Kaisar Bisnis

Kaisar Bisnis
Yang Mana


__ADS_3

Bastian menatap Amy tapi tidak membantahnya. Bagaimanapun, dia saat ini sedang berpura pura menjadi pacar Amy.


Sekarang setelah dia memutuskan untuk membantu, dia akan membantu Amy sampai selesai. Selain itu, dia juga sudah mengatakan untuk jalan jalan di ibukota Adel untuk beberapa hari.


Pantai sepertinya menjadi pilihan yang bagus.


Terakhir kali dia pergi ke pantai, sepertinya itu sudah lama sekali.


"Tapi---,,," Camra ragu ragu, dan menghadapi kesulitan.


"Apa tidak bisa? Kalau begitu, aku tidak akan pergi juga." Amy berkata dengan tegas.


"Baiklah, baiklah." Camra hampir mengeratkan giginya untuk mengucapkan kalimat ini.


Saat ini dia menatap Bastian dan berkata sambil tersenyum. "Kalau begitu, kau juga bisa datang, Bastian."


Camra sudah memikirkannya, lalu dia harus menemukan cara untuk mempermalukan Bastian. Dia akan membuat Bastian malu dan pilihan terbaiknya adalah memisahkan mereka berdua secara langsung.


Amy hanya bisa menjadi milik Camra dan tidak ada orang lain yang boleh mendapatkannya.


"Tentu saja." Bastian saling memandang secara mendalam. Pemikiran Camra tidak bisa bersembunyi darinya.


Tapi Bastian terlalu malas untuk mengungkapkannya, jika Camra ingin membuat permainan kecil untuk dirinya, hanya dia yang akan menderita nantinya.


'Ingin bermain denganku ya? Akan aku tunjukkan padanya apa yang di sebut permainan yang sesungguhnya.'


"Orang ini sangat menyebalkan sehingga dia menempel terus seperti lalat sepanjang hari." Amy bergumam, mengibaskan telapak tangannya dengan jijik mengiringi kepergian Camra, seolah olah dia sedang mengusir lalat.


"Dia tidak pernah melihat ke cermin untuk berkaca. Dia selalu menganggap bahwa dia adalah pacarku, sombong dan sok mendominasi. Aku pikir dia akan seperti Tyson Kidd yang cepat atau lambat di buang."


"Eh? Tyson Kidd? Ada apa dengannya?" Bastian tiba tiba mendengar tentang seseorang yang dia tahu dari mulut Amy dan tidak bisa menahan rasa ingin tahu.


Bastian mengingat Tyson mencari masalah dengannya. Tapi, ternyata Tyson tidak melakukan apa pun setelah itu, jadi Bastian sebenarnya sudah melupakan pria itu.


Jika dia tidak bertemu dengan Camra hari ini, sepertinya Bastian sama sekali tidak bisa mengingat orang seperti itu.

__ADS_1


"Tyson di buang dari Sidni. Bukankah kamu dari Sidni? Apa kamu tidak tahu berita itu sama sekali?" Amy menatap Bastian dengan terkejut, tetapi tetap menjelaskan. "Tyson tampaknya telah memprovokasi beberapa orang sebelumnya, dan kemudian menyebabkan perusahaan keluarga Kidd cabang Sidni mengalami hal buruk. Semua mitra keluarga Kidd mengumumkan menghentikan hubungan kerjasama antara kedua belah pihak hampir pada saat yang bersamaan. Setelah keluarga Kidd membuang Tyson dari keluarga pun tidak bisa menenangkan kemarahan pihak lain dan begitulah jadinya."


"Tetapi keluarga Kidd di Sidni yang menderita kerugian besar, di perkirakan mereka akan hidup dalam ketakutan untuk waktu yang lama, dan Tyson yang menggunakan identitas keluarga untuk menyinggung banyak orang sebelumnya, aku dengar nasibnya sangat menyedihkan sekarang."


"Di katakan bahwa bahkan keluarga Kidd tidak berani ikut campur dan sangat merahasiakan masalah ini. Mereka tidak mengijinkan orang orang di dalam keluarga mereka untuk membahasnya lebih jauh."


Bastian mendengar itu benar benar merasa terkejut. Keluarga Kidd yang berada di Sidni di buang, dulu mereka memiliki kekuatan yang cukup hingga bekerja sama dengan Zuna Group. Tetapi mereka sekarang langsung di lumpuhkan.


Dan keluarga Kidd di ibukota Adel adalah keluarga kaya di negara ini, bahkan dengan segala kehormatan dan prestis yang mereka miliki, mereke tidak berani ikut campur dengan masalah di Sidni.


Siapa yang memiliki kekuatan besar yang begitu mengerikan itu.


Tyson Kidd, orang itu benar benar tidak beruntung, jika benar dia menyinggung orang sebesar itu, tidak heran dia tidak bisa menyelesaikan masalahnya. Bodoh. sekali.


"Tunggu tunggu." mata Bastian tiba tiba mengeluarkan kilatan cahaya di benaknya dan bertanya. "Kapan itu terjadi?"


"Sekitar agustus atau september, ada apa memangnya?"


"Tidak ada."


Bastian merenung dengan suara rendah. "Agustus atau September... Hm?"


'Saat itu, Tyson mengamuk.' Bastian menebak di hatinya. 'Mungkinkah itu, Tamina?'


Semakin dia memikirkannya, semakin Bastian yakin bahwa tebakan ini masuk akal.


Shaun Zuna, ketua Zuna Group, tampaknya mengenal kakek Tamina dan terlihat sangat sopan.


'Keluarga Tamina sepertinya cukup rumit. Hmmm. Keluarga April juga.' Bastian merasa ragu.


Tapi Bastian dengan cepat mengubur keraguan itu di lubuk hatinya, mencoba tidak peduli. Bastian dan Amy berjalan keluar bersama, lalu tak lama kemudian mereka berpisah.


Di salah satu sudut tempat itu, Camra menelpon seseorang. "Hei, ini aku Camra. Bantu aku menyelidiki seseorang."


***

__ADS_1


Tempat Camra mengundang Amy untuk berpesta adalah Blossom Island, sebuah pulau yang tidak jauh dari ibukota Adel dan di atas Laut Kangaro Timur.


Pantai Ginza di Blossom Island adalah tempat yang tepat untuk bersenang senang dengan areanya yang luas dan pasirnya yang halus.


Bastian dan Amy tiba di tempat berkumpul yang di tentukan sesuai waktu. Sebuah dermaga yang terletak di pinggiran ibukota Adel dan dekat dengan pesisir pantai.


Dermaga telah di kosongkan dan area yang luas kini, terparkir beberapa helikopter kecil di sana.


"Yo, Amy kau sudah datang." Camra berjalan dan mendekatinya sambil tersenyum.


Masih banyak orang di sekitar mereka, pria dan wanita. Tapi mayoritas pria, pakaian di tubuh mereka sepertinya mahal danĀ  wajah mereka penuh kebanggaan.


Tentu saja, mereka tidak mungkin orang biasa, orang biasa tidak akan pernah bisa memasuki lingkaran pertemanan mereka. Terutama berteman dengan tuan muda keluarga Kidd.


"Kita akan segera berangkat. Selain kita, ada banyak model dan bintang yang di undang untuk memeriahkan acara. Mereka tidak berangkat bersama kita dan akan langgsung pergi ke Blossom Island." Camra tersenyum dan berkata kepada semua orang.


Kemudian dia pergi ke satu sisi dan mulai membuat pengaturan.


Para pemuda yang datang ke pesta tidak bisa menahan senyuman mesum di wajah meraka dan bahkan banyak yang mulai berpikir yang aneh aneh.


Amy melihat ekspresi beberapa pria itu menjadi tidak senang dan berkata. Baru mendengar kata model saja mereka seperti predator, dasar sekelompok pria bodoh mesum. Bastian, kamu tidak se---,,,"


Amy menatap Bastian di sampingnya, dan ketika dia menemukan bahwa ada kegembiraan di mata Bastian, dia tiba tiba marah.


"Heh!" Amy mendengus dingin dan berat. "Kamu terlihat sangat bahagia karena nanti kamu bisa melihat banyak model cantik dengan pakaian renang, kan?"


Amy terlihat kesal dan bertanya dengan sinis.


"Bukan." Bastian mengelak, wajahnya terlihat malu, tapi detik berikutnya buru buru mengubah raut wajahnya dan dengan suara tegas yang serius dia berkata. "Apakah aku terlihat seperti pria yang seperti itu bagimu? Aku sudah punya pacar dan apa pun yang aku lihat, aku tidak akan tergoda."


Amy tiba tiba menggerakkan hatinya dan bertanya dengan santai. "Pacar mana yang kamu bicarakan ini?"


"Hm?" Bastian merenung agak lama, tiba tiba mengangkat kepala dan menatap Amy dengan wajah serius.


Jantung Amy berdetak kencang, dia gugup, dia ingin tahu apa jawaban Bastian. Dia berharap jawaban itu adalah dirinya.

__ADS_1


Bastian menatap dengan serius dan melontarkan dua kata. "Coba tebak?"


"Sialan. Pergilah ke neraka." Amy mengumpat kesal.


__ADS_2