
Bright Moon Riverside, ruangan nomor satu.
Rampage mengundang Bastian bertemu di sini untuk membahas apa yang dia katakan di telpon sebelumnya.
Saat memasuki ruangan, Bastian melihat Rampage sedang merokok dengan wajah sedih dan seluruh tubuhnya di penuhi asap.
"Apa kau sedang bunuh diri? Matikan." Bastian mengerutkan kening dan sedikit kesal.
"Aah, oke oke bos." Rampage tidak berani membantahnya. Dia segera mematikan rokoknya dan tidak berani mengeluh.
"Katakan padaku apa masalahnya? Apa itu ada hubungannya dengan cedera Aiden?" Bastian melirik Aiden dan berkata tenang.
Begitu dia masuk, dia melihat bahwa Aiden yang berdiri di samping Rampage masih sangat agresif tetapi auranya agak melemah.
Apalagi kaki kiri bagian bawah masih agak bengkak, bahkan aroma darahnya masih bisa tercium jika tidak terbungkus perban.
__ADS_1
Dan cederanya pasti berat, bahkan Aiden seperti habis dari medan perang, apalagi sekarang dahinya keluar beberapa lapis keringat dingin.
Rampage terkejut lalu mengangguk beberapa kali menunjukkan rasa hormat yang tak terbatas di wajahnya. "Bos ini memang bijaksana, perkasa dan cerdas, semuanya tidak bisa di sembunyikan dari mata anda."
"Berhenti bicara omong kosong dan mulai bicara intinya." Bastian sangat dingin dengan pujian itu.
"Baik bos." Rampage buru buru mulai berkata. "Berkat dukungan dari anda baru baru ini, saya telah mengembangkan kekuatan kami dengan cepat sesuai instruksi anda. Jangan khawatir, semua adalah bisnis yang serius. Selama periode waktu ini, saya juga telah mengendalikan orang orang saya dengan baik. Tapi mulai beberapa hari yang lalu, seseorang tiba tiba mulai mengincar saya, menghancurkan barang barang di bar, diskotik, pusat perbelanjaan dan tempat lain milik kami. mereka juga melukai banyak orang orang kami."
"Oh ya? Siapa itu? Bukankah kau terkenal di Sidni? Apa masih ada orang di sini yang berani memprovokasimu?" Bastian merasa aneh. "Apa dari luar Sidni?"
"Tapi sepertinya Hardcore mengundang penolong yang kuat. Kekuatan penolongnya menakutkan dan dia bisa di katakan tidak punya saingan sekarang."
"Aiden dengan mudah di kalahkan dan di lukai olehnya. Jika bukan karena nama teman teman Aiden, mungkin nyawanya akan hilang di tangan orang itu. Hardcore menjadi sombong akhir akhir ini. Tidak hanya berhasil menaklukkan banyak kelompok kecil yang tersebar, tetapi dia juga terus menerus mencoba memprovokasi kami."
"Jadi, menurut anda, apakah anda bisa bergerak jika---,,," Rampage bertanya dengan hati hati.
__ADS_1
"Oh ya? Orang itu dengan mudah mengalahkan Aiden?"
Mata Bastian berbinar, meskipun kekuatan Aiden bukan apa apa baginya, tapi di level orang normal, dia sudah menjadi petarung yang sangat kuat, dan dia sudah di kalahkan lagi.
Hal ini membuat hati Bastian campur aduk dan sekarang seorang petarung kuat di matanya seperti anak ayam yang rentan. Mendengar berita ini, tentu saja dia sedikit penasaran.
Bagaimanapun, Rampage sekarang adalah tameng rahasia dari perkembangan kekuasaaannya sendiri. Dia tidak bisa berteman dengan Rampage tapi dia akan membantunya.
Cahaya dingin di matanya berkedip dan Bastian berkata dengan pelan. "Atur pertemuan dengan Hardcore untuk berbicara. Aku juga sedikit penasaran dengan orang yang tiba tiba muncul di belakangnya."
"Beritahu aku waktunya dan kalian tidak perlu melakukan apa apa. Aku akan menyelesaikannya sendiri."
"Terima kasih, bos besar!"
Dengan jaminan Bastian, Rampage langsung sangat gembira. Keterampilan Bastian pada hari itu seperti iblis. Selusin orang bersenjata tidak akan mampu mengalahkannya, setidaknya Bastian tidak lebih lemah dari seorang petarung misterius yang tiba tiba muncul membantu kelompok lain.
__ADS_1