
"Kau---,,,!!!"
Komponen wajah sombong pemuda itu hampir runtuh. Dia menunjuk ke arah Bastian dengan ujung jarinya yang bergetar.
Pertama kali dia melihat Tamina, dia tertarik dengan penampilan dan pesona gadis itu, dan dia tanpa malu menganggap gadis itu sebagai miliknya sendiri serta tidak membiarkan orang lain untuk ikut campur.
Sekarang, dia benar benar melihat gadis itu memeluk lengan orang lain di depannya?
Tidak bisa di maafkan!
'Aku tidak bisa berpikir secara logis dan ini tidak masuk akal.'
Pemuda itu bahkan melupakan sikapnya yang berwibawa dan wajahnya tiba tiba menjadi suram.
'Oke!'
"Wah wah, apa bisnis keluargamu? Akan aku pastikan kau tidak punya tempat di kota Sidni!"
"Apa yang kau lakukan di sini, Tyson?"
Yoko melangkah maju dan berteriak dengan marah.
"Ini bukan tempat di mana kau bisa membuat masalah tanpa alasan!"
Tyson mengalihkan pandangan ke samping, setelah menyadari bahwa yang bicara padanya adalah Yoko, dia tersenyum dan berbicara dengan nada sarkas.
"Oh, tidak kusangka, tuan muda kedua 'asli' bukan keluarga Zuna juga ada di sini."
"Bagaimana? Apa kau yang sampah ini juga berani melawanku? Orang lain dengan sopan memanggilmu tuan muda keluarga Zuna, menurutmu, kau itu orang seperti apa?"
"Apakah kau tidak ingat siapa dirimu?"
Bastian mengerutkan kening di sebelah Yoko.
Masalah ini lebih rumit dari yang Bastian pikirkan.
'Yoko Zuna bukan dari keluarga Zuna?'
"Tutup mulutmu, Tyson Kidd!"
Wajah putih Yoko menjadi merah dan tiba tiba melangkah maju seolah ingin memukul seseorang.
"Kenapa, bukankah kau ingin memukulku? Ayo, ayo, biarkan semua orang melihat bahwa tuan muda Zuna memukuli tamu pada jamuan acara pembukaan yang di adakan di tempatnya."
Tyson dengan senyum bahagia, bahkan berinisiatif untuk berdiri di depan Yoko dan menunjuk wajahnya sendiri.
"Ayo, ayo, tidak berani?"
Sikap sombong dan bodoh Tyson ini bahkan telah menarik banyak orang melihat ke arah mereka.
Yoko mengangkat tinjunya yang terkepal, wajahnya terus berubah dengan ekspresi yang tidak pasti.
Tapi akhirnya dia menurunkan tangannya.
Sarkasme di wajah Tyson bahkan merasa lebih puas.
__ADS_1
"Buang buang waktu saja, pengecut se---,,,"
Pada saat ini, kepalan tangan besar tiba tiba muncul di depan Tyson Kidd, jika di lihat dengan gerakan pelan, tangan itu semakin membesar dan membesar lalu akhirnya menabrak batang hidung dengan keras tepat di wajah itu.
BUAGH!
Darah mengalir dengan cepat dari hidungnya. Tyson jatuh terjerembab dengan wajah bodohnya. Dia mengulurkan tangannya untuk menyeka wajah dan melihat segenggam darah. Dia merasa hidungnya retak.
Semua orang kaget, termasuk Yoko yang baru saja menurunkan tangannya dan Tamina yang masih memeluk lengan Bastian.
"Bastian,,, kau---,,," Yoko merasakan kekhawatiran.
Bastian perlahan menarik tangannya yang masih mengepal ke depan, wajahnya menunjukkan kepolosan yang di buat buat, sambil mengangkat bahu, dia berkata.
"Maaf, aku ini orang yang berpikir logis, aku melihat ada orang menunjuk wajahnya sendiri minta di pukul, kenapa tidak memberikannya? Dia yang meminta, bukan? Aku gemas ingin mencoba."
Yoko menatap Bastian dalam dalam tanpa mengatakan apa pun, tapi matanya menunjukkan kekaguman.
"Pfft, hahahahaha, benar sekali, sangat menyenangkan."
'Logis kepalamu itu!'
Tamina menatap wajah sedih Tyson dan wajahnya merah padam. Pada akhirnya, dia tidak bisa menahan tawa. Bahkan air matanya sampai keluar.
"Apakah kau menikmatinya, mau menggangguku berapa kali?"
"Aargh!"
Dengan rasa sakit parah yang berangsur hilang, kemarahan Tyson juga perlahan hilang.
Dia berusaha untuk berdiri dari lantai, melihat Tamina yang tertawa dan mata semua orang di sekitarnya, membuatnya hampir gila.
Wanita mana yang dia inginkan, akan lebih mudah di dapatkan dari membalikkan telapak tangan.
Bagaimana bisa dia menanggung semua penghinaan seperti itu hari ini?
Gadis yang dia sukai menertawakan dirinya dan seorang pemuda yang tidak tahu darimana asalnya, berani memukulnya?
Ini keterlaluan!
Beberapa orang di sekitar juga mengelilinginya dengan tampang yang mencemooh, dan hal ini tampaknya akan menjadi berita hangat.
"Hehehe, Sepertinya beberapa anak muda sedang bersenang senang."
Suara tawa hangat terdengar datang dari belakang kerumunan dan Shaun Zuna yang berusia hampir 70 tahun itu muncul.
Setelah melihat beberapa pemuda berkerumun, Shaun datang untuk memeriksa keadaan.
"Ayah."
Yoko berseru.
Dia seolah tidak memperdulikan suasana tegang di kedua sisi. Tapi dengan senyum hangat di wajahnya lalu berkata kepada Tyson.
"Sepertinya kau sedang bersenang senang, tidak usah sungkan, semua orang menikmati acara."
__ADS_1
Bastian diam sejenak dan tersenyum.
"Ya, tuan muda Kidd dan saya sangat cocok satu sama lain dan kami juga rukun."
"Tuan muda Kidd tidak sengaja jatuh karena minum wine terlalu banyak, maafkan atas kecerobohannya."
"Benar begitu, Tyson?"
Bastian menyadari bahwa Shaun muncul di sini untuk mengatasi masalah. Hari ini adalah acara pembukaan Blue Moon. Tentu saja dia tidak ingin ada serangga saat ini yang bisa mengacaukan minat semua orang. Melihat Tyson di pukul, dia tidak perduli.
""Kau---,,,!!!"
Hidung Tyson hampir bengkok. Dia belum pernah bertemu orang yang begitu berani sebelumnya. Jelas, orang ini mengalami cedera yang serius.
Dia akan marah, tapi Hachi Zuna yang berdiri di sebelah Shaun, mengedipkan mata padanya diam diam.
Tyson tampak tidak terima, lalu melirik Shaun dengan senyuman di wajahnya, dengan terpaksa menekan amarah di dada dan mendengus berat.
"Ya, tuan Zuna, kami rukun rukun saja."
Nadanya agak kesal.
"Baiklah, ah, Tamina, kamu sudah besar dan menjadi gadis yang anggun. Sudah bertahun tahun yang lalu aku terakhir kali melihatmu. Bagaimana kabar orang tuamu?"
Tamina tersenyum santai.
"Semua sehat sehat saja."
"Hahaha, baguslah."
Shaun tertawa lalu menatap Bastian.
"Kau Bastian Sharga? Teman Yoko?"
"Iya."
Bastian sedikit mengangguk dengan angkuh.
"Masih muda dan sangat menjanjikan. Sangat sangat menjanjikan."
Shaun memperlihatkan tatapan aneh di matanya, lalu dia berkata lagi.
"Kalau begitu, kalian anak anak muda, silahkan di lanjutkan, aku tidak akan mengganggu kalian."
Setelah itu dia mengajak Hachi pergi dan berjalan ke arah tamu yang lainnya.
Tetapi sebelum dia pergi, saat dia melewati Yoko, langkah kakinya terhenti dan berbisik dengan dingin.
"Hal hal yang tidak cukup untuk di capai tetapi lebih dari cukup untuk gagal. Apa yang kau lakukan di hari yang sangat penting ini? Jangan bikin malu!"
Setelah itu, Shaun pergi dan hanya menyisakan wajah Yoko yang menjadi jelek.
Setelah kejadian seperti itu, Tyson dan yang lainnya secara otomatis tidak berani membuat keributan lagi, atau mereka akan dianggap tidak menghormati Shaun Zuna sama sekali.
Tyson dengan dingin menatap Bastian dan yang lainnya.
__ADS_1
"Tunggu saja! Aku tidak akan melepaskanmu, cepat atau lambat aku akan membalasmu!"
"Ayo pergi!" lanjut Tyson kepada teman temannya.