
Kota Sidni sudah sepenuhnya memasuki kegelapan malam.
Karena ini adalah jam padat sepulang kerja, kendaraan dan pejalan kaki di jalanan masih berada di arus tak berujung di kota yang terang benderang, suasananya seperti banjir manusia.
Banyak orang bergegas di jalanan, dengan tidak sabar menunggu waktu untuk menyeberang jalan atau menunggu lampu hijau sambil mengeluarkan kepala dari jendela mobil, memaki sambil mengacungkan jari tengah.
Di banyak tempat tak di kenal di kota yang bising dan makmur ini, banyak orang bergerak dengan suasana tegang dan teratur.
"Titik pertama sudah di atur, kami sudah selesai!"
"Titik ke dua sudah di atur, kami sudah selesai!"
"Titik ke tiga sudah di atur, kami sudah selesai!"
***
"Kami berada di titik ke tujuh, ada sedikit masalah di sini, dan ini akan memakan waktu sekitar satu setengah menit."
"Atasi dengan cepat! Bos besar akan tiba di tempat yang di tentukan dalam waktu kurang dari tiga menit! Jika kau sampai mengacaukannya, aku sendiri yang akan memotong kepalamu!"
"Jangan khawatir bos, saya pastikan itu akan beres sebelum tenggang waktu, kami profesional."
***
Di interkom radio, berbagai instruksi, penjadwalan dan perintah koordinasi terus di keluarkan. Ratusan orang menjalankan pekerjaannya secara tertib.
Di udara yang dingin, rombongan helikopter menembus malam yang gelap dan terbang menuju pusat kota.
Bastian terus menerus melihat jam tangan Rolex nya dan memeriksa waktunya.
"Kenapa kamu terus terusan melihat jam? Apa kamu begitu peduli dengan waktu?" tanya April, mengedipkan matanya yang besar dengan penasaran.
"Bukan begitu, ini---,,," Bastian menggaruk kepalanya dan akhirnya melirik jam tangannya. Jarum menit dan jarum detik akan segera bertepatan.
Saatnya telah tiba.
"Itu karena,,, kau akan tahu setelah ini."
Bastian tersenyum dan tiba tiba menjentikkan jarinya. Lampu di kabin Elang Baja tiba tiba padam.
"Aaaah!"
Dalam kegelapan yang tiba tiba menyelimuti, Apri tidak bisa menahan diri untuk berteriak pelan.
Dalam waktu sesingkat ini, mata telanjang tidak bisa beradaptasai dengan sekitar yang gelap, tetapi pada saat ini, cahaya yang terang muncul dari luar.
WUSH!
Seperti pita yang tak terhitung jumlahnya, menyeret ekor api panjang naik dari tanah bergegas menuju ke udara dan kemudian meletus kencang.
BOOM!
__ADS_1
Itu kembang api.
Kembang api yang tak terhitung jumlahnya muncul dari setiap sudut kota Sidni, seperti meteor dari bawah ke atas, dan meledak di udara.
Percikan api tersebar seperti kelopak bunga.
Melihat helikopter di ketinggian itu, serasa seperti di bungkus dengan kembang api yang tak terhitung jumlahnya dengan keindahan yang menakjubkan.
Seluruh kota terjebak dalam lautan kembang api, seolah olah matahari terbit datang lebih awal dari yang seharusnya, langit malam terang seperti siang hari.
"Lihat ke bawah." suara Bastian terdengar dari samping April.
April tanpa sadar menundukkan kepalanya dan melihat ke arah kakinya. Lantai kabin helikopter yang awalnya gelap di bawahnya, entah kapan sudah menghilang. Tetapi sudah berganti dengan kaca transparan yang tebal dan kuat, di mana April bisa langsung melihat pemandangan berikutnya.
BOOM!
Tepat di bawahnya, kembang api yang tak terhitung jumlahnya bermekaran. Lokasi gelombang kembang api itu agak rendah tetapi lebih terang dan tampaknya di atur dalam urutan tertentu. Ketika semua kembang api di tempat yang lebih rendah itu meledak, hal itu hanya membentuk sebuah kata kata.
April Jeanette Mendez.
Kembang api yang tak terhitung jumlahnya itu membentuk namanya.
Seolah olah seluruh kota bersorak dan menyambut atas kedatangannya.
Melalui lantai kabin transparan di kakinya, semua ini terlihat jelas. April tidak bisa menahan diri untuk menutup mulutnya dan matanya penuh dengan warna warna cerah.
Faktanya, setiap gasid di dunia akan menantikan semua jenis adegan romantis, megah dan mengejutkan yang di gunakan untuk mengekspresikan perasaan cinta seperti dalam film. Mungkin beberapa gadis tidak akan perduli pada hal seperti itu, tapi sama sekali tidak ada yang akan membenci hal romantis.
"Bagaimana? Apa kau puas?" Bastian tersenyum dan menatap April.
"Ini---,,,"
April yang wajahnya merona merah berkata.
"Terima kasih, Bastian. Aku sangat senang."
Wajah Bastian juga menunjukkan senyum puas. Karena dia melakukan semua ini sendiri hanya untuk membuat April bahagia.
Ini sudah menjadi hadiah terbesar baginya.
"Bagaimana bos besar? Apa kita melakukan dengan cukup baik?"
Ada beberapa suara bangga terdengar dari earpiece yang di pakai Bastian.
"Sempurna! Semua sudah di lakukan dengan sangat baik. Semua orang yang bekerja malam ini, naikkan upahnya dua kali lipat!"
Bastian berkata dengan pelan dan tegas, sangat berani untuk menghabiskan uang.
"Terima kasih bos! Anda memang yang terbaik!"
***
__ADS_1
Di jalan jalan yang bersimpangan di kota Sidni, kerumunan yang padat tiba tiba berhenti pada satu waktu yang sama karena mereka melihat kembang api yang tak terhitung jumlahnya, muncul dari lingkungan mereka dari segala arah dan dari seluruh kota.
Bahkan orang orang yang sedang mengemudi pun mau tak mau berhenti dan membuka jendela untuk melihat ke atas langit malam.
Mereka memandang ke arah langit dan terkejut.
"Apa yang sedang terjadi?"
"Apakah hari ini ada festival?"
"Aku tidak tahu, 20 september ini bukan hari besar dan seluruh kota menyalakan kembang api. Berapa biaya yang di habiskan dengan seperti ini?"
"Lalu kenapa ada begitu banyak---,,,"
"Hei! Lihat!"
Tiba tiba seseorang berseru sambil menunjuk ke langit.
Gelombang kembang api itu membentuk nama besar di langit kota.
April Jeanette Mendez.
Di lihat dari namanya, tidak di ragukan lagi bahwa itu adalah nama perempuan.
Ide luar biasa mucuk di benak semua orang. Berarti, kembang api yang terbang di seluruh kota ini secara khusus di siapkan oleh seseorang untuk gadis bernama April Jeanette Mendez ini.
"Ini gila!"
"Ini tidak manusiawi sama sekali!"
Tak terhitung banyaknya orang yang mengeluarkan ponsel mereka dan memotret pemandangan luar biasa di depan mereka dan dengan cepat di teruskan di antara teman teman mereka.
Kembang api misterius itu langsung masuk daftar pencarian dan trending topic.
Mengejutkan! Seorang kaya raya misterius menghabiskan banyak uang untuk menyalakan kembang api yang menutupi seluruh kota!
"Apakah ini sepasang kekasih?"
"Sial! Siapa dia? Luar biasa!"
"Sekarang ijinkan aku menghitung secara matematis dengan jenius kira kira berapa biaya untuk kembang api semacam itu. Mungkin perlu satu tong kembang api di setiap wilayah sudut kota Sidni. Dan kepadatan gedung gedung ini di perkirakan sekitar---,,, Argh! Aku pusing sendiri. Sudah ah, aku pingsan saja!"
"Kami tadi dari lantai atas dan ketakutan setengah mati, semua orang langsung bubar. Kembang api yang itu sangat dekat dengan gedung!"
"Wanita itu pasti sangat bahagia! Kapan pacarku akan melakukan hal yang sama untuk ku?"
"Apakah kamu akan mencoba memaksa pacarmu untuk jual ginjal?!"
***
Kembang api misterius yang menyelimuti seluruh kota dengan cepat muncul di setiap layar ponsel, dan tidak ada keraguan bahwa kembang api itu akan muncul di halaman depan banyak situs berita besok.
__ADS_1
Sementara itu, karena momen semacam ini tidak bisa terjadi pada diri mereka sendiri, semua orang tetap membicarakannya dengan senang hati.