
"Kau Bastian Sharga? Kali ini aku akui bahwa kau beruntung dan aku kalah, lalu apa? Kau tidak memiliki bukti sama sekali bahwa Coral Group kamu yang merencanakan semua itu."
Al tiba tiba mengabaikan semua hal. "Selain itu, apakah kau berani melakukan sesuatu padaku? Ayahku adalah pemegang saham utama Coral Group dan kepala keluarga Snow saat ini! Aku sarankan kau untuk membebaskanku dengan patuh. Jika tidak, kemarahan keluarga Snow berada di luar perkiraanmu!"
Menurut Al, dengan statusnya sebagai tuan muda keluarga Snow, Bastian tidak berani melukainya dengan cara apa pun.
Berpikir seperti itu, sikapnya menjadi sombong dan lebih sombong lagi.
"Kau membuat dua kesalahan tentang apa yang baru saja kau katakan. Pertama, aku punya bukti untuk menunjukkan bahwa kau yang melakukan semua ini."
Bastian mengeluarkan sebuah pena yang bisa merekam dan membukanya.
[Temukan beberapa orang untuk memfitnah dan menuduh produk dari Moleque bermasalah. Jangan sampai membawa namaku! Ganti semua barang, jika kau bisa menghancurkan Moleque dari dalam aku berikan imbalan besar. Jangan takut untuk mengambil resiko!]
Suara itu jelas suaranya dan ekspresi Al langsung membeku.
"Tidak! Bagaimana bisa?!"
Keyakinan di matanya tidak ada lagi dan dia menjadi bingung. Dia dengan jelas telah menyuruh orang dan dia tersadar.
"Randy Savage! Pengkhianat itu, aku akan membunuhnya!"
__ADS_1
Al meraung panik dan langsung mengerti dari mana rekaman itu berasal. Randy, direktur Coral cabang Sidni yang selama ini menyanjung dirinya dan tidak di sangka, mengungkap semua rencana Al.
Dengan kata lain, rencana yang menurut Al luar biasa sudah lama di lihat oleh Bastian.
"Kesalahan yang kedua."
Bastian menyeringai dan berkata. "Kau sangat percaya diri, kau bilang aku tidak berani melakukan apapun padamu?"
Al tertegun dan lansung berteriak. "Apa yang akan kau lakukan? Kau pikir kau siapa! Aku adalah---,,,"
BUAGH!
Bastian menendang wajah Al yang merasa hebat dan sombong itu. Tubuh Ak berputar beberapa kali di udara dan akhirnya jatuh ke tanah. Kursi tempat mengikat tubuhnya ikut hancur berkeping keping.
Gigi Al rontok dan berceceran di lantai, mulutnya penuh darah dan matanya terbelalak lebar.
"Wah wah, wajah tuan muda Al benar benar tampan sekarang dan rasanya seperti melihat bintang film action." Bastian berkata pelan dan menarik kakinya.
Tiba tiba pintu gudang terbuka dan dua pria bertubuh kekar masuk dengan membawa karung besar. Sesuatu sepertinya sedang memberontak di dalam karung.
"Halo bos dan bos besar! Dia hampir kabur ke bandara." kata dua orang kekar itu. "Tapi kami berhasil menangkapnya."
__ADS_1
"Apa ada yang melihat kalian?" Suara Rampage bertanya kepada kedua anak buahnya itu.
"Jangan khawatir bos, metode kami sangat bersih."
Bastian berkata datar. "Keluarkan dia, biarkan tuan muda Snow mengenali orang ini."
"Baik bos besar."
Salah satu dari mereka menyeret karung besar itu ke dapan dan mendatangi Al. Setelah ikatan karung itu di buka, seseorang keluar dari dalamnya.
Begitu dia keluar dari tas, dia bernapas panik dan wajahnya memerah.
Kemudian dia melihat wajah Al di depannya.
Dia segera merangkak dengan ingus yang keluar dan air mata. "Tuan muda Snow, apa salah saya? Saya melakukan segalanya sesuai dengan intruksi anda. Anda bilang akan memastikan bahwa saya bisa pergi ke luar negeri dengan selamat."
Suara itu tiba tiba terhenti.
Sekarang dia baru menyadari wajah Al yang menyedihkan, penuh darah, tubuh terikat tali dan rambut acak acakan seperti gembel yang mengemis di pinggir jalan.
Dia segera merasakan hawa dingin masuk ke dalam hatinya.
__ADS_1
"Yo, Levi Muir, direktur produksi Moleque, apa kabar?"
Suara ceria Bastian datang dari belakangnya. Bastian menatap direktur pabrik produksi Moleque tanpa ada senyum di wajahnya.