Kaisar Bisnis

Kaisar Bisnis
Terkejut


__ADS_3

Bastian baru saja berjalan beberapa langkah di tangga pesawat dan dia melihat iring iringan mobil mewah di sana.


"Wah, ini sangat megah. Apakah dia menghormatiku sebegitunya?" Bastian tertawa.


Dari mobil limosin panjang yang di tengah, Marcel berjalan perlahan menuju ke tangga pesawat.


Ini benar benar mengejutkan Bastian. Marcel benar benar datang sendiri untuk menyambutnya secara langsung.


Bagaimanapun, Marcel adalah pemegang saham pertama dan otoritas tertinggi Feel International Group. Sebenarnya tidak perlu bersikap sopan kepada Bastian yang adalah nomor tiga.


'Apa dia tahu bahwa aku pemilik Moleque? Apa dia tahu aku adalah pemilik kartu hitam ungu?' pikiran di otaknya bertanya, tapi langkah kakinya tidak berhenti dan berjalan sampai ke bawah.


Marcel benar benar datang ke bandara untuk menemuinya secara langsung, membuatnya merasa tersanjung.


"Hahaha, aku merasa sesuatu yang baik akan terjadi. Aku sangat senang bahkan tidak bisa tidur. Aku selalu menunggu hari ini." Bastian tertawa terbahak bahak dan mengulurkan tangannya kepada Maarcel dari jauh.


Marcel juga tersenyum ketika melihat itu. "Tuan Sharga, kau adalah pemegang saham tertinggi ketiga Feel Group dan pemilik perusahaan Moleque. Tentu aku harus menghormatimu bukan?"


Kedua tangan itu berjabatan dengan erat.


'Benar saja, dia sudah tahu bahwa aku adalah pemilik dari Moleque.' Bastian diam diam berkata di dalam hatinya, tetapi dia menghela nafas berat.


Beberapa bulan yang lalu, dia hanyalah seorang karyawan rendah yang berpenghasilan ribuan dollar sebulan, tetapi sekarang, dia bisa berbicara dan tertawa dengan seorang bos yang dulunya hanya bisa dia lihat di surat kabar ataupun tv.


Benar benar seperti mimpi. Apa yang dulunya tak tersentuh olehnya, kini semua ada di sini.


Kebahagiaan tiba tiba muncul dari hatinya, menurutnya ini cukup, bahkan lebih dari cukup memuaskan.


Dalam sekejap, Bastian menyesuaikan pikirannya dan naik mobil sambil mengobrol dengan Marcel. Iring iringan mobil mewah itu meninggalkan bandara dengan pemandangan yang luar biasa.


***


Ibukota Adel, Bundaran sungai Yelo, Paviliun Must.


Paviliun Must adalah restoran mewah terkenal di ibukota Adel. Gedungnya berbentuk paviliun segi delapan dengan pemandangan sungai Yelo yang indah.


Ketika Bastian dan Marcel tiba, seorang gadis sudah duduk di meja makan mereka.


Tepatnya, itu adalah gadis dengan kecantikan yang luar biasa.


Hal pertama yang dia perhatikan adalah matanya yang besar dan cerah seperti danau tanpa kabut.

__ADS_1


Wajah ovalnya juga sangat halus dan mempesona.


Rambut ikal berwarna keemasan seperti air terjun yang bergelombang dengan santai tersampir di punggungnya. Dia mengenakan gaun merah panjang dengan pita hitam di pinggang, menunjukkan sosok yang indah itu menjadi lebih sempurna.


Ini adalah gadis cantik terbaik yang bahkan tidak kalah dengan April.


Tapi, tidak seperti sosok elegan dan tenang dari April, temperamen gadis ini lebih menawan dan mempesona dengan cara negara barat.


"Aku ingin memperkenalkan putriku, Amy Williams yang memiliki gelar master di bidang keuangan dan manajemen dari Pamsa Insitute of Technology dan baru saja lulus lalu kembali pulang kemari."


'Baru kembali dari negara Pamsa?' Bastian bergumam.


Tidak heran gadis ini memiliki temperamen seperti orang barat.


Selain itu, bisa di katakan bahwa mendapat gelar master dari Pamsa Institute of Technology sangat hebat. Dia adalah seorang mahasiswa elit.


"Halo, tuan Sharga." Amy tersenyum manis dan berkata dengan sangat sopan, tapi di dalam hatinya dia tidak bisa menahan diri untuk berseru. 'Tampan sekali!'


Marcel berkata dengan gembira. "Karena Amy merengek rengek untuk ikut, bahkan aku tidak bisa mengalahkannya, jadi aku membiarkan dia ikut."


"Ayah!" Amy baru saja melompat dengan kesal mencoba membantah.


"Hei, banyak tamu yang hadir, jaga sikapmu dengan baik." Marcel berpura pura serius menghadapi putrinya, tapi dari segi manapun, itu sangat terlihat bahwa hanya pura pura.


Para tamu mengambil tempat duduk mereka dan hidangan serta minuman lezat di sajikan secara bergiliran. Sikap Marcel selalu sangat antusias. Di bawah pengaturannya yang di sengaja, suasana saat makan malam juga cukup harmonis dan hidup.


Marcel dan Bastian mengobrol dengan bebas tentang dunia. Marcel sengaja mengajukan beberapa pertanyaan yang lebih profesional tentang perkembangan ekonomi dan strategi bisnis. Bastian yang memiliki domain otak bantuan sistem, secara mudah menjawabnya, mengalir seperti air.


Bahkan ketika Marcel menanyakan beberapa topik khusus tentang koleksi barang antik dan peninggalan arkeologi, Bastian dapat menjawab pendapat unik yang membuat orang orang terpana saat ini.


Marcel terkejut dan kagum.


Bastian baru berusia dua puluhan dan Marcel heran bagaimana bisa Bastian memiliki pengalaman yang begitu banyak.


Marcel menghela nafas dengan sedikit sedih. 'Tuan Sharga masih sangat muda dan menjanjikan. Dia tidak hanya mempunyai karir besar di usia muda, tetapi juga memiliki pengetahuan yang sangat dalam. Jadi, aku merasa bahwa hidupku selama lebih dari 50 tahun ini sia sia. Generasi muda ini luar biasa.'


Ada juga beberapa pencapaian kecil yang tidak perlu di sebutkan dan beberapa sudut pandang Marcel juga merasa terkesan.


"Tuan Sharga, kau selalu tampil sederhana padahal statusmu tidak sesederhana itu." Marcel berkata sambil tersenyum, tapi dia ingat di dalam hatinya bahwa dia telah meminta asistennya untuk menyelidiki identitas Bastian dan terkejut setelah menerima laporan itu.


"Apakah kau tahu siapa aku yang sebenarnya, tuan Williams?"

__ADS_1


"Hanya ada dua perusahaan di bawah nama Bastian Sharga, satu adalah perusahaan game dan yang lainnya adalah Moleque, nama yang sangat terkenal baru baru ini. Tapi, informasi latar belakang tidak bisa aku temukan. Jika aku berniat mencarinya secara paksa, aku akan menerima berbagai serangan balik dan peringatan yang sangat mengerikan. Selain itu, teman lama anda, Yoko Zuna dari Zuna Group sepertinya mengetahui sesuatu, katanya, anda adalah pemegang---,,,"


"Stop, tidak usah di beberkan." Bastian tersenyum.


Marcel ingin megatakan bahwa Bastian adalah salah satu pemegang kartu hitam ungu.


Marcel menata kembali pikirannya dan kembali menatap meja, mengangkat gelas wine dan bersulang sambil tersenyum.


"Aku bersulang untukmu karena aku sangat menghargaimu, tuan Sharga."


"Hahaha, lakukanlah. Tidak ada yang tidak mungkin." Bastian tersenyum dan bersulang dengan Marcel. Keduanya mulai minum lagi.


Amy ada di sampingnya dengan tangan menopang kepala, diam diam memandangi Bastian.


Sosok tinggi, suara tegas, fitur wajah hampir sempurna, kepercayaan diri yang menarik dan aura kuat yang mempesona. Amy tidak peduli masalah apa yang di bicarakan ayahnya dengan Bastian, seolah dia kini mengabaikan semua hal di dunia ini.


'Dia sangat tampan.'


Meskipun Marcel adalah penyelenggara acara perjamuan ini, tapi tidak di ragukan lagi bahwa Bastian adalah yang paling mempesona dan menarik selama perjamuan.


Bahkan Marcel tidak sebanding dengan aura yang di miliki Bastian.


Sebenarnya hal ini membuat Amy merasa sangat terkejut. Sejak kecil dia sangat mengagumi ayahnya yang memulai bisnis dari nol dan mendirikan Feel International Group yang bisa besar hanya dalam beberapa dekade. Dia menganggap ayahnya sebagai panutan hidup.


Dan Marcel sendiri adalah orang yang sangat berwibawa dan tidak pernah tunduk terlalu banyak kepada siapa pun.


Tapi ayahnya yang sangat berwibawa itu bahkan sangat menghormati dan tunduk di depan seorang pemuda berusia dua puluhan.


Amy terus menatap Bastian, memandang tanpa henti dan tidak bisa menahan sebuah obsesi.


'Bagaimana bisa ada orang yang begitu sempurna di dunia ini?'


Tapi ternyata, Marcel memperhatikan ekspresi tergila gila di wajah putrinya itu, dia sama sekali tidak mempermasahkannya dan bahkan sudut mulutnya tidak bisa menahan senyuman.


"Ehem." Saat perjamuan hampir berakhir, Marcel tiba tiba terbatuk lalu bertanya dengan santai. "Tuan Sharga, apakah kau punya pacar sekarang?"


"Hah?" Bastian langsung terkejut dan waspada.


Melihat ekspresi bingung Bastian, Marcel mengusap keningnya lalu berkata. "Putriku seumuran denganmu, tapi dia belum menemukan pria yang cocok."


'Apa? Apa apaan? Apa maksudmu?' Bastian terkejut dan bertanya tanya dalam hatinya.

__ADS_1


'Orang ini menawarkan putrinya?! Memang pelawak ini orang.' Bastian bingung dengan serangan tiba tiba itu dan terus bergumam dalam hati.


Benar saja, Marcel tanpa basa basi menawarkan putrinya sendiri, ini secara tidak langsung menyuruh Bastian untuk meniduri putrinya bukan? Di jaman sekarang, pacaran sehat, hanya mitos.


__ADS_2