Kaisar Bisnis

Kaisar Bisnis
Yoko Zuna dari Zuna Group


__ADS_3

Seorang pria muda dengan senyum cerah di wajahnya dan memakai kemeja putih. Jika di lihat, dia seumuran dengan Bastian, kini mendatangi Bastian.


Bastian mengerutkan kening dan menatap heran.


"Apa aku mengenalmu?"


"Hahaha, aku hanya melihat kepribadianmu luar biasa, jadi aku ingin mengobrol denganmu. Lagipula perjalanannya juga membosankan." kata pemuda itu sambil tertawa.


Kejujuran dan keterbukaan pemuda itu membuat Bastian sedikit tertarik.


Bastian mempersilahkan duduk, lalu mengambil gelas bersih dan menuangkan wine untuk pria itu.


"Mau minum bersama?"


"Kalau sudah di tawari, aku sama sekali tidak menolak." jawab pemuda itu meminum wine dan ekspresi senang muncul di wajahnya.


Seolah teringat sesuatu, pemuda itu menepuk keningnya.


"Maaf, aku lupa memperkenalkan diri."


Dia meletakkan gelasnya dan tertawa.


"Namaku Yoko Zuna dari Sidni, dan ayahku, Shaun Zuna."


Bastian diam sejenak menduga duga dalam hatinya.


Shaun Zuna.


Itu adalah nama pebisnis kaya terkenal Sidni, pendiri Zuna Group dan ketua saat ini.


Shaun Zuna di katakan memiliki tingkat pendidikan yang rendah, tapi dia memulai karir dari bawah dan dengan mengandalkan bakat bisnisnya, mendirikan perusahaan raksasa senilai ratusan milyar, Zuna Group dan meningkat pesat hanya dalam beberapa dekade.


Bidang utama Zuna Group adalah real estate dan media. Zuna Media dan Zuna Real Estate milik Zuna Group terkenal di negara Kangaro.


Mereka bisa di katakan mengagumkan dan menakjubkan.


Pemuda di depannya ternyata adalah putra Shaun Zuna, dan identitasnya bisa di katakan menakutkan.


Tapi, wajah Yoko Zuna tidak sombong, hanya terlihat santai dan tidak menggunakan identitasnya secara berlebihan.


"Aku Bastian Sharga."


Bastian mengangguk untuk menyapa dengan senyuman dan melambaikan gelas wine nya.

__ADS_1


"Ternyata kamu adalah tuan muda dari Zuna Group, Sepertinya aku tidak sopan." kata Bastian santai.


Zuna Group memang perusahaan besar yang terkenal, tapi Yoko, tidak membuat Bastian menurunkan profilnya.


Lagipula, Bastian sendiri, sekarang mempunyai kekayaan lebih dari 20 milyar, hanya saat ini, dan akan ada lebih banyak lagi di masa mendatang.


Yoko sedikit terkejut, walau dia baru saja memberitahu identitasnya, dia tidak bermaksud untuk pamer, hanya sekedar menguji Bastian saja.


Karena menurut Yoko, Bastian terlihat tidak sesederhana penampilannya.


Tapi, reaksi yang di tunjukkan Bastian sangat mengejutkannya.


Jika itu orang lain, mereka akan muncul dengan wajah menyanjung atau berpura pura baik, tetapi Bastian tetap santai dan cuek.


Sikapnya benar benar tidak perduli, dan tidak ada kepura puraan, tapi percaya diri.


Bastian lebih misterius di mata Yoko.


"Hahaha."


Yoko tertawa.


"Tuan muda apa? Kita terlihat seumuran, panggil nama saja."


Siapa orang ini!


"Bastian, apakah kamu juga dari Sidni? Jika kamu tidak keberatan, bisakah kau memberitahuku apa pekerjaanmu?" tanya Yoko santai.


"TIdak ada yang hebat, hanya memulai perusahaan game saja."


Bastian berkata pelan.


Tidak salah untuk mengatakan bahwa Bastian memulai sebuah perusahaan game. Hal itu memang tidak ada sekarang, tapi akan segera ada.


"Hahaha, ya ya, jika ada sesuatu yang bisa ku bantu di masa mendatang, katakan saja padaku."


Yoko tersenyum.


Yoko memeras otaknya, dia tidak mengingat ada keluarga besar dengan nama belakang Sharga di Sidni atau bos dari perusahaan game besar juga tidak ada.


"Ayo bersulang."


Yoko tersenyum ramah. Dia adalah tipe yang sangat banyak bicara dan dia juga sangat pandai memahami suasana. Setelah keduanya mengobrol dengan senang, hubungan itu dengan cepat menjadi akrab, dan dia menyesal baru saling mengenal sekarang.

__ADS_1


Pesawat segera mendara di bandara Sidni.


Saat keluar dari bandara, Bastian sudah melihat mobil miliknya tidak jauh dari sana.


Jessica berdiri di samping mobil mengenakan pakaian formal dan anggun.


Bastian menoleh ke arah Yoko di sampingnya dan berkata.


"Aku duluan kawan."


"Oke, hubungi aku jika butuh sesuatu."


Bastian mengangguk sedikit dan berjalan cepat ke arah Jessica.


"Selamat datang kembali, tuan Sharga."


Jessica tersenyum santai dan cerah.


"Terima kasih, Jess."


Bastian mengangguk, menerima kunci mobilnya dari Jessica, lalu duduk di dalam mobil dan pergi dengan suara menggelegar.


Suara itu langsung menarik kekaguman para pengunjung bandara.


"Ya Tuhan, bukankah itu Rolls-Royce Silver Shadow yang ada di internet?"


"Wah, iya benar."


"Ada wanita cantik juga di sampingnya! Senang sekali menjadi orang kaya! Aku iri!"


Tak jauh dari sana, Yoko juga terkejut.


Meskipun dia tahu bahwa Bastian bukan orang biasa, dia tidak mengira bahwa bastian seorang misterius yang memiliki mobil limited edition seharga 98 juta dollar yang terkenal di dunia maya belum lama ini.


Orang orang mungkin hanya tahu bahwa mobil itu bernilai 98 juta dollar, tetapi mereka tidak paham status mobil itu. Selain Bastian, hanya ada dua atau tiga mobil itu di negara ini.


Mobil itu bisa saja di lelang oleh seseorang yang bisa mencapai harga milyaran dollar.


Bukan hanya masalah harga saja. Orang kaya biasa tidak memiliki koneksi dan tidak memenuhi syarat untuk membeli mobil mewah yang telah di kembangkan dengan banyak teknologi ini.


Yoko tidak menyangka bahwa Bastian yang baru saja dia temui dan ngobrol panjang lebar itu, adalah seseorang di dalam lingkaran orang orang kaya yang misterius.


"Siapa dia sebenarnya?" tanya Yoko dalam hati dengan rasa ragu yang dalam.

__ADS_1


"Apapun caranya, aku harus berhubungan baik dengannya, apalagi kepribadiannya sangat menarik." lanjut Yoko.


__ADS_2