Kaisar Bisnis

Kaisar Bisnis
Ibu


__ADS_3

Saat Bastian berencana berurusan dengan Coral Group. Pada suatu siang, dia tiba tiba menerima panggilan telepon dari ibunya, Yuri Black Lanesra.~~~~


Sejak mendapatkan sistem tersebut, Bastian belum menemukan cara untuk menjelaskan kekayaannya kepada keluarganya, jadi dia masih menyembunyikannya.


Dia pernah memberi keluarganya uang satu juta dollar dengan alasan memenangkan lotre.


Oleh karena itu, orang tuanya tidak mengetahui situasi yang sebenarnya sekarang.


Karena dia biasanya bangun pagi langsung bekerja keras, dia sudah biasa pulang hanya setahun sekali saat tahun baru. Jadi, Yuri biasanya tidak menghubungi dan tidak pernah mengganggu kesibukan Bastian.


Bastian sudah memikirkan baik baik, perlahan lahan akan bercerita, jangan sampai keluarganya berpikir yang aneh aneh.


Ketika dia pulang ke rumah pada tahun baru besok, dia kan bercerita langsung untuk memberitahu mereka situasi yang sebenarnya.


Orang tuanya sudah bekerja keras sepanjang hidup mereka dan inilah saatnya untuk menikmati kebahagiaan.


"Hei, ibu, ada apa?"


[Nak, apakah kamu masih sibuk? Apa kamu sudah makan?] Suara akrab keluar dari telepon.


[Ibu hanya berpesan, banyak banyak istirahat dan jangan biarkan pekerjaan membebanimu.]


[Ngomong ngomong, cuaca semakin dingin baru baru ini, kamu juga harus memperhatikan kesehatan, belilah beberapa baju hangat. Apakah kamu masih punya uang? Terakhir kali kamu bilang memenangkan lotre dan mengirimi kami uang. Apakah kamu mau ibu kirimkan kembali uangnya? Jika uangmu sudah habis, kamu harus segera bilang kepada ibu. Jangan diam saja oke? Di sini, uang banyak tidak terlalu berguna.]


Di seberang telepon, Yuri berkata dengan terus menerus, cerewet khas seorang ibu, tapi suaranya yang tegas terdengar sangat hangat di telinga Bastian.


Hidungnya sedikit meler dan dia tidak bisa menahan air mata.


Karena Bastian tahu bahwa ada orang di belakangnya yang selalu mendukung dan merindukan dirinya, sampai dia mampu untuk menghidupi dirinya sendiri di kota yang bising dan kejam ini.


Dari sejuta orang yang harus di hubungi Yuri, Bastian adalah yang nomor satu. Seburuk apa pun nasib Bastian, ibunya selalu menerimanya.


"Bu, aku di sini baik baik saja, ibu tidak perlu khawatir, aku menunggu waktu luang, agar aku bisa segera pulang menemui ibu. O iya, ayah sudah tidak muda lagi, jangan biarkan beliau keluar seharian hanya untuk melakukan pekerjaan yang berat itu." Bastian menyebutkan keinginannya.


[Hm? Kamu tidak akan bisa hidup jika tidak menghasilkan uang. Apalagi, umurmu sudah waktunya menikah. Sekarang ini, sangat mahal untuk membeli rumah di kota. Bukankah sudah seharusnya seorang ayah memikirkan kebutuhan anaknya kelak?]


"Ibu, aku tidak kekurangan uang sekarang. Selain itu, aku baru berusia 24 tahun dan aku tidak terburu buru menikah."

__ADS_1


Bastian menjawab dengan sedikit tak berdaya.


[Berapa gaji bulananmu sekarang? Bagaimana bisa kamu tidak kekurangan uang? Apa bisa kamu memenangkan lotre seumur hidup? Umurmu 24 tahun itu sudah tidak muda. Aku sudah melahirkan kamu saat berusia 24 tahun. Selain itu, inilah sebabnya aku menelponmu kali ini.]


[Teman sekolah ibu memiliki seorang putri. Dia seusiamu dan memiliki kondisi yang baik dalam segala aspek. Ketika kamu luang nanti, kalian berdua bertemu dan lihat sendiri.]


"Hah?"


Bastian dengan wajah bingung dengan cepat menjelaskan. "Bu, aku sudah punya---,,,"


[Ayolah, jangan bilang kamu sudah punya pacar, aku tidak bisa di bohongi olehmu untuk kedua kalinya.]


[Aku sudah menghubunginya dan informasi kontaknya kan di kirimkan kepadamu nanti. Jika kamu punya waktu untuk bertemu dengannya dalam waktu dekat ini, entah itu berhasil atau tidak, kau harus menemuinya.]


Yuri tidak memberikan kesempatan Bastian untuk menjelaskan sesuatu, Yuri menunjukkan kuasa terhadap putranya, dia langsung menutup telponnya sepihak.


"Halo? Ibu?"


"Apa apaan ini!"


Wajah Bastian berada dalam situasi tertekan. Untuk menghindari perjodohan ibunya, dia sempat berbohong bahwa dia punya pacar dan akhirnya ketahuan. Tanpa di duga, perjodohan datang lagi saat ini.


"Ah, lupakan saja, lihat saja nanti aku akan menanganinya."


Pada titik ini, Bastian yang mengenal temperamen ibunya hanya bisa dengan enggan menerima kenyataan itu, tetapi yang paling penting saat ini adalah berurusan dengan Coral Group yang akan di lakukannya nanti.


***


Di luar gedung tempat kantor Moleque berada, sebuah Lamborghini berhenti perlahan.


Seorang pria muda yang berusia awal dua puluhan turun dari mobil itu.


"Apakah ini kantor mereka?"


Pemuda itu memiliki tubuh yang bagus, sedikit poni di dahinya, matanya besar dan cerah, fitur wajahnya halus dan tampan, bahkan mampu mengalahkan seorang wanita. Saat dia tersenyum dia akan menunjukkan gigi rapinya yang menawan.


Saat ini, dia adalah salah satu bintang pria terpopuler di Sidni, pemimpin sebuah boyband, Wesley Blake.

__ADS_1


Dia memiliki banyak penggemar dan juga menjadi sasaran utama para gadis. Bagi mereka, jika ada yang merendahkan Wesley di belakangnya, itu berarti musuh mereka.


Setiap konser selalu penuh sesak, dan tak terhitung banyaknya orang yang mati matian untuk mendapatkan tiketnya.


"Tuan Blake, silahkan ikuti saya, tuan Sharga sudah menunggu anda di dalam."


Queen yang sudah menunggu di depan pintu melangkah maju dengan senyum sopan di wajahnya.


"Baiklah."


Wesley menarik nafas dalam dalam dan sedikit mengangguk.


Saat ini, jantung bintang populer ini bahkan sedikit gelisah.


Dia menerima undangan dari Moleque kemarin untuk bekerja sama dengannya dalam bisnis, berharap dia bisa berbicara untuk produk Moleque.


Awalnya, dia sedang sibuk menyiapkan film yang di pimpin oleh sutradara terkenal. Dia menjadi pemeran utama dalam film tersebut. Dia sendiri sangat mementingkan film tersebut.


Oleh karena itu, setelah mendengar ajakan Moleque untuk bekerja sama, dia langsung menolak dengan kasar bahkan tanpa mendengarkan tawaran mereka.


Untuk satu sampai dua iklan, dia di minta untuk meninggalkan filmnya, dia berpikir bahwa itu lelucon yang luar biasa.


Tapi, beberapa menit setelah dia menolak, seorang sutradara besar yang memimpin filmnya itu menghampirinya secara langsung dan memintanya untuk pergi ke kantor Moleque untuk menjadi bintang iklan terlebih dahulu dan melanjutkan film mereka nanti.


Wesley bukanlah orang bodoh. Dia lansung mengambil kesimpulan dari sikap dan kata kata sutradara hebat itu, bahwa latar belakang Moleque itu menakutkan.


Sutradara hebat itu adalah monster besar di industri perfilman. Dia sangat temperamental, sombong dan keras kepala. Pada sehari harinya, tidak akan menghormati siapapun di bawahnya.


Jika ada seseorang berani mengusik proses pembuatan film yang sedang di kerjakannya, apalagi hanya untuk membuat iklan kecil, dia akan tersinggung dan sangat marah, tidak peduli siapa yang akan dia lawan.


Tapi, benar benar tidak terbayangkan bahwa seorang dengan karakter monster seperti itu harus datang kepada Wesley secara langsung agar dia tidak memikirkan masalah filmnya, dan membuat iklan dengan Moleque terlebih dahulu.


Seberapa kuat orang yang bisa menekan sutradara besar seperti monster ini.


Dengan penuh rasa ragu, Wesley mengikuti Queen ke arah ruang aula pertemuan.


Queen mengetuk pintu dengan sopan.

__ADS_1


"Tuan Sharga, tuan Blake sudah tiba."


"Masuk."


__ADS_2