
"Harry, kau boleh pergi." Bastian mengeluarkan telepon dan menelpon Harry sambil menatap Elang Baja yang melayang di udara.
[Ah.. Baik bos.] Harry terkejut dan berkata, tampaknya emosinya belum stabil.
Tubuh berbalut daging menahan benturan dari ketinggian 100 meter. Dunia ini sudah gila.
Tapi, Harry tidak berniat memberitahu siapa pun tentang hal itu, bahkan kerabat dan teman temannya.
Di satu sisi, dia memiliki etika profesional dan tidak akan pernah mengungkapkan informasi atasannya. Selain itu, walau dia menceritakan hal itu, yang ada dia akan di kirim ke rumah sakit jiwa karena di kira berhalusinasi.
***
Tidak lama setelah Elang Baja pergi, sebuah titik hitam kecil muncul di langit yang jauh.
"Mereka datang, eh? tapi itu sepertinya bukan Camra atau rombongannya." Amy melihat helikopter yang mendekat dengan cepat.
Bastian sedikit menyipitkan matanya dan menemukan bahwa itu adalah helikopter berwarna krem, Camra dan rombongannya menggunakan helikopter putih semua.
"Sepertinya itu selebriti dan model yang di undang."
Segera setelah itu, helikopter berwarna krem itu mendarat dan sekelompok wanita muda turun dari dalam satu per satu.
Kebanyakan dari mereka wajahnya memakai riasan ringan, penampilan cantik, sosok seksi dan paha jenjang yang langsing serta putih, memberikan dampak visual yang luar biasa.
Di antara mereka ada beberapa seleb lini utama dan model terkenal di negara ini, yang bisa di katakan memiliki kekayaan.
Sekelompok orang ini datang dengan kesibukan sendiri dan ketika mereka melihat Amy di samping Rafael, mata mereka tiba tiba berbinar.
"Nona Williams, anda juga di sini?"
"Lama tidak bertemu."
"Nona Williams, apakah anda ingat saya?"
Mereka datang satu persatu untuk menyapa dan berbicara satu sama lain dengan hangat, di sertai dengan senyum di wajah mereka, seolah olah mereka adalah teman lama yang sudah bertahun tahun tidak bertemu.
Amy hanya mengangguk dingin dan tidak mengeluarkan kata kata. Tapi, seleb dan model wanita ini tidak memiliki ketidakpuasan di wajah mereka, tetapi sikap mereka bahkan lebih menyanjung.
Seolah olah memang sudah seharusnya begitu.
Meski Amy begitu santai dan riang di depan Bastian, Bastian sendiri memiliki latar belakang yang kuat, tidak hanya pemegang saham terbesar ketiga Feel Group, tetapi juga pemilik dari Moleque.
Selain itu, karena Amy juga memiliki perasaan yang baik kepada Bastian.
__ADS_1
Untuk seleb seleb ini, Amy tidak berminat menyapa terlebih dahulu dan tidak perlu menunduk kepada mereka.
Para seleb ini terlihat glamor dan memiliki banyak fans, tetapi mereka tidak ada apa apanya di bandingkan Feel Group yang bernilai ratusan milyar dollar.
Kekuatan uang yang dengan tidak hanya dengan mudah menahan sinar popularitas para seleb itu, tetapi juga bisa membuat seleb besar jatuh dari kejayaannya dengan cepat.
Sudah banyak seleb yang karirnya hancur karena menyinggung pengusaha pengusaha besar.
Melihat adegan itu di depannya, Bastian mau tidak mau mengeluarkan opini. 'Para fans yang melihat idola mereka seperti bidadari yang tidak bisa di gapai, mungkin tidak tahu betapa patuhnya idola mereka ini menghadapi orang besar yang nyata.'
Terlebih lagi, para fans tidak akan menyangka bahwa mereka tidak bisa melihat sikap asli idola mereka di luar jam kerja. Kini, para seleb ini berkumpul bersama hanya untuk menghibur pesta sekelompok anak anak orang kaya. Mungkin saja mereka nanti akan memakai pakaian renang dan di tatap sekelompok pria mesum.
Benar benar ada penghalang alami yang tidak bisa di atasi antara orang biasa dan orang kaya.
Untungnya, bagaimanapun, Bastian sekarang menjadi deretan orang orang kelas atas.
Dengan kata lain, kelompok elit.
"Nona Williams, dia adalah---...?"
Beberapa orang memperhatikan Bastian di sebelah Amy. Hubungan mereka berdua tampak sangat dekat.
"Oh, dia pacarku, Bastian Sharga." Amy dengan penuh kasih sayang memeluk bahu Bastian, hawa dingin di wajahnya hilang seketika dan berkata dengan gembira.
"Tidak, aku bukan---,,," Bastian secara tidak sadar ingin membantah, tetapi Amy menatapnya dengan tajam. Matanya yang galak dengan jelas menyampaikan bahwa, hari ini Bastian masih pura pura menjadi pacarnya.
Seleb wanita itu kaget saat mendengar itu. "Pacar nona Williams?"
Seolah olah sudah berlatih, mereka langsung menghormat secara serentak. "Salam kenal tuan Sharga."
Ekspresi wajah para seleb dan model muda itu menjadi bersemangat, terus menerus menyapa Bastian, memperkenalkan diri padanya dan ingin memiliki koneksi yang baik dengannya.
"Tuan Sharga, saya seorang penyanyi, nama saya Angel Hayze."
"Tuan Sharga, saya seorang model, nama saya Adrianna Grace."
Menurut mereka, pacar Amy dari Feel Group, pasti bukan orang biasa. Jika mereka bisa menjalin koneksi yang baik, mereka pasti akan mendapat banyak keuntungan di masa mendatang.
Dan yang pasti.
Bastian sangat tampan.
Mereka sampai tidak percaya ada orang yang begitu tampan di dunia ini.
__ADS_1
Luar biasa.
Para seleb wanita ini telah melihat banyak aktor pria dalam pekerjaan mereka sehari hari, tetapi saat ini mereka masih terpesona oleh Bastian dan di buat mabuk kepayang.
Nilai pesona sebanyak 95 poin sangat mengerikan.
Sosok tinggi dan ramping, kepala dengan rambut yang menyegarkan, fitur wajah sempurna, membuat semua wanita tidak bisa menahan godaan itu.
Aura tajam yang secara tidak sengaja terasa tidak sebanding dengan orang orang yang mereka kenal dan hanya memiliki wajah tampan.
Mata indah para seleb wanita itu berkedip kedip dan mereka seperti tidak sabar melompat ke arah Bastian dan merelakan diri sebagai penghias hidupnya.
Jika mereka bisa menggaet pria kaya, mereka bisa melayang ke langit dengan cepat.
Sayangnya, dia sudah memiliki pacar yang terkenal dan para seleb itu memikirkan hal ini dan tidak bisa menahan perasaan menyesal.
Mereka tidak tahu di mana lagi bisa menemukan harta karun yang sempurna itu.
Mereka juga menyadari hanya Amy, seorang berkuasa dengan bakat dan penampilan serta latar belakan keluarga elit kelas satu yang dapat mendapat pria seperti ini.
Tapi, para seleb dan model wanita ini tidak melihat bahwa tadi Bastian secara tidak sadar membantah, mata Amy berkedip redup setelah dia memelototinya dengan marah.
Bastian yang sensitif, secara alami menyadari sedikit perubahan emosi Amy.
Jelas, reaksinya hanya membuat Bastian sedikit menyesal.
Bastian melihat di mata Amy tapi hanya bisa menghela nafas dalam diam.
Dia bukan jenis pria yang menginginkan Harem. Dia tidak memperhatikan perasaan Amy kepadanya.
Ada seorang wanita yang ingin tampil menarik, memiliki kecantikan dan berusaha tidak merendahkannya. Jika Bastian mengatakan bahwa dia sama sekali tidak tergoda, itu bohong.
Bastian bukan orang suci, manusia adalah makhluk sentimental.
Tapi hatinya tidak demikian, tidak lebih dari di permukaan saja, tertarik secara fisik bukan untuk memiliki.
Bastian sudah memiliki seseorang yang di cintai, dan tentu saja tidak mungkin menerima perasaan Amy.
Satu satunya hal yang bisa dia lakukan adalah hanya membantu bersandiwara menjadi pacar Amy beberapa hari. Dan ketika dia pulang ke kotanya, semua ini akan berakhir.
Bastian memikirkan di dalam benaknya.
"Eh, kenapa Aliyah belum keluar?"
__ADS_1
"Dia sepertinya sedang memperbaiki riasannya. Bisa bisanya dia sudah cantik dan tetap peduli dengan riasannya."
"Hah? Nama itu, sepertinya agak familiar." Bastian tiba tiba bergumam dan meragukan pendengarannya. "Apakah hanya kebetulan sama?"