
'Reuni?'
Wajah Bastian tenggelam dalam kenangan dan beberapa saat kemudian menghela nafas berat.
'Aku sudah lama tidak bertemu mereka.'
Tiga tahun setelah lulus dari perguruan tinggi, semua orang sudah lama tidak berkumpul.
Beberapa dari mahasiswa itu masih tinggal di kota, sementara yang lain sudah pergi dan berpisah dengan jalan hidup yang berbeda beda.
'Aku hanya tidak tahu bagaimana suasana hati mereka akan berubah setelah bertemu lagi.'
Bastian masih menantikan acara ini.
'Apakah semua teman sekelas baik baik saja setelah sekian lama?'
***
Di malam hari, Bastian baru saja selesai makan malam dan berbaring dengan nyaman di kursi santai di belakang vilanya, memandangi danau buatan yang berkilauan tidak jauh dari tempatnya.
Ponselnya tiba tiba bergetar.
Bastian mengambil ponselnya dan melihat bahwa itu adalah notifikasi chat grup universitas yang sudah lama terdiam.
[Halo semuanya!]
[Bagaimana kalau berkumpul di Sidni, di malam akhir pekan ini?]
Radzi Chin bertanya di chat grup dan kemudian mengirimkan foto sebuah tempat makan malam.
[Bersantai di tempat ini, Bright Moon Riverside?]
[Bukankah tempat itu mahal? Kita tidak harus terlalu boros, kan?]
[Aku pikir lebih baik pergi ke tempat yang lebih terjangkau.]
Semua orang yang kuliah di kota Sidni pada masa itu, tentu saja mereka tahu Bright Moon Riverside.
Bright Moon Riverside adalah tempat hiburan super yang terletak di pusat kota, memadukan kuliner, hiburan dan rekreasi. Semua pelanggan utamanya adalah orang kaya yang tidak kekurangan uang dan merupakan tempat bagi orang kaya untuk bersantai sambil berkumpul.
Di sana, makanan biasa harganya bisa ribuan dollar. Walaupun selama kuliah mereka pernah memimpikan untuk sering pergi kesana di masa mendatang, nyatanya tidak seorang pun selama beberapa tahun ini yang pergi ke sana.
[Hahaha, semua orang tidak perlu khawatir, ketika kita berkumpul kali ini, aku yang traktir.] kata Radzi.
[Ini bukan jumlah yang kecil. Radzi, apa kau sudah kaya, sekarang?]
[Aku akan ikut, Bos!]
__ADS_1
[Mantap bosku!]
Chat grup tiba tiba menjadi berisik, dan semua orang satu per satu terpesona dengan upaya pemborosan Radzi.
[Hahaha, kalian tidak tahu? Radzi sekarang menjadi eksekutif di Dawn Entertainment Company, dengan gaji pokok tahunan jutaan dollar, belum di tambah bonus kinerja yang bahkan lebih besar!]
Mantan teman sekamar Radzi, Gable Steveson, berkata dengan sombong, seolah olah dia sedang berbicara tentang dirinya sendiri.
[Tidak hanya itu, Bos Radzi juga membeli sebuah vila di Sidni.]
Ini dalah mantan teman sekamar Radzi juga, Damon Kemp. Mereka sepertinya telah berlatih dengan baik, agar ceritanya terhubung dengan lancar.
[Sialan!]
[Benarkah? Dawn adalah perusahaan besar dan terkenal. Aku mendengar bahwa banyak orang orang hebat telah menandatangani kontrak dengan perusahaan ini.]
[Rad! Tolong follow akunku!]
[Tiga tahun setelah lulus dan gaji sudah mencapai jutaan dollar per tahun? Benar benar hebat!]
Seumua orang langsung berkomentar dengan iri dan cemburu. Tiga tahun setelah lulus, kebanyakan dari mereka adalah orang biasa dan masih merangkak di bawah. Dan bersyukur bisa memiliki gaji puluhan ribu dollar per bulan.
Banyak gadis bahkan menggoda Radzi dengan bercanda tapi sedikit serius, menanyakan apakah dia butuh pacar.
[Aku sedikit malu dengan apa yang kalian katakan. Alasan utama aku bisa bekerja di sana adalah aku memiliki sedikit hubungan keluarga. Setelah lulus, aku di tugaskan di anak perusahaan dan pekerjaanku di hargai pleh para petinggi. Itulah mengapa aku bisa di promosikan ke sana dengan cepat.]
Serangkaian foto langsung di kirimkan ke chat grup, Radzi mengirimkan foto vila yang di belinya belum lama ini.
[Luar biasa! Aku tidak pernah tinggal di villa seumur hidupku!]
[Sial! Aku masih khawatir tentang uang sewa. Dia sudah tinggal di vila!]
[Luasnya tidak besar, hanya lebih dari 300 meter persegi. Sekarang sedang di renovasi. Kalian semua aku persilahkan berkunjung saat sudah selesai di dekorasi.]
Kata kata Radzi penuh dengan kebanggaan dan dia menerima sanjungan serta kekaguman oleh semua orang dengan sangat senang hati.
Karena Radzi sudah mengusulkan untuk mentraktir semua orang, dan tampaknya kehidupannya lebih baik dari mereka semua, otomatis membuat semua orang dengan senang hati akan datang ke Bright Moon Riverside untuk makan malam dan belajar lebih banyak dari pengalaman Radzi.
Bastian membaca semua obrolan itu, dia menggelengkan kepala dan tidak bisa menahan untuk tertawa sampai keluar air mata.
Tapi ini belum berakhir. Setalah pamer, Radzi bahkan secara khusus menyebut Bastian yang dari tadi hanya diam dan membaca tanpa komentar.
[Kenapa Bastian tidak komentar sama sekali? Apa yang kau lakukan? Kau itu panutan kami. Kau di kenal sebagai bintang kampus pada masa itu. Jika kau tidak datang, pesta makan malam ini tidak akan berjalan.]
[Iya!]
[Ngomong ngomong, apa yang di lakukan Bastian sekarang? Dia adalah orang terbaik di kampus kita! Dia pasti baik baik saja.] kata Damon.
__ADS_1
[Aku pernah dengar bahwa Bastian kerja di perusahaan game kecil, kan?]
[Sepertinya iya.]
Seseorang membalas.
[Lingkungan kampus itu berbeda dengan lingkungan masyarakat. Kehidupan setelah lulus lebih penting di bandingkan dengan sebelum kita lulus. Orang tidak boleh terpaku pada prestasi ataupun kegagalan di universitas. Yang terpenting adalah kehidupan yang sekarang.]
Radzi berkata dengan sungguh sungguh, tetapi jenis omongan bijak ini ada perbandingan antar kata yang sangat jelas.
"Hahaha." Bastian melihat obrolan mereka itu dan tidak bisa menahan tawa keras.
Setelah lulus, Bastian memang sempat ingin pamer kepada teman temannya jika dia sukses nantinya. Ini hal yang sangat normal. Lagi pula, siapa yang tidak suka membuat orang iri dan terkejut.
'Kau ingin menginjak kepalaku dan menyombongkan dirimu? Apa kau sanggup menanggung akibatnya?'
Bastian menunjuk jarinya dan mengirim pesan.
[Aku akan datang jika waktunya tiba.]
Kemudian Bastian mengambil foto vila di belakangnya dan mengirimkan ke grup chat.
[Maaf, aku baru menikmati pemandangan di luar dan tidak memperhatikan grup.]
Kelompok itu awalnya terdiam lalu menjadi berisik.
[Hahaha! Bastian benar benar lucu!]
[Wah, Bastian, bagaimana kabarmu? Apa kau membeli vila?]
[Eh? Bukankah ini vila nomor satu di area Blue Moon yang bernilai satu milyar dollar, Apa Bastian adalah orang di dalam berita itu? Orang itu memiliki nama keluarga Sharga kan?]
[Jika kau tidak bisa bicara dengan baik sebaiknya seperti tadi saja, memantau. Kau tidak perlu membual tentang itu. Itu membuat canggung!]
Ada ejekan, tidak perduli, dan ada yang sedikit percaya. Kebanyakan dari mereka tidak percaya bahwa Bastian benar benar tinggal di vila nomor satu itu.
Bastian terkekeh dan melemparkan ponselnya ke samping, dia tidak perduli.
Sekarang, dia tidak tertarik untuk menjelaskan kepada orang orang yang tidak menguntungkan untuknya. Bastian sudah berada di level yang berbeda. Kalau memang kaya, tunjukkan. Kalau memang berkuasa, tunjukkan. Buat apa pura pura miskin? Kalau menunjukkan kekayaan saja tidak ada yang percaya.
'Eh? Tunggu tunggu,,, Dawn Entertainment Company ya?'
Seolah mengingat sesuatu, dia menyentuh dagunya dan mengaktifkan domain otak bantuan sistem untuk menelusuri nama perusahaan itu.
Melihat banyaknya informasi yang muncul di otaknya, wajahnya tiba tiba menunjukkan seringai iblis.
Dawn Entertainment Company adalah anak perusahaan Zuna Group.
__ADS_1
'Mati kau, kawan.'