Kaisar Bisnis

Kaisar Bisnis
Pecat Lagi


__ADS_3

Sebagai penyelenggara Perjamuan ini, Radzi Chin tidak di ragukan lagi adalah yang paling sukse dan orang orang yang berkumpul di sekitarnya juga paling banyak.


Di sampingnya, Aksana Raudon bersandar di lengannya juga terlihat merona dan sangat bahagia.


"Radzi dan Aksana, kalian berdua sangat berbakat dan menawan juga kalian sangat cocok satu sama lain."


"Aksana bukan hanya bunga di kelas kita, tapi juga yang teratas di daftar wanita tercantik kampus. Wah, Rad, kau sangat beruntung."


"Sayang sekali, Aksana tidak menjadi bintang film."


"Hahaha, itu benar. Tapi sejujurnya, Aksana sudah di pilih oleh Dawn Entertainment, dan dia akan tampil di film tahun depan lalu akan menjadi wanita nomor dua di sana." Radzi berkata dengan bangga.


"Wah, keren, bagus sekali, mungkin dia akan menjadi bintang besar di masa mendatang."


Beberapa gadis memandang Aksana dengan iri. Radzi adalah seorang eksekutif di Dawn Entertainment. Bantuannya sangat di perlukan untuk mendapatkan posisi wanita nomor dua.


'Kalau saja aku sendiri bisa punya pacar seperti dia.'


"Di masa mendatang, kami harus di undang ke pesta pernikahan kalian."


"Iya, benar, kami menantikan pernikahanmu."


"Hahaha, pasti." Radzi tertawa dan pada saat yang sama terus melirik Bastian di sebelahnya. Dia sengaja berpura pura prihatin dan berkata dengan lantang.


"Sayangnya, Bastian tidak tahu bagaimana cara menghargainya. Dia tidak menjaga berkah dengan baik."


Gable Steveson buru buru bersuara.


"Untungnya Aksana dan Bastian putus, kalau tidak, aku khawatir dia harus bepergian dengan bus dan tinggal di rumah sewaan sekarang."


"Mereka berbicara merendahkanmu! Kau tidak marah?" Wahoo McDaniel kesal, tapi sebaliknya, Bastian menanggapi dengan wajah tenang.


"Tidak perlu marah. Jika kau di gigit seekor anjing, apakah kau akan balas menggigitnya?" kata Bastian santai.


"Brrrruuuuuhhh" Mendengar itu, Wahoo dan beberapa anak lelaki di meja yang sama tidak bisa menahan tawa sampai menyemprotkan minumannya.

__ADS_1


"Hahaha, kau benar Bastian."


Karena hal itu, bagaimana mungkin Bastian tidak memiliki amarah di hatinya? Ini semua adalah ajang pertandingan kesombongan antar teman sekelas kampus. Penampilan Radzi benar benar tak tertahankan dan mengecewakan. Bastian tidak bisa menahan diri untuk diam diam mengatakan.


"Jika seekor anjing menggigitku, aku memang tidak bisa balas menggigitnya, tapi aku bisa membunuhnya."


***


Setelah tiga putaran minum lagi, Bastian minum alkohol seperti minum air karena kualitas fisiknya yang super, dia tidak mabuk sama sekali.


Tapi teman temannya yang tidak sanggup, sudah jelas mabuk.


"Ketika aku masih kuliah, hatiku selalu lebih tinggi dari langit. Aku merasa bisa melakukan apa saja. Ketika aku memasuki dunia masyarakat ini, aku menyadari bahwa aku hanyalah orang biasa---,,,"


Wahoo juga tampak sedikit mabuk dan mulai mengoceh dan mengeluh tentang kesulitan dan kesedihan dalam kehidupannya.


Setelah mendengar ini, Bastian sedikit tersenyum dan menepuk bahu teman baik masa kuliahnya ini dan berkata.


"Jika kau mengalami kesulitan di masa mendatang, kau bisa datang kepadaku."


Di sebelahnya ada seorang gadis dengan penampilan baik sudah melihat ke arah Bastian. Setelah lulus, dia menikah dengan seorang elit dari sebuah perusahaan keuangan dan menjalani kehidupan kelas atas. Saat ini dia tidak bisa menahan untuk berbicara.


"Bastian, sebaiknya jaga dirimu dulu, kamu belum bisa menjalani kehidupan dengan baik dan kamu masih ingin membantu orang lain? Jangan terlalu naif."


"Kau lihat orang lain, seperti Radzi dan Askana, pelajari cara mereka. Bukan berarti aku mengatakan kamu tidak bisa, kampus hanyalah kampus, sekarang kita memasuki masyarakat, yang paling parah adalah kita tenggelam di masa lalu dan tidak bisa menerima kenyataan."


Kata kata itu penuh dengan pelajaran dan makna.


"Apa yang kau ketahui tentang aku?" Bastian menatapnya dan berkata dengan lembut.


"Siapa yang memberimu hak untuk menilaiku?" lanjutnya.


Gadis itu tampak lesu dan sedikit kecewa di wajahnya.


Orang orang seperti Bastian yang berpura pura melindungi kehormatan mereka, telah melihat banyak hal dalam beberapa tahun terakhir, tetapi berpura pura itu hanya akan menipu diri sendiri. Itu adalah hal yang konyol dan tidak realistis.

__ADS_1


Bastian sedikit mengangkat bahu, mengambil gelasnya dan minum lagi.


'Siapa yang tidak menerima kenyataan?'


Karena mereka sudah tidak berkumpul selama beberapa tahun, mereka mengakhiri makan malam sangat larut dan kemudian berjalan keluar dari Bright Moon Riverside bersama sama.


Bastian membantu Wahoo. Dia sangat mabuk sehingga dia bahkan tidak bisa berjalan dengan tegak.


Radzi membawa Aksana lagi dan berkata dengan wajah munafik.


"Yo, Wahoo sudah sangat mabuk. Apakah kau ingin aku memberi tumpangan? Tapi Bastian, kamu tidak terlihat mabuk, jadi pulang saja sendiri."


Bastian berkata dengan tenang.


"Tidak perlu, aku akan mengantarnya dengan mobilku."


"Mobilmu?"


Radzi awalnya tertegun, lalu dia tertawa terbahak bahak.


"Oh, taksi kan? Kau harus bekerja lebih keras tapi perhatikan kesehatanmu juga."


Aksana menutup mulutnya dan tertawa.


Banyak teman di sekitar menunjukkan tatapan kecewa di mata mereka. Siapa sangka, Bastian, pria terbaik di kampus akan menjadi seperti ini sekarang.


Bastian melirik pasangan itu.


"Hehehe."


Saat ini ponsel Radzi tiba tiba berdering.


"Hmm? Siapa malam malam begini menelpon?" Radzi mengambil ponsel dengan ragu, wajahnya tiba tiba berubah, dia dengan cepat menekan tombol jawab dan dengan hormat berkata.


"Ketua, ada apa malam malam begini? Apakah ada sesuatu yang ingin anda tanyakan pada saya?"

__ADS_1


[Radzi Chin, kau telah di pecat dari perusahaan kami, datanglah ke kantor besok untuk berkemas dan keluar!]


__ADS_2