
"Woohoo!!"
Bastian menyeka keringat di dahinya sambil terengah engah, dia kemudian berjalan menuju kotak harta karun sambil mengumpat sistemnya yang kejam.
Dia sangat curiga bahwa lokasi kotak harta karun itu sengaja di buat oleh sistem, jika tidak, bagaimana bisa ada kebetulan seperti itu?
Dan sistem tidak memperingatinya kalau ada bahaya sampai Bastian berada dalam jarak yang sangat dekat dari ular phyton raksasa itu.
Tapi, pada akhirnya, ular phyton raksasa itu mati di tangan Bastian, untung saja tubuhnya tidak cedera secara serius dan hanya dadanya sedikit sesak saja.
Bastian menyadari betapa mengerikannya tingkat kekuatannya sekarang sambil menatap telapak tangannya dengan kagum.
"Mari kita lihat apa yang ada di kotak harta karun ini."
Kotak mengkilap itu tidak terkunci dan Bastian dengan mudah membukanya, tetapi tidak ada perhiasan emas atau perak seperti yang di bayangkannya.
Hal pertama yang terlihat adalah sebuah kompas seukuran telapak tangan yang di ukir dengan pola rumit dan simbol yang tidak bisa di pahami.
Ada tiga jarum penunjuk di kompas itu, satu panjang, satu sedang dan satu pendek, tapi Bastian tidak bisa menggerakkan penunjuk arah itu walau sudah mencoba dengan seluruh kekuatannya.
Di pojok kotak itu, tepat di sebelah kompas, juga terdapat cincin hitam yang di ukir dengan pola warna emas yang terlihat simpel dan tanpa hiasan.
"Benda benda apa ini?"
Dia mengangkat kompas dan sistem mencoba mengidentifikasinya.
[Kompas misterius, fungsi belum di ketahui.]
"Tidak tahu fungsinya, huft!"
Bastian memandangi kompas itu mencari cari petunjuk tapi tidak menemukan apa apa, jadi dia melemparkannya ke ruang penyimpanan.
Kemudian dia mengambil cincin hitam itu.
[Blessing Ring, menyerap serangan yang akan menyebabkan anda terluka atau mati, melindungi nyawa anda, benda ini tidak permanen, akan hancur dengan sendirinya setelah tiga kali pakai.]
"Blessing Ring? Tidak buruk, setidaknya aku tidak perlu khawatir akan mati tiga kali dalam kecelakaan di masa mendatang. Menarik."
Otak Bastian berpikir sebentar, mengangguk puas dan langsung memakai cincin itu di jari telunjuk tangan kanannya, ukurannya sangat pas.
Saat ini, notifikasi sistem juga muncul di kepalanya.
[Selamat kepada anda karena menyelesaikan misi sekunder, berhasil menemukan harta karun sesuai peta harta karun.]
[Anda mendapat hadiah khusus untuk misi sekunder peta harta karun, kekayaan dari surga.]
[Kekayaan dari surga, anda cukup bilang 'putar' dan akan mendapatkan uang senilai 1 sampai 50.000.000.000 secara acak.]
__ADS_1
"Apa! sepuluh nol!"
Bastian sangat terkejut.
Dia bisa mendapat hingga 50 milyar, itu nominal yang sangat besar.
Tentu sajam dia tidak berpikir keberuntungannya akan begitu baik sehingga dia benar benar bisa mendapatkan jumlah yang tinggi.
Tragedi memenangkan kabin di hutan masih terngiang jelas di pikirannya yang membuat Bastian meragukan keberuntungannya sendiri.
Tapi karena batas atasnya sangat tinggi, selama tidak terlalu sial, dia berdoa semoga bisa mendapat agak banyak.
Membayangkan hal ini, Bastian sangat gembira dan mengucapkannya langsung.
"Putar!"
Di pikirannya muncul sebelas digit angka nol berbaris dan mulai berputar dengan cepat.
Bastian menatap dengan gugup dan penuh harap. Tidak ada yang mengira dia punya terlalu banyak uang.
Setelah sekitar sepuluh detik, perubahan angka perlahan lahan berhenti dan angka terakhirnya adalah.
23.636.724.788
"Apa!!"
Jumlah yang sangat cukup untuk membuat orang menjadi gila.
Bisa membangun gedung, membeli barang mewah dengan merek terkenal akan sangat mudah.
Sangat sepele untuk membeli beberapa bangunan di kota metropolitan yang mewah.
Dalam sekejap, kemarahan dan umpatan Bastian tentang perjuangan melawan ular phyton raksasa menghilang begitu saja tanpa jejak.
Yang tersisa hanyalah kebahagiaan dan kegembiraan.
Kalau saja dia bisa mendapatkan 20 milyar setiap saat, dia akan sangat bahagia sampai gila.
Setelah beristirahat sebentar, Bastian kembali ke jalan semula dan segera kembali ke kabin di hutan sebelum gelap.
Karena sudah akan malam, Bastian berencana untuk beristirahat di kabin itu untuk satu malam lagi.
Setelah makan apa adanya, Bastian menelpon Jessica dan memberitahunya untuk memesankan tiket kembali untuk besok dan mengendarai mobilnya untuk menjemput.
Kemudian, Bastian tidak lupa untuk terus mengobrol dengan April di malam hari. Mereka berdua menjadi semakin akrab satu sama lain dan hubungan itu dengan cepat menghangat.
[Aku akan kembali ke kota Adel malam ini, dan aku akan pergi ke bandara setelah ini untuk penerbangan jam 11.] - April_Mendez
__ADS_1
[Kenapa terburu buru? Apakah ada masalah?] - Bastian_Sharga
[Yah, ini bukan masalah besar.] - April_Mendez
Bastian merasa sangat menyesal. Jika saja April akan kembali besok, dia bisa mengambil penerbangan yang sama dengan April dan bertemu dengannya.
[Baiklah, jaga dirimu baik baik.] - Bastian_Sharga
Bastian mengetik dengan cepat dan kemudian bertanya.
[Saat ada waktu luang nanti, bagaimana kalau kutraktir kamu untuk makan malam?] - Bastian_Sharga
[Iya iya, aku luang bulan depan. Bagaimana kalau mengundangku ke Sidni?] - April_Mendez
[Suatu kehormatan besar untukku!] - Bastian_Sharga
Bastian meminta April untuk makan malam bersama, dan April tidak menolaknya, walau bulan depan, cukup membuat Bastian sangat bersemangat.
"Ini adalah kesempatan yang bagus!" seru Bastian.
Pikiran Bastian melonjak senang, di dalam hatinya juga senang. Dia berencana mengatur tempat untuk menyiapkan makan malam romantis dan mewah untuk April dan kemudian, menggunakan kesempatan untuk mengakui perasaannya kepada April.
Walau rencananya belum terlaksana, Bastian sudah mulai menghitung secara detail rencana di dalam hatinya dan mulai berfantasi tentang adegan yang akan terjadi saat nanti.
***
Di sebuah hotel kelas atas di Feret,
Di kamar yang mewah dan luas, April sedang berbaring di tempat tidur besar yang lembut sambil melihat kotak pesan dengan Bastian di layar ponselnya dan bibirnya tidak bisa menahan senyum yang bahkan tidak dia sadari.
April juga memikirkan saat Bastian yang tinggi dan kuat ketika dia melangkah maju untuk melindungi dirinya, serta keindahan yang hangat, jelas dan bersih di antara leluconnya, juga kepercayaan diri dan momentum kuat yang secara tidak sengaja Bastian pancarkan.
Hal itu benar benar tertanam dalam pikiran April.
Wanita menyukai pria yang kuat dan April tidak terkecuali.
"Yoo, nona besar kita sedang mengobrol dengan Bastian yang tampan lagi? Kalian berdua sudah sangat dekat ya? Lihat senyuman besar di wajahmu itu!"
Tamina berkata keras dan datang dengan piyama mandinya, mencandai April.
April langsung melempar bantal ke arah Tamina, tapi di tangkap dengan mudah olehnya.
"Bukankah kamu seharusnya berterima kasih kepada saudara perempuanmu yang baik ini karena sudah menjebakmu?"
Tamina melompat melemparkan diri langsung ke arah April.
"Hentikan!" seru April.
__ADS_1
Mereka berdua bercanda dan bermain seperti anak kecil di ruangan luas itu.