Kaisar Bisnis

Kaisar Bisnis
Undangan


__ADS_3

"Xia, aku pergi kencan dengan seorang pria hari ini, dan itu sungguh membuatku kecewa! Seorang pegawai miskin tidak menghargaiku dan memblokir nomor ponselku hanya karena aku sedikit telat! Orang itu terlalu meninggikan dirinya sendiri."


Amari terus mengkritik Bastian, lalu tiba tiba matanya berubah cerah. "Tapi hari ini aku melihat seseorang mengendarai Rolls-Royce di dekat kedai kopi itu. Orang yang bisa mengendarai mobil seperti itu adalah target yang akan aku kejar di masa mendatang."


"Aku pikir yang terbaik adalah bersama orang yang kamu sukai dan begitu juga dirinya." kata Xia dengan wajah serius.


"Kamu---,,,"


Mendengar ini, Amari langsung menatap dengan sinis. "Jadi kamu menolak di dekati Aleister karena pemikiran konyol ini? Dia itu keponakan Harley Race! Apakah kamu tahu siapa Harley? Dia itu wakil direktur Moleque yang menjadi pusat perhatian sekarang ini. Kamu tahu Coral cabang Sidni? Itu adalah kantor pusat Coral Group di negara ini. Itu adalah perusahaan raksasa dengan aset puluhan milyar dollar dan semua itu telah di beli dan di kuasai oleh Moleque! Dia memiliki latar belakang yang kuat dan terlihat tidak buruk, lalu kamu bahkan tidak peduli?"


"Aku tidak suka dia." Xia mengerutkan kening dengan tenang.


Amari tidak menyerah dan terus meyakinkan Xia. "Coba pikirkan, sekarang Moleque naik begitu cepat, dengan adanya itu, masa depanmu sangat cerah. Kamu juga memakai produk Moleque. Jika kamu memiliki hubungan dengan Aleister, bukankah akan mudah memberikanmu diskon untuk produk mereka."


"Sudah aku bilang, aku tidak menyukainya. Aku hanya akan bersama orang yang aku suka." Xia terlihat tegas.


Amari tersenyum kecut dan bertanya. "Kamu tidak menyukai Aleister, jadi siapa yang kamu suka? APakah kamu mengenal seseorang yang lebih baik darinya?"


'Mengapa Aleister tidak menyukai saja.' Amari menghela nafas dalam hatinya.


Aleister adalah kandidat yang sangat baik dalam segala hal, tetapi pasangan pernikahan yang sempurna di dalam mimpi Amari ini, secara tak terduga menyukai Xia yang konyol ini.


'Apa bagusnya Xia ini, dia tidak lebih bagus dari aku.' Amari menatap Xia dan jejak rasa cemburu yang tak terlihat melintas di matanya.


"Seperti orang yang---,,," Xia berbisik, lalu tiba tiba dia teringat sosok Bastian yang menyelamatkan dirinya dari preman di malam itu.


Wajah tampan, temperamen dingin yang percaya diri, dan juga mengobati kakinya.


Berpikir dan membayangkan kejadian itu, wajahnya menjadi merona dan tidak bisa menahan diri untuk membenamkan kepalanya di bantal.


'Tapi, meskipun aku sudah berkata terima kasih padanya, aku belum sempat mengundangnya makan malam untuk mengungkapkan rasa terima kasihku itu.' Mengingat hal itu, Xia buru buru mengangkat kepalanya dan mengeluarkan ponselnya lalu mulai mengirim pesan kepada Bastian.


***


Di gym dalam vilanya, Bastian terus melatih pengendalian diri atas kekuatan tenaga dalam di tubuhnya.


Setelah mengetahui keberadaan dunia prajurit petarung, dia menambahkan rasa waspada dan meningkatkan kekuatannya.

__ADS_1


Masih butuh beberapa waktu untuk merilis game baru perusahaannya di negara ini. Lagipula, tidak mudah membuat mahakarya kelas S. Pada umumnya, hal itu akan memakan waktu sekitar 2 sampai 3 tahun.


Tapi dalam hal ini ada batas waktu tertentu bagi Bastian. Dia tidak bisa menunggu terlalu lama.


Untungnya perusahaan gamenya telah menginvestasikan banyak uang dan sumber daya untuk membagi banyak bagian dan memberikannya kepada perusahaan outsourcing teratas. Kalau tidak, mode beta test tidak bisa di selesaikan hingga tahun depan.


Selain itu, Bastian juga mengharapkan hadiah dari penyelesaian misinya. Selain dua serum penguat fisik tingkat lanjut, hadiah lainnya adalah menggandakan kekayaan yang di milikinya ketika misi selesai.


Kekayaannya saat ini berada dalam periode pertumbuhan yang cepat. Entah itu dari Moleque yang sedang berkembang pesat atau hadiah dari misi misi sampingan berikutnya yang bisa meningkatkan kekayaannya terus menerus.


Dari sudut pandang ini, semakin lama waktu untuk penyelesaian misi utama, semakin dapat memaksimalkan efek hadiah penggandaan kekayaannya ini.


"Sial!"


Tapi Bastian juga masih cenderung ingin mendapatkan serum penguat fisik tingkat lanjut dengan cepat dan naik ke grandmaster energi jiwa raga sesegera mungkin, dan meningkatkan kekuatannya.


Di bandingkan dengan kekayaan dan kekuasaan, Bastian lebih tertarik untuk memiliki kekuatan yang absolut.


Karena kekuatan diri sendiri adalah hal yang tidak bisa di rebut oleh siapa pun.


Bastian duduk bersila dan mengatur pernafasan dalam waktu yang lama. Di setiap nafasnya, dia merasakan sirkulasi kekuatan tenaga dalam di tubuhnya, dia mecoba mengendalikan kekuatan jiwanya agar terbiasa. Dengan meditasi dia mencoba meningkatkan fokusnya.


Setelah sekian lama, dia perlahan menghembus nafas panjang dan membuka matanya secara perlahan.


Bastian mengambil ponselnya, dia melihat bahwa gadis yang bernama Xia Lee yang pernah dia selamatkan dalam perjalanan pulang dari reuni karena misi yang terpicu, mengundangnya untuk pergi makan malam besok. Dia mengatakan bahwa ingin berterima kasih kepada Bastian atas bantuannya.


Sejujurnya, Bastian sendiri hampir melupakan pernah menyelamatkan orang.


"Hm? Dia gadis yang tahu terima kasih." Bastian sedikit tersenyum.


Niatnya hanya ingin menyelesaikan misi pada waktu itu, tetapi gadis itu ingin mengungkapkan terima kasih yang layak. Sepertinya tidak baik jika menolaknya.


Lagipula, jika bukan karena misi dadakan itu, Bastian tidak bisa mendapatkan tiga resep kosmetik super, dalam hal ini, Bastian juga ingin berterima kasih padanya.


[Oke.] @ Bastian_Sharga.


Bastian menjawab dengan singkat.

__ADS_1


[Baguslah.] @ Xia_Lee.


Di sisi lain, Xia yang sedang melihat ke layar menyaksikan balasan pesan itu dan tiba tiba dia melompat dari tempat tidur.


Wajahnya yang elegan merona karena gembira dan dia sangat menantikan untuk bertemu Bastian lagi besok.


"Apa yang salah denganmu itu?!" Amari berkata dengan ragu ragu.


"Orang yang menyelamatkanku terakhir kali, aku mengundangnya makan malam besok, dan dia setuju."


Melihat wajah cerah Xia, Amari langsung terkejut. "Tapi dia bukan pria yang seperti itu kan?"


"Apa yang kau bicarakan itu?" Xia tanpa sadar membalas, ekspresi wajahnya menjadi sedikit bingung dan matanya menyipit.


Melihat ekspresinya, Amari tidak bisa memahami apa yang telah terjadi. Dia buru buru dan dengan cemas berkata. "Bodoh, kamu bahkan tidak tahu tentang pria itu. Kamu tidak boleh ceroboh. Memang dia pernah menyelamatkanmu, tapi kamu tidak perlu seperti ini kan? Dan bagaimana kalau dia punya motif tersembunyi ketika menyelamatkanmu?"


"Dia bukan orang seperti itu. Dia sangat baik dan kuat." Xia melihat sahabatnya berkata seperti itu, dia sedikit tidak senang.


"Dia hanya menghajar dua preman. Dalam masyarakat ini, apa gunanya hal seperti itu? Yang paling penting adalah memiliki latar belakang keluarga yang bagus dan prestasi akademis yang hebat." Amari terus menggelengkan kepalanya. "Jika dia hanya orang biasa, dengan gaji ribuan dollar dalam sebulan, kamu akan menderita ketika kamu bersamanya dan bahkan orang orang di sekitarmu akan memandang rendah dirimu."


"Aku tidak peduli." Xia bergumam.


Amari tidak bisa menahan perasaan sedikit cemas.


Tapi dia berjanji pada Aleister untuk membantunya mengejar dan mendekati Xia. Aleister juga berjanji untuk membantu Amari untuk memperkenalkan beberapa orang kaya dan berkuasa yang bisa dia pilih.


Dan tiba tiba, ada seorang pria yang entah keluar dari mana, masuk dan menghancurkan rencananya. Tentu saja Amari menjadi kesal.


Melihat wajah Xia yang bahagia, bola mata Amari melengos dan berkata. "Aku akan pergi bersamamu besok, dia menyelamatkan sahabatku, jadi aku juga harus berterima kasih kepadanya."


"Tapi---,,,"


"Tidak ada tapi."


"Baiklah."


Xia ragu ragu sejenak, tetapi kata kata Amari sepertinya meyakinkan dan memperbolehkannya untuk ikut.

__ADS_1


__ADS_2