Kaisar Bisnis

Kaisar Bisnis
Kejam


__ADS_3

"Tuan Sharga, ketua! Saya salah, saya salah, ketua!"


Levi merangkak dan berlutut di depan Bastian dengan penuh ingus dan air mata.


"Berapa banyak yang Al berikan untuk mengkhianati perusahaanku? Bukankan aku sudah memberimu gaji yang cukup?" Bastian berdiri dengan wajah datar dan bertanya.


"Ketua, beri saya kesempatan lagi." Levi seorang pria berusia hampir 50 tahun itu memohon belas kasihan.


"Cepat katakan!"


Tubuh Levi gemetar dan dia berkata dengan terbata bata. "Du-dua puluh juta dollar tunai dan jaminan keamanan saya di luar negeri."


"20 juta dollar? Sedikit sekali."


Mata Bastian sedikit menyipit dan dia menendang Levi ke tanah dengan kaki kirinya. Suaranya berubah lebih dingin. "Jadi 20 juta dollar bisa membelimu untuk mengkhianati perusahaanmu dan kemudian mengganti produk asli dengan produk palsu berbahaya? Tahukah kau berapa banyak orang yang tidak bersalah akan menderita jika barang barang itu benar benar masuk ke pasaran?"


"Itu semua di picu oleh Al bajingan itu, saya... Saya hanya khilaf, tuan. Tolong beri kesempatan lagi."


"Aku bukan orang yang pelit. Aku bisa memberimu lebih banyak uang jika kau benar benar setia kepadaku! Tapi aku sekarang tidak membutuhkanmu!" Suara ketidakpedulian Bastian tak terbendung lagi.


"Jika anda memberikan kesempatan sekali lagi, saya akan membayar kembali dengan hidupku , tuan."


Levi berkata dengan panik kemudian memeluk kaki Bastian. Tapi dia di tendang lagi dengan keras dan langsung terpental jauh.

__ADS_1


"Ram, kirim orang ini ke penjara." kata Bastian dengan wajah dingin.


"Baik, bos." Rampage langsung menjawab bahwa itu perkara mudah.


"Tapi, aku tidak ingin dia bisa keluar lagi." Bastian menoleh untuk menatap Rampage. "Bayar orang terkejam di penjara, dan pastikan dia tidak sengaja membunuh orang ini dalam sebuah perkelahian. Tidak masalah bukan?"


Levi lemas mendengar ketika menyadari intinya.


Jika dia menggunakan cara lain untuk mencari keuntungan bagi dirinya untuk menghancurkan Moleque, Bastian mungkin tidak terlalu perduli. Tetapi dia diam diam mengganti produk dengan kosmetik berbahaya dan kabur, hal itu telah melampaui batas toleransi Bastian.


Bastian menganggap perbuatan itu bukan perbuatan pria sejati. Dia hanya pengecut yang jahat. Mengorbankan banyak orang untuk dirinya sendiri. Untung saja hal itu langsung di ketahui oleh Bastian.


Rampage menarik nafas dalam dalam dan mengangguk dengan sungguh sungguh. "Baik bos, aku kan memastikan hal itu terjadi."


"Bagus."


Bastian menatap Al lagi, sedikit berpikir. "Apa yang harus aku lakukan denganmu?"


"Tolong jangan bunuh aku. Aku bisa memberimu uang sebanyak yang kau mau." Al berteriak keras karena terlalu ketakutan, suaranya jadi melengking dan lucu.


Mendengar kata kata Bastian tadi dengan mata kepala sendiri yang dengan ringan menentukan hidup dan mati seseorang. Hal itu benar benar menghancurkan nyali Al. Bastian benar benar jelmaan iblis.


"Jangan khawatir, aku tidak akan membunuhmu." Bastian berjalan ke sisi Al dan berjongkok. Dia menepuk pundak Al dengan wajah ramah yang di buat buat.

__ADS_1


Pada saat kontak fisik ini, kekuatan tenaga dalam Bastian memasuki tubuh Al, menghancurkan pusat energi di tubuhnya.


"Aarrghh!" Dalam jeritan itu, mata Al memutih dan dia pingsan karena kesakitan.


Bastian telah menghancurkan semua pusat energi Al dengan tenaga dalamnya. Ini seperti luka dalam yang tidak bisa di deteksi oleh pengobatan modern. Al tidak akan langsung mati, tetapi tubuhnya secara bertahap akan menjadi lemah dan kurus.


Sekitar setengah tahun atau lebih, dia akan mati mendadak.


Bagaimanapun, Al adalah pewaris utama dari keluarga Snow dan statusnya sensitif. Karena dia menyinggung Bastian, dia memang harus mati tetapi Bastian tidak bisa langsung membunuhnya dan tidak akan membiarkannya mati di sini.


"Yah, setidaknya dia masih bisa hidup 6 bulan lagi."


Bastian bangkit dan berpikir sejenak lalu berkata. "Patahkan kakinya, di siksa dikit juga tidak apa apa, tapi jangan sampai kalian lepas kendali, aku tidak mau dia mati."


"Jangan khawatir bos, aku berpengalaman dalam hal seperti itu."


Rampage tersenyum senang. "Seret orang ini ke belakang!"


Bastian langsung berbalik dan berjalan keluar gudang. Dari luar, samar samar dia mendengar jeritan menyayat hati Al datang dari belakangnya.


"Arrgghhhh! Tolong... Apa yang... Beraninya ka---... Arrgghh!"


Pada saat yang sama, rekaman dialog Al Snow dengan Randy Savage di rilis di platform resmi Moleque sebagai bukti dan Randy Savage, direktur Coral Group cabang Sidni juga secara pribadi menyebarkan video rekaman cctv untuk mengungkap kebenaran tentang masalah ini.

__ADS_1


Para netizen dan internet pun gempar.


__ADS_2