Jurus Pembelah Langit

Jurus Pembelah Langit
Misteri hutan sunyi


__ADS_3

Melihat makanan yang banyak itu,Ratih buru buru menghitung uang yang di ada sakunya,ia ingin tahu apakah uangnya cukup atau tidak untuk membayar semua makanan itu.


Setelah dihitung hitung, ternyata jumlah uangnya itu tidak cukup untuk membayar semua makanan yang jaka pesan itu,hilanglah selera makan Ratih saat itu juga.


"Dasar tukang kuda bodoh pesan tidak kira kira"ucap Ratih dalam hati dengan perasaan kesal.


"Mengapa kamu tidak makan Ratih, katanya tad lapar"ucap Jaka dengan mulut penuh makanan.


"Aku sudah kenyang kamu habiskan saja sendiri"ucap Ratih dengan perasaan bingung, bagaimana cara membayar makanan itu.


"ini paha ayam dan dada buat kamu"ucap Jaka sambil menyodorkan pada Ratih.


Ratih menerima paha dan dada ayam itu lalu meletakkannya .


Tanpa sepengetahuan Jaka dan Ratih ternyata ada sepasang mata yang mengawasi mereka berdua dari tadi.


Tidak lama kemudian Jaka pun selesai menyapu seluruh makanan di meja itu hingga kekenyangan.


"Aduuuh kenyangnya "ucap Jaka sambil mengusap usap perutnya .


"Ratih cepat bayar aku sudah selesai ,lalu kita pergi dari sini "ucap Jaka, tidak mengerti perasaan Ratih saat ini ,yang sedang panik dan kebingungan.


"Ini adalah mimpi buruk yang pernah aku alami dalam hidup ku gara gara tukang kuda bodoh ini"ucap gerutu Ratih dalam hati dengan sangat kesal.


"Kamu Ratih kan"ucap seorang perempuan yang tiba tiba berada di sampingnya.


"Lestari , sejak kapan kamu ada di sini"ucap Ratih terkejut.


"Sebelum kamu datang aku sudah di sini di samping kamu,aku dari tadi perhatikan kamu dan ingin memanggil kamu tapi takut salah orang ,bukan Ratih teman ku"ucap Lestari.


"Jangan jangan tadi dia melihat ku saat lagi menghitung uang, dasar tukang kuda bodoh kau buat aku malu hari ini ,awas nanti sampai di sekte, saya pasti kan hilang telinga kamu"ucap Ratih dalam hati dengan geram.


"Ratih kenapa diam", tanya Lestari.


"Oh, tidak apa apa lestari ,kebetulan kita bertemu disini,aku disuruh ayah untuk menyampaikan pesan kepada ayah mu"ucap Ratih.


"Bagus kalau begitu kita nanti bisa bersama sama menemui ayah ku,itu kekasih mu Ratih, cukup tampan juga"ucap Lestari dengan berbisik di telinga Ratih.


"Kamu ini ada ada saja Tari, dia itu teman sepermainan ku waktu kecil"jawab Ratih merasa risih.


"Ahem...ada apa kalian bisik bisik, pasti membicarakan aku kan "tanya Jaka.


"Mau tahu saja kamu urusan perempuan "ucap Ratih dengan melotot


Jaka mengangkat bahu mendengar perkataan Ratih itu.


"Ratih cepat bayar, jangan kelamaan nanti kita kena marah ayah mu"ucap Jaka mengingatkan.


"Makanan kalian sudah aku bayar semua jadi kita bisa langsung berangkat menemui ayah ku"ucap Lestari.


"Aku jadi tidak enak sama kamu lestari pasti nanti aku ganti uang mu "ucap Ratih.


"Tidak usah begitu anggap saja aku yang mentraktir Kalian "ucap Lestari.


"Kalau begitu ayo kita segera berangkat"ucap Ratih.


Lalu ketiga orang itu pun beranjak meninggalkan kedai menuju ke Sekte angin berhembus.


Karena jaraknya sudah dekat sesaat kemudian sampailah mereka bertiga di sekte angin berhembus , Arini dan Jaka langsung di bawa lestari untuk menemui ayahnya yang saat itu sedang melihat keadaan Sinta.


"Ayah ada Ratih putri dari tetua sekte Elang putih ingin bertemu"ucap lestari memberi tahu.


"Baiklah"ucap ayahnya.


"Apakah ada sesuatu yang penting Ratih"ucap tetua sekte Sanjaya.


"Ayah menitipkan surat ini pada ku untuk mu Paman"ucap Ratih mengambil surat dari tangan Jaka.


Begitu menerima surat itu Sanjaya segera beranjak pergi meninggalkan Ratih dan jaka, kemudian ia membuka surat itu.

__ADS_1


Sanjaya mengerutkan keningnya setelah membaca surat itu kemudian mengangguk kan kepalanya.


"Oh ya lestari kemana kak Sinta kenapa tidak kelihatan "ucap Ratih.


Kak Sinta sedang sakit sudah banyak tabib yang mencoba mengobatinya tapi tetap saja tidak kunjung sembuh "ucap Lestari.


Memangnya kak Sinta sakit apa lestari "tanya Ratih.


"Terkena racun ,tapi tabib tidak mengatakan jenis racun apa yang menyerang kak Sinta"jawab lestari.


"Apa aku boleh melihatnya Tari"ucap Ratih.


"Kenapa tidak mari ikut aku"ucap lestari.


"Jaka mari kita lihat kak Sinta "ucap Ratih sambil menarik tangan jaka.


"Kasihan sekali keadaan kak Sinta Tari "ucap Ratih begitu melihat keadaan Sinta yang makin kurus.


"Begitu lah keadaan nya Ratih "ucap Lestari.


"Apakah saya boleh bertanya nona Lestari"ucap Jaka.


"Silahkan katakan saja"ucap Lestari.


Apakah nons Sinta sering mengigau pada malam hari "tanya Jaka.


"benar tiap malam dia selalu begitu "ucap Lestari.


"Apakah kalau siang badan terasa dingin dan malam badannya terasa panas "tanya Jaka.


"Benar sekali yang tuan katakan"jawab lestari merasa heran karena jaka bisa tahu semuanya.


"Apakah telapak tangan dan kakinya membiru "ucap Jaka lagi.


"Iya benar seperti itu, persis yang tuan katakan "ucap Lestari


"Gawat kalau begitu "ucap Jaka.


"Racunnya sudah mulai menyebar, maaf nona lestari apakah boleh saya memeriksa nona Sinta "ucap Jaka.


"Silahkan saja tuan"ucap Lestari dengan khawatir.


Jaka segera meraba pergelangan tangan Sinta dan melihat raut wajahnya ,ia pun sekarang yakin bahwa Sinta terkena racun kalajengking api es.


"Setelah aku periksa nona Sinta rupanya ia terkena sengatan kalajengking api es, hewan itu biasa hidup di pegunungan yang berhawa dingin"ucap Jaka.


"Tidak salah lagi waktu itu kakak pergi berlatih di gunung es dan seminggu kemudian ia jadi begini "ucap Lestari.


"Apakah tuan dapat mengobati kak Sinta "ucap Lestari.


"Ya aku akan mencoba untuk mengobatinya , cepat nona siap kertas dan pena akan aku tuliskan bahan obatnya "ucap Jaka.


"baiklah tunggu sebentar "ucap Lestari bergegas mengambil kertas dan pena.


"Jaka kamu tidak main-main kan benar benar bisa mengobati kak Sinta"ucap Ratih dengan penuh keraguan.


"Kamu ini ,mana aku berani nyawa orang buat mainan"ucap Jaka sambil menepuk jidat Ratih.


"Ini kertasnya tuan"ucap Lestari.


Jaka segera menulis bahan bahan yang di perlukan untuk mengobati Sinta itu.


" carilah bahan bahan ini "ucap Jaka.


"Bahan obat yang tercantum dalam kertas ini banyak terdapat di sini tuan ,cuma satu yang belum ada yaitu tumbuhan api ungu "ucap Lestari.


"Tumbuhan api ungu,jaka bukan kah kau punya tumbuhan itu "ucap Ratih tanpa sadar.


"Kalian punya tumbuhan itu, bukan kah tumbuhan itu hanya ada di hutan sunyi"ucap Lestari terheran heran.

__ADS_1


"Masalah tumbuhan api ungu tidak perlu di bahas saya peroleh dari mana ,sebaiknya bahan bahan obat itu cepat bawa ke sini biar aku buatkan obat nya "ucap Jaka.


lalu lestari menyuruh seorang murid sekte untuk mengumpul bahan bahan yang di sebutkan jaka.


sesaat kemudian murid sekte itu sudah kembali dengan membawa semua bahan obat yang di lestari minta .


Tanpa lama lama Jaka langsung memproses semua bahan itu untuk membuat obat penawar racun kalajengking api es.


Ratih dan Lestari memperhatikan jaka dengan penuh perhatian dan rasa kagum.


Ratih benar benar tidak menyangka bahwa tukang kuda yang bodoh dan sering di ejek oleh orang orang di sekte sekarang menjadi orang yang begitu sangat hebat.


Lama di tunggu akhirnya selesai juga Jaka membuat obat itu dan langsung memberikannya pada Sinta yang sedang berbaring lemah.


"Berikan obat ini padanya Pagi dan sore,saya kira dalam waktu seminggu dia sudah pulih"ucap Jaka.


"Terima kasih atas pertolongan mu tuan"ucap Lestari.


"Bukan tuan nona tapi jaka"ucap Jaka tidak suka di panggil tuan.


"Baik Jaka saya ucapkan terima kasih "ucap Lestari.


Karena tugasnya sudah selesai Ratih dan jaka akhirnya pamit pada Lestari dan ayahnya untuk kembali ke Sekte Elang Putih.


...----------------...


...ΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩ...


"Brawijaya hari ini juga aku ingin semua tetua sekte berangkat ke hutan sunyi untuk menyelidikan kematian murid murid ku dan murid dari sekte Awan Hitam dan pedang terbang" ucap Gumeleng tetua sekte Harimau.


"Benar apa kata Gumeleng kita harus cepat bertindak untuk menangkap pembunuh itu "ucap Jaga Dara tetua sekte pedang Terbang.


"Aku setuju dengan kalian berdua kita harus menghukum dua pembunuh itu dengan hukuman yang setimpal atas perbuatan mereka "ucap Santawana tetua Sekte Awan Hitam.


"Jika kalian sudah sudah sepakat begitu mari kita berangkat sekarang juga"ucap Brawijaya.


Lalu keempat tetua sekte itu pun melesat meninggalkan sekte Elang putih menuju ke hutan sunyi.


Di belakang sekte Jaka dan Ratih tampak nya sedang terlibat pembicaraan yang serius.


"Jaka menurut mu ,siapa yang melakukan pembunuhan itu"tanya Ratih.


"Yang pasti orang itu bukanlah orang sembarangan Ratih karena sudah berani membuat urusan dengan Sekte Sekte besar "ucap Jaka dengan serius.


"Kalau dilihat dari sepak terjangnya orang itu bekerja sendiri atau dari sekte tertentu"tanya Ratih.


"Aku yakin pembunuh itu dari suatu sekte untuk tujuan tertentu"ucap Jaka.


"Tentang kecurigaan Kak Arini dan Bagus Dento bagaimana jaka "tanya Ratih.


"Masalah itu jangan kau pikirkan kau pikirkan aku sudah punya cara untuk mengatasinya "ucap Jaka.


"Hari ini Ayah bersama tida tetua Sekte pergi ke hutan sunyi untuk menyelidiki pembunuhan yang kemarin Jaka"ucap Ratih.


"Menurut ku ada yang tidak beres dengan hutan itu Ratih "ucap Jaka tiba tiba.


"Tidak beres bagaimana maksud mu Jaka"Tanya Ratih.


"sepertinya para pembunuh itu juga mengincar para tetua sekte Ratih"ucap Jaka.


"Kenapa kamu bilang begitu, kalau mereka mengincar para tetua Sekte seharusnya dari kemarin mereka melakukan hal itu "ucap Ratih.


"Benar juga perkataan mu, kalau mereka mengincar para tetua sekte seharusnya dari kemarin mereka melakukan hal itu "ucap Jaka.


"Untuk memastikan dugaan ku , sekarang juga aku akan menyusul mereka ke sana Ratih "ucap Jaka.


"Aku ikut dengan mu Jaka "ucap Ratih.


"Jangan Ratih , kemungkinan kali berbahaya "ucap Jaka .

__ADS_1


", Baiklah jaga dirimu baik-baik "ucap Ratih.


Jaka lalu melesat pergi menuju ke hutan sunyi untuk mengetahui ada misteri apa di sana.


__ADS_2