
Raja Barata jaya dan Sanca Buana langsung terkejut begitu mendengar ucapan Nyai Konde Mas yang mengatakan bahwa Wardana dan Paronwaja telah tewas di tangan Jaka.
"Sanca Buana cepat kau habisi orang yang bernama Jaka itu"perintah Barata jaya dengan geram.
"Baik Gusti prabu,ayo Konde Mas kita lenyapkan orang yang bernama Jaka itu"ucap Sanca Buana,mereka berdua kemudian berkelebat pergi meninggalkan Barata jaya sendirian.
"Aku harus secepatnya memberi tahu Tetua agung tentang hal ini"ucap Barata jaya, kemudian segera lenyap dari tempatnya.
Sementara itu pertarungan di luar istana terus berkecamuk, teriak kematian memenuhi di sepanjang halaman istana.
Patih Lembu Kanigara, Ki Lawu dan Dewangga terus memporak porandakan tiap barisan pasukan serigala api, pasukan yang berjumlah banyak itu tidak kuasa untuk membendung ketiga orang itu, hingga dalam waktu yang cukup singkat saja mereka sudah banyak membuat pasukan kerajaan Serigala api banyak yang roboh.
Jaka dengan pukulan badai menerjang karangnya tidak segan segan dalam bertindak berkali kali ia mengumbar pukulannya untuk membuat hangus seluruh para pasukan serigala api.
Blaaaar....... blaaaar..... blaaaar...... ledakan demi ledakan berkali kali mengguncang istana serigala api.
"Keparat.. kalau orang itu tidak segera di hentikan bisa habis semua pasukan ku"ucap Sanca Buana dengan sangat geram melihat banyaknya pasukan yang sudah tewas.
Sanca Buana mengedarkan pandangannya mencari sesuatu, kemudian pandangannya itu berhenti begitu melihat seorang pemuda dengan berpakaian putih di tengah tengah pertempuran itu yang ternyata adalah Jaka.
"Jadi dia benar benar belum mati, akan ku pastikan kali ini untuk mengirim dia ke neraka,Konde Mas ayo kita bunuh Jaka "ucap Sanca Buana, langsung berkelebat pergi ke arah Jaka.
wuuuuus........ wuuuuus..... blaaaar... duuuaaarrr...... meledak lah tempat di mana Jaka berada setelah pukulan yang dahsyat dan tiba-tiba itu meluncur deras ke arah nya.
"Apakah kita berhasil membuat dia mampus tuan Sanca"tanya Nyai Konde Mas.
"Sepertinya belum Konde Mas,saya tidak yakin dia mati segampang itu"ucap Sanca Buana.
"Nyai Konde Mas kau harus membayar perbuatan mu waktu itu pada ayah ku hiiiiaaaat.......deessss....deeess....."teriak Jaka tiba-tiba muncul dari arah belakangnya,hal yang begitu cepat membuat Nyai Konde Mas tidak dapat menghindari pukulan Jaka hingga ia pun terlempar begitu keras setelah pukulan keras menerpa tubuhnya.
Sanca Buana begitu terkejut melihat melihat Nyai Konde Mas dapat di pukul Jaka seperti itu karena ia tidak dapat merasakan pergerakannya.
"Kenapa dalam sekejap saja kekuatan orang ini begitu mengerikan apa yang terjadi padanya selama ini"ucap Sanca Buana dalam hati.
"Aku sungguh tidak menyangka kalau kau dapat sanggup bertahan dari pukulan tapak iblis ku Jaka "ucap Sanca Buana.
"Heh..asal kau tahu saja Sanca Buana, hari ini akan ku balas semua perbuatan mu yang tempo hari itu, jadi bersiaplah "ucap Jaka.
"kurang ajar "ucap Sanca Buana dengan mata melotot tajam padanya.
Kemudian Sanca Buana pun langsung berkelebat cepat menyerang Jaka dengan tapak iblis nya slaaaap...... weesss...... namun Jaka segera menangkis serangan itu dess...... braaak.. duuuaaarrr...... Sanca Buana merasakan pukulan bagaikan menghantam sebuah dinding baja.
"Akh.....!!!!!"apa yang terjadi pada orang ini sebenarnya, tidak hanya kecepatannya yang bertambah kekuatannya pun juga ikut meningkat "ucap Sanca Buana dengan terkejut.
Tidak mau di permalukan oleh Jaka Sanca Buana kemudian mengerahkan seluruh kekuatannya.
Hiiiiaaaat........... tubuh Sanca Buana di selimuti oleh kobaran api yang mengelilingi di seluruh tubuhnya.
"saatnya untuk mengirim mu ke neraka Jaka "ucap Sanca Buana.
"Rupanya ia telah mengeluarkan jurus pamungkasnya baiklah , akan aku gunakan jurus pencakar langit "ucap Jaka.
Sanca Buana langsung melompat tinggi tinggi serasa mengirimkan pukulan yang mengandung tenaga panas pada Jaka yang berada di depannya.
Wuuuuus...... wuuuuus...... wuuuuus...... pukulan api Sanca Buana langsung memberangus tempat di mana Jaka berpijak.
tidak mau menjadi bebek panggang jaka segera bergerak cepat dengan jurus sepuluh langkah malaikat nya.
duuuaaarrr..... duuuaaarrr.... duuuaaarrr..... duuuaaarrr serangan Sanca Buana hanya menerpa ruang kosong.
"Kurang ajar"teriak Sanca Buana begitu mengetahui Jaka dapat menghindari serangan serangannya.
"sekarang terima pukulan ku ini Sanca Buana, hiiiiaaaat wuuuuus.... pukulan badai menerjang karang pun Jaka lepaskan ke arah Sanca Buana.
Blaaaar....... blaaaar...... blaaaar.....!!!!!
"Jurus seribu bayangan"ucap Sanca Buana, dalam seketika tubuh Sanca Buana pun langsung berubah banyak memenuhi tempat itu.
"Apa.....!!!!"teriak Jaka dengan terkejut, ketika melihat Sanca Buana mampu menghindari serangannya dan lebih terkejut lagi mendapati Sanca Buana menjadi banyak sekali.
"Kau adalah manusia pertama yang beruntung dapat melihat jurus ini Jaka"ucap Sanca Buana.
__ADS_1
"pukulan tapak iblis hiiiiaaaat.........!!!
Melihat tubuh Sanca Buana yang begitu banyak itu Jaka segera memfokuskan perhatiannya untuk mencari tubuh Sanca Buana yang asli ia segera memejamkan matanya.
"Hiiiiaaaat..mati lah kau Jaka"teriak Sanca Buana.
"Jurus Pembelah Langit hiiiiaaaat......!!! wuuuuus......... duuuaaarrr........ duuuaaarrr....!!!!!
Pukulan tapak iblis dan pukulan jurus Pembelah Langit pun bertemu dan blaaaar..... duuuaaarrr......!!!!
Tanah pun bergetar hebat akibat benturan keras tenaga dalam itu.
"Aaaakh......... gedebuuuk...... braaak......!!!!.
"Hueeek....haaah..... kurang ajar bagaimana bisa ia mengetahui kelemahan jurus ini"ucap Sanca Buana , terlihat memuntahkan darah kental dari mulutnya menandakan lukanya sangat parah.
Jaka pun tidak mau menyia nyiakan kesempatan itu dan segera mengirimkan pukulannya untuk menghabisinya.
"Saatnya untuk mengakhiri ini semua Sanca Buana, pukulan badai menerjang karang hiiiiaaaat... wuusss....... duuuaaarrr.....!!!!
Meledaklah tempat di mana Sanca Buana terjatuh tadi dan bau sangit pun tercium menusuk hidung.
"Maju terus..... seraaaaang......!!!"teriak raja Dewantara merasa begitu bersemangat mengetahui Sanca Buana telah tewas.
Para pasukan yang di pimpin raja Dewantara dan Gunadarma pun pun terus merengsek maju tak terbendung , bagaikan serigala lapar pasukan itu membabat habis setiap para prajurit kerajaan serigala api yang mencoba menghalangi mereka.
Dari arah belakang tampak Rawa Candra dan para segenap pasukannya telah tiba di tempat itu setelah menghancurkan pos pos di sepanjang jalan yang berdekatan dengan kerajaan serigala api.
Melihat situasi semakin terkendali Rawa Candra segera menyerang maju untuk semakin menambah daya gedor para pasukan yang di pimpin oleh raja Dewantara itu.
Di tempat lain.
Brawijaya, Sanjaya melati dan yang lainnya juga terlihat menguasai jalannya peperangan itu.
Para prajurit tataran ternyata tidak mampu menghadapi ganasnya para pasukan pembunuh yang di pimpin oleh melati itu walau pun kebanyakan dari pasukan kerajaan Tataran itu adalah murid dari sekte serigala api tapi masih belum cukup untuk menandingi kekuatan mereka.
Setelah melakukan peperangan yang begitu lama akhirnya situasi di kerajaan Tataran dapat di kendalikan sepenuhnya oleh pasukan Brawijaya dan Sanjaya yang mereka pimpin.
Brawijaya dan Sanjaya sungguh takjub melihat sepak terjang anak anak mereka, yang ternyata sudah dewasa.
Melihat kemampuan Arini dan Ratih saat ini benar benar membuat Brawijaya dapat tersenyum lebar , karena sebagai penerus Sekte Elang Putih sepertinya Arini sudah layak dan mampu untuk mengemban tugasnya sebagai tetua sekte.
Begitu juga dengan Sanjaya yang juga sangat bangga melihat kemampuan Sinta dan Lestari,ia merasa sangat beruntung anaknya dapat berlatih di sekte langit, karena kemampuan Sinta dan Lestari bagi Sanjaya sudah pantas untuk menggantikan posisi dirinya untuk menjadi tetua sekte angin berhembus.
"Kita harus tetap meningkatkan kewaspadaan kita untuk mengantisipasi hal-hal yang tidak di inginkan aku takut bala bantuan datang tanpa sepengetahuan kita "ucap Melati memperhatikan.
"Lalu bagaimana sekarang nona "tanya Brawijaya.
"Sebaiknya kita tetap di sini sambil menunggu kabar dari tetua Jaka"ucap Melati.
"Maaf nona melati apakah tidak sebaiknya kalau kita segera menyusul tetua ke kerajaan Serigala api "tanya Arini.
"Tidak Arini,tetua memerintahkan kita untuk menduduki istana ini , jadi beristirahat kalian semua jika nanti tetua membutuhkan bantuan kita sudah siap "ucap melati.
"Baik nona "ucap Arini.
Melati segera memerintahkan salah satu orang dari pasukan pengintai untuk melihat situasi di kerajaan Serigala api.
"Lalu bagaimana dengan kerajaan kerajaan di seluruh benua selatan ini, apakah mereka akan diam saja mendengar kerajaan Serigala api di serang nona"tanya Brawijaya.
"Mengenai itu kalian tidak perlu khawatir dengan jatuhnya kerajaan Tataran ini ke tangan kita maka bantuan dari kerajaan lain yang ingin membantu kerajaan Serigala api,kita bisa menghadangnya dari sini karena ini adalah jalur utama untuk menuju ke sana"ucap melati menjelaskan.
"Baik nona, ternyata nona melati sungguh cerdas "ucap Brawijaya dengan memuji.
Sementara itu
Setelah Sanca Buana tewas di tangan Jaka pasukan kerajaan Serigala api pun dapat terus di pukul mundur oleh raja Dewantara dan pasukannya.
Nyai Konde Mas yang melihat kejadian itu diam diam menyingkir dari arena pertempuran itu, karena tidak mungkin bagi dirinya untuk melanjutkan perlawanan.
"Kau mau kemana Nyai Konde Mas bukan kah di antara kita ada hutang piutang yang harus segera di selesaikan pembayarannya"ucap Jaka tiba-tiba.
__ADS_1
"Kurang ajar... padahal aku sudah bergerak perlahan lahan supaya dia tidak menyadari kepergian ku, ternyata sia sia saja usaha ku""gerutu Nyai Konde Mas.
"Apa kau sudah melupakan tujuan mu untuk membalas dendam pada ku nyai "ucap Jaka seakan meledaknya.
"Kurang ajar rasakan ini hiiiiaaaat...... wuuuuus...... jurus seribu selendang pun Nyai Konde Mas lepaskan untuk menyerang Jaka.
Namun serangan Nyai Konde Mas itu tidak ada artinya bagi Jaka, karena dia dapat menghindarinya dengan begitu mudahnya.
Nyai Konde Mas terbelalak melihat kemampuan Jaka saat ini, karena pergerakannya seperti angin yang sulit di ikuti oleh matanya.
"Terima lah ajal mu Nyai Konde Mas.. hiiiiaaaat.....!!!!"teriak Jaka yang tiba-tiba sudah ada di atas kepalanya dengan posisi melayang.
Dess......deees...... Nyai Konde Mas pun langsung roboh begitu menerima pukulan jurus pencakar langit yang di layangkan oleh Jaka.
"Sekarang hutang nyawa kita sudah impas Nyai"ucap Jaka sambil memandangi tubuh Nyai Konde Mas dengan kepala berlumuran darah.
Tiba tiba sebuah angin berhembus kencang melanda arena pertempuran itu, para pasukan dari kedua belah pihak langsung terpental berhamburan bagaikan daun kering yang jatuh ke bumi.
"Kakang ada apa ini kenapa tiba-tiba ada angin berhembus kencang seperti ini"ucap putri Candra Kirana kepada pangeran Bratadewa.
"Entahlah adik aku merasa kan seperti ada kekuatan besar yang sedang menuju ke mari"ucap Bratadewa sambil mencari pegangan supaya tidak terlempar.
Namun makin lama angin itu berhembus makin kencang tak ayal semua orang yang ada di situ pun tak kuasa menahan dirinya hingga membuatnya terlempar.
"Tekanan tenaga dalam ini sungguh sangat besar siapakah pemilik kekuatan ini sebenarnya "ucap Jaka sambil mengerahkan tenaga dalamnya untuk menekan balik kekuatan itu.
Hembusan angin itu tiba-tiba melemah dan muncullah sosok seorang wanita yang berpakaian serba putih, dengan rambut hitam lurus terurai yang di sertai dengan tatapan mata tajam dan pancaran wajah yang begitu dingin.
Jaka terbelalak matanya begitu melihat wajah orang yang muncul di depan nya itu, karena ia mengenal betul siapa kah pemilik wajah itu.
Jaka mengucek matanya untuk memastikan bahwa matanya tidak salah melihat orang itu.
"Dia adalah Jaka tetua sekte langit tetua agung"ucap seorang laki-laki yang ada di sampingnya itu yang tidak lain adalah Barata jaya.
Wanita yang di panggil tetua agung itu langsung menoleh ke arah Jaka dengan tatapan tajam.
"Sungguh kekuatan yang begitu besar tatapan matanya seakan akan mencabik cabik tubuh ku"ucap Jaka segera mengerahkan seluruh kekuatannya sampai ke titik puncak untuk melindungi dirinya.
"Hiiiiaaaat........ weees....... duuuaaarrr..."Jaka menghempaskan tenaga dalamnya hingga membuat tempat itu laksana gempa yang mengguncang.
Wanita yang bernama tetua Agung itu terkejut melihat Jaka mampu menahan dari tekanan tenaga dalamnya.
"Tak ku sangka ada orang yang mampu menahan tatapan penghancur ku"ucap tetua Agung.
"Aku tidak menyangka bisa bertemu dengan tetua dari sekte serigala api"ucap Jaka.
"Kau adalah satu satunya orang yang mampu membuat diriku keluar dari sekte Jaka "ucap tetua Agung.
"Kau benar hanya aku yang dapat membuat mu keluar dari tempat persembunyian mu Dewi Ganda Arum "ucap Jaka.
Wanita itu langsung terkejut bukan main begitu mendengar Jaka menyebut nama Dewi Ganda Arum.
"Kurang ajar ,kau tahu nama itu dari mana Jaka cepat katakan"ucap tetua agung dengan tatapan membunuh.
"He..h..!!!"tentu saja dari orang yang selama ini kau tuduh mencuri padahal semua itu adalah perbuatan mu Dewi Ganda Arum "ucap Jaka.
"kurang ajar, lancang sekali mulut mu"ucap tetua agung seraya mengibaskan tangannya wuusss..... Jaka pun langsung terlempar dengan keras braaak.
Raja Dewantara, pangeran Bratadewa, putri Candra Kirana dan yang lainnya terperanjat begitu tahu bahwa wanita berwajah sangat cantik itu adalah tetua agung dari sekte serigala Api yang selama ini dibicarakannya.
"Katakan di mana dia hari ini juga akan aku bunuh dia sekalian "ucap tetua agung dengan geram.
"Aku di sini Dewi Ganda Arum adik ku"ucap Dewi Pandan Arum yang tiba-tiba muncul.
Kemunculan Dewi Pandan Arum membuat semua orang yang ada di tempat itu kembali terkejut bagaimana tidak ternyata orang yang di sebut dengan tetua Agung itu mempunyai wajah yang begitu mirip sekali dengannya.
"Jadi kau berhasil lolos dari hukuman guru,kakak ku yang tercinta"ucap Dewi ganda Arum dengan suara dingin.
"Ya hari ini juga aku akan menyeret mu untuk mempertanggung jawabkan semua perbuatan mu di hadapan guru"ucap Dewi Pandan Arum.
"Haaa..... haaaa......haaaa.......kau jangan bermimpi Pandan Arum,kau pikir aku masih seperti dulu yang dapat kau kalahkan dengan mudah"ucap Dewi Ganda Arum.
__ADS_1
"Kau pembunuh ayah ku tetua agung hiiiiaaaat rasakan ini"teriak Rawa Candra langsung melepaskan pukulan tendangan kilat petir wuuuuus....... merasakan pukulan dahsyat mengarah padanya Dewi ganda Arum segera mengibaskan tangannya wuusss... duuuaaarrr Rawa Candra pun langsung jatuh terpental dengan cukup keras braaak.
"Rawa Candra tahan diri mu.."teriak Jaka memperingatkan.