Kaisar Bisnis

Kaisar Bisnis
Rencana


__ADS_3

Meskipun insiden ini sebagian besar merupakan tindakan pribadi Al, tapi semua orang menganggap bahwa semuanya terhubung dengan seluruh Coral Group.


Internet langsung terpicu gelombang  yang mengerikan.


Citra Coral sebagai merek terkenal dengan sejarah lebih dari 100 tahun mengalami pukulan yang belum pernah terjadi sebelumnya.


Netizen yang tak terhitung jumlahnya mengeluh kepada Coral Group di internet dan menyatakan bahwa mereka tidak akan menggunakan produk Coral lagi.


Sebaliknya, melalui kejadian ini, nama Moleque menyebar ke telinga semua orang dan semakin banyak konsumen yang mulai memahami efek kosmetik Moleque dan menjadi penggemar setia Moleque.


Kosmetik yang menarik ini mulai di promosikan ke seluruh negara Kangaro, secara bertahap merambah pasar yang sudah stabil.


Dalam seminggu terakhir, penjualan mingguan Moleque mencapai 4,5 milyar dollar dan itu mengerikan.


Menurut angka ini, pendapatan tahunan bisa mencapai 216 milyar dollar.


Apalagi angka ini hanyalah data saat ini. Dengan perluasan Moleque, angka itu akan terus meningkat hingga jenuh.


Moleque naik dengan kecepatan luar biasa.


Di bandingkan dengan perayaan dan dorongan dari sisi Moleque, bisnis Coral Group di seluruh negara Kangaro mengalami penurunan tajam dalam reputasi dan perputaran uang di sebabkan oleh masalah Al.


Anak perusahaan Coral Group di berbagai bagian negara Kangaro telah menerima perhatian khusus dari Moleque dan merupakan target utama dalam proses ekspansi mereka.


Di perusahaan pusat Coral Group, keluarga lain selain keluarga Snow, mengambil kesempatan untuk melancarkan serangan untuk mengecam dan menekan keluarga Snow.


Keluarga Snow telah bertanggung jawab atas Coral Group selama hampir 70 tahun dan tidak ada yang mampu menggoyahkan posisi mereka. Banyak orang sudah merasa tidak puas dan semua orang menginginkan mereka untuk turun dari posisinya.


Ketua keluarga Snow saat ini, Bams Snow sangat marah ketika mendengar berita itu. Dia telah mengumumkan penghapusan status Al sebagai pewaris utama dan menarik kembali Al kembali ke negaranya.


Tetapi mengenai hal hal ini, Bastian tidak peduli sama sekali, Al sudah menyinggung perasaannya, maka dia harus membayar harganya.

__ADS_1


Bahkan jika keluarga Snow datang ke negara ini, memangnya kenapa? Bastian tidak takut.


***


Negara Rooster, kota Fesen.


Di Manor Snow, tepatnya di sebuahnya ruang kerja keluarga yang sangat indah.


PRANG!


Barang antik berharga tinggi di lempar ke lantai dan di ubah menjadi kepingan sampah.


'Ini adalah pertama kalinya aku melihat kepala keluarga begitu marah, padahal itu adalah harta karun favoritnya di hari hari biasa. Aku sendiri yang pergi ke setiap pelelangan dan museum di seluruh dunia untuk mengumpulkan harta itu.'


Kepala pelayan itu berdiri gemetar dan takut untuk berbicara.


'Sepertinya soal tuan muda Al benar benar membuat kepala keluarga sangat marah.'


"Bajingan! Bajingan! Apa yang di lakukan Al! Binatang itu benar benar---... Apakah ida harus membuatku kesal seperti ini!"


Setelah setengah jam, kemarahan Bams sedikit mereda dan bertanya. "Apakah Al sudah kembali?"


"Tuan besar, tuan muda akan tiba di Fesen besok pagi."


"Ketika saatnya tiba, kunci bajingan itu dan larang dia keluar! Aku tidak ingin melihatnya!"


Bams tampak murung.


"Baik."


Kepala pelayan itu menjawab tetapi dia menggelengkan kepala dan berkata di dalam hatinya. 'Kepala keluarga masih peduli pada tuan muda di dalam hatinya. Menempatkannya dalam tahanan rumah saat ini lebih seperti semacam perlindungan daripada hukuman.'

__ADS_1


"Tuan besar, selain itu, group akan mengadakan rapat dewan di sore hari dan meminta anda untuk datang."


Kepala pelayan itu membungkuk sopan.


"Cih, orang orang itu benar benar tidak bisa melihat kondisi!" wajah Bams menggelap seperti tertutup kabut dan dia melambaikan tangannya. "Buat pengaturan untukku. Aku ingin melihat apa yang berani mereka lakukan. Dan hubungi Essy, beberapa aturan sebelumnya juga harus di gunakan."


***


Kota Sidni.


[Tuan Sharga, kami telah mengakuisisi 38,5% saham di Coral Group cabang Sidni dan menjadi pemegang saham utama di Coral cabang Sidni]


"Teruslah membelinya karena aku hanya bisa mengendalikan Coral cabang Sidni jika aku memiliki lebih dari 51% saham mereka."


Di villa mewahnya, Bastian dengan santai minum teh sambil memerintah dari telpon.


"Tak lama lagi, kantor pusat Coral di negara kita yang juga merupakan cabang terpenting mereka akan aku hancurkan. Wah wah, semuanya jadi mengasikkan seperti ini."


[Lalu bagaimana dengan manajemen perusahaan itu?]


Bastian tersenyum dengan licik dan dalam suasana hati yang bahagia. "Biarkan Randy Savage tetap menjadi presiden direktur di sana."


Mengenai apakah dia mau atau tidak, itu tidak ada dalam lingkup pertimbangan Bastian. Setelah kalah dari Bastian, dia kehilangan hak untuk memilih. Lagipula perusahaan mana yang mau menerima dirinya yang sudah paruh baya.


Bastian menutup telpon.


"O iya, ngomong ngomong, aku harus melihat bagaimana keadaan Wahoo dengan tugas yang aku berikan."


Bastian tiba tiba teringat akan hal ini. Setelah mengganti pakaiannya, dia pergi dari vilanya dan menuju ke pinggiran kota.


Komentar dan desakan yang baik kemarin bahkan lebih memanas. Mereka bahkan mulai menyanjung gila gilaan. Tak bisa di pungkiri, netizen sangatlah kuat. Sebagai pihak yang di puji puji, Bastian hanya bisa membalas dengan ungkapan terima kasih dari dalam hatinya. Berkat Mereka, Moleque masih akan terus berkembang.

__ADS_1


__ADS_2