
Pusat kota Sidni, Roof Tower.
Bangunan ini adalah salah satu bangunan ikonik di kota metropiltan yang super padat ini.
Bangunan dengan panjang 500 meter dari tanah dan menjulang tinggi ke awan ini mampu membuat orang merasa takjub dan kagum hanya dengan berdiri di sana.
Helikopter yang membawa Bastian dan April, secara perlahan mendekati gedung Roof Tower.
Pada saat ini, seluruh gedung Roof Tower yang terang benderang dan berbentuk menara ini tiba tiba menjadi gelap tanpa cahaya.
Sesaat berikutnya, titik paling atas Roof Tower tiba tiba menyala di antara kegelapan itu.
Ini adalah restoran bintang delapan yang sangat terkenal, Night Crystal, sebuah mutiara yang bersinar cerah di puncak Roof Tower.
"Lihat, itu tujuan kita, Night Crystal, itu dia." kata Bastian sambil menunjuk ke depan.
Saat ini, Night Crystal seperti kunang kunang di kegelapan dan menghiasi langit malam, bersinar terang dan terlihat sangat jelas.
"Tunggu tunggu---,,," April membuka mulutnya karena terkejut dan berkata dengan tidak percaya.
"Kamu tidak membeli Roof Tower, kan?"
Jika tidak, mengapa seluruh bangunan itu menjadi gelap hanya untuk menonjolkan Night Crystal di bagian paling atas?
"Tidak, itu terlalu berlebihan."
Bastian tersenyum malu malu.
"Aku hanya membeli Night Crystal."
"Kamu membeli Night Crystal? Itu saja? Yang benar?"
April langsung tercengang.
"Tunggu, lalu mengapa lampu di seluruh gedung tiba tiba padam? Apakah tidak ada orang lain di dalam sana?"
Karena malu untuk menggaruk kepalanya yang tidak gatal, Bastian mengangkat bahu dan berkata.
"Aku baru saja meretas sistem kontrol penerangan Roof Tower, aku hanya meminjam waktu mereka beberapa puluh detik saja. Anggap saja aku sudah mengirim seseorang untuk memantau situasi. Tidak akan pernah ada masalah, tenang saja."
Kata kata Bastian baru saja di ucapkan dan sistem daya penerangan seluruh Roof Tower kembali normal, dan cahaya menyebar kembali ke lampu lampu yang sebelumnya padam.
Saat helikopter raksasa Elang Baja mendekat, suara suara dari gedung itu samar samar terdengar.
Banyak orang yang memaki dan sepertinya terkejut dengan situasi yang tidak terduga barusan.
"Sialan! Apa yang terjadi tadi?"
"Di mana manjernya? Woi manajer! Aku ingin mengajukan keluhan!"
"Ini pertama kalinya aku menemukan hal semacam ini di sini."
"Bukankah ini keterlaluan? Apa yang salah dengan sistem sumber daya listrik kalian?"
***
__ADS_1
"Kamu ini benar benar---,,," April tertegun, tapi dia tidak bisa menahan tawa setelah beberapa saat.
Sisi Bastian yang usil, nakal dan tidak masuk akal seperti anak kecil itu membuatnya merasa sangat imut.
Mungkin saat melihat orang yang di sukai, orang itu akan merasa nyaman dan tidak perduli dengan semua yang dia lakukan.
Dalam kekesalan orang orang, totalnya ada 10 helikopter termasuk Elang Baja, perlahan mendarat di atap Roof Tower satu persatu secara bergantian menurunkan penumpangnya, di mulai dari Elang Baja.
Di atas atap itu, seorang pria paruh baya dengan jas dan dasi sudah berdiri di sana dengan tenang. Setelah April dan Bastian turun dari helikopter, dia dengan cepat melangkah maju dan berkata dengan hormat.
"Tuan Sharga, Nona Mendez, makan malam sudah di siapkan untuk anda, silahkan masuk ke Night Crystal."
"Baiklah, tunjukkan jalannya." Bastian mengangguk sedikit dan meraih tangan April dan April tidak menolak, jadi dia membiarkan Bastian memegang tangannya dan mengikuti pria itu menuju Night Crystal di bawah.
Ting!
Pintu lift perlahan terbuka dan mereka baru saja masuk, aroma smar bercampur udara hangat muncul menyapa mereka, seperti aroma padang rumput yang menyegarkan dan mendamaikan hati.
April menatap sekeliling dengan rasa penasaran tinggi dan ingin tahu.
Di restoran yang di lapisi dengan hamparan kristal, lampu gantung berwarna keunguan di bagian atas memancarkan cahaya lembut yang tidak menyilaukan tetapi sangat cerah dan hangat.
Di bawah proyeksi hologram yang seperti aslinya, kelopak mawar yang tak terhitung jumlahnya tersebar di sekelilingnya, di padukan dengan aroma samar, seolah olah bunga asli berputar, terbang dan tersebar.
"Bagaimana, apakah kau merasa puas?" Bastian bertanya.
"Ini menakjubkan, tapi---,,,"
Wajah April di penuhi raut raut aneh, menatap Bastian di sampingnya lalu tiba tiba tersenyum, dan berbisik.
"Tentu saja, sesuai keinginanmu."
Bastian juga tersenyum, menjawab dengan sopan seperti pria sejati lalu menggandeng April ke sebuah meja kristal mewah. Keduanya duduk berseberangan.
Dengan sebuah tepukan tangan, pelayan yang tak terhitung jumlahnya, telah siap datang dengan kecepatan yang elegan dan meletakkan hidangan mewah dan indah di atas meja secara berurutan.
Ikan salmon putih baru dan segar, di tangkap di benua merah dan di terbangkan langsung beberapa jam yang lalu dalam kondisi masih hidup dan menggelepar, tapi kini menjadi sebuah hidangan.
Kaviar yang di buat di negara Osterich. Ini adalah kaviar platinum khusus yang di campur dengan telur ikan sturgeon albino dan dan bubuk emas 22 karat. Harganya sekitar 40 ribu dollar per sendok.
Jamur truffle putih tahunan yang berasal dari negara Lostivale yang keberadaannya hanya sepersepuluh truffle hitam, dengan jumlah panen hanya 3 ton pertahun. Karena statusnya yang berharga dan bahkan memiliki julukan jamur berlian putih, jamur ini adalah makanan lezat yang unik di atas meja makan.
***
Hidangan ini tidak hanya di selimuti dengan aroma yang mewah yang membuat orang memiliki nafsu makan yang besar, tetapi juga sangat indah seperti sebuah karya seni.
Hanya melihatnya saja, mampu membuat orang meneteskan air liur.
Sebotol Romani Conti di buka dan di tuangkan ke dalam dua gelas tinggi lalu di tempatkan di depan mereka berdua. Semua terlihat menyegarkan.
Mereka berdua mengobrol dengan gembira sambil makan hidangan lezat, minum wine berkelas dan menikmati momen makan malam romantis dengan cahaya lilin.
Bastian yang memiliki domain otak bantuan sistem, memiliki pengetahuan apa pun dan sudah tersedia. Dari astronomi, geografi, piano, catur, kaligrafi, seni dan lain sebagainya, semua ada. Terkadang Bastian melontarkan satu dua lelucon bodoh yang mampu membuat April tertawa.
"Segala sesuatu yang terjadi hari ini seperti mimpi."
__ADS_1
Saat makan malam hampir berakhir, mata April sedikit bingung seolah dia ragu apakah semua yang terjadi hari ini hanya mimpi.
"Tidak." Bastian membalas dengan lembut dan berkata.
"Ini benar benar ada di sini, di depan kita berdua dan ini nyata."
"Benarkah itu?"
April terkekeh pelan, suaranya semanis lonceng perak kecil.
Pada saat ini, dia tiba tiba memperhatikan sebuah biola di dekatnya, dan tatapan heran muncul di matanya.
"Mengapa meletakkan biola di sini tapi tidak ada yang memainkannya?"
Pada saat ini, makan malam sudah hampir selesai tapi dari tadi tidak ada pemain biola yang datang, jadi dia tidak bisa menahan perasaan sedikit bingung.
"Karena aku adalah pemainnya," kata Bastian sambil tersenyum.
April agak terkejut.
"Apakah kamu bisa memainkan biola?"
"Tentu saja, dan aku sangat hebat."
Bastian tidak tersipu sama seklai dan berkata tanpa malu malu.
"Kamu ini, sudah boros, tidak tahu malu pula." April tidak bisa menahan tawa dan omelannya, lalu berkata sambil bercanda.
"Baiklah, tuan Bastian Sharga pemain biola yang hebat, bisakah kamu memainkan lagu untukku sekarang?"
"Selalu siap, nona cantik." kata Bastian dengan percaya diri, merapikan bajunya dan berjalan mengambil biola itu.
Sambil duduk di kursi, mata bastian sedikit mengamati dan jari jarinya membelai biola itu.
April berpangku tangan dan meletakkan pipi di telapak tangannya lalu menatap Bastian sambil tersenyum.
Melihat penampilan cantik tak jauh dari dirinya, hati Bastian berdesir dengan kehangatan seperti musim semi dan pikirannya langsung tidak stabil.
"Kau mengganggu konsentrasiku." Bastian bergumam dengan suara rendah.
"Hah?"
April memiringkan kepalanya dengan ragu dan melihat dengan bingung.
"Ah, bukan bukan, tidak ada apa apa."
Bastian menarik nafas dalam dalam dan mengabaikan semua kebisingan dan gangguan.
Dia terlihat serius.
Suasana di sekitarnya langsung terdiam dan sunyi karena melodinya sudah mulai bergema.
Suara biola tiba tiba memenuhi ruangan, dan itu penuh dengan perasaan. Getaran penuh yang tidak bisa di jelaskan dengan kata kata. Suaranya bergelombang seperti mata air, mengalir perlahan tapi terus menerus.
Air dingin segar yang perlahan menjadi hangat di dalam hati.
__ADS_1
Forever in Love.