Kaisar Bisnis

Kaisar Bisnis
Jadian


__ADS_3

Forever in Love adalah lagu yang di bawakan Kenny G dengan saxophone, lagu yang memuji cinta. Lagu ini terkenal dengan kemegahan epik dan antusiasisme yang melonjak. Dan lagu ini juga sangat sulit untuk di mainkan di biola.


Melodinya secara bertahap mencapai puncaknya, dan dengan rangkaian nada biola yang kuat dan unik, secara perlahan meresap ke dalam hati dan limpa yan membangkitkan getaran jiwa manusia.


Melodi yang kental seperti berubah menjadi kabut tebal yang menyebar dari getaran senar senar.


Perasaan mendalam yang ada di dalamnya juga seperti hujan yang menyebar dan turun membasahi hati semua orang.


Ekspresi April berangsur angsur berubah dari acuh tak acuh pada awalnya menjadi sangat terhanyut, mengikuti nada yang indah menjadi sebuah ritme yang lebih hidup.


Di depan bayangan matanya, seakan tampak ada pemuda sederhana dan perempuan yang lembut dan cantik. Sedang jatuh cinta dan membuat janji setelah mengalami lika liku dan penderitaan yang akhirnya bisa membuat mereka berjalan bersama.


Bagai gelegar petir dan guntur bersamaan dengan nyaring emas dan besi berdenting, serak tapi menunjukkan suara lembut biola membawakan melodi sampai akhir.


Permainan nada itu akhirnya berakhir.


Setetes air mata perlahan menetes dari mata April dan jatuh di punggung tangannya, hali itu menyadarkannya dan melepaskan diri dari perasaan kuat yang membuat seseorang sulit untuk melepaskan diri.


Bahkan beberapa pelayan tidak bisa menahan tangis. Suara biolanya sangat indah hingga seperti sebuah suara alam yang memanggil.


Walaupun tidak terlalu mengenal permainan biola, bahkan orang yang belum pernah mendengar permainan nada biola sebelumnya pun dapat merasakan getaran yang kuat dari permainan musik Bastian.


Bastian perlahan membuka matanya dan menghela nafas lega.


Dia beranjak dari duduknya dan membungkuk hormat lalu mendekati April.


Seolah olah dia adalah seorang pemain biola yang sedang tampil di bawah perhatian penonton yang tak terhitung jumlahnya.


"Bagaimana?" Bastian bertanya sambil tersenyum.


Dan tidak hanya April, para pelayan juga tidak bisa menahan tepuk tangan secara spontan.


Walaupun tindakan tepuk tangan mereka itu melanggar aturan staf dan akan mengakibatkan pemotongan upah setelahnya, mereka tidak perduli dan tetap bertepuk tangan atas penampilan yang luar biasa ini, karena itu adalah kehormatan yang pantas untuk permainannya.


Bahkan beberapa pekerja di sana yang terbawa oleh perasaan mereka, memutuskan untuk mengungkapkan cinta mereka kepada gadis yang mereka sukai. Beberapa juga langsung melompat ke pelukan kekasih yang sedang marah dengan mereka untuk menunjukkan kasih sayang sepenuhnya.

__ADS_1


"Bagaimana kamu bisa semenarik ini?" tanya April kaget, merasa gelisah karena dalam lubuk hatinya belum sepenuhnya tenang.


"Ya, mau bagaimana lagi?"


Hati Bastian bergetar dan berkata. Apalagi dia kini memiliki keterampilan bermain biola dengan sangat baik, pada dasarnya, bahkan orang paling bodoh di dunia pun akan menjadi hebat di bawah domain otak bantuan sistem.


Tapi jawaban ini secara alami tidak mungkin di ungkapkan dalam keadaan apa pun.


Bastian kembali lagi pada tingkah aslinya dan baru saja memberi April senyuman yang misterius.


"Di dunia ini, orang jenius itu nyata."


"Dasar! Benar benar tidak tahu malu sama sekali! Hahahaha!" April tidak bisa menahan tawa kerasnya, harapannya mendengar jawaban pria sejati rendah hati musnah seketika. Bastian adalah satu satunya orang yang dia kenal yang memiliki tingkat kepercayaan diri melebihi siapa pun di dunia ini.


"Mengapa kamu memilih lagu ini?" April menyeka air mata karena tawanya dan bertanya dengan lembut.


"Tentu saja itu semua untuk mengungkapkan apa yang kita lakukan sekarang. Forever in Love!"


Bastian tersenyum, melambaikan tangan kepada para pelayan untuk turun semua, lalu mengeluarkan kotak kecil persegi panjang yang di hiasi dengan indah dari sakunya dan perlahan membukanya.


Sentuhan cahaya biru mekar dari dalamnya, seolah olah bercampur di sekelilingnya. Ini adalah liontin batu sapphire yang indah.


"Ya, ini adalah satu satunya Blue Ocean di dunia." Bastian tertawa.


"Lalu mengenai rumor sama sekali tidak di perjual belikan atau semacamnya, begini, anggap saja itu karena tidak ada yang menawarnya dengan harga yang tidak bisa mereka tolak. Tapi butuh waktu lama bagiku untuk mendapatkannya. Aku baru bisa membawanya dari timur tengah kemarin malam, dan aku sempat khawatir waktunya tidak terkejar untuk kembali kesini."


"Dasar gila! Berapa yang kamu bayarkan untuk ini, bodoh?"


"Menurutku tidak masalah. Blue Ocean cocok untukmu, jadi aku membelinya. Dalam hatiku, hanya kau yang bisa menandingi raja permata sapphire yang bersinar ini. Harganya tidak sebanding dengan dirimu, April."


Bastian menatap April yang mengenakan gaun berwarna lavender dan sama mulia dan bersihnya seperti bidadari dari langit. Bastian melangkah ke depan dan berkata dengan sungguh sungguh dan tulus.


"April, aku menyukaimu, apakah kau mau menjadi kekasihku?"


Kejutan yang tak terlukiskan memenuhi hati April. Dia langsung menutup mulutnya, melebarkan matanya dan bahkan air mata meleleh di sudut matanya.

__ADS_1


"Kenapa kamu menangis?" Bastian panik dan bertanya dengan bingung.


"Apa kau masih terpukau dengan permainan biolaku tadi? Sudah, jangan di pikirkan tentang itu."


April menyeka air matanya lagi dan bergumam pelan.


"Apa kau selalu bodoh seperti ini... Aku terharu tolol... Aku mau."


"Hah?" Bastian nge-lag, meskipun itu jawaban yang di harapkan tetapi dia masih tidak percaya.


"Benarkah?"


"Iya bodoh. Aku mau menjadi kekasihmu." April tersipu dan menjawab dengan malu malu.


"Bagus sekali!"


Bastian dengan semangat melompat dan menari konyol. Kemudian dia mengeluarkan kalung dengan liontin permata Blue Ocean.


"Biar aku pakaikan untukmu, ini akan sangat indah."


"Baiklah."


Suara April sepelan suara nyamuk dan hampir tidak bisa terdengar.


Bastian melangkah maju, dengan lembut membantu April mengangkat rambut hitamnya dan memakaikan kalung indah itu untuk April.


Bastian memandangnya sejenak dan tersenyum senang.


Melihat leher putih halus dan wajah cantik di depannya, Bastian akhirnya menyerah pada pertahanan dirinya dan langsung mencium bibir April.


"Ba-Bastian...."


April lengah oleh serangan mendadak Bastian. Tubuhnya bergetar seperti tersengat listrik, tetapi pada akhirnya dia tidak melawan dan bahkan gantian menarik Bastian ke pelukannya.


Kekuatan April jauh lebih besar dari yang di bayangkan. Bastian lengah dan di tarik ke pelukannya, matanya tiba tiba melebar.

__ADS_1


Di puncak gedung tinggi ratusan meter, di bawah bayang bayang kelopak mawar hologram dan aroma wangi samar.


Waktu seperti berhenti untuk saat ini dan menjadi abadi.


__ADS_2