Kaisar Bisnis

Kaisar Bisnis
Keren


__ADS_3

Bastian membawa Xia pergi ke kedai kopi yang tenang.


"Tolong moccachino nya." Bastian berkata kepada pelayan.


"Aku juga."


Setelah Xia selesai memesan, dia menatap Bastian dan ragu ragu berkata. "Aku benar benar minta maaf atas apa yang terjadi tadi. Aku tidak menyangka Amari akan bertindak sejauh itu dan aku tidak menyangka Aleister juga kebetulan pergi ke sana."


"Kau tidak perlu minta maaf atas perilaku orang lain, itu bukan salahmu."


Bastian tersenyum dan berkata. "Aku sudah merasakan rasa terima kasihmu, Aku menyelematkanmu dari bahaya malam itu juga berakibat baik untukku. Juga suatu kehormatan untukku."


'Berakibat baik? Apa maksudnya?'


Pipi Xia tiba tiba merona, nafasnya sesak dan tanpa di sadari seperti bengek.


Bastian sama sekali tidak memperhatikannya.


Pelayan membawakan pesanannya, Bastian meminumnya dan sedikit mengerutkan kening. "Hm? Tidak buruk."


Lagipula yang dia minum sekarang adalah bubuk kopi dari biji kopi paling mahal dan murni. Kemudian di siapkan dengan cermat oleh barista yang mahir dalam pembuatan kopi. Seiring waktu, rasanya secara alami akan menjadi menakjubkan.


Lambat laun, dua orang yang sebelumnya canggung, mulai bisa mengobrol dengan tenang.


"Ah? Jadi kamu adalah pemilik Moleque?" Xia tidak bisa menahan diri untuk berseru.


Orang lain di kedai kopi itu memandangnya kaget satu persatu. Dia dengan cepat menutup mulutnya.


"Apakah itu sesuatu yang luar biasa?" Bastian tertawa.


"Tentu saja, kamu terlihat terlalu muda untuk menjadi pemilik perusahaan besar." Xia mau tidak mau berkata. "Aku bisa mengerti mengapa Harley begitu ketakutan."


"Ah tidak juga." Bastian mengangkat bahunya dan berkata sambil bercanda. "Bisa di bilang bahwa untung saja itu adalah Harley. Jika itu orang lain, karena tidak mengenalku, mungkin saja dia menganggapku sebagai pemuda yang tidak bisa membedakan status lalu menghajarku."


"Bisa jadi. Hahaha." setelah mendengarkan lelucon Bastian, Xia tidak bisa menahan tawanya yang keras. "Tapi bukan kebetulan kamu memiliki puncak rantai bisnis kosmetik."


Bastian berkata. "Jika kau ingin bekerja di Moleque, katakan saja namaku di sana dan mereka pasti akan bilang padaku."


"Tidak perlu." Xia buru buru berkata. "Kamu sudah pernah menyelamatkan aku, jika sekarang kamu menolongku lagi, aku benar benar seperti orang yang tidak tahu malu."


'Mengapa Bastian ingin membantuku? Jangan jangan dia juga tertarik padaku.' Memikirkan hal ini, jantung Xia berdetak lebih cepat.


Bukan detak jantung cepat yang mengesalkan seperti perasaannya kepada Aleister. Saat ini dia senang.


"Itu semua masalah sepele, bahkan tidak layak untuk di sebutkan." Bastian tertawa.


Dia tidak tahu bahwa Xia akan berpikir terlalu jauh. Alasan mengapa dia memilih untuk membantunya adalah selain itu memang masalah yang kecil baginya.


Itu karena, Xia membela dirinya di depan Harley tanpa mengetahui identitasnya, memberinya sedikit penghargaan.

__ADS_1


Dalam suasana yang menyenangkan dan santai, waktu berlalu dengan cepat.


Akhirnya, di saat akan berpisah, Xia sekali lagi mengucapkan terima kasih dengan sungguh sungguh kepada Bastian.


Dia menatap wajah Bastian yang tampan dan tegas dengan senyum lembut, wajahnya sedikit malu dan menjadi sedikit ragu ragu, seolah ingin mengatakan sesuatu.


"Ada apa?" Bastian bertanya dengan ragu.


"Anu---,,,"


Setelah menarik nafas dalam dalam, Xia pada akhirnya mengumpulkan keberanian, bibir mungilnya sedikit terbuka dan kemudian dengan keras berkata. "Bastian, aku menyukaimu."


Bastian menyelamatkannya dari tangan preman yang kejam. Waktu dia bersandar di dada Bastian saat itu, dia melihat wajah Bastian yang tenang dan tampan lalu merasa sangat aman serta bisa di andalkan.


Sejak saat itu, dia memiliki perasaan yang berbeda kepada Bastian.


Dan sikap Bastian yang mendominasi dan menakjubkan di hadapan Harley dan Aleister tadi membuatnya semakin jatuh cinta kepadanya.


Sekarang, Xia akhirnya tidak bisa menahan perasaannya dan menunjukkan isi hati kepada Bastian.


Kebahagiaan memang perlu di perjuangkan dengan sedikit usaha.


Krik krik krik krik krik.


Bastian tampak bingung. Dia menyelamatkan Xia tanpa perasaan, itu karena misi dari sistem. Hanya itu saja.


DING!


[Misi : Menyetujui pengakuan cinta seorang wanita.]


[Hadiah penyelesaian misi : Kekayaan + 5 milyar dollar.]


[Hukuman misi gagal : Kekayaan - 5 milyar dollar.]


'Hm?'


Bastian mengerutkan dahinya dengan senyum kecut. Misi sistem kali ini membuatnya kesal.


Xia menatap Bastian dengan gugup dan menunggu jawabannya.


Setelah beberapa saat, Bastian menghela nafas dan berkata kepada Xia. "Maaf."


"Ap-apakah kamu tidak menyukaiku?"


Tubuh Xia gemetar, matanya tampak seperti pusaran air yang berputar putar.


"Bukan, kau adalah gadis yang sangat menarik, cantik dan baik hati, bagaimana mungkin seorang pria tidak menyukaimu?"


Bastian menggaruk kepalanya dan berkata dengan sungguh sungguh. "Tapi aku sudah punya pacar, jadi aku tidak bisa menerima ungkapan cintamu."

__ADS_1


DING!


[Misi random "Pengakuan dadakan" gagal.]


[Kekayaan dikurangi 5 milyar dollar.]


Wajah Bastian menjadi jelek, untung dia bisa menutupinya, dia merakan jantungnya meneteskan darah. Dia baru saja kehilangan uang sebesar 5 milyar dollar secara langsung.


Hatinya sudah berteriak dengan panik. 'Memangnya tidak ada cara lain! Kejam sekali! Sial!'


Tapi kenyataannya di permukaan dia mencoba tenang.


"Jadi---,,," Xia menangis dan tersenyum, menyeka air matanya dan melanjutkan. "Aku kira kamu membenciku karena kejadian hari ini. Selama kamu tidak membenciku, aku sudah sangat bahagia. Itu menunjukkan bahwa aku masih punya kesempatan, bukan? Tapi ini adalah pengakuan cinta pertamaku, dan aku masih sedikit sedih karena di tolak."


Melihat wajah Xia yang tulus dan tegar ada juga kesediah yang tersembunyi. Hujan di wajahnya yang anggun membuat orang ingin melindungi dan mencintainya.


Bastian mendekat dan membuat Xia menahan nafasnya.


Bastian perlahan menatap mata Xia dan tubuhnya semakin dekat.


'Apa ini? Apakah dia ingin menciumku?'


Xia merasa gugup, pupil matanya langsung menyusut dan frekuensi detak jantungnya melonjak dengan cepat.


Dengan mata tertutup, Xia menunggu, merasa waktu terhenti.


'Ini ciuman pertamaku. Bagaimana ini?'


Dia sama sekali tidak tenang menunggu pria di depannya.


Kedua pipi Xia merona merah pekat. Sepasang matanya yang cerah dan jernih tertutup rapat karena gugup hanya menyisakan bulu mata panjang yang sedikit bergetar.


Tapi setelah menunggu beberapa waktu, dia tidak merasa ada apa apa.


Saat dia membuka matanya, dia hanya menemukan wajah nyengir Bastian.


Bastian yang menatapnya hanya menepuk kepala Xia lembut dan mengacak acak rambutnya sampai berantakan seperti bulu ayam.


"Aku pikir kau lebih cantik jika tersenyum. Sampai jumpa."


Bastian melambaikan tangannya, masuk ke dalam mobil, dan menginjak pedal gas lalu pergi meninggalkan tempat itu tanpa menunggu Xia bereaksi.


Dia pergi begitu saja.


Keren.


Xia berdiri di tempat, menatap Bastian yang pergi seperti maling dan tidak bisa menahan tawanya.


"Hehehe, aku berpikir terlalu jauh."

__ADS_1


Dia menyentuh pipinya dan bergumam. "Sungguh pria yang menarik, tapi aku tidak akan menyerah begitu saja. Aku akan berusaha sebaik mungkin untuk mengejarnya, masih ada kesempatan sebelum dia menikah."


__ADS_2