Kaisar Bisnis

Kaisar Bisnis
Pahlawan Kuda Putih


__ADS_3

Xia tiba tiba membuka matanya dan menunjukkan sedikit harapan di wajahnya.


Seseorang telah datang untuknya.


Tetapi ketika Xia melihat bahwa orang itu hanya satu satunya, Xia tidak bisa menyembunyikan kekecewaannya dan hampir menangis.


Kedua gangster ini terlihat kuat dan seram. Meskipun pria yang datang itu tinggi, dia tidak terlihat terlalu kuat, Bagaimana dia bisa melawan mereka?


"Hah? Siapa dia?"


Kedua gangster ini tampak ragu ragu sejenak, dan memastikan bahwa Bastian hanyalah manusia dan tidak ada orang lain bersamanya, kedua gangster ini saling pandang dan kemudian tertawa.


"Hahahaha, aku pikir ada apa, ternyata hanya seorang bocah yang berfantasi tentang pahlawan kuda putih menyelamatkan seorang putri."


Mereka berdua memandang Bastian yang tampak serius dan tertawa terbahak bahak seolah olah mereka telah mendengar lelucon paling lucu se dunia.


"Wah, kau sendirian? Kau ingin melawan kami? Tidak, terima kasih."


Pria yang memegang tangan Xia mencibir, matanya melirik dan dia menoleh untuk memberi tanda pada temannya.


Temannya mengerti maksudnya itu dan maju perlahan dengan senyuman yang garang.


"Bocah, sekarang aku akan memberimu kesempatan untuk berlutut dan bersujud kepada kami untuk meminta maaf. Kami akan mengampuni hidupmu, jika tidak---,,,"


"Sayang sekali, kau sudah ku beri kesempatan, kau tidak menghargai kami?"


Bastian menggelengkan kepala dengan wajah pura pura menyesal.


"Saat kau mati, apa kau masih bisa bergaya? Aku pikir kau memang sedang mencari kematian!" Mata pria itu geram dan dia langsung maju ke depan dan mengayunkan tinjunya tepat ke depan Bastian.


Pria itu tampaknya seorang yang terlatih, dan juga gerakannya cukup kuat.


"Awas!"


Xia mau tidak mau berteriak keras keras.


"Aku bisa menghancurkan bocah ini dengan satu pukulan dan membuatnya memohon belas kasihan sambil berlutut!" Pria itu tampak sangat kejam dan ganas.


Bastian menatap dengan dingin, secepat kilat kaki gesitnya melepaskan tendangan, melesat langsung ke pria itu.


BUAGH!


Dengan suara teredam, pria yang garang dan marah tadi, terbang ke udara seperti karung beras dan jatuh dengan keras ke arah belakang.


"Aaarrggh!"


Jeritan itu sekeras suara babi yang sedang di jagal. Pria itu memegang perutnya sendiri dan terlihat pucat. Setelah itu memuntahkan seteguk darah, lalu dia ambruk di tanah seutuhnya, kejang sebentar lalu pingsan.

__ADS_1


Teman pria itu dan juga Xia, menganga lebar.


Seorang pria kekar di hempaskan ke udara dengan sekali tendang. Seberapa besar kekuatan yang di butuhkan untuk melakukan hal seperti itu?


Bahkan pasukan khusus yang paling kuat pun, juga tidak bisa melakukan tendangan ke seseorang dan membuatnya langsung terbang.


Saat ini, Xia tiba tiba merasakan sesuatu yang dingin menempel di lehernya.


"Jangan bergerak! Bergeser sedikit saja akan ku bunuh wanita ini." pria yang menangkap Xia panik dan mengeluarkan pisau lipat dari pinggangnya, siap untuk menyayat leher yang halus itu.


"Aaah!" Xia berteriak, air matanya tidak bisa ditahan dan terus mengalir.


"Ooh, bunuh saja, toh aku tidak mengenalnya."


Bastian sempat membeku sebentar lalu berkata sembarangan.


Xia menjadi semakin putus asa.


"Kenapa kau tidak melakukannya? Jangan jangan kau takut ya?" Bastian perlahan mendekati pria itu.


"Kau! Jangan mendekat! Jangan kesini!"


Pria itu berteriak sepenuh hati, tetapi Bastian tidak menghentikan langkahnya sama sekali.


Bastian maju selangkah demi selangkah.


Bahkan mungkin jika mereka berada di jarak yang dekat, itu cukup untuk membuatnya pingsan.


Di bawah ketakutan yang ekstrim, tangan pria itu gemetar dan tanpa sengaja sedikit menggores kulit leher Xia, dan segaris darah kecil mengalir.


Saat ini, Bastian bergerak seperti cheetah. Permukaan jalan yang berupa konblok itu bahkan meninggalkan retakan besar dan kemudian hancur berkeping keping ketika kaki Bastian menghentak untuk melesat.


Kecepatannya terlalu ekstrim untuk dapat di lihat mata. Bastian muncul di samping pria itu dalam sekejap. Tangan kirinya meraih lengan pria itu dan memutar telapak tangan yang memegang pisau lipat. Dengan sedikit tarikan, tangannya terkiri karena terputar.


"Aaarrrggghhh!"


Dalam jeritan itu, pisau lipat itu di jatuhkan.


Bastian mengumpulkan energinya ke telapak tangan, tinjunya di layangkan, dengan sedikit shock, pria itu terbang ke belakang seperti layang layang yang jatuh ke tanah dan langsung pingsan.


Xia terhuyung huyung karena terkejut, tapi Bastian melihatnya dan menangkap dalam pelukannya secara langsung.


Nada indah dari sistem terdengar di telinga Bastian.


[Selamat anda menyelesaikan misi random langka.]


[Misi : Selamatkan wanita dari masalah besar dan membantunya keluar dari bahaya. Berhasil.]

__ADS_1


[Selamat anda mendapatkan hadiah : 1 Serum Fisik Instan tingkat sedang dan 3 obat kosmetik super.]


[Selamat anda mendapatkan poin pesona +5]


Bastian merasa sangat gembira di hatinya. Ketika dia melihat wanita cantik di pelukannya, wajahnya langsung berubah menjadi ramah dan baik hati.


"Cantik, apa kau baik baik saja?"


"Ba-baik,,, Aku tidak apa apa." Xia sedikit shock dan masih meneteskan air mata.


Tapi Xia tidak tahu kenapa, ketika bersandar pada dada Bastian yang kuat dan hangat, dia merasakan aura unik dari pria itu dan tiba tiba merasa sangat nyaman.


Xia dengan teliti menatap Bastian, tubuh tinggi, wajah tampan dan tegas, sepasang mata menunjukkan kepercayaan diri yang tak terbatas dan tajam seperti elang, seolah olah bisa melihat segala sesuatu di dunia ini.


Saat ini, poin pesona Bastian telah mencapai 95, dan dia baru saja menyelamatkan seorang gadis. Sekarang di mata Xia, Bastian sangat mempesona dan panas seperti dewa matahari, Helios.


"Baik hati... Sangat tampan..."


Xia bersandar di lengan Bastian, pipinya merona kemerahan dan matanya berkedip kedip dengan kecemerlangan yang aneh.


"Aku tidak tahu, apakah kamu sudah punya pacar..."


"Kau ini bicara apa? Suaramu terdengar jelas lho." Bastian bertanya.


"Aaah tidak... Tidak ada!" Xia melepaskan pelukannya dan menarik nafas dalam dalam.


"Terima kasih sudah menyelamatkanku."


"Tidak masalah, itu sangat mudah. Aku pribadi sangat suka membantu orang lain dan tidak meminta imbalan apapun."


Bastian berkata dengan percaya diri dan membantu Xia mengambil barang barang yang berserakan.


"Apakah kau bisa pulang sendiri? Atau kau ingin aku antarkan?"


"Tidak, tidak, aku baik baik saja, aku bisa pulang sendiri." Xia tidak ingin merepotkan Bastian lagi dan buru buru berkata, tapi sebelum dia bisa melangkahkan kaki dia mengaduh dan hampir jatuh.


"Apa ada yang salah?"


"Kakiku... Terkilir." Xia sedikit malu, sepertinya dia lupa bahwa dia melukai kakinya sendiri saat dia mencoba kabur tadi.


"Aku tahu sedikit pijatan, kau duduk saja dulu." Bastian membantu Xia menemukan tempat untuk duduk lalu dengan lembut memijat pergelangan kaki Xia dengan tangannya.


Merasakan sentuhan halus dan lembut di pergelangan kakinya, Xia bereaksi, wajahnya menjadi lebih merah dan jantungnya berdetak kencang.


Dia tidak pernah melakukan sentuhan intim dengan pria manapun.


"Ini mungkin akan sedikit sakit, kau tahan ya."

__ADS_1


Bastian berkata pelan lalu telapak tangannya sedikit memutar dan menarik telapak kaki Xia sampai samar samar terdengar suara tulang seperti tersambung kembali. Kemudian Bastian mengurut pelan untuk meregangkan otot di pergelangan kaki Xia.


__ADS_2