terpasura.
Pertarungan Jaka dan Guruh Sujiwo terus berlangsung , kedua tangan Guruh Sujiwo menyambar nyambar seperti Elang yang mau mencabik cabik mangsanya , dengan jurus sepuluh langkah malaikat nya Jaka meliuk-liuk menghindari serangan serangan yang Guruh Sujiwo lancarkan.
Orang orang di buat terkejut setelah mengenali jurus yang di peragakan oleh Jaka itu sewaktu dia menghindari serangan serangan dari Guruh Sujiwo itu.
"Apa jurus sepuluh langkah malaikat"teriak Terpasura dengan terkejut.
"Ini jelas jelas tidak mungkin, bagaimana bisa anak semuda itu mampu menguasai jurus langka seperti itu"ucap Terpasura.
Terpasura merasa sangat terkejut melihat jurus yang Jaka peragakan itu,ia tahu benar milik siapa jurus itu.
Rasa keterkejutan pun juga menyelimuti hati Kalapati yang juga mengetahui jurus langka itu.
"Sepuluh langkah malaikat , pergerakan jurus itu seperti angin sungguh sangat sulit untuk di hentikan"ucap Kalapati.
Mengetahui tak ada satu pun dari serangannya yang mengenai sasaran ,Guruh Sujiwo pun semakin tambah naik darah, Karena kalau sampai ia tidak dapat menjatuhkan Jaka dalam pertarungan itu, sudah dapat dipastikan bahwa nama besar sekte petir api akan merosot di mata tetua para sekte yang saat itu sedang menyaksikan pertarungan.
__ADS_1
"Tidak ku sangka pemuda ini menyembunyikan kekuatan aslinya begitu dalam, sampai aku tidak bisa merasakan getaran tenaga dalamnya "gumam Guruh Sujiwo sambil terus menyerangnya.
Hiiiiaaaat........ wuusss... sebuah pukulan dahsyat pun Guruh Sujiwo lepaskan tanpa keraguan ke arah Jaka.
"Pak tua ini rupanya bersungguh-sungguh untuk membunuh ku, baiklah akan aku layani permainannya "gumam Jaka kemudian ia melompat seraya melepaskan pukulan seribu Guntur yang di gabungkan dengan pukulan badai menerjang karang ke arah Guruh Sujiwo.
Hiiiiaaaat.... Jaka langsung melepaskan pukulan dari jurus gabungan itu.
Duuuaaarrr...... blaaaar........ ledakan dahsyat seketika mengguncang tempat itu.
Seiring dengan ledakan itu Jaka langsung berkelebat cepat ke arah Guruh Sujiwo,
Terima ini hiiiiaaaat...dess...dess....dua pukulan Jaka berhasil mengenai tubuh Guruh Sujiwo hingga membuatnya jatuh terpelanting cukup keras.
Asap tebal pun mengepul menyelimuti arena pertarungan itu.
"Sungguh dahsyat sekali benturan tenaga dalam tadi"ucap Kusumawati.
"Aku tidak menyangka pukulan seribu Guntur bisa sedahsyat ini"ucap Terpasura.
"Dia adalah manusia yang penuh dengan kejutan guru "ucap Dewi Pandan Arum.
"Lalu bagaimana dengan keadaan dia sekarang , Jaka....."teriak Terpasura .
samar samar terlihat bayangan seseorang keluar dari kepulan asap itu.
"Jaka ..!! kau tidak apa-apa"ucap Kusumawati dengan berlari ke arah Jaka tanpa ia sadari karena saking gembiranya.
"Aku baik baik saja nona"ucap Jaka.
Kalapati merasa heran melihat putrinya terlihat akrab dengan Jaka itu.
Sementara itu Guruh Sujiwo terlihat terluka parah setelah terjadi benturan itu, di tambah lagi dengan dia mendapatkan dua buah pukulan yang Jaka berikan ,hal itu membuat dia semakin menderita.
"Akh ... tidak ku sangka aku dapat di kalahkan oleh pemuda ingusan itu"ucap guruh Sujiwo sambil menyeka darah dari bibirnya.
Guruh Sujiwo segera menyalurkan tenaga dalamnya keseluruh tubuhnya untuk mengurangi rasa sakit di dadanya.
Melihat Guruh Sujiwo dapat di kalah kan Jaka dengan mudah itu,mulai saat itu juga orang orang tidak lagi meremehkan kekuatan Jaka, bahkan berbalik segan padanya.
"Aku sungguh terkesan sekali dengan kemampuan mu itu Jaka"ucap Kalapati.
"Saya cuma beruntung tetua,saya kira jika tetua Guruh Sujiwo bertarung dengan sungguh sungguh mungkin saya tidak mempunyai kesempatan untuk menang darinya "ucap Jaka merendahkan dirinya.
"Sungguh pemuda yang luar biasa, dari cara bicaranya dan bakat yang di miliki sepertinya dia pantas kalau aku calonkan menjadi pengganti ku di masa depan nanti, sebagai tetua sekte bintang timur "ucap Terpasura dalam hati.
"Tidak hanya tetua Kalapati yang merasa terkesan Jaka ,aku juga merasa sangat terkesan dengan kemampuan yang kau tunjukkan tadi ,apa lagi setelah aku melihat pukulan Guntur seribu yang begitu dahsyat"ucap Terpasura.
"Ini semua berkat bimbingan dari guru Dewi aku bisa menguasai pukulan Guntur seribu kakek guru "ucap Jaka.
"Nanti setelah tiba di sekte bintang Utara aku ingin berbicara empat mata pada mu Jaka "ucap Terpasura.
"Baiklah kakek guru "ucap Jaka.
"Tetua Kalapati sepertinya aku harus segera pamit untuk segera kembali ke Sekte bintang Utara tetua "ucap Terpasura.
"Baiklah kalau begitu silahkan "ucap Kalapati.
"Sampai berjumpa lagi nona Kusumawati "ucap Jaka.
"Iya Jaka "ucap Kusumawati.
"Kami pamit Tetua dan nona Kusumawati "ucap Dewi Pandan Arum , lalu mereka bertiga segera melesat pergi meninggalkan sekte api angin.
Para tamu yang lainnya pun juga segera mohon diri untuk kembali ke sektenya masing-masing.
"Kalawuni bagaimana menurut mu tentang pemuda yang bernama Jaka itu"tanya Kalapati.
"Menurut saya dia bukan pemuda sembarangan Kakang, aku tidak pernah melihat Terpasura bisa menggunakan pukulan seribu Guntur sedahsyat itu "ucap Kalawuni.
"Aku rasa cepat atau lambat sekte bintang Utara pasti akan menjadi sekte terkuat di benua Utara ini Kakang"ucap Kalawuni.
__ADS_1
"Kenapa kau bisa berfikir sejauh itu Kalawuni "tanya Kalapati dengan sedikit cemas kalau yang di katakan oleh Kalawuni adiknya itu menjadi kenyataan , karena Kalapati tidak akan rela jika posisi sekte terkuat jatuh ke sekte lain.
" bukan kah kakang tadi lihat sendiri bagaimana dia memperagakan jurus sepuluh langkah malaikat, hanya orang orang tertentu saja yang mempunyai jurus langka seperti itu"ucap Kalawuni.
"Benar juga apa katamu, jurus sepuluh langkah malaikat itu hanya di miliki oleh tetua sekte langit dari benua timur kalau tidak salah "ucap Kalapati.
"Jadi menurut kakang Jaka itu tetua dari sekte langit begitu "tanya Kalawuni.
"Bisa jadi begitu "ucap Kalapati asal tebak saja.
"Menurut ku kakang terlalu berlebihan,saya kira tidak mungkin tetua sekte langit semuda itu "ucap Kalawuni dengan penuh keraguan.
"Sudahlah mengenai siapa Jaka itu suatu saat kita akan tahu siapa dia sebenarnya "ucap Kalapati kemudian melangkah masuk ke dalam dengan meninggalkan Kalawuni di teras bersama dengan Kusumawati.
"Kusumawati.... Kusumawati.."panggil Kalawuni.
"Kusumawati...."ulang Kalawuni.
"ya ada apa paman "jawab Kusumawati.
"Paman heran melihat mu dari tadi melamun saja"ucap Kalawuni.
"Ah siapa yang melamun ,aku dengar kok tadi Paman dan ayah ngomong apa "ucap Kusumawati.
"Coba tadi Paman dan Kakang Kalapati ngomong apa "Tanya Kalawuni.
"Tadi itu paman dan ayah lagi membicarakan tentang Jaka kan we.....eeek"ucap Kusumawati kemudian segera berlari masuk ke dalam.
"Kurang ajar ku meledek paman ya"teriak Kalawuni kemudian beranjak masuk ke dalam.
Di Sekte petir Api
Orang orang di sekte Petir api merasa sangat terkejut melihat Guruh Sujiwo dan Arya Lembayung menderita luka yang begitu parah.
Para murid bergegas membantu ayah dan anak itu masuk kedalam sekte begitu melihat mereka berdua jatuh pingsan.
Ki Balung waja yang merupakan ayah dari Guruh Sujiwo yang merupakan kakek dari Arya Lembayung itu langsung Murka melihat anak dan cucunya terluka parah seperti itu.
Dengan kemampuan pengobatan yang dimilikinya Ki Balung Waja segera memeriksa luka yang dialami oleh Guruh Sujiwo dan Arya Lembayung itu.
Ki Balung Waja mengerutkan keningnya mengetahui mereka berdua terluka sangat parah, kemudian ia cepat cepat memberikan pil pada mereka berdua.
"Akan aku cari orang yang telah berani membuat mereka bapak belur seperti ini, akan aku buat dia membayar seratus kali lipat lebih menderita dari yang mereka berdua alami"ucap Ki Balung Waja.
Kemudian Ki Balung Waja segera memerintahkan kepada beberapa muridnya untuk datang ke sekte api angin untuk mencari tahu akar persoalannya.
"uhmm sepertinya orang yang telah mengalahkan Guruh Sujiwo dan Arya Lembayung itu bukan orang sembarangan"ucap Ki Balung Waja.
"Tapi aku tidak perduli sekuat apa pun orang itu dia harus mati di tangan ku"ucap Ki Balung Waja seraya mengambil dua buah tombak pendeknya dari lemari penyimpanan senjatanya.
"Sudah lama tombak ini tidak aku gunakan sejak aku mengundurkan diri dari dunia persilatan, kalian berdua pasti jenuh setelah sekian lamanya tidak bau darah"ucap Ki Balung Waja pada dua tombaknya itu.
Ki Balung Waja meraba kedua ujung tombak yang terbuat dari baja putih itu,dua tombak itulah yang selama ini menemani ki Balung Waja dalam menjalankan tugasnya menjadi tetua sekte petir api ,sebelum dirinya menyerahkan posisi tetua kepada Guruh Sujiwo.
Ki Balung Waja pernah membuat dunia persilatan gempar dengan permainan dua tombak pendeknya itu.
Dengan dua tombak pendeknya itu ia berhasil mengalahkan tokoh tokoh sakti di seluruh benua Utara hingga dirinya mendapatkan julukan, Pendekar tombak iblis.
"Lapor tuan , menurut keterangan dari tetua Kalapati, tetua Guruh Sujiwo dan tuan muda Arya Lembayung di kalah kan oleh seorang pemuda bernama Jaka dari sekte bintang Utara tuan"ucap salah satu muridnya yang saat itu sudah kembali dari Sekte api angin.
"Oh jadi orang yang melukai mereka berdua bernama Jaka dari sekte bintang Utara"gumam ki Balung Waja.
"Kau pergilah ke benua timur dan sampaikan surat ini kepada tetua sekte kobra Hitam Sinjung Wanara di gunung welirang "ucap Ki Balung Waja.
"Baik tuan "ucap murid itu kemudian langsung pergi dari hadapannya.
"Dengan bantuan dari Sinjung Wanara akan aku obrak abrik sekte bintang Utara ,biar mereka tahu sedang berurusan dengan siapa mereka itu, karena sudah berani lancang membuat anak ku dan cucu ku terluka parah seperti itu"ucap ki Balung Waja bersumpah.
Berita kekalahan Guruh Sujiwo langsung menyebar luas sampai ke pelosok benua Utara, orang orang merasa sangat kagum dengan pemuda yang bernama Jaka itu karena dapat mengalahkan Guruh Sujiwo yang terkenal sakti mandraguna dan sangat di segani itu.
Semenjak Guruh Sujiwo di kalahkan oleh Jaka sejak itu pula orang tidak lagi menganggap sekte petir api sebagai sekte terkuat kedua setelah sekte api angin, tetapi menetapkan sekte bintang Utara sebagai sekte terkuat kedua di benua Utara.
__ADS_1
Kemenangan Jaka atas Guruh Sujiwo benar benar membuat pamor sekte bintang Utara meningkat saat itu juga, bukan tanpa alasan karena pertarungan itu di saksikan langsung oleh para tetua sekte yang lain.