Kaisar Bisnis

Kaisar Bisnis
Rolex Gypsophila


__ADS_3

Saat keluar dari toko, Bastian menyerahkan gaun itu kepada Jessica.


"Ini untukmu." kata Bastian santai.


"Untuk saya?" tanya Jessica.


Jessica terkejut. Dia pikir Bastian membeli untuk pacarnya. Tapi ternyata malah untuk Jessica.


"Tidak, tidak, tuan Sharga, saya tidak mungkin bisa memakainya. Bagaimana mungkin saya bisa menerima barang barang mahal dari anda?" kata Jessica.


Jessica melambaikan tangannya dengan panik.


"Ambil lah." kata Bastian dengan santai.


"Anggap saja sebagai hadiah atas pelayanan kamu yang sangat baik. Jika kamu tidak menerimanya, aku akan bersedih. Selain itu, harganya juga tidak murah." lanjut Bastian.


"Sudah, ambil saja. Dan ayo jalan lagi."


Bastian berkata dan berjalan lagi begitu saja.


Hati Jessica mulai berkecamuk, wajah cantiknya menjadi merah.


'Seharusnya dia tidak perlu... Ah, apa yang kamu pikirkan Jess!' kata Jessica dalam hati.


Melihat gaun berharga ratusan ribu dollar di tangannya, Jessica sadar dan tersenyum kecut.


"Dia adalah tuan muda yang kaya. Aku hanyalah seorang pelayan hotel. Bagi dia, mungkin hadiah ini hanya secuil kekayaannya saja. Tidak banyak berarti bagi dirinya."


Bastian mengajak Jessica ke toko jam tangan merek Rolex.


Di antara banyak merek jam tangan terkenal di dunia, Rolex adalah merek favoritnya. Bukan karena ingin memiliki, bagi Bastian, merek Rolex lebih gampang di ingat dan enak di dengar.


"Selamat datang."


Seorang pria jangkung ber jas rapi, tersenyum dan menyapa.


"Jam tangan seperti apa yang ingin anda beli, tuan? Elegan? Atau anda ingin tampilan santai?"


Bastian merasa pusing melihat berbagai jam tangan berkilauan di toko kecil ini.


Membuat dirinya sulit untuk memilih.


Bastian seperti menginginkan semuanya.


Tapi Bastian tidak bisa membeli semua yang ada di toko itu, baginya itu akan sia sia. Jadi dia sedang memikirkan dan memilih milih dalam hati. Lagipula ini hanya sebuah jam. Tidak bisa dipakai semuanya sekaligus.


"Apa ada rekomendasi yang cocok untukku?" tanya Bastian.

__ADS_1


"Silahkan ikuti saya." Jawab pria itu tersenyum dan mengajak Bastian untuk menjelaskan satu persatu.


"Tuan, anda lihat Rolex 116500LN ini, jam tangan ini model yang sangat populer akhir akhir ini."


"Lalu, model CHNR ini juga sangat indah, dengan berlian merah menghiasi bagian luarnya."


Pelayan pria mengambil beberapa langkah ke depan dan berkata sambil tersenyum.


"Ini adalah Rolex Gypsophila terbaru, tetapi harganya mungkin sedikit mahal."


Bastian menatap jam itu dalam dalam.


"Hah? Ini bagus!" seru Bastian.


Walaupun berlian kecil yang sempurna tidak semewah berlian besar, tapi memberikan nuansa indah dan menarik. Berlian kecil dan warna emas mampu menambah kemewahan satu sama lain dan terlihat menawan secara berdampingan.


"Berapa ini?" tanya Bastian.


"Tuan, harga model ini 450 ribu dollar, tapi harga itu sangat sepadan dengan hasil pengerjaannya."


Pelayan pria itu menjelaskan dengan antusias sambil mengamati wajah Bastian.


Benar saja, Bastian sedikit mengerutkan kening.


"Benar benar sebuah pemborosan menghabiskan begitu banyak uang untuk sebuah jam tangan, tapi karena orang ini tertarik, masih ada harapan." kata pelayan dalam hati.


"Apakah bisa menjualnya? Tergantung pada mulutku."


Pelayan pria itu terhanyut dalam pikirannya sendiri, tetapi tiba tiba di ganggu oleh Bastian.


"Apakah ini satu satunya?" tanya Bastian.


"Yah, kami masih memiliki yang harganya 200 ribu dan 110 ribu atau harga yang lebih rendah untuk anda pilih juga ada." kata pelayan itu sedikit kecewa, tapi dia tetap tersenyum lebar.


"Tidak." kata Bastian.


Sambil menggelengkan kepalanya, Bastian berkata.


"Maksudku, apakah tidak ada model yang lebih mahal?"


Pelayan pria itu terlihat tercengang.


"Apa!" seru pelayan dalam hati.


"Jadi apakah dia benar benar tidak tertarik dengan jam itu karena harganya murah?" lanjut pelayan dalam hati.


Pelayan itu benar benar terkejut.

__ADS_1


"Ah, tentu saja ada, tuan."


Sebagai pelayan yang terlatih secara profesional, pria ber jas itu tetap tersenyum sempurna.


"Kami memiliki Deluxe Rolex Gypsophila LIY seharga 2,88 juta dollar. Dan ini edisi terbatas."


"Itu dia!"


Bastian mengangguk puas dan membuat keputusan cepat.


"Harap tunggu sebentar, karena harganya terlalu mahal, jam tangan ini di simpan di brankas, perlu ijin dari manajer umum kami untuk mengeluarkannya."


Sekitar lima menit kemudian, pelayan pria tadi datang dengan tergesa gesa. Dia di temani oleh seorang pria lain yang memegang sebuah kotak kayu kecil di tangannya.


"Tuan, saya Zach Gowen, manajer toko ini, apakah anda yang ingin membeli Rolex Gypsophila LIY?"


"Yap. Apakah kamu membawanya?" kata Bastian dengan enteng.


"Saya membawanya, tuan."


Sikap manajer juga sangat hormat dan sopan. Baginya, jarang menerima lebih dari dua juta dollar dalam sekali pembelian.


Benar benar hal yang sangat menyenangkan.


Ketika kotak di buka, Rolex Gypsophilia LIY yang cerah dan hancul muncul di depan mereka.


Sambil mendengarkan bualan manajer yang tiada henti, Bastian memperhatikan jam tangan itu dengan cermat.


Berlian yang mempesona mengelilingi pelat jam tangan mewah dan menawan. Desain pelat jam gemerlap seperti bintang bintang dengan angka bilangan romawi berwarna biru, membuat pesona elegan yang unik. Dilengkapi dengan jendela kecil menunjukkan kalender dengan lensa cembung. Disekitar jam utama, ada tiga jam kecil menunjukkan waktu dari tiga negara yang berbeda.


Semua mempesona, elegan dan unik.


Pengerjaan yang sangat indah mencerminkan usaha yang melelahkan dan waktu yang di gunakan oleh pembuat jam. Ini adalah perpaduan antara mesin dan perasaan, bisa di sebut sebagai mahakarya artistik yang sempurna.


Hal ini cukup untuk membuat pecinta jam tangan yang tak terhitung jumlahnya menjadi terobsesi dan menggila.


Tentu saja, harganya juga cukup untuk menarik 99% pecinta jam tangan.


2,88 juta dollar.


Hanya untuk sebuah alat penunjuk waktu.


Sungguh harga yang gila bagi orang biasa.


"Sangat bagus!"


Bastian tersenyum puas dan melambaikan tangannya yang kekar.

__ADS_1


"Saya mau membelinya!"


__ADS_2