Jurus Pembelah Langit

Jurus Pembelah Langit
Menuju Ke Hutan Sunyi


__ADS_3

Setelah memperagakan jurus halilintar menggoyang bumi Jaka segera berkelebat kembali ke Sekte dengan membawa dua keranjang rumput.


Dalam waktu sekejap saja Jaka sudah sampai di kandang kuda dan segera memberikan rumput itu pada kudanya.


"Kalian makanlah yang banyak supaya badan kalian tetap kuat "ucap Jaka sambil mengelus kepala kuda yang berwarna putih.


Wuuuuus...... wuuuuus...dua kayu meluncur deras kearah Jaka yang saat itu sedang memberikan makan kuda kuda rawatannya,Jaka yang merasakan getaran serangan itu langsung menjatuhkan diri untuk menghindarinya.


Orang yang menyerang itu pun terkejut karena jaka dapat dengan mudah menghindar dari serangannya.


"Kurang ajar bagaimana dia dapat luput dari serangan ku"ucap orang itu yang tidak lain adalah Bagus Dento,ia pun segera menghampiri jaka.


"Jaka beraninya kau menghindar dari serangan ku ,apa kau mau melawan ku haah.."ucap Bagus Dento dengan mata melotot.


"Aduuh....aduuh...maksud Raden apa ,aku tadi terpeleset Raden"ucap Jaka berbohong karena ia tidak mau Bagus Dento mengetahui rahasia dirinya.


"Sialan rupanya dia terpeleset waktu aku menyerangnya", ucap Bagus Dento dalam hati.


"Ambilkan aku air cepat untuk cuci muka dan kaki "ucap Bagus Dento.


"Baik Raden "ucap Jaka , kemudian berdiri dan memegangi pinggangnya yang seolah olah sakit akibat jatuh tadi.


"kurang ajar sungguh keterlaluan perbuatannya itu pada ku ,tunggu saja nanti akan aku balas kau seratus kali lipat pada mu bagus Dento "ucap Jaka.


Hiiiiaaaat.... hiiiiaaaat..... blaaaar.... blaaaar... terdengar suara ledakan di belakang sekte, ternyata itu adalah Arini yang sedang berlatih jurus pedang seribu bayangan.


Jurus pedang seribu bayangan adalah salah satu jurus utama dalam sekte Elang putih dan hanya beberapa orang saja yang boleh menguasai jurus itu.


Jaka yang saat itu sedang mengambil air segera berkelebat begitu mendengar suara ledakan itu.


"Jadi di sini tempat latihan khusus Arini mmm... sepertinya menarik aku ingin lihat jurus apa yang sedang ia pelajari ", ucap Jaka dalam hati.


Arini memainkan pedangnya dengan cepat dan sangat lincah pantaslah kalau dia menjadi anak kepala sekte Elang putih karena permainan pedangnya sangat menakjubkan.


"Prok....prok...prok terdengar suara tepuk tangan dari sampingnya, bagus...bagus..Arini rupanya kau sudah menguasai jurus pedang seibu bayangan "ucap Brawijaya ayahnya.


"Ayah,sejak kapan ada di sini"ucap Arini.


"Sejak tadi ayah memperhatikan kau berlatih", ucap Brawijaya.


"Tapi aku masih mempunyai kesulitan ayah , ternyata jurus pedang seribu bayangan sangat rumit "ucap Arini.


"Memang benar,ayah dulu membutuhkan waktu yang tidak sedikit untuk mempelajari jurus ini,coba kau mainkan dari awal ayah ingin tahu di mana kekurangannya "ucap Brawijaya.


"Baik ayah"ucap Arini.


Lalu Arini memainkan jurus itu kembali dengan perlahan lahan, supaya tidak membuat kesalahan.


Jaka yang saat itu bertengger di atas pohon tersenyum , karena ini adalah kesempatan baginya untuk melihat jurus itu dari awal,ia pun memperlihatkan baik baik setiap gerakan yang Arini peragakan.


"Saya pikir itu tidak terlalu sulit, nanti akan aku coba untuk mempelajarinya"batin Jaka sambil tersenyum .


Setelah merasa cukup melihat Arini memperagakan jurus pedang seribu bayangan jaka pun memutuskan pergi dari situ ia tidak ingin ketahuan oleh ayahnya Arini.


Jaka segera berkelebat turun dari pohon kemudian pergi mengambil air untuk Bagus Dento.


Malam hari Jaka segera berkelebat pergi menuju taman seribu bunga,ia bermaksud untuk berlatih jurus pedang seribu bayangan di sana kebetulan malam itu bulan purnama jadi tidak terlalu gelap.


"Baiklah dengan pedang Awan ini saya akan coba belajar pedang seribu bayangan"ucap Jaka. ia memejamkan matanya mengingat semua gerakan gerakan yang di peragakan oleh Arini tadi siang.


Jaka lalu memainkan pedangnya setelah mengingat semua langkah langkah jurus itu.

__ADS_1


Hiiaaaat.... hiiaaaat suara pedang berdengung bak lebah yang berterbangan, Jaka memainkan pedang itu dengan cepat melebihi kecepatan Arini.


Hiiiiaaaat..... wuuuuus... wuusss... blaaaar.... blaaaar...suara ledakan terdengar dahsyat menghiasi malam itu, ternyata Jaka dapat menguasai jurus itu dalam waktu semalam saja , rupanya berkat Jaka mempelajari kitab pemberian Dewi kebahagiaan dan berendam di kolam suci membuat dirinya tidak mengalami kesulitan.


"Akhirnya aku dapat menguasai jurus ini"ucap Jaka kemudian menjatuhkan dirinya karena kelelahan.


Beberapa hari kemudian Brawijaya mengumpulkan para muridnya yang akan berpartisipasi untuk ujian di hutan Sunyi.


Pengarahan pun di berikan oleh Brawijaya sebelum para murid berangkat ke hutan Sunyi.


"Dengar baik baik para murid ku sekalian, kalian dapat dinyatakan lulus dalam ujian itu apa bila dapat menemukan daun api ungu seperti ini"ucap Brawijaya sambil menunjukkan sebuah gambar pada para muridnya.


"Tanaman ini sangat langka dan jarang sekali kalau pun ada biasanya tumbuh ditempat tempat yang berbahaya, jadi kalian harus bekerjasama "ucap Brawijaya.


"Maaf tetua , apakah kalau menemukan satu saja bisa di anggap menang "tanya salah satu muridnya.


"Iya benar,tapi walaupun dapat satu kalian jangan anggap remeh karena tumbuhan ini sangat langka dan kemungkinan besar kalian akan terlibat pertarungan dengan peserta lain untuk memperebutkan tanaman itu "ucap Brawijaya.


"Kalau ada yang terbunuh bagaimana tetua, apakah akan mendapat hukuman "tanya murid lainnya.


"Benar ,kalau ada yang ketahuan membunuh maka akan mendapatkan hukuman karena ini bukan perang tapi cuma sekedar ujian "ucap Brawijaya.


Para murid pun merasa lega karena walaupun kalah dapat kembali hidup hidup,tapi apa benar sesuai pemikiran mereka, sifat manusia itu sulit di tebak.


"Apakah kalian semua sudah jelas "ucap Brawijaya.


"Sudah tetua "jawab para murid serempak.


"Arini dan Bagus Dento kalian aku putuskan untuk ikut dalam ujian ini"ucap Brawijaya tiba tiba.


"Tapi ayah bukankah ini hanya ujian untuk para murid menengah kebawah "ucap Arini.


"Kalian berdua jangan bodoh,apa kalian tidak ingin berlatih di Sekte Langit hah....!!"ucap Brawijaya.


"Mau ayah "ucap Arini.


"Aku yakin sekte yang lain pasti juga akan mengirimkan murid utamanya ke hutan Sunyi karena ingin mengirim muridnya berlatih di sana"ucap Brawijaya.


"Kalau itu keputusan tetua baiklah kami pasti akan mendapatkan tumbuhan api ungu itu"ucap Bagus Dento.


"Kalau begitu hari ini juga kalian berangkat lah kesana aku dan para tetua Sekte yang lain akan mengawasi kalian dari atas gunung api"ucap Brawijaya.


"Baik ayah kami akan berangkat sekarang "ucap Arini kemudian berangkat bersama para murid yang lainnya.


Jaka yang saat itu sedang membelah kayu menghentikan segera pekerjaannya setelah melihat Arini dan para murid pergi meninggalkan Sekte.


"Mau kemana mereka sepertinya penting sekali"ucap jaka dalam hati.


"Jaka ...."teriak Ratih memanggil Jaka.


Jaka segera menoleh ke arah Ratih yang sedang berjalan menghampirinya.


"Ada apa Ratih, kenapa ke sini kalau ayah mu tahu kamu bisa kena marah"ucap Jaka.


"Kamu tidak perlu khawatir seperti itu jaka, Ayah sekarang pergi ke gunung api untuk mengawasi para murid menjalani ujian "ucap Ratih.


"Jadi hari ini ujian di hutan Sunyi dimulai "tanya Jaka dengan bersemangat.


"Iya, karena tepat hari ini hutan sunyi sudah buka dan bisa di masuki "ucap Ratih.


"Memang kalau hari hari biasa tidak bisa Ratih "tanya Jaka ingin tahu.

__ADS_1


"Pertanyaan mu itu seakan-akan kau ingin pergi ke sana saja jaka"ucap Ratih.


"Cuma sekedar ingin tahu saja Ratih memang tidak boleh "ucap Jaka.


"Oh,kalau hari hari biasa hutan sunyi itu di segel oleh para tetua sekte karena hutan itu sangat berbahaya "ucap Ratih.


"Apa kamu tahu apa yang mereka cari di sana"tanya Jaka.


"Tentu saja aku tahu, karena aku mendengar penjelasan dari ayah ku tadi"ucap Ratih.


"Kalau begitu kamu bisa kan ceritakan semua yang kau dengar pada ku"ucap Jaka.


"Kamu kok bersemangat sekali mendengar tentang hutan sunyi Jaka"tanya Ratih sedikit heran.


"Kalau kamu tidak mau ya sudah ,aku tidak mau mengajak kamu lagi ke taman yang kemarin "ucap Jaka pura pura pergi meninggal Ratih.


"Kamu..ini baiklah akan aku ceritakan apa yang aku dengar "ucap Ratih.


Kemudian Ratih pun bercerita kepada jaka seperti apa yang ayahnya Brawijaya katak kan pada murid muridnya,jaka pun mendengarkan dengan penuh perhatian.


"Tunggu... Ratih tadi kamu bilang tumbuhan api ungu, buat apa tumbuhan itu"ucap Jaka.


"Tumbuhan itu, merupakan syarat bagi para murid untuk memasuki Sekte Langit Jaka"ucap Ratih dengan kesal.


"Oh,Ratih apa kamu tidak ingin ke Sekte Langit untuk berlatih di sana "ucap Jaka.


"Mustahil Jaka memang gampang mendapatkan tumbuhan api ungu itu "ucap Ratih.


"Bagaimana kalau kau ikut dengan ku ke hutan sunyi "ucap Jaka kemudian.


"Haaahaaa.....haaahaaa.....kamu itu lucu di sana itu bukan tempat cari rumput jaka di sana itu tempat yang berbahaya "ucap Ratih dengan tertawa meremehkan.


"Kalau kamu tidak mau ya sudah aku berangkat sendiri "ucap Jaka, melangkah pergi meninggalkan Ratih.


"Apa benar dia mau ke hutan sunyi,apa dia mau bunuh diri "ucap Ratih dengan khawatir.


"Jaka tunggu..."teriak Ratih.


"Ada apa mau ikut ke sana"jawab Jaka menghentikan langkahnya.


"Kamu serius Jaka"tanya Ratih.


"Tentu aku serius, buat apa aku main main"ucap jaka.


"Kalau kakak dan Ayah tahu kamu bisa di bunuh nanti, karena dianggap memalukan sekte ini"ucap Ratih.


"Kamu tenang saja akan aku tutupi wajah ku dengan kain hitam ini lagian kan aku bukan murid dari sekte ini Ratih"ucap Jaka.


"Apakah kamu mau ikut, pilih ada di tangan mu dan aku tidak memaksa untuk kamu ikut "ucap Jaka.


"Yah terpaksa aku harus ikut ke sana menemani dan sekaligus melindungi si bodoh ini"ucap Ratih dalam hati dengan kesal campur khawatir.


"Jika kamu bersikeras baiklah aku akan menemani mu"ucap Ratih.


"Baiklah sekarang kita berangkat "ucap Jaka merasa senang ada teman seperjalanan.


Lalu Jaka dan Ratih pun akhirnya berangkat menuju ke hutan sunyi dengan naik kuda , sepanjang perjalanan Ratih membujuk jaka untuk membatalkan niatnya, namun Jaka tetap tidak terpengaruh oleh bujukan Ratih itu,mau tidak mau Ratih pun menemani Jaka untuk melindunginya.


Seandainya Ratih tahu Jaka yang sekarang mungkin dia tidak akan merasa khawatir dengan keselamatannya, namun Jaka belum mau menunjukkan rahasianya itu kepada siapa pun.


Di atas gunung api para tetua dari lima sekte sudah berkumpul semua untuk mengawasi ujian itu,Para ketua sekte sangat percaya diri bahwa sektenya sendirilah yang akan mendapatkan tumbuhan api ungu.

__ADS_1


__ADS_2