Kaisar Bisnis

Kaisar Bisnis
Sinis


__ADS_3

Keesokan paginya, sesuai dengan waktu yang di tentukan, Bastian pergi ke tempat yang sudah mereka sepakati. Lake View Restaurant.


Karena ini adalah pertemuan pribadi, Bastian tidak memakai pakaian formal bermereknya, melainkan hanya dengan pakaian kasual yang santai.


Lake View Restaurant, sesuai dengan namanya, itu adalah restoran kelas atas yang di bangun di atas permukaan danau. Semua ruangan di pinggir danau adalah ruang pribadi biasa dan terdapat 18 ruang pribadi mewah dia tengah danau. Dengan pemandangan yang indah dan lingkungan yang tenang, ini adalah tempat yang bagus untuk menikmati makanan lezat.


Xia membertitahu Bastian bahwa tempat mereka adalah ruang nomor 7 di restoran itu.


"Hmm, jika dia bisa mengundangku untuk makan di sini, wanita ini sepertinya bukan orang biasa." Bastian sedikit menghela nafas, tentu saja, dengan sumber keuangannya saat ini, hampir tidak ada tempat yang tidak bisa dia kunjungi.


Dia berjalan di koridor panjang yang membentang dari pinggir ke tengah danau, Bastian berdiri di depan ruang nomor 7 dan mengetuk pintu.

__ADS_1


Pintu itu terbuka dan orang yang membuka pintu buru buru berkata. "Oh kamu yang telah menyelamatkan sahabatku sebelumnya. Terima kasih banyak. Aku adalah---,,,hah?"


Di tengah ucapan, tenggorokannya seperti tertahan oleh duri ikan, suaranya tiba tiba berhenti dan kemudian berteriak tak terbayangkan.


Bastian juga mengerutkan kening dan hatinya sedikit terkejut. 'Betapa kecilnya dunia ini. Bukankah wanita ini adalah si brengsek yang akan di kenalkan ibuku kemarin? Kenapa dia ada di sini?'


"Amari, ada apa?" Xia datang ke pintu dengan ragu dan ketika dia melihat Bastian, wajahnya langsung berseri seri. "Kamu sudah datang? Ayo cepat masuk."


"Oh, Amari adalah sahabat baikku, ada apa? Apa kalian berdua saling kenal?"


"Lebih dari sekedar tahu!" wajah Amari muram dan menunjuk ke Bastian lalu berkata. "Ini adalah orang yang akan di perkenalkan ibuku pada kencan kemarin, Xia. Orang seperti ini jelas tidak memiliki pikiran bersih dan memiliki rencana untuk menjebakmu. Kamu jangan sampai di tipu olehnya."

__ADS_1


Bastian sedikit mengerutkan kening dan berkata. "Jika kau tidak suka aku di sini, maka aku akan pergi."


Bastian datang bukan karena ingin datang, tapi dia menghormati orang yang ingin berterima kasih padanya.


"Eh? Jangan." Xia sangat cemas sehingga dia melompat maju.


Di satu sisi, ada sahabat baiknya dan di sisi lain, ada pria baik yang menyelamatkan dirinya dari preman. Tidak pantas baginya untuk membantu salah satu pihak.


"Hmm, jangan berpura pura, kamu pikir aku tidak tahu, kamu itu hanya mencoba menarik perhatian para gadis dengan pura pura keren. Apa menurutmu kami akan tertipu olehmu?" ekspresi Amari dingin. "Kamu tidak melihat status yang aku miliki dan masih berani ingin bertemu denganku kemarin. Dan sekarang kau mendekati Xia, itu benar benar tidak tahu malu."


"Apa kau tidak punya cermin di rumahmu dan hanya bisa memutar balikkan fakta?" Bastian berkata pelan, hatinya sedikit marah, walaupun Amari adalah anak teman sekelas ibunya, tapi kesabaran Bastian ada batasannya.

__ADS_1


"Apa katamu?" Amari merasa sedikit lucu. "Apakah kamu bisa sombong saat ini? Orang tuamu hanyalah petani pedesaan misikin dan kamu hanya pegawai rendahan di sebuah perusahaan game yang kecil. Katakan padaku, bagian mana yang aku putar balikkan faktanya? Jika Xia tidak mengundangmu hari ini, dengan gaji kecilmu, kamu tidak akan memiliki kesempatan untuk makan di restoran ini selama hidupmu, bukan? Seberapapun kamu membantah, tapi ini fakta! Kami dan dirimu adalah orang dari dunia yang berbeda."


__ADS_2