
"Oke, itu saja dulu."
Setelah itu, Bastian menutup map di tangannya dan melemparkannya kepada Lance. Lalu dia menatap para karyawannya lagi dan berbicara.
"Ini hanya daftar yang aku buat sementara, mungkin akan ada perubahan dan tuan Lance akan mengumumkan hasil akhirnya setalah di revisi."
Mata Bastian mengamati kerumunan orang yang hanya diam di bawah panggung, dan dia tiba tiba tertawa.
"Hah? Ada apa? Kenapa kalian semua diam? Apa tidak ada tepuk tangan untukku?"
Kemudian terdengar suara tepuk tangan.
Poffo Gowen bertepuk tangan dengan segenap kekuatannya dan terlihat kegembiraan di matanya.
'Bagus!'
'Posisiku sebagai direktur keuangan tidak berubah, jadi aku bisa terus menjalani kehidupan yang tenang seperti biasanya.'
'Bos baru ini tampaknya sangat mudah di rayu. Aku akan lebih menyanjungnya di masa mendatang. Mungkin aku masih memiliki kesempatan untuk melangkah lebih jauh.'
Poffo bergumam dalam hati dan sepertinya telah melihat masa depan yang cerah.
Sorak sorai dan tepuk tangan terdengar, karyawan yang naik jabatan terhanyut dalam kondisi terkejut yang ekstrim dan malah meragukan masalah pendengaran mereka. Sebagian besar karyawan yang posisinya anjlok memiliki wajah yang luar biasa jelek.
Bahkan ada beberapa manajemen yang di turunkan jabatannya menunjukkan wajah marah mereka. Mereka seperti ingin berdiri dan mengamuk, mereka jelas tidak percaya dengan kondisi yang di alaminya.
"Aku tahu kalian pasti berpikir bahwa aku hanyalah orang yang belum pernah ke sini dan tidak mengerti situasi di sini. Kalian juga pasti bertanya tanya mengapa aku melakukan pemindahan personel, bukan?" kata Bastian santai.
Kini tidak ada yang mengucapkan sepatah kata pun, tetapi hampir semua jawaban mereka sudah bisa di tebak dari raut wajah mereka.
Jelas ini adalah masalah yang mereka ingin ketahui.
'Aku ingin lihat apa yang orang ini lakukan! Hm, apakah menurutnya mengelola perusahaan itu sangat mudah?'
'Jika kau berani menyinggung kami, perusahaan ini tidak akan maju!'
'Lihat apa yang bisa di lakukannya kepada kita, jangan sampai dia berani memecat kita!'
Banyak pihak manajemen bergumam dalam hatinya, mereka yang di turunkan jabatannya terlihat murung dan berencana untuk menunggu dan melihat apa yang akan terjadi.
Mereka yakin bahwa kenyataaan akan menghantam wajah pemuda itu dan membiarkan bos baru yang seperti sok tahu itu menyadari kenyataan dunia kerja.
Bastian tersenyum dan berkata.
"Alasan dasar pertama tentang pemindahan jabatan yang aku lakukan adalah pengamatanku kepada kalian saat aku mengunjungi area kerja kalian tadi pagi."
'Pengamatan?'
'Dia hanya jalan jalan, apa yang bisa dia lihat memangnya? Apa yang bisa dia ingat dan ketahui? Memangnya dia mengenal kita?'
Ekspresi wajah semua orang di penuhi rasa ragu dan rasa tidak percaya.
"Alasan lainnya berdasarkan pada kinerja, entah itu kinerja harian atau keahlian profesional kalian."
Bastian yang tahu tentang keraguan di hati karyawannya menambahkan ucapannya.
__ADS_1
"Kalian mungkin merasa ragu. Tapi kenyataannya, aku tahu banyak tentang kalian lebih dari yang kalian bayangkan."
"Kau. Namamu Campa Brooks, dan kau adalah seorang perencana numerik di departemen perencanaan."
Bastian menunjuk seorang pria berwajah kotak berusia tiga puluhan dan berkacamata.
Pria yang di tunjuk oleh Bastian tampak bingung. Dia tidak tahu bagaimana bosnya tahu, dan wajah karyawan yang lain juga sangat terkejut.
"Dan kau. Namamu Santino Marella dan kau dulunya operator utama departemen operasi."
"Aku juga tahu secara rinci bahwa kau yang bekerja di sini selama dua setengah tahun, berada di urutan kelima dalam peringkat kerja di departemenmu bulan lalu dan peringkat ke tujuh di bulan sebelumnya."
"Lalu kau sebenarnya seorang lulusan kampus seni jurusan desain grafis yang bekerja di departemen visual tetapi kau di pindahkan ke departemen operasi karena di sana kekurangan staf."
Bastian dengan santai menunjukkan bahwa dia dengan mudah mengetahui situasi semua orang semudah membalik telapak tangan.
'Bagaimana dia bisa tahu?'
Setiap orang merasa terkejut.
Walaupun dia pemilik perusahaan, tidak mudah mengingat nama ratusan orang dalam waktu singkat. Hal yang sangat tidak mungkin.
Contohnya saja, Adam Rose, bos perusahaan itu sebelumnya. Dia mungkin saja tidak bisa menyebutkan nama karyawan satu persatu, apalagi mengenalnya secara detail.
Semua kengerian ini tidak bisa di jelaskan.
Bagaimana Bastian bisa melakukannya.
Ya, Bastian membuka kemampuan otaknya.
Komputer super yang ada di otaknya mampu memasuki jaringan perusahaan untuk mengumpulkan dan memilah semua data lalu menyajikan dalam pikirannya dengan cepat.
Bastian lebih mudah untuk mengetahui kinerja setiap orang dan kemudian menganalisa dan membandingkan dengan informasi pribadi.
Kekuatannya ini seperti sebuah tambahan kemampuan untuk mengumpulkan setiap informasi secara bersamaan.
Wajah Bastian yang santai menatap wajah wajah karyawan yan menunjukkan kekhawatiran. Tapi tiba tiba hantinya merasa kesal.
"Dan kau! Poffo Gowen!"
Bastian tiba tiba menunjuk Poffo yang tidak jauh dari sana sambil tertawa.
"Hahaha, kamu adalah direktur keuangan perusahaan dan pekerjaanmu sangat sangat sangat bagus!"
Poffo buru buru menunjukkan wajah senang dan berkata.
"Ini kehormatan untuk saya, tuan Sharga."
'Hahaha, bos baru memujiku! Kalian lihat hebatnya aku kan!'
Poffo merasa puas di hatinya dan sudah memikirkan bagaimana menghadapi orang orang yang akan menentangnya.
"Selama masa jabatanmu sebagai direktur keuangan...."
"KAU MENEKAN BAWAHANMU DAN MENGGELAPKAN UANG PERUSAHAAN BERKALI KALI DENGAN TOTAL LEBIH DARI 9 JUTA DOLLAR!! KAU BAHKAN MEMBUAT KELOMPOK BAJINGAN KECILMU SENDIRI UNTUK MENIPU DEWAN DIREKSI!!!"
__ADS_1
"PEKERJAANMU CUKUP SAMPAI DI SINI!! KAU DI PECAT!! BAGUS SEKALI PEKERJAANMU SIALAN!!!"
Bastian berteriak dengan tatapan tajam dan dingin.
Melihat titik balik yang tiba tiba ini, semua orang terkejut.
Hati Poffo menciut dan kulitnya menjadi pucat.
'Tidak, tidak mungkin, aku---,,,'
Poffo sama sekali tidak menduganya. Jelas situasinya sangat aman sebelumnya. Dan tiba tiba berubah tajam menjadi sangat buruk.
Dia sudah sangat hati hati dengan penggelapan dana perusahaan, dan bahkan membuat laporan palsu semalam suntuk selama tinjauan keuangan akuisisi perusahaan sehingga membuat celah dengan mulus.
Queen dengan lembut meletakkan dokumen investigasi di depannya.
Tenggorokan Poffo terasa kering dan tubuhnya gemetar saat mengambil dokumen itu, seolah kertas itu seberat gajah.
Satu per satu daftar di kertas itu mencantumkan semua jenis penyelewengan yang menurutnya sudah di sembunyikan dengan hati hati, menyalahgunakan kekuasaan dan mencari keuntungan ilegal untuk dirinya sendiri. Bagus bukan?
Bahkan beberapa kecurangan yang sudah dia lupakan, muncul lagi dan ditulis di atas kertas itu dengan sangat jelas.
"Tidak! Ini tuduhan yang salah! Ini semua palsu! Seseoran pasti memfitnahku!"
Poffo sangat marah dan berteriak penuh emosi, mencoba melakukan pembelaan terakhir.
Dia melihat sekeliling dengan panik dan ingin melanjutkan pembelaannya, tetapi tiba tiba dia tidak bisa berbicara.
Karena Bastian sudah menatap dengan matanya yang tajam setajam pisau.
Dia tidak bisa bernafas.
Dia ambruk sepenuhnya di kursi.
"Tamat sudah... Semuanya sudah berakhir..."
"Jadi menurutku, kau tidak memerlukan perubahan jabatan, yang kau butuhkan adalah penyelidikan polisi dan pengadilan pidana sedang menunggumu." kata Bastian datar dan melambai dengan santai.
Pintu ruang pertemuan terbuka dan beberapa penjaga keamanan bertubuh kekar langsung masuk.
"Tuan Sharga, polisi sudah tiba."
"Tidak! Kenapa hanya saya! Tuan Sharga, saya ingin melapor! Saya ingin melaporkan yang lain!"
Poffo tiba tiba menangis histeris, wajahnya panik, dia menyadari karirnya sudah selesai tapi dia ingin menyeret beberapa orang ke dalam jurang untuk menemani kehancurannya.
Banyak wajah orang di ruangan itu yang langsung berubah.
"Bungkam mulutnya dan seret keluar!" kata Bastian dengan dinginnya.
"Baik, tuan!"
Beberapa petugas keamanan menutup mulut Poffo dengan kasar sehingga dia tidak bisa bersuara lagi dan kemudian di seret keluar dari ruangan.
Semua orang tahu bahwa karir Poffo sudah tamat.
__ADS_1