
"Tuan Race!" Amari dan Xia tercengang.
Mereka tidak menyangka Harley ada di sini. Tadi Aleister mengatakan bahwa dia ada acara keluarga, ternyata Harley juga hadir.
'Sekarang orang ini sudah tamat!' Amari tidak bisa menahan diri untuk bertepuk tanganĀ dan tertawa di dalam hatinya.
Dia bahkan tidak menyangka Bastian akan membual tanpa malu malu dan sekarang Harley benar benar muncul.
'Mungkin kali ini aku bisa meminta bantuan Aleister untuk mengenalkan kepada Harley, dia orang hebat.' Amari melirik Xia yang pucat dan dalam hati berkata. 'Xia Xia, aku sudah bilang untuk kebaikanmu sendiri. Bastian ini hanyalah orang yang sombong tapi sebenarnya dia tidak punya kemampuan sama sekali. Kau harus melihat kenyataan lebih cepat.'
Mata Xia cemas, bergegas ke depan untuk memberitahu Bastian dan berkata. "Bastian, kamu harus segera meminta maaf kepada tuan Race."
Kemudian dia menatap Harley dan panik. "Tuan Race, temanku hanya bercanda, dia---,,,"
Xia berani mengambil resiko menyinggung Harley saat ini dan berdiri di depan untuk menjadi perantara bagi Bastian yang berpotensi di cederai.
Aleister mencemooh dlam hatinya. 'Orang ini tidak tahu bahwa aku bersama pamanku di sini, sekarang dia berhadapan langsung, lihat bagaimana dia akan berakhir.'
Memikirkan hal itu, Aleister menatap Harley dengan wajah bahagia. Dia berpikir bahwa Harley pasti kesal dan marah sekarang, tapi ketika dia benar benar memperhatikan wajah pamannya, dia tertegun.
Kening Harley mengucurkan keringat dingin, wajahnya terus berubah ubah, menunjukkan ekspresi aneh yang ekstrim.
Setelah beberapa saat, tatapannya bertemu dengan mata Bastian, dia hanya mampu mengeluarkan senyuman jelek dan serasa ingin menangis. "Tu-tuan Sharga, kenapa anda di sini?"
'Tuan Sharga?'
Setiap orang yang hadir penuh dengan rasa tidak percaya.
Pikiran mereka melambat karena bingung.
Di kombinasikan dengan ekspresi ketakutan Harley, tebakan mengerikan muncul di hati mereka.
Mereka menebak bahwa Bastian adalah orang yang hebat.
'Mustahil! Ini tidak mungkin!' Amari mengaum menggila dalam hati.
Tubuh Aleister kaku dan gemetar. "Paman, ada apa denganmu? Apa ada yang salah?"
"Kau tanya kenapa aku di sini?" Senyuman di wajah Bastian menghilang. "Kenapa memangnya? Sekarang aku harus melapor kepadamu kemana aku akan pergi?"
"Tidak tuan, saya tidak berani." Harley hampir menangis.
__ADS_1
Dia merasa sial. Awalnya dia datang ke Lake View Restaurant untuk makan dengan beberapa kolega dan mengajak keponakannya untuk mengenal dunia bisnis.
Tidak sengaja dia mendengar seseorang berbicara omong kosong untuk merendahkannya. Dia tidak bisa menahan diri untuk marah. Dia ingin memberi pelajaran kepada orang bodoh itu, tetapi ternyata ketika dia masuk dia sadar itu adalah bosnya.
Jika akan marah, itu sama saja dengan minum racun arsenik. Cari mati.
Harley merasa nyawanya ada di ujung tanduk menunggu kematian dan dia tidak tahu harus bersikap seperti apa.
"Harley, kau adalah wakil direktur Moleque. Apa kau tahu keponakanmu tadi mengancam akan menghancurkanku? Bagaimana menurutmu? Apa kau juga ingin membantunya menghancurkanku?"
Tubuh Harley gemetar, dia langsung berbalik dan menampar Aleister dengan sangat keras hingga setengah wajahnya bengkak.
"Bajingan! Beraninya kau menyinggung tuan Sharga! Cepat minta maaf!"
Aleister melihat pamannya begitu marah. Dia menyadari bahwa dia mungkin telah menyebabkan masalah besar, dia berjalan ke arah Bastian dan berkata dengan panik.
"Bastian,,, tuan Bastian,,, ah bukan. Tuan Sharga, saya salah. Saya tidak mengenal anda, saya tidak ingin mempunyai masalah dengan anda." Aleister ketakutan.
Dia tidak pernah mendapatkan penghinaan seperti ini. Apalagi di depan gadis yang dia dekati.
"Harley, orang ini harus lebih baik lagi, dalam hal ini, kau bisa belajar dariku." Bastian berkata dengan penuh arti.
Harley hampir menangis dan gemetar. "Ba-baik tuan."
Bastian menatap wajah Amari yang tertegun, sebenarnya dia sudah malas dengan wanita itu.
Sadar akan tatapan Bastian, Amari tidak bisa menahan gemetar.
Aset keluarganya hanya puluhan juta dollar. Bahkan dengan Aleister saja dia harus hormat dan menjilat. Tetapi Aleister dengan ketakutan meminta maaf kapada Bastian. Parahnya, Harley, wakil direktur Moleque bahkan lebih takut dengan Bastian seperti anak kecil yang telah melakukan kesalahan.
Kekuatan Bastian sangat menakutkan.
Bastian melangkah mendekati Amari.
"Aku penipu kau bilang? Orang yang berpura pura hanya untuk memanfaatkan keadaan?" Setiap kali Bastian mengucapkan sepatah kata, dia melangkah maju.
Setiap kata yang dia ucapkan seperti palu berat yang mengenai hati Amari, membuatnya hancur dan pucat.
"Dan kau benar! Kita berada di dunia yang berbeda!"
Kalimat terakhir itu benar benar menghantam wajah Amari.
__ADS_1
Sekilas terlihat jelas siapa yang bisa sombong sekarang.
Xia menatap mata Bastian saat ini, menghilangkan rasa terkejut yang sulit di sembunyikan, dan ada jejak rasa bangga dan memuja.
Pria yang dia sukai bukanlah orang biasa, apalagi tidak bisa di bandingkan dengan Aleister. Terlalu jauh.
Kemudian dia menatap mata Amari, ada sedikit rasa kecewa dengan kelakuan sahabatnya itu, ini sudah terlalu mengecewakan baginya.
"Ayo pergi." Bastian berkata enteng kepada Xia.
"Eh? Pergi? kemana?" Xia sedikit membeku, tidak tahu apa maksudnya.
Bastian berkata. "Kita ganti tempat. Di sini terlalu busuk dan menjijikan."
Kemudian mereka pergi keluar dan mencari tempat lain.
"Paman, siapa dia?" Aleister mau tidak mau bertanya saat ini.
Harley menyeka wajah yang berkeringat dingin, sulit untuk menatap keponakannya. "Kau hampir saja membunuhku kali ini! Bagaimana bisa kau memprovokasi tuan Sharga! Siapa dia katamu?! Dia adalah pemilik perusahaan yang baru baru ini mengalahkan dan memakan Coral cabang Sidni dan sekarang menyapu bersih pasar kosmetik di seluruh negeri! Dia bos besarku, bodoh!"
"Apa!" Aleister bahkan lebih tidak percaya.
Itu adalah Moleque. Perusahaan yang di anggap bisa menguasai pasar kosmetik dan membangun kerajaan bisnis kosmetik yang besar.
Bastian yang terlihat baru berusia dua puluhan dan mengenakan pakaian murah, ternyata adalah pemilik monster bisnis seperti itu.
Tubuh Amari tidak bisa menahan gemetar lagi, dan kemudian berlari seperti orang gila untuk mengejar Bastian dan Xia.
Pada akhirnya, dia hanya melihat mereka berdua duduk di dalam Rolls-Royce mewah berwarna silver dan melaju pergi.
"Bukankah itu Rolls-Royce Silver Shadow yang aku lihat di dekat Mooney?"
Amari sedikit oleng, lalu dengan cepat mengeluarkan ponsel untuk memeriksa nama Bastian Sharga dan kemudian seluruh informasinya muncul.
Informasi tentang seorang pemuda kaya raya yang memiliki Rolls-Royce langka dan dengan mudah membuang 1 milyar dollar di pelelangan hanya untuk memenangkan sebuah vila.
Dia menunjukkan penyesalan luar biasa di dalam hatinya. Orang seperti itu pada awalnya akan di kenalkan padanya. Tapi dengan santainya dia menyinggung Bastian.
Amari selalu berpikir bahwa dia rasional dan pintar, tapi tidak di sangka dia adalah orang terbodoh dari awal sampai akhir.
Dia hanyalah katak di dasar sumur yang ingin menggapai bulan. Sulit.
__ADS_1