Jurus Pembelah Langit

Jurus Pembelah Langit
Nasib sekte bintang timur di ujung tanduk


__ADS_3

Dengan rasa kesal di hatinya Dewi Racun lalu mengerahkan tenaga dalamnya ,ia tidak perduli walaupun harus membunuh para murid itu, karena dirinya sudah terlanjur kesal dan marah.


Hiaaaaat.......!!!!! pancaran tenaga dalam dari tubuh Dewi Racun membuat para murid sekte Langit yang mengkroyoknya harus mundur beberapa langkah ke belakang..


"Maju kalian semua aku tidak akan tanggung tanggung lagi dalam menyerang kalian "teriak Dewi Racun.


Dua telapak tangan Dewi Racun terlihat merah membara rupanya ia berniat bertarung habis-habisan dengan para murid-murid itu, dengan pukulan tapak racun seribu kematiannya Dewi Racun ingin menumpahkan rasa kesalnya pada mereka semua.


"Berhenti......!!!!"tiba-tiba terdengar sebuah suara berteriak keras dari arah belakangnya.


Dewi Racun segera menoleh ke arah datangnya suara itu,wajah Dewi Racun seketika lega setelah melihat kedatangan orang itu yang tidak lain adalah Arini.


"Wanita racun rupanya kau lagi ,ada apa pagi pagi begini sudah buat keributan"ucap Arini.


"Tunggu , Arini jangan salah paham dulu,kedatangan aku kemari bukan untuk berniat jahat ataupun membuat keributan di sini "ucap Dewi Racun


"Kalau begitu cepat katakan apa maksud tujuan mu datang kemari "tanya Arini.


"Aku datang kemari untuk bertemu dengan Jaka , karena ada yang ingin aku sampaikan padanya,tapi mereka bilang Jaka sekarang tidak ada di sini, apakah benar begitu "ucap Dewi Racun.


"Memang benar ,saat ini tetua sedang berada di Sekte bintang Utara "jawab Arini berterus-terang.


"Kalau begitu pertemukan aku secepatnya dengan sesepuh Paksi Darma Arini "pinta Dewi Racun.


"Sebenarnya ada apa kau mau bertemu dengan sesepuh Paksi Darma Dewi Racun,coba kau katakan dengan jelas maksud mu itu atau jangan jangan kau mau mencelakai sesepuh "ucap Arini.


Dewi Racun terlihat kesal mendengar perkataan Arini yang seenaknya itu .


"Dengar Arini apa kau pikir aku mampu untuk menandingi kesaktian Paksi Darma,apa aku mampu untuk mencelakainya ,kedatangan ku ke sini adalah untuk memberi tahu bahwa ada orang yang berniat menyerang sekte ini saat ini dia sedang menuju kemari "ucap Dewi Racun.


"Apa..!!!kau jangan main-main wanita Racun, jangan jangan kaulah yang membawa orang orang itu kemari untuk balas dendam atas kematian paman dan bibi mu waktu itu"ucap Arini dengan marah.


Dewi Racun merasa bertambah kesal dengan sikap Arini itu karena menuduh dirinya yang bukan bukan.


"Ternyata kau sama saja dengan yang lainnya Arini,aku menyesal telah jauh jauh datang kemari"ucap Dewi Racun.


Dewi Racun kemudian membalikkan badannya dan berniat pergi dari situ ,ia merasa hanya sia sia saja maksud baiknya itu.


Namun tiba-tiba dari arah depan pintu gerbang datanglah dua penjaga pintu yang tadi pingsan, mereka berdua langsung menghentikan Dewi Racun yang akan pergi itu.


"Maaf nona atas kesalahpahaman tadi"ucap dua penjaga gerbang itu.


"Apa maksud kalian minta maaf pada wanita Racun itu"tegur Arini.


"Begini Nona Arini kemarin aku sempat bertarung dengannya dan kami berdua berhasil dilumpuhkannya dengan Jarum beracun ini,kami mengira akan mati setelah terkena jarum itu ,namun ternyata nona Dewi Racun ini memberikan penawarnya kepada kami "terang penjaga pintu gerbang itu.


"Sepertinya dia tidak berniat jahat nona, kalau dia punya niat jahat pasti kami berdua sudah mati dari tadi "ungkap penjaga pintu gerbang yang satunya.


"Benar juga seandainya wanita Racun ini mau berbuat jahat sudah pasti para murid murid ini sudah ada yang terluka bahkan ada yang tewas"gumam Arini.


"Dewi Racun cepat ikut aku , akan aku hadapkan kau dengan sesepuh Paksi Darma "ucap Arini.


Dewi Racun segera menghampiri Arini ,kemudian mereka berdua pun melangkah masuk kedalam sekte.Ini adalah kali pertamanya bagi Dewi Racun melihat bagian dalam sekte Langit, ternyata bagian dalam sekte itu membuat Dewi Racun begitu kagum karena begitu indah tidak seperti sekte cobra hitam yang sangat jauh dari kesan anggun dan menawan.


Tidak lama kemudian mereka berdua pun sampai di ruangan Paksi Darma,Arini segera mengetuk pintu ruangan itu dan tidak lama kemudian pintu pun terbuka.Melihat Arini yang datang itu paksi Darma segera mempersilahkan masuk ke dalam.


"Silahkan duduk Arini dan nona"ucap Paksi Darma.


"Terimakasih sesepuh"ucap mereka berdua.


Paksi Darma memandang ke arah Dewi Racun dengan cukup lama, karena dalam ingatannya ia pernah melihat gadis yang seumuran dengan Arini itu .


"Kalau tidak salah nona ini yang beberapa waktu pernah datang kemari bersama Balung Waja bukan"tanya Paksi Darma.


"Benar sesepuh itu memang aku "Jawa Dewi Racun singkat.

__ADS_1


"Dia datang kemari katanya ada berita yang penting yang ingin di sampaikan kepada mu sesepuh "ucap Arini.


"Berita penting apa itu nona cepat katakan "pinta Paksi Darma.


"Begini sesepuh, waktu di kota Toba saya sempat bertemu dengan tiga orang yang bernama Karadurga , Kumbara dan Jaran Lejong ,mereka berniat untuk menyerang sekte ini dan saat ini mereka sedang menuju kemari "ucap Dewi Racun.


Paksi Darma langsung tercekat begitu mendengar nama ketiga orang itu,ia tahu betul bahwa mereka adalah orang-orang kepercayaan Gandaroma.


"Cuma tiga orang kenapa kau harus repot repot melapor dan minta dihadapankan pada sesepuh Dewi Racun "ucap Arini dengan meremehkan tiga orang itu.


"Tutup mulut mu Arini jangan potong pembicaraan nona ini"bentak Paksi Darma.


"maaf sesepuh "ucap Arini merasa heran dengan sikap sesepuh Paksi Darma.


"Lanjutkan cerita mu nona"perintah Paksi Darma.


"Baik sesepuh, menurut pembicaraan mereka selain akan menyerang sekte ini mereka juga berencana akan menyerang sekte bintang Utara, mereka juga mengatakan bahwa sekte di benua Utara juga telah mereka hancurkan"ucap Dewi Racun.


Paksi Darma terkejut bagaikan di sambar petir di siang hari mendengar itu,ia merasa sesuatu yang buruk bakalan segera terjadi.


"Apakah mereka menyebut nama Gandaroma nona "tanya Paksi Darma.


"Benar sesepuh, sepertinya orang itulah yang telah memerintahkan mereka bertiga "ucap Dewi Racun.


"Gawat ternyata dia sudah kembali , aku yakin ia ingin menuntut balas atas kejadian beberapa tahun lalu"ucap Paksi Darma.


"Maaf sesepuh, kenapa sesepuh begitu tegang dengan ketiga orang itu, bukankah mereka cuma bertiga ,apa yang harus di kita takutkan "ucap Arini.


"Kamu tidak tahu siapa mereka sebenarnya Arini, ketiga orang itu adalah para Senopati iblis yang di utus oleh Gandaroma untuk membalas dendam kepada orang orang yang dulu pernah menjadi musuhnya dan kemampuan mereka tidak bisa di anggap remeh "ucap Paksi Darma.


"Apa..!!! jadi sekuat itukah mereka "ucap Arini dengan tercekat.


"Benar Arini,aku merasa sangat berterimakasih pada mu nona atas berita yang kau bawa ini "ucap Paksi Darma.


"Jika mereka telah menghancurkan sekte di benua Utara lalu bagaimana dengan nasib tetua sesepuh"ucap Arini.


Menurut pemikirannya kedatangan ketiga para Senopati itu awal dari kekacauan dari dunia persilatan.


"Mengenai tetua kau tidak perlu mencemaskannya Arini, sebaiknya cepat kau suruh pasukan untuk bersiap siaga untuk berjaga-jaga menghadapi mereka "perintah Paksi Darma.


"Baiklah sesepuh secepatnya akan aku kerjakan "ucap Arini kemudian pergi meninggalkan ruangan itu.


"Nona sebaiknya cepat tinggalkan tempat ini, karena ini bukanlah pertarungan nona dan saya ucapkan banyak terima kasih atas pemberitahuan nona ini "ucap Paksi Darma.


"Maaf sesepuh, kalau di izinkan saya ingin tetap di sini untuk membantu sekte ini "ucap Dewi Racun.


"Tapi...nona bukan bagian dari sekte ini jadi nona tidak punya kewajiban untuk ikut memerangi mereka "ucap Paksi Darma.


"Bagian dari sekte ini atau bukan tidak masalah sesepuh,saya cuma mau berbuat baik, karena dalam hidup saya selama ini selalu berbuat jahat, jadi saya mohon pada sesepuh untuk mengizinkan saya tetap tinggal di sini "pinta Dewi Racun.


Paksi Darma menggelengkan kepalanya mendengar kesungguhan niat Dewi Racun itu, dengan berat hati akhirnya ia pun mengizinkannya untuk ikut menghadapi Para Senopati tengkorak iblis itu.


"Jika kau bersikeras mau tetap tinggal di sini baiklah aku tidak akan menyuruh mu pergi"ucap Paksi Darma kemudian.


"Terima kasih sesepuh"ucap Dewi Racun dengan senang hati.


Di halaman depan Arini tampak sibuk mengatur para pasukannya, Lestari, Sinta putri Candra Kirana merasa heran dengan perintah Paksi Darma itu, untuk menghadapi tiga orang saja kenapa harus melibatkan pasukan sebanyak itu, namun mereka tidak berani banyak tanya dan mengikuti perintah yang dia keluarkan.


Dari arah depan pintu ruangannya Paksi Darma dan Dewi Racun menatap para pasukan yang telah di siagakan oleh Arini itu, dari wajahnya tampak ada kekhawatiran yang mendalam, kedua tangan orang tua itu terlihat mengepal kencang.


Sementara itu di sekte bintang timur pertarungan telah terjadi,para pasukan iblis nya terlihat memenuhi halaman depan sekte itu.


Dalam waktu singkat saja sudah banyak para murid sekte yang telah menjadi korban keganasan pasukan tengkorak iblis.


Jerit kematian membahana di dalam pertarungan itu,Rawa Candra sangat marah melihat para muridnya banyak yang telah tewas.

__ADS_1


"Sesepuh kita tidak bisa tinggal diam ayo kita tumpas mereka"teriak Rawa Candra.


"Rahakuti, Suparna dan Pramudita ayo kita serang mereka "teriak Pranaraja.


Ketiga orang itu pun langsung melesat ke tengah arena pertarungan mengikuti sesepuh Pranaraja, begitu juga Rawa Candra dan Banjar Samudra.


Kelima orang itu langsung mengamuk menghabisi para pasukan iblis yang di bawa oleh Jaran Lejong itu, dalam waktu singkat saja sudah ratusan pasukan yang roboh di tangan mereka.


Blaaaar..... blaaaar..... blaaaar..... Pranaraja melepaskan pukulannya hingga membuat para pasukan iblis itu bertumbangan.


"Habiskan seluruh tenaga dalam mu Pranaraja"batin Jaran Lejong dengan tersenyum menyeringai.


"Ternyata mereka tidak ada apa apanya"ucap Suparna setelah mempu menghabisi begitu banyak pasukan iblis itu.


"Kau benar Suparna, hiiiiaaaat"Sahut Rahakuti sambil melepaskan pukulannya.


blaaaar..... pukulan yang Rahakuti lepaskan tadi berhasil menewaskan hampir separuh para pasukan itu.


Dengan pedang besar Banjar Samudra bergerak dengan cepat menebas para pasukan itu sreet.... sreet.... dalam waktu singkat ratusan pasukan pun sudah ia jatuhkan.


Rawa Candra juga terlihat mengamuk dengan tendangan geledeknya ,ia berhasil membuat pasukan iblis itu hancur berkeping-keping hingga.Para pasukan iblis yang berjumlah ratusan itu kini tinggal beberapa gelintir orang saja.


"Jaran Lejong sekarang giliran mu untuk menyusul para pasukan mu"teriak Pranaraja.


"Haaa..... haaaa....kau jangan terlalu gembira dulu Pranaraja, apakah kau benar telah membunuh mereka semua"kata Jaran Lejong dengan mentertawakan ucapan Pranaraja.


"Apa maksud ucapannya itu sesepuh"ucap Rawa Candra.


Pranaraja kemudian mengedarkan pandangannya ke arah para pasukan iblis yang sudah terkapar dan hancur itu.Mata tua Pranaraja langsung terbelalak melihat para pasukan itu bergerak gerak kembali.


"Lihat tetua", teriak Pranaraja sambil menunjuk ke arah para pasukan itu.


Rawa Candra dan semua orang yang ada di situ langsung terkejut melihat hal itu, mereka seakan bermimpi melihat para pasukan iblis itu bangkit kembali.


"Kurang ajar kenapa bisa begini sesepuh, mahluk macam apa sebenarnya mereka itu"ujar Rawa Candra.


"Walau pun kemampuan mereka tidak seberapa tapi sangat merepotkan karena mereka tidak mudah untuk di bunuh "ucap Pranaraja.


"Kau salah Pranaraja kemampuan mereka akan semakin meningkat setiap kali mereka bangkit dari kematiannya "sahut Jaran Lejong.


Pranaraja menatap tajam kearah Jaran Lejong kemarahan di dadanya begitu meluap luap.


Dalam waktu yang tidak begitu lama para pasukan iblis itu pun sudah berdiri kembali sepenuhnya.


"Seraaaaang.....!!!"teriak Jaran Lejong.


"Sialan... seraaaaang...... teriak Rawa Candra.


Pertarungan yang sempat berhenti itu kembali terjadi , ternyata apa yang di katakan oleh Jaran Lejong tadi itu benar adanya,para pasukan iblis itu kemampuan bertarungnya sekarang sudah meningkat hal itu dapat di rasakan oleh Pranaraja sendiri.


Duuuaaarrr..... duuuaaarrr.... duuuaaarrr.... Pranaraja dan yang lainnya segera menyerang secara besar besaran bunyi ledakan terdengar di setiap arena pertarungan itu.


Jerit kematian kembali terdengar dari para murid sekte bintang timur.Kebuasan para pasukan itu ternyata sangat mengerikan karena mereka tidak segan segan untuk mencabik cabik lawannya yang sudah mati itu.


Apa yang di harapkan oleh jaran Lejong akhirnya tiba juga ,ia tersenyum penuh kemenangan setelah melihat Pranaraja dan yang lainnya mulai kehabisan tenaga .


Rahakuti, Suparna dan Pramudita terlihat mulai keteteran menghadapi para pasukan itu,nafas mereka mulai memburu naik turun tidak beraturan.Jaran Lejong yang menunggu kesempatan itu tidak mau menyia nyiakan dan langsung bergerak cepat ke arah mereka slaaaap..... slaaaap... hiiiiaaaat.. kreees.... kreees.... kressss.. dalam satu gerakan cepat ia langsung membuat roboh ketiga orang itu.


Haaa..... haaaa...... Jaran Lejong tertawa terbahak bahak setelah berhasil menghabisi mereka bertiga.


"Rahakuti, Suparna dan Pramudita....!!!."teriak Pranaraja begitu melihat mereka bertiga sudah tergeletak tidak bernyawa.


"Kau harus membayar kematian mereka dengan nyawa mu jaran Lejong"teriak Pranaraja.


Ia langsung melesat ke arah Jaran Lejong, namun tiba-tiba para pasukan itu langsung bergerombol menghadangnya hingga terpaksa membuat Pranaraja mengurungkan niatnya itu.

__ADS_1


"Sialan kalian semua hiiiiaaaat.... duuuaaarrr.... pukulan Pranaraja langsung menghantam mereka hingga membuatnya hancur berkeping-keping.


Namun usaha Pranaraja itu cuma sia sia saja karena para pasukan itu langsung bangkit kembali .


__ADS_2