Kaisar Bisnis

Kaisar Bisnis
Al Snow


__ADS_3

"Pemegang saham utama dan putra ketua Coral Group, Al Snow, pewaris pertama dari keluarga Snow?"


Bastian tiba tiba sedikit mengerutkan kening ketika dia mendengar ini. "Apa yang akan dia lakukan di kota ini?"


Coral Group adalah industri kosmetik terbesar di dunia dan memiliki aset hampir 100 milyar dollar.


Di pasar kosmetik di negara ini, selalu mendominasi dan tidak tertandingi. Coral dan keluarga Snow adalah dua nama yang bisa di katakan terkenal secara luas. Coral Group telah menguasai 17% pangsa pasar negara ini, terutama konsumen kosmetik berdasarkan keuangan masing masing.


Keluarga Snow yang memiliki saham lebih dari 30% di Coral Group adalah keluarga yang bertanggung jawab atas Coral Group dan memiliki banyak ketenaran dan kehormatan di dunia.


Tapi sekarang, ketika Moleque baru saja memulai karir dan situasinya dalam kondisi baik, pewaris keluarga Snow tiba tiba datang ke kota Sidni, yang membuat Bastian menjadi waspada.


[Tuan Sharga, menurut penyelidikan, perjalanan Al ke Sidni di konfirmasi enam bulan yang lalu, jadi kita bisa sedikit yakin bahwa itu tidak ada hubungannya dengan produk kita.]


Queen menjelaskan di telpon.


Mendengar bahwa Al tidak mengincar Moleque, Bastian menghela nafas lega, lalu bertanya. "Cari tahu untuk apa dia datang ke Sidni."


Orang seperti itu datan ke kota Sidni, meskipun itu tidak mengincar dirinya, Bastian harus mewaspadainya.


[Berdasarkan informasi yang saya terima, kemungkinan dia memeriksa anak perusahaan yang di dirikan Coral Group di kota Sidni dan berencana untuk meningkatkan investasinya di kota Sidni. Bagaimanapun, Sidni adalah salah satu area bisnis utama mereka dan juga merupakan kantor pusat mereka di negara ini.]


"Jadi---,,,"


Bastian sedikit merenung. "Tingkat konsumsi Sidni termasuk yang tertinggi di negara ini. Satu kota saja menyumbang 15% dari pangsa pasar domestik, dan ada tren ekspansi berkelanjutan dalam beberapa tahun terakhir, jadi tidak mengherankan jika Coral Group mengutamakan kota Sidni."


Semua jenis perusahaan merek kosmetik besar di kota Sidni sudah mengakar dan memiliki kekuatan dalam bekerja sama.


Dan jika yang bekerja sama memenangkan sebagian besar pangsa pasar Sidni, itu akan memberikan Coral untun sebesar 10 milyar dollar per tahun.


Bahkan Coral Grup pasti mendambakannya.


Setelah berpikir lama, Bastian memerintahkan. "Coba lihat apakah kau bisa membuat janji dengan Al untukku dan katakan bahwa aku ingin bekerja sama dengan Coral Group."


Setelah menutup telpon, Bastian melihat pemandangan kota di kejauhan melalui jendela besar yang luas dan cerah, dia menatap penuh dengan perhatian.

__ADS_1


Dengan kekuatan Moleque saat ini, tidak di ragukan lagi bahwa tidak ada cara yang baik untuk bersaing dengan Coral Group, raksasa industri kosmetik saat ini.


Meskipun Bastian memiliki kepercayaan diri yang tak tertandingi pada produknya sendiri, tapi jika dia mengalahkan cabang Coral Group di Sidni untuk saat ini, hal itu berarti dia akan bertarung melawan seluruh Coral Group.


Bagaimanapun, Coral Group memiliki latar belakang yang kuat dan masih memiliki basis konsumen yang setia. Jika Bastian mengambil langkah yang gegabah, walaupun jika dia menang pun, dia akan memperlambat perluasan sayap Moleque.


Selain itu, jika Moleque memonopoli pasar secara gegabah, hal ini bisa menyebabkan perang dengan perusahaan kosmetik lain.


Jika Bastian bisa bekerja sama dengan keluarga Snow dan memberikan sedikit manfaat, pastinya hal itu akan mempercepat laju perkembangan Moleque secara maksimal. Tidak ada ruginya.


Dalam bisnis, tidak ada musuh yang permanen, hanya ada kepentingan yang permanen.


***


Kantor Coral Group, cabang Sidni.


Di pintu masuk perusahaan, karpet merah besar di gelar dan hampir semua karyawan perusahaan itu berada di kedua sisi sambil menundukkan kepala dan terlihat hormat.


Hari ini, Al Snow, ketua Coral Group sekaligus pewaris keluarga Snow akan mengunjungi kantor cabang Sidni.


Semua orang mengesampingkan pekerjaan mereka dan di minta untuk menyambut bos mereka.


Semua orang telah menunggu selama hampir dua jam dan dahi mereka mulai berkeringat.


"Hei, walaupun dia pewaris keluarga Snow, kita juga tidak harus begini kan? Pekerjaan kita masih banyak."


Beberapa orang tidak tahan dengan siksaan terik matahari dan tidak bisa menahan diri untuk mengatakannya.


"Sssttt! Kau tidak ingin mati kan? Katanya tuan muda Snow ini memiliki temperamen yang kasar dan membenci orang yang tidak menghormatinya. Jika sampai dia tahu bahwa kau berbicara buruk tentang dia di belakangnya, kau akan di depak dengan mudah. Tidak kah kau lihat bahwa presdir sampai keluar untuk menyambutnya secara langsung?"


Ada yang mendengar bahwa ketika Al mengunjungi daerah lain, dia memberhentikan kepala eksekutif di banyak daerah. Beberapa orang menolak untuk menerima keputusan tersebut dan hasilnya bahkan lebih mengerikan. Banyak orang sudah di hancurkan kehidupannya karena mereka menyinggung perasaannya.


Rumor horor mulai menyebar di kalangan karyawan dan membuat mereka terlihat ketakutan.


Di kejauhan secara bertahap muncul bayangan iring iringan mobil, pemandangan ini mampu membuat orang iri.

__ADS_1


Empat mobil Mercedes-Benz di depan dan empat mobil Land Rover di belakang, mengawal sebuah Bugatti Veyron yang bersinar di tengah rombongan, seperti seorang kaisar.


Mata semua orang menunjukkan sedikit iri dan ketakutan, inilah kekuatan pewaris pertama keluarga Snow.


Seorang pria muda dengan rambut pirang rapi dan bermata biru turun dari mobil, dia tampak hampir berusia 30 tahun, dia mengenakan jas panjang hitam dan wajahnya penuh dengan kebanggaan serta tatapan yang dingin.


Saat dia berjalan perlahan melalui karpet merah cerah yang di kelilingi pengawal, semua karyawan perusahaan yang menunggu di kedua sisi membungkuk dengan hormat.


"Selamat datang tuan muda Snow!"


Tapi, wajah Al selalu tanpa ekspresi, bukan hanya dia tidak merespon, tapi dia bahkan tidak terlalu memperhatikan mereka.


Banyak orang menunjukkan kemarahan dan kekesalan di wajah mereka, tetapi mereka tetap menekannya secara paksa dan tidak berani mengeluh sedikit pun.


Memangnya mereka siapa? Apa statusnya? Tidak perlu menghormati mereka.


Tapi kini, semakin banyak orang yang ingin mencoba dan berencana untuk tampil baik di depan Al, mungkin mereka bisa memenangkan kesempatan untuk melewati gerbang kejayaan.


Banyak wanita yang percaya diri pada kecantikan dirinya, dada mereka di busungkan dan memasang wajah tercantik mereka, berharap mendapat kesempatan untuk di tarik oleh Al.


"Tuan muda Snow, selamat datang di perusahaan, saya Randy Savage, presdir Coral Group cabang Sidni, ijinkan saya untuk mengajak anda berkeliling perusahaan."


Seorang pria paruh baya yang cakap melangkah maju dengan hormat dan berkata kepada Al dengan sikap yang sangat menyanjung.


Meskipun terkenal di kota Sidni dan jabatannya di group juga tidak rendah, tapi di hadapan Al, dia tidak berani untuk lepas kendali.


"Baiklah, pimpin jalannya."


Di hadapan presdir perusahaan itu, Al mengangguk sedikit dan akhirnya melihatnya.


Pada saat ini, dari sudut matanya, dia tiba tiba melirik seorang karyawan cantik dan menawan di dekatnya, dan raut keserakahan melintas di wajahnya.


"Kau! Kemarilah."


Karyawan wanita itu langsung tertegun.

__ADS_1


"Iya! Kau itu!" Al tersenyum jahat.


Karyawan wanita muda itu tidak berani melanggar perintah dan berjalan dengan penuh rasa takut.


__ADS_2