Jurus Pembelah Langit

Jurus Pembelah Langit
Nyaris Saja


__ADS_3

Setelah Narantaka dan Arini keluar dari kamarnya ,Kemala Sari tidak kuasa membendung air matanya lagi, tangisnya pun langsung pecah ,ia tidak menyangka kalau pertemuan dengan ayahnya sesingkat itu.Dendamnya pada pasukan tengkorak iblis pun berkobar dalam dadanya,ia bersumpah akan membalas kematian Paksi Darma ayahnya itu.


Pagi harinya di halaman depan ketika semua murid sudah berkumpul Narantaka segera mengumumkan kepada mereka semua mengenai siapa Dewi Racun yang sebenarnya,Para murid merasa terkejut mendengar perkataan dari Narantaka itu, mereka tidak mengira kalau orang yang pernah menyerang sekte langit itu adalah anak dari sesepuh Paksi Darma.


Para murid saling bergumam tidak jelas ada yang langsung percaya ada pula yang ragu ragu bahwa kan ada yang tidak percaya sama sekali.


"maaf guru kalau saya lancang, apakah Dewi Racun itu benar anak dari sesepuh paksi Darma, kalau memang benar apa buktinya"ucap salah satu murid kepada Narantaka.


Arini yang mendengar pertanyaan dari salah seorang murid itu langsung keluar barisan dan menatap tajam kepada murid itu.


"Kau kemari cepat,aku ingin bertanya pada mu apa sebabnya kau sampai tidak percaya pada perkataan Paman Narantaka tadi"ucap Arini dengan geram.


Murid yang bertanya tadi langsung pucat pasih mukanya melihat kemarahan Arini itu,ia tidak menyangka kalau pertanyaannya bisa membuat Arini sampai marah seperti itu.


"Cepat kemari..aku tidak akan segan segan untuk merobek mulut mu yang lancang itu.!!"ulang Arini dengan tidak main-main.


"Maaf nona ..jika aku membuat nona tersinggung"ucap murid itu dengan menundukkan kepalanya.


"Dengar semua jika masih ada yang meragukan tentang Kemala Sari akan berurusan dengan pedang ku"ucap Arini dengan suara lantang.


Sinta, lestari dan putri Candra Kirana saling melempar pandang mereka bertiga tidak mengerti kenapa Arini begitu marahnya dengan pertanyaan dari murid itu.


"Saya rasa bertanya seperti itu tidak ada salahnya Arini"ucap Sinta.


Arini segera menoleh ke arah Sinta dengan raut muka merah padam menandakan bahwa dia sedang marah.


"Tentu saja salah besar Sinta,apa kau juga meragukan perkataan dari paman Narantaka tadi haah....!!!, ucap Arini dengan mata melotot.


"Tidak Arini ,aku percaya dengan semua yang dikatakan oleh paman Narantaka tadi "ucap Sinta dengan kepala tertunduk.


"Aku tekankan sekali, jika masih ada yang meragukan atau tidak percaya kalau Kemala Sari adalah putri dari sesepuh boleh boleh saja ,tapi kalian akan berurusan dengan pedang ku dan pedang ku ini tidak punya mata ingat itu "ucap Arini kemudian kembali ke tempatnya.


Narantaka hanya diam saja melihat sikap Arini yang begitu arogan itu ,ia tahu bahwa Arini sangat menghormati Paksi Darma dan merasa tidak rela jika ada orang yang meragukan Kemala Sari sebagai anak dari Paksi Darma setelah tahu dari cerita Narantaka malam tadi.


"Saya harap mulai sekarang kalian menganggap Kemala Sari sebagai teman kalian, karena mulai saat ini ia akan menjadi bagian dari sekte ini"ucap Narantaka.


"Baik guru ,maafkan kami kalau tadi sempat meragukan perkataan mu"ucap para murid serempak.


Narantaka mengangguk lega mendengar ucapan para murid itu kemudian menyuruh Arini untuk segera memanggil Kemala Sari keluar.


Narantaka menatap para murid yang berbaris di hadapannya,ia masih melihat kesedihan di wajah mereka.


Tidak lama kemudian Arini dan Kemala Sari pun tiba di halaman depan,para murid pria langsung tercengang melihat Kemala Sari tampak begitu anggun dengan pakaian yang di kenakan itu,selain kelihatan anggun wajahnya pun kelihatan sangat cantik dan mempesona.


Narantaka tidak menyangka kalau pakai yang di berikan oleh sesepuh Paksi Darma itu sangat cocok di badan Kemala Sari.


"Kemala Sari mulai saat ini kau sudah aku resmikan menjadi bagian dari sekte langit ini"ucap Narantaka.


"Terima kasih paman , mulai saat ini aku akan mengabdikan jiwa dan raga ku untuk kemajuan sekte ini"ucap Kemala Sari.


Tepuk tangan dari para murid terdengar riuh menggema mendengar perkataan Kemala Sari itu.


"Saya mengucapkan selamat datang di Sekte langit Kemala Sari"ucap Sinta.


"Aku juga mengucapkan selamat datang di sekte langit kak Kemala"ucap Lestari.


Putri Candra Kirana dan yang lainnya pun mengikuti Sinta dan Lestari mereka mengucapkan selamat datang kepada Kemala Sari.


Arini dan Narantaka tersenyum senang melihat sikap yang di tunjukkan oleh para muridnya itu.


Tiga Hari kemudian


Setelah menempuh perjalanan tiga hari tiga malam akhirnya perjalanan Ranapati, Guruh Sujiwo dan Arya Lembayung tiba di sekte langit, mereka bertiga langsung melesat menuju ke halaman depan.


Begitu sampai di halaman depan sekte mereka bertiga hanya menjumpai beberapa murid yang sedang membersihkan bekas bekas reruntuhan.


Mereka bertiga merasa heran dan penuh tanda tanya melihat keadaan sekte yang berantakan itu.


Para murid yang melihat kedatangan ketiga orang itu langsung bersiap siaga dan murid lainnya segera melaporkan kedatangan mereka kepada Narantaka.


"Ada keperluan apa tuan datang kemari"tanya salah seorang murid.


"Cepat panggil tetua kalian datang kemari, kami akan membuat perhitungan dengannya"ucap Guruh Sujiwo dengan garang.


"Maaf tuan, tetua kami saat ini sedang berada di sekte bintang Utara "ucap murid itu.


Guruh Sujiwo dan Ranapati saling beradu pandang mendengar jawaban dari murid itu.


"Kalau begitu kebetulan paman kita bisa menghancurkan sekte ini dengan mudah, setelah sekte ini hancur baru kita susul Jaka ke Sekte bintang Utara "ucap Guruh Sujiwo.

__ADS_1


"Benar apa yang di katakan oleh ayah itu paman "ucap Arya Lembayung.


Selamat datang di sekte langit tuan Ranapati dan Guruh Sujiwo"ucap Narantaka yang tiba-tiba muncul bersama dengan Arini.


"Kau juga harus bertanggung jawab atas hancurnya sekte Petir Api Narantaka"ucap Guruh Sujiwo dengan lantang.


"Apa maksud kalian berkata seperti itu"ucap Narantaka.


"Kau jangan pura-pura Narantaka ,aku tahu kau juga ikut dalam pembantaian para murid di sekte kami waktu itu"ucap Arya Lembayung.


"Kurang ajar , kalian jangan menuduh seenaknya tanpa bukti guruh Sujiwo "ucap Narantaka Langsung terbakar emosinya.


"Bukti...kau tanya bukti heeh..!!!Kami tidak perlu bukti karena aku yakin kalian lah yang menghancurkan sekte Petir Api"ucap Guruh Sujiwo dengan kukuh pada pendiriannya.


"Haii... orang tua jaga mulut tajam mu itu,aku tidak akan segan segan untuk merobek mulut mu itu"sahut Arini.


Guruh Sujiwo langsung merah padam mendengar perkataan tajam dari Arini itu.


"Kurang ajar berani sekali kau berkata seperti itu pada ku"ucap Guruh Sujiwo.


"Paman , mereka tidak akan mengakui perbuatan mereka sebelum kita meratakan sekte ini rata dengan tanah "ucap Guruh Sujiwo mencoba memanas manasi Ranapati.


"Narantaka, mengaku atau tidak aku akan tetap menghancurkan sekte ini"ucap Ranapati.


"Kalau kau berniat begitu, baiklah aku juga tidak akan tinggal diam"balas Narantaka tidak mudah untuk di gertak.


"Haaa.....haaa....haaaa.... pasukan ku keluar lah kalian"teriak Ranapati memanggil para pasukannya.


Muncullah asap tebal yang berwarna putih kehitam hitaman di sekitar Ranapati, tak selang berapa lama kemudian munculah ratusan mahluk yang mempunyai bentuk sangat aneh di sekeliling tempat Ranapati berdiri.


Narantaka dan Arini terperanjat melihat kemunculan pasukan Ranapati itu, mereka berdua langsung teringat pada pasukan tengkorak iblis tiga hari yang lalu.


Guruh Sujiwo tersenyum mengejek melihat reaksi Narantaka dan Arini yang terkejut itu, begitu juga dengan Arya Lembayung yang juga tersenyum senang.


"Kurang ajar kau Ranapati , aku tidak menyangka kalau kau adalah budak dari tengkorak iblis"ucap Narantaka dengan geram.


"Apa maksud mu Narantaka menyebut aku sebagai budak tengkorak iblis, bukankah kau tahu bahwa Gandaroma sudah tidak ada kabarnya sejak puluhan tahun lamanya "sahut Ranapati.


"Kau jangan pura-pura tidak tahu Ranapati,kau harus bertanggung jawab atas terbunuhnya sesepuh Paksi Darma "ucap Arini menuduh balik Ranapati.


Ranapati dan Guruh Sujiwo sangat kaget mendengar Paksi Darma sudah meninggal.


"Apa kamu bilang sesepuh Paksi Darma sudah meninggal "ucap Ranapati dengan tercekat.


Di saat perang mulut sudah semakin panas Kemala Sari muncul hingga perdebatan pun kian menjadi.


"Aku tidak mengira kalau paman guruh Sujiwo dan Arya Lembayung ternyata adalah komplotan dari tengkorak iblis "ucap Kemala Sari dengan tiba-tiba.


Guruh Sujiwo dan Arya Lembayung merasa heran dan tidak mengerti kenapa Dewi Racun ada di sekte langit.


"Dewi Racun kenapa kau berada di sini "tanya Arya Lembayung.


"Sekarang inilah rumah ku dan kalian bertiga harus bertanggung jawab atas kematian ayah ku Paksi Darma ,perlu kau ingat Arya Lembayung, sekarang nama ku bukan Dewi Racun lagi tetapi Kemala Sari "ucap Kemala Sari.


Ranapati, Guruh Sujiwo dan Arya Lembayung terkejut mendengar pengakuan Kemala Sari yang menyebut dirinya adalah anak dari Paksi Darma.


"Aku sungguh tidak mengira kalau ternyata kau adalah putrinya sesepuh Paksi Darma Kemala dan perlu kalian semua ketahui aku bukanlah budak dari tengkorak iblis"ucap Ranapati.


"Mulut mu boleh bilang tidak tapi apa ini"wuuuuus..... duuuaaarrr... beberapa pasukan Ranapati langsung hancur setelah terkena pukulan yang Kemala Sari lepaskan.


Pasukan yang hancur itu tiba-tiba pulih dan berdiri kembali seperti semula.


"Sekarang kau mau berkata apa lagi Ranapati pasukan itulah yang membuat ayah ku terbunuh,aku yakin kamu juga yang telah menghancurkan sekte Api angin dan sekte Petir Api "ucap Kemala Sari.


"Cukup, hentikan omong kosong ini, kenapa kau balik menuduh ku seperti itu "ucap Ranapati dengan nada tinggi.


"Dengar Ranapati yang menghancurkan sekte Petir Api dan sekte Api angin adalah para pasukan tengkorak iblis,kamu lihat sendiri bekas reruntuhan itu, merekalah penyebabnya sampai sesepuh Paksi mengorbankan dirinya untuk melindungi sekte ini "ucap Narantaka.


"Aku sungguh tidak menyangka kalau kamulah yang menghancurkan sekte Api angin Ranapati"ucap seseorang tanpa rupa.


"Sesepuh Jaya Kusuma"ucap Ranapati dengan setengah berbisik setelah mengenali suara itu.


Tidak selang beberapa lama muncullah jaya Kusuma dan Kusumawati di hadapan mereka.


"Aku turut berduka cita atas terbunuhnya Paksi Darma Narantaka"ucap Jaya Kusuma.


"Terima kasih sesepuh selamat datang di Sekte langit"sahut Narantaka dengan menundukkan kepalanya.


"Ranapati aku ingin dengar penjelasan dari mu ,apa alasan mu menyerang sekte Api angin dan membunuh Kalapati serta Kalawuni"bentak Jaya Kusuma.

__ADS_1


Ranapati menjadi bingung dengan persoalan yang dihadapinya, karena kini malah dirinya yang menjadi tertuduh.


"Guruh Sujiwo jelaskan pada ku kenapa mereka semua menuduh ku ,apa yang kau lakukan sebelum kau datang ketempat ku"ucap Ranapati sambil mencengkram leher guruh Sujiwo.


"Aku tidak melakukan apa-apa paman, mungkin karena pasukan paman ini mereka menuduh paman begitu "ucap Guruh Sujiwo dengan wajah pucat pasih karena ketakutan melihat kemarahan Ranapati.


"Tunggu apalagi Narantaka mari kita serang dia"ucap Jaya Kusuma.


"Para pasukan bersiaplah kita ayo kita balas kematian sesepuh Paksi Darma"teriak Narantaka mengobarkan semangat para pasukannya yang terdiri dari para murid sekte itu.


sejurus kemudian para pasukan sekte langit pun bermunculan keluar dengan membawa senjata lengkap ditangan mereka.


"Sialan apa boleh buat terpaksa akan ku layani mereka"ucap Ranapati dengan rasa kesal.


"seraaaaang......!!! teriak Narantaka dan Ranapati secara bersamaan.


Duuuaaarrr.......!!!!"Berhenti kalian semua "terdengar ledakan yang di sertai dengan teriak kan yang memekik telinga hingga membuat telinga mereka semua seperti tertusuk jarum.


Pertempuran yang sebentar lagi terjadi itu langsung berhenti seketika begitu mendengar suara ledakan itu.


"tetua"ucap Narantaka begitu melihat kedatangan Jaka.


Guruh Sujiwo terperanjat melihat ayahnya yang juga muncul di tempat itu.


Ki Balung Waja menatap tajam kearah Guruh Sujiwo dan Ranapati, melihat tatapan ki Balung Waja itu mereka berdua menjadi salah tingkah dan memilih untuk menundukkan kepalanya.


"Apa maksud mu datang ke sini guruh Sujiwo"bentak Ki Balung Waja.


"Kami ingin membalas atas hancurnya sekte petir api ayah"jawab Guruh Sujiwo.


Ki Balung Waja langsung menghampiri guruh Sujiwo dan plaaak.....!!! sebuah tamparan keras langsung mendarat di pipinya.


"Bodoh kamu guruh Sujiwo..bodoh..dan kamu Ranapati bisa bisanya kau terkena hasutan dia "bentak Guruh Sujiwo.


"Maafkan saya Kakang, karena menurut Guruh Sujiwo Sekte langit lah yang menghancurkan sekte Petir api,aku hanya.....


"Dengar Ranapati yang menghancurkan Sekte Petir api adalah para pasukan tengkorak iblis yang dipimpin oleh Kumbara"ucap Ki Balung Waja.


"Dan berkat tetua jakalah aku sampai sekarang masih hidup ,dialah yang telah menyelamatkan aku dari serangan para pasukan tengkorak iblis waktu itu, kalau kau sampai membunuh satu saja murid sekte langit ,aku tidak akan segan segan untuk membunuh mu Guruh Sujiwo ,dengar itu..!!!"ucap Ki Balung Waja dengan marah yang meledak ledak.


Plaaak....!!sebuah tamparan keras kembali mendarat di pipi Guruh Sujiwo, hingga membuatnya terhuyung huyung.


Rupanya tamparan Ranapati lebih keras di bandingkan dengan tamparan Ki Balung Waja tadi.


"Maafkan aku ayah dan paman,aku benar benar terlalu gegabah"ucap Guruh Sujiwo dengan berlutut sambil menyesali perbuatannya.


Ki Balung Waja menatap tajam ke arah Arya Lembayung yang berada di sampingnya ayahnya itu.Melihat tatapan tajam kakeknya Arya Lembayung segera menjatuhkan dirinya dan langsung berlutut minta maaf.


Begitu juga dengan Ranapati ia pun juga langsung menjatuhkan dirinya di hadapan Ki Balung Waja.


"Aku juga minta maaf kakang"ucap Ranapati.


"Baiklah berdiri Ranapati aku tahu kau cuma terhasut oleh pemikiran picik guruh Sujiwo "ucap ki Balung Waja.


"Guruh Sujiwo dan Arya Lembayung berdiri kalian dan cepat bersihkan reruntuhan itu"ucap Ki Balung Waja.


Mereka berdua langsung berdiri dan bergegas melaksanakan perintah Ki Balung Waja , mereka berdua merasa takut sekali melihat kemarahan ki Balung Waja sampai seperti itu.Sudah jatuh tertimpa tangga pula itulah kata yang tepat untuk Guruh Sujiwo.


"Sudahlah Balung Waja tidak perlu terlalu keras begitu pada mereka"ucap Jaka.


"Tidak apa apa tetua itu pelajaran bagi mereka ,supaya nanti di masa depan mereka tidak mengulangi lagi perbuatannya "ucap Ki Balung Waja.


"Arini cepat antar Dewi Pandan Arum masuk ke dalam "perintah Jaka.


"Baik tetua "ucap Arini kemudian menuntun Dewi Pandan Arum yang sedang terluka itu.


"Tetua ,sesepuh sudah.....


"Aku sudah tahu hal itu Narantaka, cepat atau lambat kita akan menuntut balas kepada para orang orang tengkorak iblis"ucap Jaka dengan suara datar.


"Jadi tetua sudah tahu semuanya "tanya Narantaka.


Jaka hanya mengangguk mendengar pertanyaan Narantaka itu.


"Aku merasa pangling dengan penampilan mu yang sekarang Kemala Sari dan selamat bergabung di Sekte langit ini"ucap Jaka sambil tersenyum menatap ke arahnya.


Kemala Sari hanya tersenyum mendengar sapaan Jaka yang begitu lembut dan hangat penuh rasa persahabatan itu.


Narantaka diam diam merasa heran dengan sikap Jaka yang di tunjukkan oleh Jaka itu, Kenapa dia bisa bersikap begitu tenang padahal sudah tahu kalau sesepuh Paksi Darma sudah terbunuh oleh para pasukan tengkorak iblis.Narantaka cuma bisa menghela nafas panjang dengan menyimpan rasa herannya itu.

__ADS_1


"Tetua aku ingin mengajukan pertanyaan pada mu, apakah yang menghancurkan sekte Api angin juga para pasukan tengkorak iblis"tanya Kusumawati supaya lebih yakin, walaupun tadi ia sudah mendengar dari mulut Kemala Sari tentang itu semua.


"Benar ,merekalah pelakunya Kusumawati dan dalang dari semua kekacauan ini adalah Gandaroma" Jawab Jaka.


__ADS_2