
Setelah menyelesaikan uji coba kedua kosmetik itu dan membuktikan kemanjuran yang tak tertandingi, Bastian langsung mengadakan rapat kerja di departemen pemasaran.
"Sebagai perusahaan kosmetik yang baru di dirikan, dan ini adalah pertama kalinya meluncurkan produk, mengenai hal ini, untuk mendapatkan dukungan dan pengakuan konsumen, kita harus mulai dari dua aspek!"
"Pertama, aku telah meminta pabrik produksi untuk meningkatkan pengembangan produk uji coba baru. Kita berbicara dengan fakta, biarkan konsumen merasakan produk secara gratis, biarkan mereka berhasil merasakan kemanjuran produk dan kemudian secara bertahap mempromosikan melalui lingkaran mereka sendiri."
"Kedua, kita mengambil inisiatif untuk melakukan propaganda. Di awal kita akan berkonsentrasi pada propaganda di kota Sidni dan kemudian menyebarkan ke seluruh kota di negara ini dengan kota Sidni sebagai pusatnya."
"Hanya ada tiga prinsip untuk propaganda yang sukses. Cepat, luas dan berlebihan!"
Mata Bastian tajam dan menyapu banyak wajah karyawan di bawahnya lalu berkata dengan dingin. "Beri aku kata kata yang paling berlebihan, biarkan semua orang mengingat Moleque, ingat produk kita!"
"Beri tahu mereka secara langsung dengan slogan berlebihan seperti, produk Moleque adalah yang terbaik di dunia, nomor satu yang mutlak dan tidak perlu di pertanyakan lagi."
"Tapi bos---,,,"
Wajah seorang karyawan di penuhi rasa bimbang. "Penggunaan kata kata yang berlebihan seperti itu di larang di dalam periklanan karena di curigai hanya melebih lebihkan saja."
"Melebih lebihkan?"
Bastian tersenyum tipis dan berkata. "Tidak, produk kita adalah memang yang terbaik, itu tidak di ragukan lagi. Kau tidak perlu mempertimbangkan hal hal seperti ini, seperti yang aku katakan, aku akan menanggung masalah apapun yang muncul nantinya."
"Tidak perduli berapa banyak uang yang akan kalian gunakan untuk promosi melalui propaganda, kalian tidak usah ragu ragu."
***
Dalam beberapa hari berikutnya, kata Moleque muncul satu per satu di poster poster raksasa di jalan jalan yang ramai di pusat kota, halte bus, stasiun kereta api, stasiun televisi, surat kabar dan bahkan forum forum online.
Dengan dukungan kuat dari Bastian yang membuang uang dengan segala cara dan juga kerjasama dengan Zuna Media, nama Moleque menyebar ke seluruh negeri dan langsung menyebar ke telinga semua orang.
Entah itu lelaki atau perempuan, tidak perduli seberapa banyak mereka tahu tentang kosmetik atau tidak, yang pasti mereka semua tahu tentang perusahaan kosmetik itu sekarang.
Di antara keramaian, karyawan yang menarik juga mulai di turunkan ke jalan untuk melakukan publikasi di tempat umum dan memberikan produk mereka sendiri secara gratis.
"Di mana mana iklah Moleque semua."
Saat berjalan keluar dari pintu masuk stasiun kereta bawah tanah, seorang wanita bernama Amale melihat banyak poster yang di pasang di sampingnya dan menggelengkan kepalanya.
__ADS_1
Dia adalah pekerja kantoran yang lulus satu tahun yang lalu. Dia baru saja pulan kerja dan naik kereta bawah tanah untuk pulang.
Amale sangat berhati hati dalam memilih kosmetik dan telah memeriksa informasi perusahaan Moleque karena penasaran sebelumnya, tetapi tidak lama kemudian dia mengetahui bahwa Moleque itu baru saja terbentuk dan hanya ada dua produk, jadi dia segera kehilangan minat padanya.
Bahkan ragu, curiga bahwa ini hanya perusahaan penipu yang akan mendapat untung dan kabur begitu saja nantinya.
Dia mengeluarkan kartu tiket berlangganan untuk masuk ke stasiun, tidak jauh dari peron, dia sudah mendengar suara di kejauhan.
Dia melihat panggung kecil sementara dan seorang sales yang mengenakan baju elegan dengan lantang mempromosikan produk mereka dari waktu ke waktu untuk mendistribusikan produk Moleque kepada orang orang yang lewat, tetapi kebanyakan orang tidak memiliki banyak minat.
"Efek dari produk Moleque kami benar benar tidak tertandingi oleh produk mana pun di pasaran dan efeknya di jamin pasti yang pertama!"
"Krim bekas luka merek Moleque akan mulai menunjukkan hasil paling cepat 20 menit, produk ini di pastikan menghilangkan bekas luka anda tanpa jejak dan memberi anda penampilan terbaik. Saat ini produk kami gratis! Anda tidak salah dengar, untuk hari ini semua gratis."
"Promosinya terlalu di besar besarkan. Bahkan berani mengklaim bahwa produk mereka nomor satu." Amale menggelengkan kepalanya dan senyumnya menghilang, dia menyadari kekurangan yang membuat dirinya di abaikan orang orang.
Dia menyentuh bekas luka di satu sisi wajah kirinya yang samar tetapi tampak sangat jelas dalam jarak dekat, matanya kini meredup.
Penampilannya sebenarnya tidak buruk, tetapi karena kecelakaan, dia memiliki bekas luka panjang di wajah kirinya dan sudah banyak mencoba berbagai macam merek krim bekas luka tapi tidak ada yang efektif.
Sales Moleque itu tersenyum dan berkata.
"Maaf, aku tidak tertarik, terima kasih."
Amale berjalan cepat, tapi apa yang di katakan sales tadi masih terngiang di benaknya.
"Akan bereaksi paling cepat 20 menit? Dan berani memastikan akan menghilangkan bekas luka tanpa jejak."
Akhirnya, dia berbalik dan berjalan kembali ke sales itu lalu berkata. "Berikan aku satu krim bekas luka nya."
***
Pagi harinya, Amale bangun di tengah kebisingan dering alarm jam nya. Saat dia berdiri dengan mata yang masih kabur di depan cermin rias dan menyentuh wajahnya, dia tiba tiba terpaku.
Bekas luka di wajah kirinya benar benar hilang.
"Astaga!"
__ADS_1
Dia menutup mulutnya dengan tidak percaya dan menangis haru dalam sekejap.
Situasi serupa seperti yang di alami Amale, ternyata juga menimpa banyak orang.
***
Di kantor pemimpin perusahaan kosmetik Moleque.
Bastian melihat lihat komentar netizen di ponselnya tentang dua produk kosmetik merek Moleque, dan suasana hatinya sangat bahagia.
[Aku terpesona dengan Moleque!]
[Krim bekas luka ini sangat menakjubkan! Ya Tuhan! Bekas luka di wajah kiri ku benar benar hilang hanya dalam satu malam.]
[Sebelumnya, aku pikir Moleque ini penipu! Sebuah perusahaan yang belum pernah terdengar namanya berani mengatakan bahwa produknya mampu menghancurkan merek lain, tetapi aku tidak menyangka itu benar benar terjadi dan luar biasa!]
[Aku menggunakan obat kecantikan cair milik temanku dan kulitku seperti kembali ke sepuluh tahun yang lalu! Aku menyesal karena aku tidak mengambil produk uji coba gratisnya. Sekarang aku tidak sabar menunggu peluncuran resminya!]
Hanya dalam beberapa hari, krim bekas luka yang menakjubkan dan obat kecantikan cair menjadi terkenal karena efeknya yang sangat luar biasa.
Dalam seminggu, produk Moleque akan resmi di jual di toko resmi dan toko online.
Bastian kini telah mengirim seseorang untuk membuka layanan pre-order di situs resmi perusahaan. Konsumen bisa membayar deposit di awal untuk memesan produk yang di inginkan.
Krim bekas luka di beri harga 9.800 dollar, sedangkan obat kecantikan cair di beri harga 1.200 dollar, harga itu bukan angka kecil untuk pekerja kantoran biasa, tetapi masih melonjak dalam beberapa jam.
"Aku tidak menyangka jumlah penjualan kedua produk ini sebesar ini, tetapi sekarang tampaknya jalur produksi yang di bangun sebelumnya masih belum cukup."
Sambil mengepalkan tinjunya, mata Bastian berbinar bahagia. "Tapi aku tidak meragukan bahwa tidak lama lagi Moleque bisa menempati pasar di kota Sidni dan kemudian mulai meluas ke daerah lain."
"Tidak hanya itu, aku ingin membuat produk Moleque, menjadi terbaik di dunia."
"Sekarang, tinggal menunggu saja produk itu menghasilkan uang."
Bastian memikirkan seperti itu, dan saat ini, Queen tiba tiba menelpon dan membawa berita yang tidak terduga.
Pemegang saham terbesar dan ketua dari Coral Group, putra sekaligus pewaris pertama dari kepala keluarga Snow saat ini, Al Snow, akan tiba di kota Sidni besok.
__ADS_1