
Tiga hari kemudian di vila nomor satu, area vila Blue Moon.
"Tuan Sharga, dekorasi vila sudah di atur sesuai dengan keinginan anda, entah itu bahan atau pekerja, semua sesuai dengan kebutuhan anda, saya memilih spesifikasi tertinggi dengan total biaya sekitar 6,52 juta dollar."
Bastian berjalan jalan di vilanya dan melihat sekelilingnya.
Queen mengikutinya di belakang sambil memegang sebuah buku di tangannya dan melaporkan secara rinci laporan yang sudah di buatnya kepada Bastian.
Beberapa truk yang membawa segala macam furniture tambahan dan barang barang lain terparkir di halaman depan vila. Para pekerja yang bertugas mendekorasi ulang juga bekerja dengan baik sesuai permintaan Bastian.
Mereka semua adalah pekerja profesional dari perusahaan interior terkenal dan sudah berpengalaman mengerjakan vila vila mewah. Tapi dalam proses mengerjakan dekorasi vila ini, mereka juga sedikit khawatir dan bahkan takut apabila tidak sengaja merusak sesuatu.
Bagaimanapun, ini adalah vila bernilai satu milyar dollar belum tambahan tambahan lainnya. Bahkan para pekerja dekorasi, baru sekali mengerjakan vila yang terlalu mewah.
Jika sampai ada kesalahan atau kerusakan, mereka tidak akan mampu menggantinya.
"Kau melakukan pekerjaanmu dengan baik, kerja bagus!"
Bastian mengangguk puas karena dekorasi interior vila ini sudah selesai 80%.
Vila nomor satu benar benar terpisah dari vila vila yang lain di area Blue Moon. Lokasinya di tengah dan di paling ujung area tapi masih terlihat dari gerbang masuk area Blue Moon. Bisa di bilang ini bukan sekedar vila, lebih mirip seperti rumah bangsawan. Tidak hanya memiliki lapangan golf pribadi, tapi juga ada danau buatan yang berkilauan terkena cahaya matahari.
Ada berbagai jenis ikan di dalamnya, jadi bisa di gunakan untuk memancing ataupun berenang di waktu luang.
Danau dan vilanya di kelilingi dan di tumbuhi tanaman hijau serta tanaman rambat. Hamparan bunga di tata dengan pola pola yang teratur, jika di lihat dari lantai dua vila, pemandangannya sangat menyegarkan dan bisa melupakan sejenak semua masalah.
Singkatnya, Bastian sangat puas dengan vila ini.
Yang lebih memuaskan lagi, kalau di pikir pikir, Bastian mendapatkan vila ini secara gratis. Uang satu milyar dollar yang di keluarkan, tidak sengaja menyelesaikan misi dan Bastian mendapat uang sebesar 3 milyar dollar. Sama sekali tidak rugi.
Keren!
"Semua pekerjaan renovasi hampir selesai, anda bisa pindah ke sini besok malam, tuan."
"Oke, baguslah." jawab Bastian sedikit mengangguk, untuk mengatasi kekhawatiran tentang tempat tinggal, akhirnya dia bisa memiliki rumah mewahnya sendiri.
"Oiya Queen, ngomong ngomong bagaimana tentang restoran yang aku minta kau carikan?"
__ADS_1
Bastian bertanya sambil sedikit meregangkan tubuhnya setelah mengingat sesuatu yang penting.
"Saya telah memilih beberapa restoran terbaik di Sidni yang cocok untuk makan malam dan berkencan."
Queen tersenyum dan mengeluarkan tabletnya untuk menunjukkan detail beberapa restoran dan foto foto interiornya kepada Bastian.
Jari Bastian bergerak cepat, terus menggeser foto foto sambil mulutnya terus bergumam.
"Ini tidak buruk,,, ini juga oke,,,"
"Lalu yang,,, hah?"
Tiba tiba jarinya berhenti dan matanya berbinar binar.
Di layar tablet menunjukkan sebuah bangunan berbentuk menara yang menjulang tinggi seperti prisma. Berbentuk seperti pedang yang menusuk ke atas langit.
Menara Roof!
Bangunan landmark kota Sidni yang memiliki tinggi lebih dari 500 meter, dan di lantai puncaknya adalah sebuah restoran bintang delapan, Night Crystal.
Melalui teknologi proyeksi hologram yang canggih, potongan kelopak mawar bermekaran di bagian dinding. Dengan proyeksi itu juga mampu membuat tamu merasa bahwa seluruh restoran ini sedang berputar dengan sangat pelan.
Tempat ini romantis dan indah, tempat yang sangat menarik bagi pasangan untuk makan malam dan berkencan.
Tentu saja harganya sangat tinggi, tetapi banyak orang kaya yang bersedia mengeluarkan banyak uang hanya untuk membuat pasangannya tersenyum.
"Ini sangat sempurna!" seru Bastian terlihat semakin puas.
Satu satu hal yang membuatnya tidak puas adalah ketika dia tidak ingin di ganggu saat makan malam bersama April.
"Lakukan reservasi di Night Crystal pada tanggal 20 september, ingat tidak boleh ada tamu lain." kata Bastian.
Wajah Queen berubah menjadi gelisah.
"Ada apa? Apa ada masalah?"
"Ini,,, tuan Sharga, Night Crystal tidak menyediakan layanan sewa tempat." kata Queen tak berdaya.
__ADS_1
"Mereka tidak bisa menutup akses untuk tamu lain."
"Walau ada orang yang ingin membayar lebih untuk menyewa seluruh tempat, tapi pemilik restoran itu sangat keras kepala bahkan mengklaim bahwa dia tidak akan pernah mengubah aturan restoran itu."
"Hah? Memangnya bisa seperti itu?" tanya Bastian mengangkat alis dan sedikit ragu.
"Kalau begitu, kamu tidak perlu reservasi di tempat itu."
Queen menghela nafas lega.
Tapi detik berikutnya, Bastian langsung berkata.
"Beli Night Crystal! Kalau pemiliknya berubah, kita tidak perlu khawatir tentang peraturan apa pun, bukan?"
"Ap-apa?"
Queen serasa ingin pingsan di tempat.
"Pemilik Night Crystal sudah berulang kali menolak niat akuisisi orang lain, dan sikapnya itu sangat tegas."
"Dan dia sepertinya ada hubungan dengan bos menara Roof, ini akan sulit."
"Ya, terus saja naikkan tawaran uangnya. Apa susahnya?"
Suara Bastian tidak ada emosi sedikit pun dan datar, seperti seorang tiran yang sangat cuek.
"Jika dia tidak mau menjualnya, itu pasti uang penawarannya tidak cukup."
"Aku baru saja membeli vila seharga satu milyar dollar, untuk membeli restoran itu, tidak masalah bagiku untuk mengeluarkan beberapa milyar dollar lagi."
Mata Bastian menunjukkan kekuasaan yang tidak perlu di pertanyakan lagi, dan bahkan Queen tidak berani menatap mata bosnya itu.
Saat ini mungkin Queen lupa bahwa orang di depannya ini berada di posisi tinggi pada sebuah konsorsium besar walau masih berusia dua puluhan.
Queen tidak bisa menyangkal lagi dan menarik nafas dalam dalam lalu membungkuk hormat.
"Baiklah, sesuai permintaanmu, tuan."
__ADS_1