Kaisar Bisnis

Kaisar Bisnis
Penyelesaian Masalah Kecil


__ADS_3

Sosok langsing muncul dari kerumunan dan berteriak.


"Bukankah terlalu konyol untukmu membuat sebuah kebohongan? Jelas jelas orang tua ini yang di tabrak. Bagaimana bisa dia menabrak mobilmu? Lihat jejak ban mobilmu sendiri!"


"Bukankah itu---,,,"


Bastian tampak kaget.


Gadis yang bergegas keluar dari kerumunan untuk melawan ketidak adilan secara mengesankan itu adalah wanita cantik yang Bastian temui di pesawat, yang duduk di seberangnya. Itu adalah April!


Wanita pirang mungil itu tidak kelihatan, tidak tahu kemana dia pergi dan tidak bersama April saat ini.


"Hah?"


Wajah pemuda itu berubah dan daia tidak tahu bagaimana harus membantah April.


Dia memandang lelaki tua itu dan berkata dengan marah.


"Kamu harus mengganti rugi, atau aku akan memanggil polisi! Masalah ini tidak boleh kau lupakan!"


"Panggil polisi, panggil saja sana dan biarkan mereka memeriksa tempat kejadian perkara!" jawab April dengan suara marah.


April, yang berkepribadian pendiam dan anggun serta sangat menwan seperti seorang dewi di pesawat tadi sirna. Sekarang menjadi orang yang tegas dalam berbicara dan menolak untuk mengalah, wajahnya menjadi merah seperti seorang anak kecil yang keras kepala.


"Wah."


Bastian menghela nafas dalam hatinya bahwa hal ini menambah pesona dan menyalakan kembang api di dirinya.


"Polisi? Tentang itu, jangan panggil polisi, tolong tidak usah panggil polisi."


Orang tua itu sedikit bingung dan ragu.


"Aku akan memberikan ganti rugi yang kamu inginkan, dan aku akan bertanggung jawab tentang hal ini."


Mulut pemuda itu memunculkan senyum kemenangan.


Seperti yang dia harapkan, dia melihat lelaki tua itu berpakaian sederhana dan belum pernah melihat sebagian besar kekejaman dunia. Dia langsung panik ketika mendengar kata polisi. Dia pikir dia sudah salah, jadi dia ingin menghindari masalah melalui cara yang diminta pemuda itu, dan bisa segera melupakan kejadian ini.


Selain itu, pemuda itu bisa menipu sejumlah uang dari saku lelaki tua itu.

__ADS_1


"Pak tuan, kamu tidak perlu takut padanya. Polisi tidak akan menangkap orang yang tidak bersalah. Dia sengaja membuatmu takut, dan dia sedang bermimpi untuk menipumu."


April melihat orang tua itu ingin menyerah, tidak bisa menahan kecemasan hatinya, untuk menenangkannya, April berkata.


"Anda jangan takut, saya akan memanggil polisi, masalah ini seharusnya menguntungkan anda."


"Hmm, jadi kamu adalah teman orang tua ini, kalian berdua sedang berusaha memerasku!"


"Tidak ada gunanya kamu memfitnah lagi. Polisi akan menyelidiki dengan jelas saat mereka datang nanti."


April tidak takut dan berkata dengan tenang menghadapi pemuda licik.


"****** sialan! Dasar tidak tahu malu!"


Kemarahan pemuda itu memuncak. Wanita itu berulang kali merusak rencana busuknya. Jika polisi datang, dia akan mendapat masalah.


Merasa marah dan cemas, dia akan langsung menampar wajah April.


Bastian melihat gerakan pemuda itu, orang itu sudah terlalu banyak minipu orang.


Tubuh Bastian bergerak dan bergegas menuju ke April dengan kecepatan luar biasa. Dia meraih pergelangan tangan pria itu dan sedikit mendorongnya. Pria itu sedikit terhuyung ke belakang dan bergetar.


"Berani kau akan memukul wanita, kau sebut dirimu pria?"


"Masalahnya ada di kamu, bukankah sebaiknya kau mengakui kesalahan dengan jujur?"


"Beraninya kau! Ku hajar kau!"


Pemuda itu sangat marah dan tiba tiba mengangkat kakinya, berniat menendang perut Bastian.


Bastian akhirnya tidak bisa menahan lagi. Dia melangkah maju, lengannya menepis tendangan itu dan kemudian kepalan tinju Bastian mendarat di wajah pria itu.


Pemuda itu terkejut dengan kekuatan beberapa kali lebih besar daripada orang biasa. Dia berguling beberapa kali dan kemudian terjerembab ke tanah.


Sambil mengeluarkan darah dari sudut bibirnya, pria itu menunjuk Bastian dengan tidak percaya.


"Kau berani memukulku? Tunggu saja, aku akan---,,,"


Pada saat ini, Bastian memegang ponsel di tangannya dan berkata dengan pelan.

__ADS_1


"Aku baru saja merekam adegan ini. Apakah kamu ingin aku mengunggahnya ke media sosial agar kau merasakan rasanya menjadi terkenal?"


Wajah pemuda itu berubah drastis. Jika masalah ini di unggah ke internet dan menyebar, dia bisa malu sepanjang hidupnya.


Saat ini juga, orang orang yang menyaksikan itu seperti tersadar siapa yang salah dan mulai mengumpat pada pemuda itu.


"Orang ini sudah keterlaluan. Dia akan memukul perempuan dan memperdaya kita semua."


"Ya! Bahkan orang tua tidak bersalah di fitnahnya, sungguh bajingan."


"Kau kejam sekali!"


Sambil merasa kesal, pemuda itu mencoba untuk berdiri dari tanah dan berjalan ke mobil putihnya yang bagian depannya rusak.


"Tunggu!"


Bastian tiba tiba berteriak.


"Apa lagi yang kau inginkan?!"


Pemuda itu sangat marah tetapi tubuhnya berhenti dengan patuh dan berbalik.


Pukulan Bastian barusan sudah membuatnya takut.


"Kau menabrak seseorang, bukankah seharusnya kau membawa orang tua ini ke rumah sakit?"


"Eh? Aku baik baik saja, tapi kakiku sedikit terkilir dan aku cukup istirahat sebentar." kata pria tua itu takut takut di samping Bastian, sepertinya karakter lelaki tua itu tampak agak pengecut.


Bastian melihat ke bawah dan memeriksa kaki orang tua itu, dia menemukan bahwa tubuh lelaki tua itu memang tidak mengalami cedera serius, lalu dengan dingin dia berkata.


"Kau menabrak seseorang, bukankah seharusnya kau mengganti rugi?"


"Ah, aku---,,,"


Pemuda itu menjadi sangat rendah hati, membuka dompet dan mengeluarkan beberapa lembar uang seratus dollar.


"Hanya ini? Aku lihat kamu punya cukup banyak uang di dompetmu. Lagian kamu tidak memerlukannya kan?"


Paru paru pemuda itu hampir meledak karena menahan emosi, tapi mata tenang Bastian mengawasinya dan dia tidak bisa melakukan apa apa. Dia mengeluarkan semua lembaran uang kertas di dompetnya dan pergi dengan tergesa gesa.

__ADS_1


"Pak tua, simpanlah uangnya. Jika kamu merasa tidak nyaman, pergilah ke rumah sakit."


Orang tua itu mengucapkan terima kasih berulang kali dan kemudian pergi dengan sepeda bututnya. Ketika kerumunan melihat bahwa tidak ada masalah lagi, mereka juga pergi satu persatu.


__ADS_2