
Sambil terus melanjutkan makannya Dewi racun melirik ke arah ke-tiga orang itu, Dewi Racun dapat mengetahui bahwa ke-tiga orang itu bukanlah orang sembarangan,maka dari itu ia bersikap setenang mungkin supaya tidak menarik perhatian mereka.
"Aaaaah...... rasanya mata ku mulai mengantuk, setelah makan apakah kita bisa istirahat dulu untuk tiduran sebentar kakang"tanya Jaran Lejong kepada Kumbara.
Mendengar pertanyaan dari jaran Lejong itu Kumbara segera menoleh ke arah Karadurga,ia tidak berani memberikan jawaban atas pertanyaan Jaran Lejong itu karena pemimpin perjalanan ini adalah Karadurga dan semua keputusan berada di tangannya.
"Kau tanya saja pada nona Durga"jawab Kumbara.
"Bagaimana nona apakah boleh kalau kita beristirahat dulu di tempat ini"tanya Jaran Lejong.
Karadurga menoleh ke arah jaran Lejong kemudian menatapnya dengan tajam ,hal itu membuat Jaran Lejong ketakutan.
"Maaf...nona.. baiklah kita langsung melanjutkan perjalanannya kita ke benua timur untuk menghancurkan sekte bintang timur dan sekte langit"ucap Jaran Lejong.
"Bagus...kata kata seperti itulah yang saya sukai, setelah menghancurkan kedua sekte itu kau boleh melakukan apa saja Jaran Lejong"ucap Karadurga.
"Baiklah saya mengerti nona"ucap Jaran Lejong.
Dewi Racun yang duduk tidak jauh dari mereka dapat mendengar jelas semua pembicaraan itu,ia pun agak terkejut mendengar rencana mereka yang akan menghancurkan sekte bintang timur dan sekte langit.Ia merasa bahwa ketiga orang itu sudah menggali kuburnya sendiri, karena berani berurusan dengan sekte langit.
Dewi racun menjadi penasaran dengan ke-tiga orang itu diam diam ia berencana untuk mencari tahu siapa mereka sebenarnya.
Tidak lama kemudian pelayan kedai pun datang dengan membawa makanan, sesuai permintaan Jaran Lejong tadi pelayan itu pun membawa semua makanan terenak di kedai itu.
Melihat makanan yang begitu menggoda seleranya ,jaran Lejong langsung mengambil makanan itu namun tindakannya itu langsung di cegah oleh Kumbara.
"Jaran Lejong jaga sikap mu"ucap Kumbara sambil mengedipkan matanya.
Jaran Lejong segera tahu maksud kedipan dari Kumbara itu,ia pun segera membatalkan niatnya untuk mengambil makanan tersebut.
"Silahkan nona Durga"ucap Kumbara kepada Karadurga.
"Mari kita makan"ucap Karadurga.
Mereka bertiga pun makan akhirnya makan bersama sama.
Sementara itu Dewi Racun yang sudah selesai dengan makannya segera meninggalkan tempat itu setelah meletakkan beberapa keping uang perak dia atas mejanya.
"Sepertinya kali ini aku menuruti perkataan mu Jaran Lejong , kita akan bermalam di sini tidak baik kalau kita melakukan perjalanan pada malam hari"ucap Karadurga, setelah melihat matahari mulai terbenam.
"Kalau begitu saya akan pesan kamar untuk kita bertiga"ucap Jaran Lejong.
Kebetulan kedai tempat mereka makan itu juga menyediakan penginapan jadi mereka tidak repot repot untuk mencari penginapan.
Jaran Lejong segera memerintahkan pelayan kedai itu untuk menyiapkan dua kamar untuk mereka, yang mana satu kamar untuk dirinya dan Kumbara,satu kamar lagi untuk Karadurga.
Hari pun mulai beranjak malam, sementara ketiga orang itu masih terlihat berbincang-bincang untuk membicarakan rencana mereka dalam penyerangannya ke benua timur.
Karadurga yang bertindak sebagai pemimpin segera mengambil keputusan bahwa dalam penyerangannya kali ini dirinya dan Kumbara akan langsung menuju ke sekte langit sedangkan Jaran Lejong pergi ke sekte bintang timur.
"Apakah sekte langit sekuat itu sehingga Kakang Kumbara harus di dampingi nona Durga "tanya Jaran Lejong.
"Benar menurut tuan Gandaroma sekte langitlah yang terkuat diantara para sekte yang lainnya,aku tidak ingin gagal dalam menjalankan tugas untuk menumpas sekte itu "ucap Karadurga.
"Benar yang dikatakan oleh nona Karadurga menurut tuan Gandaroma Paksi Darma adalah orang terkuat dari ketiga tetua sekte yang telah kita hancurkan kemarin"ucap Kumbara.
"Kalau begitu saya akan secepatnya menghancurkan sekte bintang timur supaya aku dapat secepatnya menyusul kalian berdua"ucap Jaran Lejong.
"Saya harap kau jangan terlambat untuk menyusul kami jaran Lejong "ucap Kumbara.
"Kalian tenang saja aku pasti datang tepat waktu "ucap Jaran Lejong.
__ADS_1
Dalam perbincangan mereka itu rupanya ada sepasang telinga yang mencuri pendengaran mereka dia adalah Dewi racun yang saat itu berada di atas atap.
Dewi Racun akhirnya tahu tentang ketiga orang itu yang ternyata mereka adalah utusan Gandaroma, namun Dewi racun tidak tahu siapa itu Gandaroma karena baru mendengar nama itu.
"Gandaroma siapa dia ,apa tujuannya ingin menyerang sekte langit"batin Dewi Racun.
Dewi Racun segera menempelkan kembali telinganya untuk mendengarkan pembicaraan mereka lebih lanjut ,namun tanpa sengaja tangannya menyenggol genting yang tadi di angkatnya , sehingga genting itu terjatuh praaak...!!!.
"Siapa itu..."teriak Karadurga segera melepaskan pukulan tapak iblisnya kearah Dewi Racun wuuuuus...... duuuaaarrr atap penginapan itu pun langsung jebol terkena pukulan itu.
Jaran Lejong dan Kumbara segera berlari keluar untuk melihat orang yang berani mencuri dengar itu.
Tapi setelah di luar mereka tidak mendapati siapa pun di sana , mereka berdua hanya menemukan pecahan pecahan genteng yang berserakan.
"Dimana orang itu"tanya Karadurga setelah berada di dekat mereka berdua.
"Tidak ada siapapun di sini nona sepertinya dia sudah kabur"ucap Kumbara.
"Sialan"ucap Karadurga dengan kecewa.
"Apakah kita perlu mengejar orang itu nona Durga"tanya Jaran Lejong.
"Tidak perlu karena aku yakin dia tidak akan bertahan hidup lebih lama lagi setelah pukulan tapak iblis ku mengenainya "ucap Karadurga dengan yakin.
"Benar yang nona Durga katakan,siapa pun yang terkena pukulan itu hidupnya tidak lama lagi, sebaiknya kita masuk ke dalam "ucap Kumbara.
"Kita sudahi saja pembahasan mengenai rencana penyerangan itu, sebaiknya kita beristirahat supaya kita bisa berangkat pagi-pagi sekali "ucap Karadurga.
Mereka bertiga lalu masuk ke dalam penginapan dan pergi ke kamarnya masing masing.
Pukulan yang di lepaskan Karadurga tadi rupanya tepat mengenai dada Dewi Racun hingga membuat terpental jauh beberapa tombak jauhnya,tapi pukulan itu sepertinya tidak berpengaruh apa apa terhadapnya,sebab Dewi Racun tidak mengalami luka sedikitpun pada dirinya.
Dewi Racun segera bersemedi untuk mengatur pernafasannya yang terasa sesak itu,ia kemudian menyalurkan tenaga dalamnya keseluruh tubuhnya, beberapa saat kemudian rasa sesak dalam dadanya pun hilang seketika.
"Apa yang harus aku lakukan sekarang , apakah aku harus memberi tahu Jaka tentang rencana orang orang itu, tapi apakah dia akan mempercayai perkataan ku"ucap Dewi Racun.
Walaupun Paman dan bibinya telah mati di tangan Jaka beberapa waktu lalu, tapi Dewi Racun tidak menaruh dendam padanya setelah Jaka membiarkan dia pergi begitu saja dari sekte langit waktu itu, Padahal kalau Jaka mau dia bisa menghabisi dirinya dengan sangat mudah tapi dia tidak melakukannya, hal itulah yang membuat dirinya mempunyai simpati kepada Jaka dengan menghilangkan rasa dendam dalam hatinya.
Akhirnya Dewi Racun mengambil keputusan untuk pergi ke sekte langit untuk memberi tahu tentang maksud ketiga orang itu kepada Jaka.
Waktu terus berjalan tanpa terasa malam pun sudah berganti dengan pagi, dari penginapan terlihat tiga sosok orang melesat cepat meninggalkan penginapan itu mereka adalah Karadurga, Kumbara dan Jaran Lejong yang melanjutkan perjalanannya menuju ke benua timur.
...----------------...
Dewi Racun berkelebat cepat dengan ilmu ringan tubuhnya,udara pagi yang terasa dingin tidak di hiraukannya, sudah semalam dirinya melakukan perjalanan itu dan hanya sekali ia beristirahat dan perjalanannya sudah hampir sampai di wilayah sekte langit.
Ia tidak tahu mengapa dirinya merasa bersemangat sekali ingin cepat cepat bertemu dengan Jaka. Dalam hidupnya inilah pertama kalinya Dewi Racun perduli sama seseorang padahal selama ia di sekte kobra Hitam merasa acuh terhadap orang lain.
"Aku yakin orang orang itu pasti saat ini sudah bergerak , melihat kemampuan mereka yang begitu tinggi aku yakin mereka pastilah orang orang pilihan yang dikirim oleh Gandaroma"ucap Dewi racun.
Dewi Racun mengerahkan tenaga dalamnya hingga kecepatannya pun bertambah dan akhirnya setelah menempuh perjalanan yang cukup lama ia pun tiba di gerbang sekte langit.
"Huuuuh.....huuuuh... akhirnya aku sampai juga di sini"desis Dewi Racun dengan nafas naik turun tidak beraturan.
Dewi Racun menghirup nafas dalam dalam untuk menghilangkan rasa lelahnya, setelah beberapa saat kemudian nafas yang memburu itu pun kembali normal ,ia segera melangkah menuju ke pintu gerbang.
Dua orang penjaga pintu gerbang yang mengenali Dewi Racun segera menghentikan langkahnya karena mereka mengira pasti wanita itu akan membuat kerusuhan seperti waktu itu.
"Berhenti kau Dewi Racun"teriak penjaga pintu gerbang itu.
"Cepat pertemukan aku dengan Jaka ada kabar penting yang perlu aku sampaikan padanya "ucap Dewi Racun.
__ADS_1
"Pergilah kau dari sini,aku tahu kau mau buat keributan di sini seperti waktu itu "ucap penjaga pintu gerbang itu dengan mengabaikan permintaan dari Dewi Racun"ucap penjaga pintu gerbang itu.
"Ya sebaiknya pergi jangan paksa kami untuk berbuat kasar pada mu"ucap temannya.
"Dengar aku membawa berita penting yang perlu tetua kalian ketahui, jadi izinkan aku untuk masuk "ucap Dewi Racun.
"Ku pikir kami akan percaya pada bualan mu itu Dewi Racun "ucap penjaga pintu gerbang pertama tadi.
"Sialan...dua penjaga ini padahal aku berniat baik kenapa mereka malah tidak percaya kepada ku"bisik Dewi racun merasa kesal.
"Kalau kalian tidak mengizinkan aku masuk secara baik baik terpaksa aku akan melumpuhkan kalian "ucap Dewi Racun.
"kurang ajar dasar pembuat keonaran kita usir dia "ucap penjaga gerbang pertama kepada temannya.
"Baiklah kita usir dia secara paksa "jawab temannya.
Kedua penjaga itu langsung menerjang ke arah Dewi Racun dan pertarungan pun langsung terjadi di antara mereka.
Dewi Racun yang semula mengira dapat mengalahkan penjaga itu dengan mudah, kini harus mencabut kata katanya kembali setelah melihat ketinggian ilmu kedua penjaga itu.
Setelah adanya penyerangan yang dilakukan oleh Kalapati dan Ki Balung Waja beberapa waktu lalu Paksi Darma langsung mengganti penjaga pintu gerbang dengan orang orang yang lebih kuat lagi, sehingga tidak heran jika Dewi Racun agak kesulitan untuk menghadapi dua orang itu.
Blaaaar.... blaaaar... kedua penjaga itu melepaskan pukulannya kearah Dewi Racun, namun pukulan itu tidak cukup cepat dengan gerakan yang Dewi Racun sehingga serangan itu hanya mengenai ruang kosong belaka.
Melihat serangannya gagal mereka menerjang maju dengan pedangnya, sehingga pertarungan jarak dekat pun tak terhindarkan.
Pedang kedua penjaga pintu gerbang itu bergerak cepat mencabik cabik tubuh Dewi Racun, hingga suatu ketika serangan mereka itu tepat mengenai dadanya, tapi mereka heran setelah serangan itu tidak mempan harap tubuh Dewi Racun..
memanfaatkan keterkejutan mereka Dewi Racun segera melepaskan senjata rahasia kepada mereka wuuuuus.... jleeeb.... jleeeb... senjata rahasia yang berupa Jarum beracun itu berhasil mendarat di tubuh mereka hingga membuat keduanya penjaga itu pun langsung terkapar.
Dewi Racun segera mendekati kedua penjaga itu dan memasukkan satu butir pil penawaran racun kedalam mulut mereka masing masing, setelah itu ia langsung melesat masuk ke dalam dengan ilmu ringan tubuhnya.
Dalam waktu sekejap Dewi Racun pun sudah ada di halaman depan sekte langit,para murid yang melihat kedatangan Dewi Racun yang tiba-tiba itu segera berlarian mengepungnya.
"Aku tidak menyangka akan sesulit ini bertemu dengan tetua sekte langit "keluh Dewi Racun.
"Mau apa kau datang kesini"tanya salah satu orang murid.
"Aku cuma mau bertemu dengan tetua kalian ada kabar penting yang harus aku sampaikan padanya"ucap Dewi Racun.
"Dengar nona ,,tetua kami saat ini sedang tidak berada di tempat, jadi sebaiknya nona pergi saja dan datang ke sini lagi setelah tetua kami kembali "ucap murid itu.
"Kalau begitu hadapkan aku pada sesepuh Paksi Darma "ucap Dewi Racun.
"Sesepuh juga lagi sibuk, cepat nona pergi dari sini jangan sampai aku berbuat kasar kepada mu"ucap murid itu.
"Tidak bisa ,ini adalah berita penting yang menyangkut keselamatan sekte ini jadi bisa atau tidak bisa saya harus menyampaikan berita ini pada sesepuh Paksi Darma"ucap Dewi Racun.
"Perempuan ini rupanya keras kepala juga mari kita usir dia"ucap murid itu kepada teman temannya.
"Sialan, ternyata berbuat baik itu tidak mudah, pantas saja orang jahat banyak sekali di luar sana "gerutu Dewi Racun.
"Kalau kalian menginginkan pertarungan baiklah, akan aku layani kalian semua "ucap Dewi Racun.
Sejurus kemudian pertarungan itu pun terjadi Dewi Racun melompat setinggi satu tombak seraya mengirimkan tendangannya kepada mereka dess....dess.... dalam sekejap saja beberapa orang pun dibuatnya jatuh tersungkur.
Makin lama pertarungan itu semakin menjadi jadi serangan murid murid sekte Langit benar benar membuat Dewi Racun harus mengeluarkan seluruh tenaganya, walaupun kemampuan mereka masih di bawahnya tapi jumlah mereka yang banyak itulah yang membuatnya kerepotan.
Deess....dess... sebuah pukulan Dewi Racun kembali mengenai mereka hingga membuat beberapa murid itu jatuh dan pingsan.
"Kalau begini terus akan percuma kedatangan saya kemari ,aku yakin orang orang itu sudah semakin dekat menuju kemari"ucap Dewi Racun dengan geram campur kesal.
__ADS_1