Kaisar Bisnis

Kaisar Bisnis
Feel Group


__ADS_3

Di dalam Rolls-Royce Silver Shadownya, Bastian tidak bisa menahan diri untuk bersin bersin, dia menggosok hidungnya dan kemudian merasa sedikit kesal.


"Aku baru saja kehilangan uang 5 milyar dollar dan aku hanya mengacak rambut seorang gadis? Padahal dia sudah memberi kode! Aku seharusnya menciumnya saja tadi!" Bastian sedikit kecewa.


DING!


[Selamat kepada anda karena menyelesaikan misi tersembunyi.]


[Misi : Setia dan Keteguhan Hati.]


[Menolak pengakuan cinta gadis cantik karena setia.]


[Selamat anda mendapatkan hadiah 16% saham Feel International Group.]


[Anda menjadi pemegang saham terbesar ketiga di Feel Group.]


"Apa! Benarkah?" Tangan Bastian yang memegang setir hampir tidak stabil dan seluruh tubuhnya lemas karena terkejut.


"Apa apaan? 16% saham Feel Group? Kejutan ini terlalu tidak terduga, bukan?"


Feel adalah nama hotel terkenal di negara ini. Dan kini, dia menjadi pemegang saham terbesar ketiga secara tiba tiba.


"Telusuri Feel Group."


Bastian tidak dapat menahan kegembiraannya, dia dengan cepat mulai mencari data rinci dari Feel Group menggunakan domain otak bantuan sistem.


Feel Group di dirikan pada tahun 1991, bernama lengkap Feel International Group. Itu adalah salah satu grup perusahaan pariwisata komprehensif terbesar di negara Kangaro. Grup ini menjadikan hotel sebagai bisnis utamanya dan melibatkan layanan kuliner dan transportasi tour pariwisata.


Menurut data tahun terakhir, nilai aset Feel Group telah mencapai lebih dari 240 milyar dollar.


Walaupun tidak sebanding dengan grup besar seperti Coral yang telah di jalankan selama lebih dari 100 tahun dan memiliki cabang di seluruh dunia, kekuatan Feel Group juga cukup tinggi.


Dalam beberapa tahun terakhir, mereka secara aktif mengembangkan bisnis di dalam dan luar negeri. Feel International Hotel menempati peringkat pertama di negara ini dan ketiga dalam industri perhotelan di dunia.


Hanya ada dua hotel terkenal lain di atasnya di dunia ini.


"240 milyar dollar? Aku sekarang memegang 16% sahamnya, bukankah itu kira kira sekitar 40 milyar dollar?" Setelah perhitungan cepat di dalam hati, Bastian tidak bisa menahan diri untuk terkejut lagi.


Dia senang karena kesetiaannya. Walau harus kehilangan 5 milyar dollar tapi dia mendapat gantinya berkali kali lipat. Ini sangat bagus.


Tidak mudah untuk menghasilkan uang di jaman sekarang. Dan hadiah ini, sama sekali tidak merugikan.


***

__ADS_1


Kota Adel, Jalan Severe Winter, sebuah gedung komersial yang mewah.


Di depan gedung yang mengesankan itu ada tulisan besar. Feel International Group.


Di ruang kantor ketua grup, seorang pria berwajah oriental berusia lima puluhan sedang memeriksa beberapa dokumen di mejanya.


Dia adalah pemimpin Feel International Group, Marcel Williams. Dia juga pemegang saham tertinggi Feel dengan total sahamnya 27,8%.


Pada saat itu, ponselnya tiba tiba berdering.


Marcel sedikit mengerutkan kening dan mengangkat telpon itu. "Halo?"


[Ketua, kami baru saja menerima kabar bahwa Slow Ventures melepaskan 16% sahamnya di perusahaan kita dan menjualnya kepada seorang pria bernama Bastian Sharga.]


"Apa?" Marcel kaget karena Slow Ventures tiba tiba menjual sahamnya.


Padahal mereka tahu bahwa perusahaan sedang di masa jaya dan sahamnya terus menguat. Marcel tidak tahu berapa harga saham yang di berikan kepada mereka. Apalagi dia juga tidak tahu siapa Bastian dan dia belum pernah mendengarnya.


"Apakah ada penjelasan dari Slow Ventures?"


[Tidak, tidak ada laporan apa apa sebelumnya dan sekarang mereka juga menolak untuk menjelaskan alasan apapun.]


Karena Bastian sekarang adalah pemegang saham terbesar ketiga di Feel Group, wajar jika Marcel ingin bertemu dengannya.


Meskipun ada perasaan ragu tentang masalah ini, tapi karena Bastian sekarang adalah pemegang saham tertinggi ketiga di Feel Group yang sah, Marcel perlu untuk menghubungi dan merayu terlebih dahulu. Siapa tahu mereka bisa menjadi mitra yang baik.


[Baiklah ketua, saya akan mengaturnya segera untuk anda.]


***


Sekitar setengah jam kemudian, Bastian menerima panggilan telpon. Orang itu mengaku sebagai asisten ketua Feel International Group dan mengirimkan undangan kepada Bastian atas nama ketua, Marcel Williams.


Bastian langsung menyadari bahwa mereka mengetahui tentang pengalihan saham mereka itu.


Bagaimanapun, itu adalah undangan dari ketua Feel International Group. Dia juga seorang pengusaha besar. Bastian ingin menghargainya.


"Oke, aku setuju, hari kamis ini, aku akan kesana."


[Baiklah, terima kasih atas kerjasamanya, tuan Sharga.]


Asisten itu dengan hormat menjawab dan menutup telponnya.


***

__ADS_1


Hari ketiga setelah Marcel mengirim undangan kepada Bastian untuk bertemu.


Bandara ibu kota Adel.


Seluruh landasan pacu pribadi yang masih satu tempat dengan bandara utama telah di bersihkan, dan hangar yang bisa memarkir lebih dari selusin pesawat pribadi sekarang benar benar kosong.


Titik hitam kecil muncul di kejauhan dan mulai mendekat. Tak lama kemudian, sebuah pesawat pribadi besar mendarat di landasan pacu membuat udara di sekitarnya bergelombang dan kemudian perlahan melaju ke bandara khusus di sebelah bandara umum.


"Astaga, bukankah itu jet pribadi? Itu terlalu besar untuk sebuah pesawat pribadi. Berapa harganya kira kira?"


"Kau bilang itu pesawat terbang? Itu terlihat seperti roket di mataku."


"Lihat, seluruh bandara khusus telah di kosongkan. Siapa yang datang? Biaya pengosongan saja bisa mencapai ratusan ribu dollar bukan? Itu terlalu berlebihan."


Dalam proses pesawat itu memasuki bandara, tak terhitung banyaknya orang yang turun dari pesawat penumpang penerbangan sipil terkesima.


Mata mereka penuh rasa iri dan cemburu. Mereka berangan angan kapan mereka bisa duduk di pesawat pribadi seperti itu, daripada duduk di penerbangan sipil bersama orang lain yang ramai.


Beberapa orang menatap pesawat pribadi yang sangat besar itu dan tiba tiba berseru setelah beberapa saat. "Bukankah ini jetbus 7000?"


Semua orang menatap pesawat itu satu persatu dan seorang pria paruh baya botak tiba tiba mulai berbicara dengan penuh semangat. "Benar, itu adalah jetbus 7000 baru yang di luncurkan oleh Perusahaan Bombardier di luar negeri. Pada pameran di Gamble City tahun lalu, itu di jual seharga lebih dari 500 juta dollar. Saat ini, itu merupakan jet pribadi terbesar di dunia, dengan 4 ruang tidur biasa dan satu kamar tidur utama presidental suite. Dan kabinnya bisa menampung ratusan penumpang. Meskipun bentuknya seperti pesawat biasa, kecepatannya bisa mencapai 1,85 Mach. Menakjubkan bukan? Kecepatan terbangnya sebanding dengan pesawat tempur. Aku sendiri tidak percaya aku cukup beruntung bisa melihatnya di sini."


Pria paruh baya botak itu menggeleng tak percaya.


"lebih dar 500 juta dollar?! Gila!"


"Ini benar benar orang kaya!"


"Pesawat ini bahkan lebih besar dari rumahku."


Pada saat ini, iring iringan mobil mewah perlahan melaju ke dalam bandara khusus itu. Ada Ferrari F355, Audi A2, Mercedes Benz C280 dan berbagai mobil sport mewah lainnya membentuk sebuah barisan yang mengawal sebuah limosin yang berada di tengah.


Sekelompok pengawal berpakaian formal hitam turun dari mobil dan kemudian berdiri tegak di samping mobil seperti pohon yang kuat, mereka tidak bergerak dan tegap.


Pintu pesawat perlahan terbuka. Bastian mengusap matanya beberapa kali dan meregangkan tubuhnya.


"Ahh! Sangat nyaman untuk tidur." Wajah Bastian menunjukkan rasa puas.


Benar saja, Bastian baru saja membeli pesawat pribadi yang besar dan nyaman. Meskipun harganya lebih dari 500 juta dollar tapi menurutnya itu sepadan. Jetbus 7000 memiliki kamar tidur, ruang keluarga, kamar mandi, ruang makan, ruang hiburan dan bioskop kecil. Hal ini memberikan pengalaman yang sama seperti di rumah.


Bastian baru saja tidur dengan nyaman di tempat tidur besar yang lembut dan empuk. Meskipun pesawat melaju kencang, dia tidak merasakan getaran dan kebisingan di bawah fungsi penyerapan guncangan berteknologi tinggi dan sistem kedap suara dari bisingnya mesin.


Setelah meregangkan tubuhnya, Bastian berjalan menyusuri koridor pesawat itu.

__ADS_1


__ADS_2