Jurus Pembelah Langit

Jurus Pembelah Langit
persiapan


__ADS_3

"Bagaimana menurut sesepuh mengenai berita yang di bawa pasukan pengintai itu"ucap melati setelah sampai di hadapan sesepuh Paksi Darma.


"Nampaknya Sanca Buana sangat hati hati dalam menjaga keamanan seluruh kerajaan taklukkannya ,makanya ia cepat cepat membangun pos pos di sepanjang jalan yang menuju ke semua kerajaan itu, supaya nanti kalau ada apa apa dirinya cepat mendapatkan laporan"ucap sesepuh Paksi Darma.


"Ternyata itu tujuan Sanca Buana membangun banyak pos,sepertinya untuk melewati satu pos saja tidak mudah sesepuh karena di setiap pos itu di jaga oleh orang orang pilihan dari sekte serigala api langsung "ucap melati.


"Ya kau benar,kita akan kesulitan jika mencoba menyerang langsung kerajaan serigala api mau pun kerajaan Tataran sebelum pos pos itu di hancurkan "ucap sesepuh Paksi Darma.


"Dan mengenai tetua sampai saat ini masih belum juga di temukan keberadaannya sesepuh"ucap Melati.


"Padahal sudah hampir satu bulan tetua pergi tapi kenapa ia belum kembali juga"ucap sesepuh Paksi Darma.


"Apakah tetua tertangkap oleh pasukan Sanca Buana sesepuh"tanya melati.


"Itu jelas tidak mungkin melati, saat di penginapan beberapa waktu lalu itu aku dapat merasakan kalau kekuatan tetua Jaka sudah meningkat pesat setelah memakan pil yang di berikan oleh Ratih itu..


"Maksud sesepuh pil seratus tahun itu"ucap Melati.


"Ya kau benar pil seratus tahun itu, tetua sungguh beruntung dapat dapat memakan pil itu ini semua berkat kau Melati"ucap sesepuh Paksi Darma.


"Tidak sesepuh ini berkat perjuangan Ratih yang tidak kenal lelah itu "ucap melati.


"Baiklah ini berkat kalian berdua, mengenai tetua kau jangan terlalu memikirkannya percayalah secepatnya dia pasti akan segera kembali "ucap sesepuh Paksi Darma.


"Baik sesepuh "ucap melati.


Di sisi lain di sekte langit Arini dan Sinta terlihat sedang melakukan latihan bersama di bawah bimbingan Narantaka, mereka berdua adalah anggota pasukan khusus yang baru saja bergabung dengan pasukan pembunuh.


Untuk mengetahui kemampuan mereka itu Narantaka segera menyuruh mereka berdua untuk melakukan latih tanding.


"Latih tanding ini di maksud kan untuk mengetahui apa kalian berdua sudah layak untuk di tugaskan atau belum,jadi aku minta pada kalian berdua untuk mengerahkan seluruh kemampuan terbaik kalian dalam pertarungan ini"ucap Narantaka.


"Baik tuan Narantaka "ucap mereka berdua.


Kemudian kedua mengambil sikap saling berhadapan satu sama lain,lalu keduanya slaaaap.... slaaaap... langsung bergerak cepat dan tidak lama kemudian terdengar benturan tenaga dalam blaaaar..... blaaaar..... hingga tempat itu penuh dengan asap,lalu setelah itu terdengar suara pedang berdentang memenuhi tempat latihan itu.


Pergerakan mereka berdua sangat cepat hingga yang terlihat hanya kilauan pedang mereka yang terkena cahaya matahari.


Desss.....desss..... jual beli serangan pun tidak terelakan , mereka berdua berusaha saling menjatuhkan satu sama lain.


Jurus pedang seribu bayangan pun langsung Arini keluarkan untuk menjatuhkan Sinta dengan tebasan dan tusukannya yang sangat mematikan.


Tapi Sinta bukanlah pendekar kemarin sore yang dapat dengan mudah di jatuhkan oleh Arini,ia langsung mengeluarkan jurus andalannya yaitu tebasan pedang Elang mencari mangsa.


Dengan jurus andalannya masing masing mereka berdua mencoba saling menjatuhkan ,traaaaang.... traaaaang...pedang mereka kembali bertemu hiiiiaaaat.... keduanya kemudian mengerahkan tenaga dalamnya blaarr.... blaaaar... braaak...braaak...pot pot bunga di sekitar tempat itu pun pecah berkeping-keping akibat dari pancaran tenaga dalam yang mereka keluarkan.


Keduanya lalu saling terpental setelah tenaga dalam mereka saling bertabrakan namun tidak saling jatuh setelah mereka dengan cepat menggunakan ilmu ringan tubuhnya,kemudian keduanya langsung menyerang kembali,hingga tanpa terasa pertarungan mereka pun sudah memasuki jurus yang ke seratus.


Melihat pertarungan dua murid pasukan pembunuh itu Narantaka tampak puas dengan hasil yang mereka tunjukkan.


Pertarungan di antara kedua gadis itu terus berlanjut hingga akhirnya Narantaka pun menghentikan pertarungan mereka setelah di rasa cukup.


"Berhenti kalian berdua , jika di terus kan aku takut nanti halaman ini akan berantakan"ucap Narantaka.


Mendengar seruan dari Narantaka itu Arini dan Sinta pun segera menghentikan pertarungannya.


"Maaf kan kami tuan Narantaka "ucap mereka berdua.


"Setelah melihat kekuatan dan kecepatan bertarung kalian tadi,aku kira kalian sudah pantas menjadi tim pasukan pembunuh "ucap Narantaka.


"Terima kasih tuan Narantaka"ucap mereka berdua.


"Baiklah, sekarang kalian berdua ikut aku ke ruangan senjata rahasia"ucap Narantaka kemudian berjalan meninggalkan mereka berdua.


Arini dan Sinta pun bergegas mengikuti Narantaka menuju ke ruangan senjata rahasia yang di maksud Narantaka tadi dan tidak lama kemudian mereka berdua pun sampai di tempat yang mereka tuju yaitu sebuah ruangan yang penuh dengan senjata rahasia .


"Pilihlah satu senjata rahasia ini mana yang kalian berdua butuh kan"ucap Narantaka.


Arini dan Sinta segera melihat lihat berbagai jenis senjata rahasia yang berada di ruangan itu mulai dari pisau kecil,jarum,suriken,bola bola kecil dan masih banyak lagi yang lainnya.


"Apakah kami tidak boleh mengambil senjata ini lebih dari satu jenis tuan Narantaka"tanya Sinta.


"Iya , kalian tidak boleh mengambil lebih dari satu jenis, karena kalian masih menjadi pasukan tim pembunuh, kecuali kalau kalian sudah menjadi pasukan senyap baru kalian boleh memilih lebih dari satu jenis senjata rahasia ini"ucap Narantaka.


"Kenapa peraturannya begitu tuan Narantaka "tanya Arini.


"Karena pasukan pembunuh selalu bertindak secara berkelompok tidak seperti pasukan senyap yang terkadang di tugaskan sendirian, Melati misalnya ia bebas memilih senjata rahasia lebih satu bahkan lebih dari dua karena sudah masuk menjadi pasukan senyap dan sekarang menjadi pemimpin pasukan itu .


Jadi menurut perhitungan satu jenis senjata rahasia sudah cukup untuk pasukan pembunuh.


"Jadi nona melati itu anggota pasukan senyap tuan Narantaka "tanya Sinta.


"Benar Sinta awalnya dia menjadi pasukan pembunuh, tapi setelah melihat sepak terjangnya yang membanggakan karena selalu dapat menyelesaikan tugas dengan baik , kemudian dalam yang tidak lama ia diangkat menjadi pemimpin pasukan itu oleh sesepuh Paksi Darma "ucap Narantaka.


"Oh jadi begitu,apa kami berdua juga bisa menjadi pasukan senyap tuan Narantaka "tanya Arini.


"Semua orang tentu bisa tergantung bagaimana ia bekerja, jika dia mampu menunjukkan kemampuan dirinya dalam menjalankan tugas ,sudah pasti dia punya peluang untuk masuk ke dalam barisan pasukan senyap "ucap Narantaka.


"Lalu bagaimana dengan Ratih tuan Narantaka, sekarang ini dia masuk pasukan khusus yang mana "tanya Sinta.

__ADS_1


" Menurut saya mungkin Ratih akan masuk ke dalam pasukan senyap "ucap Narantaka.


"Apa...!!! apakah karena Ratih mempunyai hubungan dekat dengan sesepuh Paksi Darma sehingga dengan mudah ia menjadi pasukan senyap tuan Narantaka "tanya Arini dengan tercekat.


"Kalian salah jika berfikir seperti itu, perlu kalian ketahui bahwa kekuatan Ratih saat ini sudah jauh di atas kalian berdua,aku merasa yakin jika kalian berdua bergabung menyerang Ratih kalian belum tentu menang"ucap Narantaka.


"Jadi Ratih sekarang ini sekuat itu tuan "tanya Arini dengan tidak percaya.


"Ya , asal kalian tahu bahwa hampir setiap hari Ratih selalu berlatih di tempat khusus milik tetua Jaka "ucap Narantaka.


"Bukankah ruangan itu hanya di perbolehkan untuk para tetua sekte saja tuan , kenapa Ratih di izinkan berlatih di tempat itu "tanya Sinta.


"Ya kau benar Sinta, tapi jika melihat hubungan tetua dan Ratih yang begitu dekat sepertinya larangan itu tidak berlaku padanya "ucap Narantaka.


"Memangnya apa sih istimewanya tempat khusus latihan tetua Jaka itu"tanya Arini.


"menurut penjelasan dari sesepuh Paksi Darma berlatih satu hari di tempat itu sama dengan berlatih sepuluh hari di tempat biasa, jadi bisa kalian bayangkan jika kalian berlatih satu bulan di sana "ucap Narantaka.


"Beruntung sekali Ratih itu dapat kesempatan berlatih di tempat tetua, Arini bagaimana kalau kita meminta Ratih untuk membawa kita ke tempat itu "ucap Sinta sambil mencubit lengan Arini.


"Bukankah itu akan sangat memalukan kita Sinta, kalau sampai tetua tahu tidak ah"ucap Arini.


"Ya sudah kalau begitu ,berarti kita harus berlatih dengan cara kita "ucap Sinta.


"Apakah masih ada lagi pasukan khusus yang di miliki sekte ini selain pasukan pengintai, pasukan pemburu, pasukan pembunuh dan pasukan senyap tuan Narantaka"tanya Arini ingin tahu.


"Sepertinya masih ada tapi yang tahu soal itu cuma sesepuh Paksi Darma dan tetua sekte saja "jawab Narantaka.


"Kenapa bisa begitu sangat rahasia tuan "tanya Ratih.


"Aku juga tidak tahu hal itu, sebaiknya kalian cepat pilih senjata mana yang akan kalian gunakan "ucap Narantaka.


"Kami berdua akan menggunakan ini tuan "ucap Arini sambil menunjuk suriken pada Narantaka .


"Baiklah, "ucap Narantaka kemudian mencatat nama mereka berdua pada daftar pengguna senjata rahasia.


lalu mereka bertiga kemudian meninggalkan ruangan tempat senjata rahasia itu.


setelah mendengar bahwa kekuatan Ratih sudah meningkat pesat Sinta dan Arini pun tidak mau kalah, mereka secara diam-diam berlatih keras supaya suatu saat dapat masuk menjadi pasukan senyap.


...----------------...


Setelah sekian lamanya mempelajari kitab langit seribu Guntur di bawah bimbingan Dewi Pandan Arum,Jaka akhirnya dapat menguasai seluruh ilmu yang berada di dalam kitab itu.


Jaka merasakan kekuatan di dalam tubuh seperti meluap luap hingga akhirnya hiaaaaat............ hiiaaaat....... Jaka menghempaskan tenaga dalamnya duuuaaarrr...... duuuaaarrr..... duuuaaarrr....


Huuuuff..... haaaaah..... Terdengar Jaka menghirup nafas lalu mengeluarkannya, tubuhnya pun basah kuyup oleh keringat.


"Menjadi bagian dari sekte bintang Utara "ucap Jaka.


"Benar Jaka,jika ada apa apa dengan sekte langit kau bisa minta bantuan pada sekte bintang Utara "ucap Dewi Pandan Arum.


"Apakah mereka akan mau membantu sekte langit,jika suatu saat sekte langit benar benar minta bantuan pada mereka Dewi "tanya Jaka.


"Sudah tentu,aku berani jamin Jaka "ucap Dewi Pandan Arum.


"Lalu mengenai sekte api angin Dewi belum menjelaskan pada ku"ucap Jaka.


"Maaf kemarin lupa Jaka, Sekte api angin adalah sekte terbesar di benua Utara, seperti sekte langit yang merupakan sekte terbesar di benua timur tapi walau pun sekte itu besar tapi soal kekuatan Sekte bintang Utara tidak kalah dengan sekte Api angin itu", ucap Dewi Pandan Arum.


"Lalu bagaimana hubungan sekte api angin dengan sekte lain di sekitarnya"tanya Jaka.


"Cukup baik setahu saya selama ini"ucap Dewi Pandan Arum.


"Jika ada waktu senggang,aku pasti akan mengunjungi sekte bintang Utara Dewi "ucap Jaka.


"Iya kau memang harus mengunjungi sekte itu, sekarang sudah saatnya kau harus menghancurkan batu ini Jaka "ucap Dewi Pandan Arum.


"Bagaimana caranya aku menghancurkan batu ini Dewi, dengan pedang ku atau dengan pukulan ku"tanya Jaka.


"Kau gunakan saja dengan pukulan jurus Pembelah Langit jaka "ucap Dewi Pandan Arum.


"Baiklah Dewi "ucap Jaka segera keluar dari batu itu.


"Ingat Jaka kau jangan gunakan kekuatan mu secara berlebihan, nanti lembah ini ikut hancur "ucap Dewi Pandan Arum mengingatkan.


"Ya aku tahu itu Dewi "jawab Jaka.


Jaka kemudian mundur beberapa langkah ke belakang setelah itu ia segera mengerahkan kekuatannya.


Hiiiiaaaat...... pukulan jurus Pembelah Langit Jaka melepaskan pukulannya itu wuuuuus.....lalu meledaklah batu itu seketika blaaaar.... blaaaar...batu besar pun menjadi berkeping-keping.


"Dewi..... Dewi...... !!!"teriak jaka


"jangan jangan dia ikut hancur tadi,padahal aku cuma mengerahkan seperempat dari kekuatan ku "gumam Jaka sambil mencarinya di antara kepulan asap batu itu.


"Aku di sini Jaka "ucap Dewi Pandan Arum yang ternyata sudah ada di belakang Jaka.


Jaka lalu menoleh ke belakang ke arah Dewi Pandan Arum, betapa terkejutnya dia setelah dirinya mendapati seorang wanita cantik berpakaian serba putih tersenyum padanya.

__ADS_1


"Jaaa.. di..kau cahaya yang tadi di dalam batu itu"tanya Jaka dengan tergagap.


"Benar Jaka inilah wujud asli ku"ucap Dewi Pandan Arum.


Jaka masih terbengong-bengong melihat kecantikan Dewi Pandan Arum itu.


"Jaka kenapa kau menatap aku seperti itu"tanya Dewi Pandan Arum.


"Maaf Dewi, kenapa tadi aku bisa keluar dari batu itu dan Dewi sendiri tidak bisa"tanya Jaka dengan heran.


"Itu karena kau memiliki jurus Pembelah Langit jaka, jadi kekuatan guru ku tidak berpengaruh pada mu"ucap Dewi Pandan Arum menerangkan.


"Oh jadi begitu,lalu sekarang Dewi mau kemana setelah terbebas dari penjara batu itu "Tanya Jaka .


"Kalau kau tidak keberatan aku akan mengikuti mu untuk sementara waktu sambil mencari keberadaan Dewi Ganda Arum adik ku"ucap Dewi Pandan Arum.


"Baiklah kalau begitu kita ke selatan , karena aku ingin menyelidiki keadaan di sana"ucap Jaka.


"Apa tidak sebaiknya kamu kembali ke sekte langit dulu Jaka, karena kamu pergi sudah terlalu lama, pasti orang orang di sekte sedang panik mencari mu"ucap Dewi Pandan Arum.


"Perasaan baru sebentar Dewi"ucap Jaka .


"Kamu salah Jaka , waktu kita di dalam penjara batu tadi waktu tidak berjalan, menurut perhitungan ku kemungkinan kamu pergi sudah lebih satu bulan atau mungkin dua bulanan lebih"ucap Dewi Pandan Arum.


"Apa.......celaka bisa gawat ini Dewi ,ayo cepat kita pergi ke sekte langit "ucap Jaka, tanpa sadar langsung memegang tangan Dewi Pandan Arum dan segera membawanya melesat pergi.


Slaaaap..... slaaaap.. mereka berdua pun bergerak secepat kilat meninggal lembah itu.


Dan ternyata benar apa yang di katakan oleh Dewi Pandan Arum itu, sesepuh Paksi Darma sudah mengumpulkan semua pasukan yang jumlahnya ribuan untuk di berangkat kan menuju ke kerajaan api untuk melakukan penyerangan, karena mereka menduga jaka tertangkap oleh Sanca Buana.


Melati dengan anggota pasukan senyap nya pun sudah terlihat siap dengan persenjataan lengkap, begitu juga dengan Arini dan Sinta yang sudah bergabung dengan pasukan pembunuh, cuma Ratih yang saat ini tidak kelihatan entah di mana.


"Semua pasukan sudah siap untuk di berangkat kan sesepuh"ucap Melati melaporkan.


"Baiklah melati,kau pimpin anggota mu dan kau Narantaka juga pimpin pasukan mu"ucap sesepuh Paksi Darma.


"Tunggu.....!!!!"tiba-tiba terdengar teriak seseorang.


Paksi Darma, melati,dan Narantaka segera menoleh ke suara itu berasal, betapa terkejutnya mereka setelah melihat kedatangan Jaka.


"Tetua kau sudah kembali"ucap melati dengan tersenyum lega.


"Untung tetua cepat kembali, kalau tidak mungkin aku sudah memberangkatkan pasukan ke kerajaan Serigala api karena kami menyangka tetua tertangkap oleh Sanca Buana "ucap Paksi Darma.


"sesepuh terlalu berlebihan aku sudah kembali dengan selamat di sini jadi tidak perlu membawa pasukan ke sana "ucap Jaka.


"Baiklah tetua, semua beri hormat pada tetua"teriak sesepuh Paksi Darma.


Semua pasukan pun langsung berlutut dengan memberikan hormat pada Jaka.


"Bangunlah sesepuh dan yang lainnya"ucap Jaka.


Tiba-tiba wuuuuus...... sebuah pukulan meluncur deras ke arah Jaka dan langsung mengenainya duuuaaarrr....... meledak lah tempat di mana Jaka berdiri!!!


Semua orang yang ada di situ langsung terperanjat melihat Jaka di serang tiba tiba itu.


"Tetua.....!!!" teriak melati dengan khawatir.


"Kurang ajar siapa yang sudah berani menyerang tetua"ucap Sinta segera keluar dari barisan pasukan begitu juga dengan Arini.


"Uhuuk.... uhuuk..... terdengar suara batuk dari kepulan asap itu ampun..ratih... ampun"ucap Jaka.


"Sudah aku bilang kalau mau pergi bilang dulu pada ku"ucap Ratih dari dalam sekte dengan perasaan kesal.


Semua orang terkejut melihat Jaka tidak apa apa terkena pukulan Ratih yang dahsyat itu.


Semua orang yang tadinya tegang sekarang berubah bengong melihat kedatangan Ratih dan melihat keadaan Jaka baik baik saja itu.


"Melati mari kita beri pelajaran pada tetua kita ini yang sudah bikin kita khawatir"ucap Ratih.


"Baik Ratih mari kita pukul dia"jawab melati.


Ratih dan melati segera meluncur menyerang Jaka weesss..... wesss... Jaka bergerak cepat menghindarinya slaaaap.... slaaaap... wuuuuus duuuaaarrr..... duuuaaarrr.... Ratih dan melati dengan gencar menyerang Jaka.


Paksi Darma hanya menggelengkan kepala melihat tingkah laku mereka bertiga itu.


"Tetua "bisik Sinta yang merasa khawatir dengan keselamatan Jaka.


Paksi Darma yang melihat seorang wanita berdiri di samping Jaka tadi segera menghampirinya.


"Apakah nona ini teman tetua"Paksi Darma.


"Benar sesepuh aku teman dari tetua jaka, nama ku Dewi Pandan Arum.


"Jadi selama ini tetua bersama dengan nona"tanya Paksi Darma.


"iya sesepuh berkat pertolongan dari tetua Jaka sekarang saya bisa ada di sini "ucap Dewi Pandan Arum, kemudian menceritakan semua kejadian waktu itu.


Paksi Darma pun akhirnya mengerti kenapa Jaka pergi begitu lama.

__ADS_1


Sementara itu pertarungan Jaka melawan melati dan Ratih harus berakhir tragis ketika pukulan dua wanita itu tepat mendarat di mukanya tak ayal Jaka pun di buat babak belur oleh dua wanita itu.


Walau pun Jaka dapat mengalahkan musuh yang sangat kuat tetapi menghadapi Ratih dan melati jaka tidak dapat berbuat apa-apa.


__ADS_2