
Bastian mengeratkan gigi dan menelan paksa serum itu. Tabung yang di pegangnya jatuh ke lantai. Dia terkapar di lantai dan berguling, tubunya seperti kejang kejang.
Proses peningkatan fisik kali ini tampaknya berbeda dari sebelumnya dan rasa sakit yang di timbulkan serum ini terasa lebih panas dan intens.
Energi yang melonjak dalam tubuhnya mulai berkecamuk seprti saling bertabrakan dengan dinding penghalang.
Suara tabrakan energi yang hanya bisa di dengar oleh Bastian sendiri mulai meraung dari dalam sampai sesaat, ledakan energi dari dalam tubuh terdengar.
Penghalang energi di hancurkan, energi perlahan mengalir di dalam tubuh, dan mulai menyebar ke seluruh tubuh.
Saat ini, rasa sakit itu juga mencapai puncaknya. Bastian mulai berkeringat dan menjerit, bahkan hampir pingsan karena kesakitan.
Tetapi pada akhirnya, dia masih sanggup mempertahankan kesadaran terakhir dengan kemauannya yang teguh dan pada saat ini, dia mendengar suara notifikasi sistem di otaknya.
[Selamat atas kualitas dan fisik anda yang sudah melewati angka 60 poin, anda kini memasuki tahap kedua.]
***
Setelah setengah jam, rasa sakitnya perlahan menghilang dan nafas Bastian terengah engah.
Saat ini titik konstitusi dan kebugaran fisiknya telah mencapai 72 poin.
Bastian perlahan mengepalkan tinjunya, dia merasakan kekuatan aneh yang terlihat seperti ilusi di tubuhnya, tetapi hal yang di sangka ilusi itu benar benar mengalir di antara tulang dan otot.
'Apakah ini tenaga dalam?'
Bastian bingung dan merasakan ada yang terasa sedikit panas sedang mengalir di tubuhnya.
'Perasaan yang seperti energi sedang menabrak dinding penghalang itu tadi apa ya? Apa ini seperti membuka aura meridian di seluruh tubuh seperti kisah di sebuah novel?"
Tetapi yang lebih di bingungkan oleh Bastian adalah kata kata sistem 'melewati angka 60 dan masuk ke tahap ke dua.'
"Apakah 60 poin itu batas dari tahap pertama dan tahap kedua ini adalah membuka aura meridian untuk menghasilkan tenaga dalam? Jadi dinding penghalang tadi adalah batas tahap pertama yang sudah di tembus. Ternyata hal hal seperti tenaga dalam ini benar benar ada. Aku kira cuma sekedar hal gaib saja."
Bastian terkejut tetapi segera menggelangkan kepala dan tertawa.
"Hahaha, bodoh sekali aku, sistem saja nyata, kenapa aku harus kaget kalau tenaga dalam itu nyata. Aku masih penasaran, apakah sinterklas itu nyata?"
Bastian merasakan kekuatan internal kecil di dalam tubuhnya yang terus beredar. Dia mencoba memfokuskan kekuatan itu ke bagian bagian tubuhnya.
"Mungkin tenaga dalam ini masih terlalu lemah jadi tidak bisa di lepaskan keluar. Sementara ini hanya bisa berfungsi di dalam tubuh untuk meningkatkan kekuatan."
Bastian mulai memahami tubuhnya dan menghela nafas lega, dia mencoba memfokuskan kekuatannya ke arah kaki dan melompat.
__ADS_1
BRUAGH!
Suara keras benar benar terdengar, lompatan itu melontarkan dirinya menghantam langit langit beton vilanya, bahkan meninggalkan cekungan di sana.
"Bangsat!"
Bastian terkejut dalam hatinya. Perlu di ketahui bahwa jarak lantai dan langit langit vila Bastian memiliki ketinggian sekitar 5 sampai 6 meter dan barusan dia melompat tanpa kekuatan penuh.
'Kalau mau nyoba, di luar, bodoh! Rusak kan jadinya vila baruku!' seru Bastian mengumpat pada dirinya sendiri.
Karena ingin mencoba kekuatannya, Bastian tidak mau lewat tangga. Dia membuka jendelanya yang besar dan melompat turun dari lantai dua.
Bastian mendarat dengan sempurna dan kemudian melesat cepat ke depan secara tiba tiba. Dalam beberapa langkah saja dia sudah sampai di depan pohon besar dan tua.
Tanpa menggunakan aura tenaga dalamnya, dia lansung mencoba pukulannya dan menghantam pohon besar yang lebat dan keras itu.
Pohon besar itu bergetar dan daunnya berguguran, kemudian tanda bekas pukulan sedalam beberapa inci juga tercetak di batang pohon itu.
Dengan mata yang memancarkan kegembiraan, Bastian menggunakan aura tenaga dalamnya untuk berlari lagi.
Kali ini Bastian mengelilingi pohon besar itu dan setelah beberapa putaran langsung melesat sambil melepaskan tinjunya ke arah pohon itu.
BRUAGH!
"Kuat sekali!"
Bastian memandang kepalan tangannya dan sekarang dia bisa merasakan ledakan kekuatan di dalam tubuhnya.
Bastian sangat senang kekuatannya melonjak pesat. Lagi pula, anak muda mana yang tidak mau mempunyai kekuatan untuk melompat ke atap atau menghancurkan batu dengan mudah seperti di film film.
"Karena ada tahap kedua, berarti seharusnya ada tahap ketiga dan seterusnya! Tapi aku tidak tahu berapa banyak poin konstitusi yang di butuhkan."
Bastian menghela nafas penuh semangat, debar jantungnya tiba tiba kencang, dia ingat hadiah misi utama bahkan mulai lebih berharap.
Karena selain dua kali peningkatan saldo rekening, hadiah misi utama juga akan mendapatkan serum fisik instan tingkat lanjut.
Baru saja kembali ke kamar, tiba tiba ponselnya berdering, Bastian mengangkatnya dan ternyata yang menelponnya adalah Lance Cade.
[Tuan Sharga!]
Suara Lance di telepon terdengar sedikit bersemangat.
[Negosiasi dan hal hal lain tentang Yugu Games hampir selesai, semua pemegang saham besar maupun kecil setuju untuk menjual semua saham mereka, dan harga pembelian akhir yang di tentukan mungkin totalnya sekitar 2,16 milyar dollar.]
__ADS_1
"2,16 milyar dollar?"
Bastian sedikit tercengang. Lance telah melaporkan kemajuan akuisisi kepadanya akhir akhir ini, dan pihak Yugu Games pada awalnya mengusulkan harga akuisisi sebesar 2,9 milyar dollar dan tidak mau menurunkan harganya sama sekali.
2,9 milyar dollar tanpa boleh menawar satu sen pun!
Dan sekarang, aromanya benar benar segar dalam beberapa hari belakangan.
Lance memainkan peran besar dalam penurunan harga pihak Yugu Games, dan bahkan sekarang dia bisa mendeteksi nada menyerah dari pihak Yugu Games.
Lance bekerja keras, tanpa memikirkan kondisi diri sendiri dan sering begadang sampai larut malam untuk menekan harga hingga mendekati angka modal minimal yang di minta Bastian.
Semakin rendah harga pembelian, semakin mendekati modal minimal sebesar 2 milyar dollar, semakin besar kemungkinan Bastian bisa menyelesaikan misi utama sistem.
"Bagus, Lance!" Bastian tertawa puas.
Sebenarnya Lance sudah hampir putus asa, semangatnya sangat tinggi karena tujuan utama kelangsungan perusahaan untuk dirinya sendiri, bagaimanapun juga, Bastian berjanji untuk membiarkan perusahaan di operasikan sepenuhnya oleh Lance, dan juga mendapat saham sebesar 10% di masa mendatang, apalagi jika Lance bisa menyelesaikan tantangan dari Bastian, sahamnya akan menjadi dua kali lipat.
Bisa di katakan bahwa saat ini, Lance bekerja untuk dirinya sendiri dan secara otomatis semangatnya menjadi tinggi.
[Itu, anu, tapi ada sesuatu hal---,,,]
Suara Lance di telepon sedikit ragu ragu, seperti sulit untuk berbicara.
"Katakan saja."
[Ketika saya mengundurkan diri dari CasaSoft Games, kantor saya sebelumnya, beberapa teman juga pergi mengikuti saya, jika anda tidak keberatan---,,,]
Bastian mengerutkan keningnya, membawa beberapa teman, Lance tidak pernah bercerita tentang hal ini.
Selama ini Bastian tidak menemukan alasan Lance keluar dari perusahaannya yang dulu, dan kini dia sedikit tahu alasannya.
Bastian berpikir sejenak, Lance memberikan banyak jasa dalam proses akuisisi, dan untuk perusahaan yang di akuisisi secara langsung, akan lebih kondusif apabila manajemen perusahaan tetap memiliki beberapa orang yang mengetahui akar dan pondasi perusahaan tersebut.
Dan untuk penawaran Lance mengenai teman yang di bawanya, perusahaan lama tempat Lance bekerja adalah perusahaan games internasional yang pekerjanya di rekrut secara ketat dan mempunyai banyak karyawan elit. Mereka yang keluar mengikuti Lance pasti bukan orang orang biasa. Dalam hal ini, Bastian bagaikan merekrut satu orang elit dan mendapatkan beberapa bonus.
"Itu dia! Tidak masalah!" kata Bastian setelah berpikir keuntungan dan tertawa senang.
"Terima kasih, tuan Sharga."
Lance juga merasa lega.
Mereka berdua berbicara sebentar dan setelah mengkonfirmasi beberapa detail, mereka menyudahi obrolan dan menutup telepon.
__ADS_1