
Anak buah Hardcore benar benar tercengang, melihat bos mereka berlutut, mereka semua gemetar dan tanpa sadar ikut berlutut.
Lagipula, di bandingkan dengan gengsi, nyawa lebih penting.
Wajah Rampage tiba tiba menampakkan raut bahagia. Benar saja, Bastian tidak mungkin kalah. Dengan karakter sekuat bos besarnya itu, tidak ada apa pun yang harus di takutkan, tidak seorangpun yang akan berani memprovokasinya. Bos besarnya adalah kekuatan yang tak terkalahkan.
Sekarang ini, Hardcore dan Xyon yang angkuh dan sombong, sedang mencium tanah di bawah kaki bos besarnya, hidup dan mati mereka belum di tentukan, mereka diam tidak bisa berkata kata.
Pada saat ini, beberapa ketakutan dan pikiran di hati Rampage sebelumnya telah hilang sama sekali tanpa jejak.
Di depan keadaan semacam ini, tidak mungkin dia membiarkan dirinya tenggelam dalam pikiran pikiran yang tidak di perlukan.
"Harta benda katamu? Apa menurutmu aku kekurangan uang?" Bastian perlahan mendatangi Hardcore dan berkata dengan sinis.
"Saya hanya menawarkan dan saya... Saya benar benar tidak berani lagi."
Melihat Bastian datang mendekat, Hardcore ketakutan setengah mati. Dia awalnya adalah gangster kecil dengan kelompok kecil. Jika bukan karena Xyon, dia hanya cangkang kosong.
Sekarang yang terkuat di kelompoknya tumbang, membuat Hardcore kembali ke bentuk aslinya, terlihat ketakutan, tidak ada lagi semua kesombongan dan keangkuhan yang terlihat, bahkan ketakutan yang berlebihan itu membuatnya tidak bisa menahan air kencingnya keluar.
"Menjijikkan."
Melihat celana pria paruh baya yang gemuk itu basah, Bastian mau tidak mau menunjukkan ekspresi jijik di matanya.
"Ram! Kau bereskan masalah ini dengan caramu sendiri."
"Baik."
Wajah Rampage terlihat garang. Pria gendut ini telah menimbulkan banyak masalah bagi dirinya. Tentu saja Rampage akan 'menghiburnya' dengan baik.
__ADS_1
Selain itu, dalam hal ini, kekuatan yang telah di kumpulkan Hardcore dengan bantuan kekuatan Xyon. Kini lepas dari kendali mereka. Rampage bisa mengambil kesempatan ini untuk mendapatkan semua bisnis Hardcore dan memperkuat wilayahnya.
Saat ini, hal yang tidak di perkirakan semua orang tiba tiba terjadi. Xyon yang sebelumnya terbaring di lantai dan tampak tak sadarkan diri, tiba tiba bangkit.
Dia tidak ingin menyerang Bastian tapi bergegas keluar tanpa ragu ragu.
Dia ingin kabur.
Terlihat kaki Xyon tiba tiba menghentak ke lantai dan dia melompat seakan kakinya memiliki pegas. Dia ingin melompati tembok dan melarikan diri.
"Mau kabur ya?"
Bastian mencibir, mengambil sesuatu di lantai dan sepotong batu pecahan meja tadi terbang di udara.
Dia melemparnya.
BUAGH!
Xyon yang sedang ingin melarikan diri, terasa di hantam palu besar. Tubuhnya yang baru saja melompat ke udara langsung terpental dan membentur tembok dengan keras, membuatnya memuntahkan makanan empat sehat lima sempurna bercampur darah.
Semua orang sekali lagi merasa ngeri, melempar batu besar dengan kecepatan luar biasa. Cara itu benar benar tidak terbayangkan.
Untuk beberapa saat, kekaguman di mata mereka menjadi lebih jelas dan malah mulai berfantasi, seandainya mereka juga memiliki kekuatan seperti itu. Akan jadi apa cerita ini? Bodoh!
"Berani beraninya kau mencoba kabur. Hidup dan matimu belum di tentukan!"
Rampage secara pribadi menyeret Xyon yang sudah tidak mampu untuk melawan ke sisi Bastian dan menunggu keputusannya.
Xyon berusaha mengangkat kepalanya, menatap Bastian dan berkata dengan ketakutan. "Apa kau juga seorang prajurit petarung? Tapi kekuatanmu... Ini tidak mungkin... Bagaimana mungkin seseorang yang sangat muda mempu untuk mengembangkan energi raga."
__ADS_1
"Prajurit petarung?"
Semua orang sedikit bingung dengan wajah bodoh, mereka tidak tahu apa yang orang ini bicarakan.
"Prajurit petarung? Energi raga?"
Bastian juga bingung, tapi dengan cepat jantungnya di tenangkan, berpura pura bijaksana.
'Jangan bilang dia membicarakan tentang kekuatan tenaga dalam yang ada di tubuhku.'
Bastian sedikit berpikir dan dia bertanya dengan pelan. "Prajurit petarung itu apa?"
"Eh? Apa? Kau bisa membunuhku atau memotong tubuhku sesukamu karena aku kalah, tapi jangan berpikir aku menerima penghinaanmu itu."
Pembuluh darah menonjol keluar di kening Xyon, dia menjadi marah. "Apakah kau ingin mengatakan bahwa kau tidak pernah tahu prajurit petarung tapi kau melatih fisikmu dan membangun energi raga? Konyol!"
Xyon sama sekali tidak mempercayai Bastian dan bersikeras bahwa Bastian ingin mempermalukannya.
Bastian terlalu malas untuk bertanya terlalu banyak, kemudian dia berbalik meninggalkan Xyon dan membiarkan Rampage yang mengurusnya.
"Hanya karena kau tidak menjawab pertanyaanku, bukan berarti tidak ada orang lain yang bisa di tanyai." Bastian mencibir.
"Tidak, aku tidak ingin mati, jangan bunuh aku."
Xyon yang melihat Bastian akan pergi meninggalkannya segera menjadi panik tanpa henti, dia mengira Bastian akan mengeksekusinya dan berlutut di lantai lalu mulai memohon belas kasihan.
"Diam!" Bastian berkata dengan dingin.
Xyon segera menutup mulutnya dengan patuh, tubuhnya terus gemetar, tetapi dia tidak berani berbicara lagi.
__ADS_1
"Aku bertanya, kau menjawab. Jika jawabanmu bisa memuaskanku, aku akan mengampuni nyawamu."