
Saat berjalan menuju pintu masuk hotel, Bastian melihat ke arah selatan Vanguard Hotel.
Tidak jauh dari sana, ada area vila yang luas di kelilingi bebatuan dan tanaman hijau yang lebat.
Area Villa Blue Moon!
Vila vila ini terletak di sebelah Vanguard Hotel, dan banyak orang kaya mempertimbangkan kenyamanan berada di dekat Vanguard Hotel ketika mereka pindah ke area vila setelah di buka di masa mendatang.
Pembukaan area Blue Moon juga sangat bermanfaat bagi ketenaran dan pergerakan bisnis Vanguard Hotel.
Antara Blue Moon dan Vanguard Hotel, mereka saling menguntungkan satu sama lain.
Vanguard Hotel sendiri juga merupakan mitra investasi penting dalam proyek Blue Moon milik Zuna Group itu.
Sertelah melihat area Blue Moon dari kejauhan, pikiran Bastian melayang dan terkekeh.
"Setalah jamuan makan malam ini, vila nomor satu di sana, yang paling mewah, mahal dan unik akan di lelang."
"Tapi malam ini, vila nomor satu di area Blue Moon adalah milikku."
Setelah merapikan pakaiannya, Bastian menarik nafas dalam dalam dan melangkah ke bagian dalam hotel.
Zuna Group dan Vanguard Hotel sangat mengutamakan acara pembukaan ini, sehingga dekorasi interior hotel juga di atur sangat mewah.
Karpet merah yang cerah dan lembut menutupi seluruh aula perjamuan yang luas dan lampu kristal yang menawan, tergantung di kubah bagian atas, mengeluarkan lingkaran cahaya yang lembut dan cerah, membuat seluruh ruangan ini terlihat sangat terang.
Meja panjang di tata rapi, di tutupi dengan taplak meja putih dan hidangan mewah kelas atas serta minuman berkelas yang menarik juga telah di sajikan di atas meja makan.
Mesikpun jamuan makan belum resmi di mulai, suasananya sudah sangat meriah.
__ADS_1
Ini bukan hanya acara pembukaan yang sangat penting untuk Zuna Group dan Vanguard Hotel, tapi juga merupakan kesempatan yang baik bagi banyak pengusaha terkenal untuk meningkatkan status sosial mereka dan mengembangkan koneksi bisnis.
Kebanyakan orang pada acara pembukaan ini yang merupakan laki laki.
Banyak orang yang sudah saling kenal dan membentuk beberapa kelompok lingkaran kecil. Mereka berkumpul untuk berbicara santai dengan suasana yang lebih hidup.
Bastian yang dulunya adalah pencari nafkah di sebuah perusahaan kecil, masih sangat muda sehingga membuat dirinya secara otomatis tidak ada yang terlalu memperhatikan.
Meskipun ada beberapa orang yang menyambutnya, tapi setalah mengetahui bahwa Bastian bukan dari keluarga ternama, mereka juga memilih untuk pergi.
Tak lama kemudian, kerumunan tiba tiba menjadi lebih heboh.
Karena penyelenggara perjamuan ini akhirnya muncul.
Seorang lelaki tua dengan sebagian rambutnya memutih dan pakaian yang sangat rapi, perlahan memasuki aula, jika di lihat dari sudut pandang manapun, masih ada kewibawaan tajam yang tidak bisa ditutupi oleh usia.
Dia adalah Shaun Zuna, pendiri dan ketua Zuna Group saat ini.
Bastian tersenyum getir melihat tingkahnya itu.
"Ehem!"
Shaun Zuna berdehem dan berkata di tengah kerumunan dengan keras.
"Pertama tama, saya ingin berterima kasih atas kehadiran anda semua dan saya disini menyambut anda semua dan berpartisipasi dalam acara pembukaan area Blue Moon kami."
Meskipun usianya lebih dari 70 tahun, dia masih berbicara dengan penuh semangat.
"Tidak perlu basa basi, saya berharap semua orang bisa menikmati malam ini dan pada saat ini saya harus segera untuk memulai acara perjamuannya."
__ADS_1
"Selamat malam"
Semua orang bertepuk tangan, dan suasana perjamuan langsung meningkat dan ramai.
Para tamu mulai minum, makan dan mengobrol, sementara Shaun mengangkat gelasnya dan melewati satu meja pada satu waktu, mengobrol dengan semua orang yang hadir.
Terlihat Yoko tampak lega. Dia menyelinap dari pandangan orang orang dan berdiri di samping Bastian. Dia menyapa dengan gembira.
"Bastian! Kau benar benar datang."
Bastian tersenyum dan bertanya.
"Kenapa kamu tidak menemani tuan Zuna dan malah lari kesini?"
"Oh, dia bersama kakakku, Hachi." jawab Yoko sembarangan.
Tapi benar, Bastian melihat seorang pria yang tenang dan santai, tampak berusia sekitar 30 tahunan, dengan wajah kalem mengikuti Shaun dan berbicara dengan semua orang yang di temuinya.
"Hm?"
Ekspresi Bastian sedikit heran, karena kakak Yoko ini, entah sengaja atau tidak, sesekali melirik tempat Bastian dan Yoko berdiri.
Walaupun tidak terlalu terlihat, tapi instuisi tajam Bastian bisa merasakannya. Pikiran Bastian yang paling masuk akal saat ini adalah Hachi melirik Yoko, bukan dirinya.
Bastian tetap tenang, dia berpura pura meminum wine yang di bawanya dan tidak bereaksi yang berlebihan.
Bahkan jika ada sesuatu di antara mereka, itu tidak ada hubungannya dengan Bastian, dia tidak perlu pergi untuk mencampuri urusan orang lain.
Hanya dua alasan mengapa Bastian datang hari ini. Salah satunya adalah Yoko Zuna secara pribadi mengundang dirinya. Sebagai seorang teman, dia secara otomatis perlu datang dan menghormatinya. Apalagi menghadiri jamuan makan beberapa orang kaya kelas atas. Bastian tidak menghitung berapa banyak teman yang akan dia dapatkan, tapi setidaknya dia bisa memperluas wawasan dan pengalamannya.
__ADS_1
Dan alasan lainnya adalah memenangkan vila nomor satu di area Blue Moon!
Bastian sangat puas dengan desain dan lingkungan sekitar vila itu. Membeli vila ini bisa di katakan sebagai suatu keharusan.