Kaisar Bisnis

Kaisar Bisnis
Kartu Mengerikan


__ADS_3

Bunyi rem berderit dan Rolls-Royce Silver Shadow itu berhenti dengan cepat.


Bastian turun dari mobil dan menatap tanda besar gedung tinggi di depannya.


Tanda itu bertuliskan dengan bahasa inggris yang jika di artikan adalah 'Pusat Sumber Daya Manusia, Dello Group cabang Sidni'.


Ini adalah perusahaan pelatihan terkenal dengan sumber daya manusia dan keuangan yang melimpah serta bisnis global. Mereka mempunyai lebih dari selusin cabang di negara ini dan di distribusikan di hampir semua kota metroplitan tingkat atas.


Tujuan Bastian datang ke sini hari ini, terutama untuk merekrut asisten.


Waktu misinya mendesak, hanya satu tahun, jangankan mendapat untung, bahkan jika ijin usaha, hak cipta game, ijin pemberdayaan situs, dan serangkaian sertifikat atau kualifikasi yang rumit di lakukan, itu masih terbilang rumit dan proyek ini sangat rumit.


Ketika memikirkan hal ini, kepala Bastian serasa akan meledak saja.


Meskipun Bastian berencana untuk membeli perusahaan secara langsung, belum tentu ada perusahaan yang memenuhi syarat untuk di pilih dalam waktu dekat dan mendadak.


Jadi Bastian harus siap menghadapi hal yang terburuk.


Dan bahkan jika beberapa perusahaan tertarik untuk di beli, mereka juga akan membuat banyak persiapan dan negosiasi, kalau mereka ingin melakukan akuisisi yang lancar.


Bastian menyadari bahwa dia memang memiliki bakat dan kemampuan dalam mengembangkan game, tetapi dia tidak pandai dalam hal perusahaan.


Bastian tidak bisa melakukan semuanya sendiri. Otomatis, dia membutuhkan asisten yang cakap untuk menangani masalah spesifik perusahaan. Dia hanya perlu mengontrol arah perusahaan secara umum dan mencari cara untuk membuat perusahaan membuat produk yang bisa laku di pasaran.


Bastian memasuki aula, seorang resepsionis berdiri dan menyambut dengan hormat.


"Ada yang bisa saya bantu, tuan?"


Resepsionis itu melihat Bastian datang menaiki Rolls-Royce dan tahu bahwa dia adalah pelanggan penting dengan status terhormat yang tidak bisa diabaikan begitu saja.


"Aku ingin memperkerjakan seorang asisten." kata Bastian singkat padat dan jelas,


"Baik tuan, silahkan ikuti saya, wakil manajer umum akan menemui anda secara pribadi."


Resepsionis membungkuk hormat dan meminta karyawan lain untuk memberi tahu wakil manajer umum.


Ini adalah peraturan perusahaan mereka. Dalam kasus pelanggan yang terlihat tidak biasa, resepsionis harus segera menghadapkan pelanggan itu kepada minimal tingkat wakil manajer umum untuk menemui langsung.

__ADS_1


Sambil menunggu, resepsionis meminta Bastian untuk membayar deposit pertama. Bastian menyerahkan kartu bank nya.


Saat kartu hitam berhias garis ungu yang di berikan oleh sistem Bastian di gesekkan, tiba tiba sesuatu muncul di layar mesin.


'Kartu Hitam Ungu terdeteksi, VIP terdeteksi.'


"Apa ini?"


Wajah resepsionis itu terkejut.


"Apa ada masalah?"


Bastian melihat perubahan raut wajah resepsionis dan bertanya.


"Tidak,,, hanya saja,,,"


Resepsionis bingung caranya menjelaskan.


Dia tidak pernah mengalami situasi seperti itu selama bertahun tahun di bekerja di sana.


"Maaf, tuan Bastian Sharga, saya adalah wakil manajer umum di perusahaan ini." sapa wakil manajer umum itu.


"Maafkan saya, anda adalah tamu VIP yang memegang kartu hitam ungu. Menurut peraturan dan ketentuan perusahaan, saya juga tidak memenuhi syarat untuk menemui anda. Hanya manajer umum yang berhak menerima anda secara pribadi. Silahkan ikuti saya, tuan." lanjut wakil manajer umum.


Bastian terdiam seperti orang bodoh.


"Kartu hitam ungu? Aku kira sistem hanya memberikanku kartu bank biasa. Kartu itu, kenapa tiba tiba menjadi status yang besar?" gumam Bastian dalam hati.


Di sebelahnya, wajah resepsionis menjadi syok, hatinya dalam gelombang besar yang mengerikan, bahkan wakil manajer umum tidak memenuhi syarat untuk menerimanya, harus manajer umum secara pribadi.


"Siapa pemuda ini?"


Wakil manajer umum terkejut saat ini, apalagi dia.


Dalam statusnya, identitas orang dengan kartu hitam bergaris ungu sangat di hormati, dan untuk masalah detailnya, terlalu sulit di pahami.


Ini juga pertama kalinya dia menerima tamu seperti itu selama bertahun tahun bekerja, jadi begitu dia menerima permintaan informasi yang di kirimkan oleh jaringan perusahaan, dia langsung berubah dari berjalan santai menjadi berlari tergesa gesa.

__ADS_1


"Tuan, mari ikuti saya."


Sikap wakil manajer umum sangat hormat. Meskipun karyawan biasa mungkin tidak memahaminya, salah satu hal terpenting dalam pelatihan manajemen perusahaan mereka adalah


'Seorang tamu dengan kartu hitam bergaris ungu adalah orang terhormat. Jangan sampai menyinggung mereka.'


***


Di aula lantai atas yang luas, Bastian duduk di kursi kayu yang di ukir dengan pola indah, dia meminum teh sambil menunggu dengan santai.


Saat ini dia menanyakan sistem tentang kartu bank nya dan mendapatkan informasi yang mengejutkan.


Nama kartu banknya adalah Purple Black Card. Ini adalah kartu bank langka yang diluncurkan bersama oleh konsorsium terkenal di dunia seperti Morgan, Rockefeller, Citi dan yang lainnya. Juga termasuk bank bank terkenal di dunia seperti Swiss Bank.


Hanya mereka yang memiliki kekayaan luar biasa atau status terhormat yang dapat di evaluasi. Singkatnya, untuk mendapatkannya tidaklah mudah.


Selain bisa di gunakan secara global, yang mengerikan adalah batas pemakaian kartu ini sebesar 30 milyar dollar.


Kartu ini sendiri adalah simbol status yang tinggi. Setelah di terapkan, pemilik terhubung dengan banyak perusahaan terkenal dan bahkan tingkat internasional. Di banyak tempat, setelah kartu di tunjukkan, pemilik akan menikmati standar pelayanan dengan tingkat kenyamanan tertinggi.


"Hah!"


Bastian tidak bisa bernafas setelah memahami kengerian kartu bank yang dia pikir biasa saja ini.


Menakutkan sekali! Dia pemilik kartu dan dia takut sendiri!


Itu mengguncang mentalnya sepanjang hari.


"Hei sistem! Kartu ini luar biasa, kenapa kamu tidak memberitahuku sebelumnya?!"


Bastian yang telah kembali kesadarannya, bertanya dengan tidak puas, apabila dia tidak datang ke perusahaan ini, dia mungkin tidak akan mengetahui kekuatan kartu bank ini.


Jawaban sistem membuat nafasnya berhenti lagi dan ingin menghancurkan seluruh ruangan,


[Anda tidak bertanya.]


Bastian bingung ingin menangis atau tertawa, dengan dengusan dingin, dia berhenti bertanya.

__ADS_1


__ADS_2