Jurus Pembelah Langit

Jurus Pembelah Langit
Kedatangan Karadurga dan Kumbara


__ADS_3

Para pasukan yang sudah bangkit itu langsung bergerak menyerang Pranaraja kembali.


Rawa Candra dan Banjar Samudra juga mulai kehabisan tenaga, itu terlihat dari tarikan nafas mereka yang mulai naik turun.


"Rawa Candra sepertinya usaha kita cuma sia sia saja membunuh para pasukan itu"ucap Banjar Samudra sambil mengayunkan pedangnya menebas para pasukan iblis di kanan kirinya.


"Kau benar , semakin lama kemampuan mereka semakin meningkat pesat"sahut Rawa Candra.


Nafas Rawa Candra terlihat naik turun dengan cepat, keringat pun sudah membasahi seluruh tubuhnya, namun ia tetap melanjutkan pertarungan tanpa memperdulikan keadaan dirinya.


Para pasukan iblis itu seakan tidak punya lelah mau pun rasa sakit, mereka terus maju menerjang Rawa Candra dan Banjar Samudra.


Makin lama para pasukan itu pun berhasil mendesak Rawa Candra dan Banjar Samudra yang mulai kehabisan tenaga karena kelelahan.


Jaran Lejong yang dari tadi memperhatikan mereka berdua,langsung bergerak cepat kearah mereka slaaaap.... slaaaap..... dalam sekejap saja ia sudah berada dalam jarak tiga tombak di hadapan mereka berdua.


Rawa dan Banjar Samudra terbelalak begitu melihat kedatangan Jaran Lejong yang tiba-tiba itu, karena tidak dapat merasakan kehadirannya.


"Mampuslah kau , hiiiiaaaat...... Jaran Lejong langsung mengirimkan pukulannya ke Rawa Candra , namun tanpa diduga Pranaraja langsung datang dengan menyambar tubuh Rawa Candra dan Banjar Samudra, hingga pukulan Jaran Lejong itu tidak sempat mengenainya.


"Hiiiiaaaat...... wuuuuus...... Pranaraja langsung melepaskan pukulannya ke arah jaran Lejong dan duuuaaarrr..... duuuaaarrr...... tempat berpijak Jaran Lejong pun hancur berantakan.


Serangan cepat Pranaraja itu membuat jaran Lejong terpental beberapa tombak ke belakang.


"Kurang ajar ....!!!"maki Jaran Lejong sambil mengibaskan tangannya dari asap dan debu yang berterbangan.


Jaran Lejong kemudian melesat dari kepulan asap itu, dengan kemarahannya ia berniat menghabisi mereka bertiga, namun rupanya sudah tidak mendapati mereka lagi.


Jaran Lejong segera naik ke atas atap sambil mengedarkan pandangannya untuk mencari keberadaan mereka.


"Kemana Pranaraja dan yang lainnya"ucap Jaran Lejong dengan terlihat kesal.


Dengan ilmu ringan tubuhnya Jaran Lejong segera bergerak mengitari tempat itu bermaksud menemukan mereka.


"Pranaraja keluar kau"teriak Jaran Lejong.


"Kurang ajar ternyata mereka berhasil kabur dari ku"ucap Jaran Lejong.


Hiiiiaaaat.... wuuuuus.... duuuaaarrr.... duuuaaarrr... Jaran Lejong langsung mengamuk dan menghancurkan seluruh tempat itu dengan melepaskan pukulannya.


"Anak anak hancurkan seluruh tempat tidak berguna ini"teriak Jaran Lejong.


Para pasukan itu langsung bergerak melepaskan pukulannya hingga dalam waktu singkat saja bangunan bangunan sekte itu sudah bertumbangan dan porak-poranda.


Di tengah hutan Pranaraja , Rawa Candra dan Banjar Samudra terlihat terengah-engah karena kelelahan.


"Untuk sesepuh bertindak cepat kalau tidak aku dan Rawa Candra mungkin sudah tewas di tangan jaran Lejong tadi"ucap Banjar Samudra dengan nafas naik turun.


"Saya harap Jaran Lejong dan pasukannya tidak mengejar kita "ucap Rawa Candra sambil menyandarkan tubuhnya pada sebuah pohon.


"Sepertinya kita aman di sini tetua"ucap Pranaraja yang juga bersandar pada sebuah pohon.


"Kita sekarang bagaimana Rawa Candra "tanya Banjar Samudra.


"Untuk sementara kita terpaksa tinggal di sini Banjar, sambil memikirkan cara untuk mengalahkan mereka "ucap Rawa Candra.


"Sebaiknya cepat kita pergi dari sini ,aku khawatir mereka akan menemukan kita "ucap Pranaraja mengingatkan.


"Ayo Rawa Candra kita pergi dari sini "ucap Rawa Candra.


kemudian mereka bertiga pun segera beranjak dari situ untuk menghindari pengejaran mereka.


Di sekte langit tepat tengah hari di saat matahari sedang teriknya Karadurga dan Kumbara tiba di sekte langit, dengan tatapan tajam dan sikap penuh keangkuhan ,wanita dan laki-laki itu memandang ke arah para pasukan yang sedang berbaris rapi.


Menurut mereka para pasukan itu tidak ubahnya seperti sampah yang menunggu di buang saja.Arini, Sinta, putri Candra, lestari dan yang lainnya merasa sangat geram melihat sikap Karadurga yang tampaknya meremehkan mereka itu.


"Cepat suruh Paksi Darma keluar untuk menghadapi kami"teriak Karadurga dengan suara lantang.


"Apakah dia sekarang menjadi seorang pengecut yang bisanya hanya bersembunyi di dalam kamarnya saja "sambung Kumbara.


"Hai... perempuan ****** sepertinya sesepuh Paksi Darma tidak perlu untuk menghadapi mu,aku saja sudah cukup bagi ku untuk membungkam mulut tajam mu itu"ucap Bagus Dento.

__ADS_1


Muka Karadurga langsung memerah mendengar ada orang yang berani mengolok-oloknya, karena baru pertama kali ini ada orang yang berani berkata lancang kepadanya seperti itu.


"Kurang ajar, ingin cepat mati kau rupanya "ucap Karadurga.


Karadurga mengangkat tangannya kemudian mengacungkan jari telunjuk kearah Bagus Dento ,selarik sinar pun langsung meluncur ke arah Bagus Dento yang ada di barisan itu wuuuuus......, namun tiba-tiba serangan yang di meledak sebelum sampai mengenai tubuh Bagus Dento duuuaaarrr.....!!!.


Semua orang yang ada di situ langsung terkejut mendengar ledakan itu karena mereka tidak merasakan adanya serangan yang datang tahu tahu sudah terdengar bunyi ledakan di hadapan mereka.


"Karadurga rupanya kemampuan mu sudah semakin meningkat dari beberapa tahun silam"ucap seseorang dari dalam yang ternyata adalah Paksi Darma dan Dewi Racun yang datang.


Karadurga dan Kumbara tersentak begitu melihat kedatangan Paksi Darma dan seorang gadis yang mereka temui di kedai waktu itu.


"Akhirnya kau muncul juga orang tua,aku tidak menyangka kau dapat mengetahui kedatangan ku kemari"ucap Kumbara.


"Berkat gadis inilah aku bisa tahu kalau kau akan berkunjung kesini Kumbara sehingga aku bisa menyiapkan sambutan untuk kalian "ucap Paksi Darma.


Kumbara dan Karadurga memperhatikan Dewi Racun yang berdiri di samping Paksi Darma itu dalam pikiran mereka berdua pastilah gadis itu yang malam itu menguping pembicaraan mereka, namun setelah melihat keadaan gadis itu baik baik saja tidak mengalami luka apa pun mereka berdua pun menjadi sedikit ragu.


"Jika memang gadis itu yang mencuri dengar seharusnya dia sudah tewas malam itu juga, Karena terkena pukulan tapak iblis yang Karadurga lepaskan"gumam Kumbara.


"Nona sebaiknya kita serang saja mereka supaya tugas kita ini cepat selesai "ujar Kumbara.


"Tentu saja Kumbara aku tidak akan membiarkan satu dari mereka untuk keluar hidup hidup dari sini "sahut Karadurga.


"Paksi Darma kau tentu sudah tahu maksud kedatangan kami kemari ,bukan "tanya Karadurga.


"Haaa..... haaaa....tentu saja, kalian datang kemari pasti ingin menyerahkan diri untuk mempertanggung jawabkan perbuatan atas kalian yang telah menghancurkan tiga sekte di benua Utara itu ,bukan "jawab Paksi Darma.


"Kau....!!


Karadurga tidak kuasa untuk melanjutkan kata katanya karena sangat marah mendengar ucapan Paksi Darma itu.


"Kami akan mempertanggung jawabkan perbuatan kami jika kau mampu mengalahkan seluruh pasukan ku Paksi Darma"tantang Kumbara.


Arini dan yang lainnya saling beradu pandang mendengar Kumbara menyebut pasukan karena mereka tidak melihat satupun adanya pasukan di samping bahkan di belakang mereka berdua.


"Hai Kumbara pasukan apa yang kau bicarakan ,kami tidak melihat satupun dari pasukan mu itu"teriak Arini.


Dewi Racun yang berada di sampingnya Paksi Darma langsung berbisik padanya mengenai pasukan yang Kumbara katakan itu.


"Mana pasukan yang mereka maksud itu sesepuh"


"Tidak lama lagi pasti mereka akan segera muncul sebaiknya persiapkan dirimu"ucap Paksi Darma mengingatkan.


Tidak lama kemudian para pasukan yang di katakan oleh Kumbara pun langsung bermunculan di samping dan belakang mereka berdua dan jumlah Para pasukan itu cukup banyak.Para pasukan sekte langit terperanjat begitu melihat kemunculan para pasukan itu, apalagi para pasukan itu mempunyai wajah yang begitu menyeramkan hingga membuat mereka merasa ngeri.


"Haaaa..... haaaa..... inilah para pasukan ku , sekarang bersiaplah kalian untuk menjemput kematian kalian sendiri, seraaaaang....!!"teriak Karadurga memerintahkan para pasukannya.


"Bagus Dento cepat sambut mereka"teriak Arini.


"Seraaaaang...... Bagus Dento segera memerintahkan Para pasukannya dan berkobarlah pertarungan di halaman depan sekte itu.


Kumbara langsung menerjunkan dirinya ke tengah arena pertarungan dan langsung bertemu dengan bagus Dento.


Sedangkan Karadurga masih terlihat berpangku tangan belum mau terlibat dalam pertarungan.


Braaak.....!!!! Bagus Dento langsung terjatuh dalam satu gebrakan saja oleh aksi Kumbara.


Akh.. terdengar keluhan kecil dari mulut bagus Dento.


Melihat Bagus Dento dapat di kalahkan dengan mudah lestari dan Sinta pun langsung melesat menghadapi Kumbara.


Kedua gadis itu langsung memberikan perlawanan sengit padanya, namun perlawanan mereka tidak berlangsung lama mereka berdua langsung terjatuh setelah pukulan Kumbara dengan telak mendarat di tubuh mereka, gedebuuuk...... braaak... mereka berdua pun langsung terjatuh cukup keras.


Sementara itu Arini, Narantaka dan para murid yang lainnya terlihat sibuk menghadapi para pasukan iblis yang terus maju menyerangnya.Pedang seribu bayangan Arini sudah menewaskan para pasukan iblis itu.Begitu juga dengan Narantaka dan putri Candra Kirana juga tidak ketinggalan, dengan pedangnya mereka telah menumbangkan berpuluh puluh para pasukan iblis.


Paksi Darma masih belum beranjak dari tempatnya,ia masih berdiri di tempat semula bersama dengan Dewi Racun sambil memperhatikan pertarungan.


Para pasukan sekte langit terlihat bersemangat dalam pertarungan itu,pedang pedang mereka menyambar dengan ganasnya , hingga tidak satupun dari para pasukan tengkorak iblis yang luput dari ketajaman pedang mereka.


Kumbara terlihat menyunggingkan senyumannya melihat ketiga lawannya terjatuh,ia pun segera mengangkat tangannya berniat menghabisi ketiga orang itu

__ADS_1


"Pergilah kalian ke neraka ".Dari tangan Kumbara muncullah gumpalan asap hitam yang berhawa panas , gumpalan hitam itu lalu meluncur deras kearah Sinta, Lestari dan Bagus Dento wuusss....... duuuaaarrr.... Kumbara terperanjat mengetahui ada orang yang menangkis serangan itu,ia menoleh ke arah sampingnya dan mendapati sosok tua yang tidak lain adalah Paksi Darma.


"Akulah lawan mu Kumbara"ucap Paksi Darma dengan tenang.


"Baiklah... terima serangan ku"ucap Kumbara dengan geram.


Kumbara segera menyerangnya dengan melepaskan pukulan ke arahnya wuuuuus..... Wuuuuus.... duuuaaarrr... duuuaaarrr...!!!


"Serangan mu masih kurang cepat Kumbara "ucap Paksi Darma yang tiba-tiba sudah ada di depannya.


Kumbara terkejut dengan mulut ternganga melihat kecepatan Paksi Darma itu, hiiiiaaaat....dess.. gedebuuuk... braaak... Kumbara pun terjatuh cukup keras.


Sinta, Lestari dan Bagus Dento segera menepi dari arena pertarungan untuk memulihkan dirinya.


Karadurga langsung melesat kearah Paksi Darma begitu melihat Kumbara dapat di jatuhkan dalam satu gerakan itu.


Hiiiiaaaat... wuusss.... Karadurga langsung melancarkan serangannya kearah Paksi Darma. Melihat serangan itu Paksi Darma melentingkan tubuhnya ke atas hingga serangan itu hanya mengenai tanah tempat berpijak tadi.


Tidak terima serangannya gagal Karadurga menyerang Paksi Darma kembali sambil bergerak maju mendekatinya.


Serangannya Karadurga ditepis oleh Paksi Darma dengan satu tangannya hingga pukulan itu bergerak menyamping duuuaaarrr... duuuaaarrr... duuuaaarrr...dan mengenai pasukannya sendiri.


Karadurga kemudian mencabut senjatanya yang berupa pedang hitam.Pedang Karadurga itu mempunyai lekuk pada bagian tengahnya , itulah pedang ular hitam.


Karadurga langsung memainkan pedangnya, Paksi Darma memiringkan badannya menghindari tusukan tusukan pedang Karadurga itu.


"Keluarkan semua kemampuan mu Karadurga"ejek Paksi Darma.Kata kata Paksi Darma itu langsung memancing amarah Karadurga yang sedang marah itu, permainan pedang Karadurga semakin cepat, hawa panas mulai terasa setelah Karadurga menyalurkan tenaga dalam pada pedangnya.


Paksi Darma mengerahkan tenaga dalamnya untuk menekan hawa panas yang dikeluarkan oleh pedang Karadurga itu.


"hiiiiaaaat.... matilah kau Paksi Darma"teriak Karadurga saat melihat pedangnya tinggal satu jengkal dari tubuh Paksi Darma, namun dengan gerakan yang halus Paksi Darma memutar tubuhnya , sehingga pedang itu pun hanya lewat tipis di sampingnya saja,lalu dengan gerakan yang cepat dan gesit Paksi Darma langsung memberikan tendangan pada punggung Karadurga hingga membuatnya terhuyung huyung ke depan.


Kumbara yang saat itu sudah berdiri kembali langsung bergerak ke arah Karadurga untuk membantunya.


"Bagaimana keadaan mu nona"tanya Kumbara setelah berada di dekatnya.


"Aku tidak apa-apa Kumbara ,ternyata kecepatan orang tua ini dari dulu sampai sekarang tidak berubah"ucap Karadurga.


"Kita serang dia bersama sama nona" ucap Kumbara.


"Ya ,ayo kita bereskan dia"


Mereka berdua kemudian kembali menerjang Paksi Darma dan pertarungan sengit pun tak terhindari lagi diantara mereka bertiga.


Sementara itu Arini dan para pasukan sekte langit di buat terkejut mengetahui musuh yang mereka hadapi itu mampu bangkit kembali.


"Mahluk jenis apa sebenarnya mereka itu, kenapa bisa seperti itu"ucap Arini sambil menyeka keringat dari dahinya.


"Lihat Arini ,tubuh mereka yang telah hancur pun kembali ke bentuk semula"ucap Putri Candra Kirana dengan rasa heran.


"Pantas saja mereka berdua begitu sombong, ternyata mereka membawa pasukan yang tidak bisa mati "ucap Arini .


"Sepertinya akan percuma membunuh mereka semua "sahut Sinta yang saat itu sudah kembali ke medan pertempuran bersama Lestari dan Bagus Dento.


"Kurang ajar,aku tidak perduli biarpun harus membunuh mereka sampai seratus kali pun akan aku lakukan "ucap Arini .


Arini langsung melejit ke atas kemudian mengayunkan pedangnya wuuuuus..... !!! jurus pedang seribu bayangan langsung menghantam para pasukan iblis yang baru saja menyembuhkan diri itu blaaaar..... blaaaar..... blaaaar.....para pasukan itu pun langsung hancur kembali.


"Ayo kita juga bergerak "ucap putri Candra Kirana kepada Sinta dan yang lainnya.


Duuuaaarrr...... duuuaaarrr..... duuuaaarrr...para pasukan iblis itu diserang secara besar besaran oleh Putri Candra Kirana, Sinta dan yang lainnya.


Serangan serentak itu seakan akan mengguncang halaman depan sekte itu ,asap pekat dan tebal menyelimuti seluruh tempat itu.


Dengan pandangan tajam dan sikap waspada Arini dan pasukan lainnya memperhatikan gumpalan asap hitam yang ada di depannya.Mereka seakan tidak sabar menunggu asap itu segera hilang untuk melihat hasil usaha mereka.


Namun dari kepulan asap tebal yang membumbung tinggi itu tiba-tiba meluncur sebuah bola api besar yang menuju ke arah Arini dan teman temannya tanpa mereka sadari . Dewi Racun yang saat itu masih di tempatnya dapat melihat jelas kedatangan bola api itu.


"Awas di atas kalian...!!!"teriak Dewi Racun memperingatkan mereka.


Arini dan yang lainnya mendongakkan kepalanya ke atas mendengar seruan dari Dewi Racun tadi.Betapa terkejutnya mereka setelah melihat sebuah bola api berukuran besar meluncur ke arah mereka.

__ADS_1


__ADS_2