
"Buka, aku ingin melihatnya." Bastian memerintahkan.
Levi mengambil pisaunya untuk membuka kotak yang di segel, dia mengeluarkan sampel krim bekas luka dan sampel obat kecantikan cair lalu menyerahkan kepada Bastian untuk di periksa.
Kemasan krim bekas luka adalah wadah berbentuk bulat kecil, sedangkan obat kecantikan cair di kemas dengan tabung kaca kecil berwarna putih susu.
Bastian memutar tutup krim bekas luka dan mencolek lembut dengan jarinya, kemudian dia mengoleskan pada sebuah luka kecil di punggung tangan kanannya yang sebelumnya sudah ada.
Dia menyeka dengan perlahan, efek krim bekas luka itu secara bertahap meresap ke dalam pori pori kulit dan dagingnya.
Setengah jam kemudian, bekas luka itu benar benar hilang tanpa jejak dan membuat semua orang terkejut.
"ini---,,,!"
Queen, Levi dan Wahoo yang ada di sana, mata mereka terbuka lebar dan mulut mereka yang menganga lebar itu mungkin bisa di masuki telur ayam utuh.
"Be-bekas luka anda hilang?! Ini baru setengah jam, tuan!"
Bastian sendiri juga belum pernah mendengar bahwa jangka waktu efek krim bekas luka itu di hitung dalam ukuran jam saja. Meskipun hanya di coba pada bekas luka kecil yang samar, efeknya ini terlalu cepat.
"Tuan Sharga, apakah ini benar benar produk yang kita buat?" otak Levi langsung drop. Dia pernah bekerja di perusahaan kosmetik lain sebelumnya dan tahu banyak tentang kosmetik, tapi dengan hal seperti ini dia tentu masih terkejut.
__ADS_1
"Benar."
Bastian menatap Levi dengan tatapan heran. "Ini adalah sampel yang kau berikan padaku, kenapa kau malah tidak percaya, bagaimana sih?"
"Ah, tidak tidak, saya sangat senang sampai takjub!"
Wajahnya merona dengan sedikit warna merah. Produk dengan efek seperti ini tidak pernah di lihatnya. Di bandingkan dengan merek krim bekas luka lain di pasaran, produk lain sangat lemah dan tidak benar benar memiliki efek penyembuhan.
Karena keputusannya untuk berpindah pekerjaan ke perusahaan Moleque ini, dia benar benar merasa pilihannya bijaksana dan tepat. Di Moleque, dia pasti memiliki masa depan yang cerah untuk masa mendatang.
"Ini hanya masalah kecil, tidak perlu berlebihan."
Wajah Bastian terlihat tenang, seakan akan kejadian ini sebuah hal yang memang sudah di harapkan.
Selanjutnya, Bastian mengambil obat kecantikan cair dan membuka tutupnya, obat itu adalah obat untuk di minum, lalu Bastian menelannya.
Tidak ada rasa pahit, tapi ada aroma buah yang samar samar.
Tak lama kemudian, rasa dingin yang samar mulai menyebar dari perut ke anggota badan dan tulang tubuh, lalu ada rasa segar yang sangat nyaman.
Setelah setengah jam, Bastian menyentuh wajahnya sendiri dengan lembut, dia tersenyum. Sebagai ahli energi jiwa, pengendalian diri dan persepsi tubuhnya telan mencapai tingkat yang sangat tinggi, dengan kemampuan seperti itu dia mampu merasakan apapun yang berubah pada tubuhnya.
__ADS_1
Dia bisa merasakan efek obat kecantikan cair itu membuat kulitnya lebih halus dan lembab, efeknya sangat terasa baginya.
"Queen! Terus desak pihak perakitan untuk mempercepat pengiriman pesanan suku cadang mesin pabrik. Levi! Rekrut karyawan untuk bekerja di pabrik dan bersiap untuk mulai bekerja. Selain itu kita harus membuat produk untuk uji coba pasar dengan cepat. Jangan menunda lagi."
"Baik, tuan!"
Mereka berdua menjamin penyelesaian tugas mereka.
Kedua orang itu pergi menjalankan tugas mereka masing masing, Bastian melamun dan ada sebuah batu besar mengganjal di dalam hatinya.
Jika produknya hanya sedikit lebih bagus daripada produk merek besar terlaris di pasaran, mungkin konsumen tidak akan memilih produk mereka karena pengaruh merek.
Tapi, ketika perbedaan efeknya terasa beberapa kali sampai bisa di lihat dengan mata, kemungkinan besar produk mereka baru akan mulai di cari oleh konsumen.
Ini seharusnya di lakukan dengan baik oleh bagian promosi.
Sambil menarik nafas dalam dalam, Bastian menatap Wahoo. "Bagaimana dengan hal yang aku minta sebelumnya?"
"Akan selesai sesuai waktu yang di harapkan." Wahoo berkata dengan percaya diri, lalu tiba tiba sedikit keraguan muncul di wajahnya. "Sebenarnya, apa yang sedang kita buat itu?"
"Itu masih rahasia."
__ADS_1
Bastian menunjukkan senyum yang misterius.