
Pada tanggal 20 september menjelang malam, di bandara internasional Sidni.
Banyak orang telah berkumpul di luar bandara. Kebanyakan dari mereka terlihat antusias sambil memegang light stick atau pun spanduk berwarna cerah di tangan mereka.
Karena hari ini, penyanyi papan atas terkenal bernama Aliyah Areebi akan datang ke kota Sidni dan menggelar konser ber skala besar di malam hari nanti.
Para penggemar yang mendapat informasi itu secara alami berkumpul di bandara lebih awal dan mulai memanggil manggil dewi pujaan mereka itu.
Sebenarnya, kemampuan menyanyi Aliyah Areebi sendiri telah di kritik oleh banyak orang. Rumornya, dia berada di lingkaran dunia hiburan dan naik status dengan berbagai cara yang tidak ada di meja. Intinya, dia tidak pernah mendapat kontrak.
Tapi, karena penampilannya yang luar biasa dan sosok yang mempesona, dia juga telah meraih banyak penggemar dengan modal wajah dan tubuhnya, dia memiliki popularitas yang cukup besar di kalangan anak muda, terutama pria muda.
Dalam suara lengkingan keras, sebuah pesawat penumpang yang besar menderu ke bandara dari jauh.
"Aliyah! Aliyah! Aliyah!"
"Aliyah! Aku mencintaimu!"
"Kyaaaa! Aliyah!"
Pesawat baru saja berhenti, sekelompok besar penggemar sudah mengepung lobi penjemputan, bersiap siap dan bahkan banyak orang yang berjuang untuk posisi depan, pemandangannya sedikit ricuh.
Saat ini, raungan mesin seperti binatang buas datang dari kejauhan, dan mobil sport klasik berwarna perak melaju dari kejauhan.
Dalam remang remang di bawah cahaya lampu bandara, permukaan mobil itu berkilau dengan cahaya dingin yang sangat mulia.
"Rolls-Royce?!"
"Sial! Itu mobil mewah!"
Perhatian semua orang langsung teralihkan, dengan sedikit terkejut di hati mereka.
__ADS_1
Melihat Rolls-Royce bergegas berhenti di depan lobi penjemputan, penggemar yang berdiri di sana memberi jalan ke kedua sisi dalam sekejap, seperti lorong luas untuk mobil itu berhenti.
Rolls-Royce itu juga berjalan begitu saja tanpa peduli dengan kerumunan ke depan pintu lobi penjemputan.
Seorang sopir berpakaian rapi turun dari mobil dan membuka pintu penumpang dengan hormat.
"Aah. Akhirnya sampai juga."
Bastian turun dari Rolls-Royce Silver Shadow dan melihat pintu lobi penjemputan dengan senyum di wajahnya.
"Wah ada orang kaya, apa dia juga ingin bertemu dengan Aliyah?"
"Pasti! Siapa yang lebih cantik dari Aliyah, pasti orang kaya ini juga mengaggumi Aliyah."
"Waah, Aliyah memang luar biasa!"
"Pemuda itu juga sangat tampan! Dia seperti pangeran!"
"Hahaha, apapun yang terjadi, sang dewi tidak akan menyukaimu!"
Para penggemar itu membicarakan Bastian satu demi satu. Beberapa orang merasa bangga dengan dewi pujaan mereka dijemput oleh pemuda tampan yang memiliki Rolls-Royce. Dan yang lainnya marah dan kesal, merasa seperti istri mereka di rebut.
Tapi semua orang yakin bahwa Bastian ada di sini untuk bertemu dengan Aliyah.
Kabin kelas satu pesawat perlahan di buka dan sejumlah penumpang mulai keluar lalu berjalan ke lobi penjemputan.
Di antara mereka, yang berjalan paling depan adalah seorang wanita montok dengan pakaian seksi dan terbuka, dengan bulu mata hitam panjang serta poni miring yang sedikit menutupi mata kirinya.
Dengan senyum cerah di wajahnya, dia melenggangkan pinggulnya perlahan dan berjalan menyusuri lobi penjemputan.
Para penggemarnya di sana langsung menjadi gila, mengibarkan spanduk dan bendera lalu menuangkan semua unkapan cinta mereka.
__ADS_1
Ketika Aliyah melihat seorang pemuda bersandar pada Rolls-Royce, dia jelas membuat penilaian yang sama seperti penggemarnya.
Beberapa orang mungkin tidak tahu, tapi dia jelas langsung tahu bahwa itu adalah Rolls-Royce Silver Shadow.
Mereka yang bisa mengendarai Rolls-Royce Silver Shadow pasti memiliki latar belakang yang bagus di keluarganya, jadi Aliyah membuat pengecualian untuk Bastian dan memutuskan untuk memeluknya dan bahkan mempersilahkan dirinya untuk mengajak naik mobil itu.
'Ya, dia masih terlihat tampan dan kaya, aku akan mempersilahkan dirinya untuk mengajakku naik mobilnya dan aku juga akan mempertimbangkan apabila dia ingin jadi pacarku.'
Sambil memikirkan hal itu, kecepatan berjalan Aliyah sedikit di percepat. Senyum di wajahnya lebih cemerlang.
Dan mata Bastian juga menunjukkan ekspresi bahagia berjalan ke arah Aliyah.
'Ternyata dia mengharapkanku!' seru Aliyah dalam hati.
Aliyah membuka tangannya lebar lebar dan kemudian ternyata Bastian bergegas melewatinya begitu saja.
'Eh? Apakah dia buta? Aku disini!'
Ekspresi Aliyah cemas, padahal tangannya sudah terulur kemana mana, rasa canggung tak tertandingi menyerang hatinya.
"Hei! Aku di sini!"
Dia tidak bisa menahan diri untuk melihat ke belakang dan berteriak kepada Bastian.
"Hah?" Bastian menoleh dan melirik Aliyah dengan wajah bingung.
"Memangnya, kau siapa?"
'Siapa aku?'
Seluruh wajah Aliyah langsung membeku, bahkan sedikit berkedut bodoh.
__ADS_1
'Aku penyanyi papan atas nomor satu yang populer di negara ini dengan puluhan juta penggemar! Kau bahkan tidak mengenal aku?!' Seru Aliyah dalam hati dengah super terkejut.