Kaisar Bisnis

Kaisar Bisnis
Wanita Cantik Di Pesawat


__ADS_3

Bastian berbaring dengan nyaman untuk beberapa saat, lalu melihat ke samping dan tiba tiba menyadari bahwa orang di seberangnya ternyata adalah wanita cantik.


Rambut hitam gelap sampai ke pinggang, tatapan mata tenang seperti mata air jernih di gunung, memakai gaun biru muda yang memperlihatkan kaki putihnya.


Tidak terlalu banyak menggunakan riasan tetapi memiliki kepribadian yang elegan dan halus.


Jika nilai tertingginya adalah 100, Bastian akan memberinya nilai 98.


Sangat cantik.


Bastian tidak bisa menahan diri untuk tidak terhanyut menatapnya dan bahkan tidak menyadari bahwa kelakuannya ini bisa di bilang tidak sopan. Wajahnya sedikit panas dan jantungnya berdebar kencang.


Bastian bukan tipe pria yang tidak bisa berkutik ketika dia melihat wanita cantik, dia juga bukan anak kecil polos yang tidak pernah punya pacar.


Pada masa itu, Bastian adalah pria yang di puja di kampus karena keahliannya dalam menaklukan wanita dan bintang di bidang olah raga. Bisa di bilang, Bastian telah melihat banyak wanita cantik dalam hidupnya.


Tapi semuanya tidak bisa di bandingkan dengan wanita yang di lihatnya sekarang.


Kecantikan wanita itu sangat sesuai dengan selera Bastian. Kepribadiannya sangat menarik dan bisa di katakan sebagai wanita tipe idealnya.


"Hah?"


Wanita cantik itu sepertinya telah merasakan tatapn Bastian, sedikit mengerutkan kening dan berbalik untuk menoleh ke samping.


Wanita itu melihat Bastian yang sedang pura pura membaca majalah dengan serius.


"Aaah, nyaman sekali, Eh? April, apa yang kamu lihat?"


Seorang gadis mungil dengan rambut pirang pendek sebahu, datang dari arah toilet dan melompat ke dekat April.


"Tidak ada." kata April menarik pandangannya kembali.

__ADS_1


"Baiklah."


Gadis pirang itu melirik Bastian lalu menatap April lagi dengan senyum aneh muncul di wajahnya. Dia berbisik ke telinga April dan berkata.


"Pria di sebelah sana itu sangat tampan. Dia memiliki kepribadian yang baik. April, bagaimana menurutmu?"


"Tamina! Apa yang kau bicarakan?!"


April sedikit kesal dan memelototinya dengan kasar.


"Wah, tidak ada yang perlu di sembunyikan di antara kita." kata gadis pirang yang bernama Tamina itu.


"Aku senang akhirnya kamu tertarik dengan pria. Begitu banyak pria yang mengejarmu, aku sempat berpikir kalau kamu---,,,"


"Aku ini apa?" tanya April ragu, memandang Tamina dalam dalam dan tersentak kaget karena tiba tiba mengerti maksudnya.


"Kau ini menyebalkan. Aku marah denganmu." lanjut April.


Bastian masih menatap erat majalah di tangannya tapi tidak membaca sepatah kata pun.


Setelah menggunakan serum fisik instan, pendengarannya jauh lebih tajam dari sebelumnya, jadi semua percakapan kedua wanita itu terdengar jelas walau mereka berbicara pelan.


Hal ini membuatnya sedikit gugup dan tidak bisa berkata apapun untuk saat ini.


"April? Nama yang bagus." gumam Bastian dalam hati.


"Ini pertama kalinya aku merasa gugup karena wanita." lanjut Bastian dalam hati.


Pikiran Bastian bingung.


"Tidak mungkin aku jatuh cinta pada pandangan pertama kepada wanita ini kan?" tanya Bastian dalam hati.

__ADS_1


Rasa lelah yang dalam tiba tiba muncul di pikirannya.


"Baiklah, aku akan menanyakan nomor telponnya nanti."


Mata Bastian perlahan tertutup dan dia tertidur.


***


"Tuan... Tuan..."


"Heh..."


Bastian membuka matanya dengan linglung dan menatap seorang pramugari membungkuk dan membangunkan dirinya dengan senyuman di wajahnya.


"Tuan, pesawat sudah mendarat."


"Aahm aku benar benar ketiduran." gumam Bastian.


Tiba tiba, matanya terbuka lebar seolah olah teringat sesuatu, dia menatap ke sekeliling kabin yang kosong dan merasa sedikit kecewa.


"Sial, aku lupa meminta kontak wanita itu."


Kekecewaan yang mendalam memenuhi hatinya, tetapi dia hanya bisa berjalan keluar menuju lorong dengan barang bawaannya dengan lesu.


"Tuan, ada seorang wanita berambut pirang yang memintaku untuk memberikan ini padamu."


Pramugari berkata dan memberikan sebuah kertas yang terlipat.


Bastian menatap kertas itu, kertas itu adalah sinyal kecil untuknya. Sudut bibirnya menyeringai melihat tulisan di kertas itu dengan beberapa baris kata.


= Pria tampan\, aku mendukungmu. Ini adalah nomor ponsel April. ****-****-**** =

__ADS_1


__ADS_2