
Radzi terkejut. Dia tidak bisa mempercayainya. Bagaimana mungkin dia bisa diberhentikan oleh perusahaan?
Dia tidak sengaja menekan tombol loudspeaker ketika panik. Raungan ketua perusahaan terdengar dari ponselnya dan semua orang yang ada di situ bisa mendengarnya.
"Ketua, anda bercanda kan?"
[Bercanda? Memangnya kau cucuku, aku ajak bercanda!]
Suara amarah datang dari sisi lain di ponsel, dan amarah yang tidak bisa di sembunyikan bisa di rasakan.
[Rad, siapa yang kau singgung?! Jika kau ingin mati, jangan ajak kami ke dalam api! Tidak ada yang menyelamatkanmu kali ini, karena ini adalah perintah langsung dari tuan besar. Kau tidak tahu diri, besok datang dan cepat keluar!]
[Dan juga, tidak ada perusahaan di kota Sidni yang berani memperkerjakanmu sekarang! Jadi silahkan cari jalan keluar untuk dirimu sendiri!]
"Menyinggung? Menyinggung siapa? Tidak ketua, Ini pasti salah paham. Halo? Halo?"
Pihak lain benar benar menutup telpon secara langsung.
"Ada apa?" hati Askana berdegup kencang, firasat buruk langsung melonjak.
"Aku,,, Perusahaan bilang aku di,,, kau dengar sendiri---,,,"
Radzi memegang telepon di tangannya, wajahnya terlihat kusam dan meraskan tubuhnya perlahan menjadi dingin, seperti jatuh ke dalam kolam es.
"Ini, bagaimana ini bisa terjadi?" Askana juga menjadi pucat dan suaranya bergetar.
"Lalu,,, bisakah aku tetap memainkan film? Menjadi wanita nomor dua?"
"Tidak,,, tidak mungkin,,, Aku sama sekali tidak menyinggung orang besar,,," Radzi bergumam dengan linglung, benar benar tidak bisa percaya.
"Bicaralah, apakah aku masih bisa memiliki peran di film?"
Askana mengguncangkan bahu Radzi dan bertanya dengan cemas, kesuksesannya di masa depan hanya bisa mengandalkan Radzi.
PLAK!
Semua orang terkejut, Radzi tiba tiba menampar Askana.
"Wanita ******!"
Wajah Radzi sangat ganas dan Askana yang awalnya menawan dan menarik di matanya, tiba tiba menjadi sangat menjijikkan.
"Aku di pecat dan kau masih memikirkan film brengsek itu! Bagaimana kau bisa memikirkan itu! Apakah kau tidak punya hati!"
"Aku tahu kau hanya peduli tentang film dan aku tahu kau hanya bersamaku demi uang dan ketenaran!"
__ADS_1
"Kamu,,, kamu berani menamparku!" Askana menutupi wajahnya dengan tidak percaya, sejak keduanya menjalin hubungan tersebut, Radzi telah memanjakannya, apapun yang dia inginkan akan terpuaskan, dia terkejut ketika mendapat perlakuan seperti ini.
Askana tiba tiba berteriak panik seperti tikus ketahuan ambil tempe di meja.
"Radzi! Dasar bajingan! Kita putus!"
"Putus saja!"
Teman sekelas saling memandang dengan cemas, tampaknya sulit di percaya mereka berdua akan mengalami tragedi seperti ini.
Radzi dan Askana, yang baru saja berusaha keras dan akan menginjakkan kaki di puncak kehidupan mereka, tiba tiba jatuh ke dalam jurang dalam sekejap.
Tidak hanya masa depan yang tidak pasti, bahkan sekarang mereka juga putus.
Memikirkan tentang kasih sayang ketika mereka di dalam tadi, pada saat ini tampak sangat ironis.
Melihat dua orang yang telah jatuh ke dalam ke gilaan, tidak ada satu pun yang mendekat untuk menenangkan dan saling menyanjung seperti bulan seperti tadi.
Tiba tiba suara raungan mesin terdengar dari jauh dan kilatan perak yang bersinar melesat maju.
Perhatian orang terpaku dalam ketertarikan.
"Rolls-Royce!"
"Bukan hanya itu, ini Rolls-Royce Silver Shadow! Ini legenda berjalan senilai lebih dari 98 juta dollar dan hanya beberapa saja di negara ini."
Banyak orang yang tinggal di kota Sidni pasti sudah melihat laporan berita, mereka langsung berseru dan beberapa orang yang belum tahu langsung merasa ngeri setelah bertanya pada teman mereka.
Semua orang bergegas menyingkir, walaupun Askana dan Radzi sudah hampir gila, mereka juga menyingkir, mereka tidak berani menghalangi dan memprovokasi orang sebesar itu, atau akan berada dalam masalah.
Tapi ternyata mobil itu berhenti di depan semua orang itu, dan kemudian seorang pria paruh baya dengan penampilan rapi khas sopir bangsawan berjalan keluar. Dia membungkuk dan berkata dengan hormat.
"Tuan Sharga."
Ekspresi wajah semua orang bingung. Seorang sopir seharusnya tidak salah mengira atasannya walau dalam cahaya yang minim. Bagaimana mungkin orang kaya misterius itu ada di antara mereka.
Adrian tampak gugup dan berkata dengan ragu ragu.
"Maaf, apakah anda salah mengira seseorang? Bagaimana bisa tuan Sharga ada di sini?"
Tunggu tunggu, mereka baru menyadari sesuatu. Ada satu orang bernama keluarga Sharga di sini. Bastian Sharga!
Tapi bagaimana mungkin. Semua orang dengan cepat menghilangkan pikiran luar biasa ini di dalam hati mereka. Bastian adalah orang kaya misterius itu. Hal semacam ini susah di percaya.
"Bantu dia masuk mobil."
__ADS_1
Bastian mengangguk dan berkata dengan keras.
"Baik tuan." sikap sopir itu sangat hormat dan segera membantu Wahoo yang sedang mabuk di papah Bastian.
Semua orang merasakan jantung mereka bergetar hebat, melongo melihat adegan ini, tuan Sharga adalah Bastian.
Benarkah ini.
Sebelumnya, orang orang yang berbicara sarkas dan menasehati Bastian dengan sikap tinggi, sekarang ingin menggali lubang untuk bersembunyi dan disertai dengan rasa malu, mereka sangat menyesal.
Jika identitas Bastian terungkap sebelum acara ini. Mereka pasti berlaku baik. Tapi bukankah dari awal Bastian sudah menunjukkan foto rumahnya.
Bodoh, Satu kata untuk mereka. Sayangnya, tidak ada obat untuk penyesalan di dunia ini.
Radzi dan Askana langsung menjadi pucat. Penampilan pribadi mereka langsung hancur.
Saat ini mereka menyadari bahwa orang besar yang di sebutkan oleh ketua Dawn Entertainment adalah Bastian.
Senyum sedih muncul di sudut bibir Radzi. Mengingat kembali apa yang telah dia lakukan sebelumnya, dia seperti badut yang konyol.
Sebelum naik ke mobil, Bastian menoleh dan berkata dengan dingin.
"Sudah kubilang jangan bermain main dengan kematian. Tapi kau tidak percaya padaku."
Demi teman teman lama, Bastian telah memberikan banyak kesempatan, tetapi toleransinya terbatas.
Sekarang yang ada hanya harapan kosong.
Seekor singa yang diam akan bisa di rendahkan oleh seekor domba, hanya dengan menunjukkan cakar, untuk mengingatkan lawan dan menunjukkan siapa rajanya.
"Tunggu."
Sebelum Rolls Royce itu pergi, Aksana tiba tiba bergegas, wajahnya pucat tapi tersenyum dan berkata.
"Bastian, aku hanya lupa diri, terobsesi dengan hal tidak nyata, sebenarnya aku masih suka kamu, bisakah kamu memberiku kesempatan lagi."
Bahkan beberapa siswa yang lain, saat ini juga tidak paham situasinya.
Sebelumnya, dia memamerkan hubungannya dengan Radzi dengan memungkinkan segala cara. Sekarang Radzi telah kehilangan segalanya tetapi dalam sekejap wwanita ini mendekati Bastian di depan Radzi.
"Wanita ini tidak tahu malu."
Saat ini, Bastian bahkan tidak tertarik untuk melihatnya. Dia memilih untuk mengabaikan Aksana yang sudah menjadi orang asing baginya.
"Ayo pergi." Bastian memerintahkan sopirnya.
__ADS_1
Mobil legendaris itu menghilang dari pandangan dalam sekejap.
Hanya teman sekelas lama yang tersisa dan terpaku di tempat mereka berdiri. Saat ini, perasaan mereka benar benar campur aduk.