Kaisar Bisnis

Kaisar Bisnis
Memukau


__ADS_3

Camra tiba tiba bergegas pada saat ini dengan wajah meminta maaf. "Amy, Bastian, maaf, helikopter ini sepertinya sedikit tidak cukup, sekarang hanya bisa menampung satu orang lagi. Bagaimana kalau Amy ikut denganku dulu lalu baru nanti menjeputmu, Bastian?"


Bastian mencibir di dalam hatinya. 'Yang benar saja.'


Tapi, metode Camra ini benar benar kuno dan jelas seperti anak kecil.


"Bagaimana kalau kami berdua yang berangkat dulu dan kau menunggu di sini, Cam?" Amy berkata dengan sedikit rasa tidak puas karena dia tidak ingin berpisah dari Bastian dan tidak mau bersama Camra.


"Eh? Apa? Aku penyelenggara pesta dan aku harus pergi ke sana untuk mengatur beberapa hal terlebih dahulu." wajah Camra menunjukkan ekspresi tak berdaya, mengangkat bahu, sangat jelas sudah diap dengan jawaban itu.


"Hei cepatlah, kami sudah tidak sabar."


"Benar kata Camra, mengapa kalian berdua lama sekali memutuskan."


"Kita helikopter terakhir yang berlum lepas landas!"


Camra mengambil kesempatan itu untuk bertanya. "Amy, cepatlah, semuanya sudah tidak sabar."


Meski enggan, Amy akhirnya berjalan ke depan, bibir Camra tiba tiba menampakkan senyum penuh tipu daya, menatap Bastian dan matanya penuh dengan provokasi.


"Tunggu." Bastian meraih tangan Amy dan menariknya kembali. DIa berkata dengan pelan. "Kita berdua akan pergi bersama ke sana nanti."


Camra tiba tiba menunjukkan wajah jeleknya dan berkata dengan suara dingin. "Apakah kau akan membiarkan Amy yang seorang gadis menunggu bersamamu di sini sepanjang waktu? Pacar macam apa kau ini?"


Dengan kata kata itu, Camra diam diam merasa bangga. Jika dia bisa memisahkan mereka berdua dan memiliki kesempatan untuk mendekati Amy, itu pasti membuatnya bahagia.


Dan jika Bastian bersikeras menahan Amy, Camra bahkan bisa mengambil kesempatan itu untuk menuduh Bastian menyiksa perasaan Amy.


Tidak peduli apapun pilihannya, Camra yakin menang.


Camra tidak bisa menahan tawanya.


"Siapa bilang kami harus menunggu di sini?"


Alis Camra agak mengerut, dia tidak begitu mengerti dengan kata kata Bastian, ketika dia akan membuka mulutnya untuk bertanya, terdengar suara keras dari atas mereka.


Dia mendongak ke atas dan tubuhnya tiba tiba menjadi kaku.


Senyum kecil muncul di wajah Bastian. "Akhirnya pilot konyol itu datang juga."


Helikopter raksasa yang di hiasi lambang elang baja sedikit berputar dan turun dari langit, dengan sapuan baling balingnya yang mengaduk angin seperti raja dari langit.


"Selamat datang di Elang Baja, Amy!" Bastian berteriak.


Sejak tiba di ibukota Adel, Bastian sudah memanggil supir pribadinya membawa Elang Baja untuk jaga jaga.

__ADS_1


Dia sendiri tidak menyangka akan berguna pada saat seperti ini.


Di bandingkan dengan Elang Baja, helikopter yang di sekitarnya seperti mainan anak anak.


"Astaga! Helikopter itu sangat keren!"


"Aku juga mau naik itu!"


"Sial! Itu sangat besar! Luar biasa!"


Suara terburu buru yang mendesak mereka tadi, hilang seketika dan di gantikan dengan seruan terpesona tanpa akhir.


Banyak para pemuda itu terpesona oleh Elang Baja. Momentum yang tajam dan agresif serta mesin yang menderu, membuat mereka tergila gila.


Mereka semua kini terlihat seperti orang bodoh.


"Wow! Basian, kamu luar biasa!" Amy bergegas menyusul Bastian dan berkata dengan penuh semangat.


Amy kemudian menatap Camra yang berada di dekatnya dan bibirnya melengkung seolah meremehkan. "Banyak orang tidak bisa melakukan hal seperti pacarku."


Tubuh Camra membeku.


"Ayo pergi, Amy." Bastian tersenyum.


Dia membantu Amy menaiki Elang Baja yang seperti benteng bergerak di udara dan tidak repot repot menoleh ke Camra. Tidak penting.


Elang Baja mulai naik ke atas, mengayunkan ekornya seperti memprovokasi dan pergi dengan kecepatan yang luar biasa.


Arus sibakan udara yang keras perlahan menghilang dan membuat rambut Camra berantakan. Dia geram dan berdiri di tempatnya. Rencananya berantakan.


Gigi Camra mengerat dan matanya menjadi merah.


Dia tidak pernah mengalami penghinaan seperti itu.


"Kau tunggu pembalasanku! Ini tidak akan berakhir begitu saja!"


***


Elang Baja meraung di atas laut yang luas dan segera menyusul helikopter yang sudah berangkat terlebih dahulu dengan cepat.


Para penumpang di helikopter lain tampak bingung ketika mereka di salip oleh Elang Baja.


Mereka melihat angka yang di tunjukkan di spedometer dan terkejut.


"328 km/jam?"

__ADS_1


"Apakah itu helikopter pribadi ata helikopter tempur militer?"


"Sial, siapapun di dalamnya, itu terlalu sombong! Cepat minta pilot mengejarnya."


"Mengejar apa? Mengejar kepalamu?"


***


"Waaaahhh!" Amy memandang laut tak berujung di luar jendela dan berteriak keras.


"Wow! Bastian, lihat! Itu ada lumba lumba!" Amy tiba tiba menjadi bersemangat dan menunjuk sambil berteriak.


Mendengar teriakan itu, Bastian mau tidak mau mendekat dan melihat keluar.


Benar saja, di laut sekelompok lumba lumba melompat keluar dari air dengan riang, memercikkan gelombang putih yang menunjukkan postur tubuh mereka yang kuat di bawah sinar matahari dan kemudian jatuh kembali ke air seperti putri duyung.


"Ternyata tidak buruk untuk datang ke pantai sesekali." Bastian tersenyum di wajahnya dan memandangi laut biru nan indah.


Dia merasa bahwa semua emosi negatif dalam dirinya hilang dan menjadi rileks juga bahagia.


"Hmmm, aku harus mempertimbangkan untuk membeli sebuah pulau dan membangun vila liburan di sana nantinya."


***


Pada saat ini, wajah Camra menjadi jelek dan tinjunya terkepal di dalam helikopter yang jauh di belakang Elang Besi.


"Cam, orang itu benar benar tidak tahu di untung. Apakah kau ingin mencari cara untuk memberinya pelajaran nanti?" seorang pemuda berambut pirang dan berponi berkata.


Camra menatapnya dan mendengus dingin. "Apakah yang ada di pikiranmu itu hanya bisa pakai otot saja? Orang itu adalah pacar Amy sekarang. Jika aku langsung mencari orang untuk menghajarnya, bukankah itu akan meninggalkan kesan buruk pada Amy? Dan juga---,,,"


Camra mengerutkan kening dan sedikit ragu. Dia telah menyelidiki latar belakang Bastian melalui semua koneksi di bawahnya, tetapi dia tidak menemukan informasi apa pun.


"Hmm, walaupun dia memiliki latar belakang, tidak mungkin dia lebih baik dari keluarga kita." Camra mencibir.


Keluarga Kidd memang tidak hanya memiliki beberapa kekuatan di kota kota besar, tetapi mereka juga salah satu keluarga besar kelas atas di negara ini.


Selain itu, petinggi keluarga Kidd tidak mengenal atau bahkan tidak mendengar ada keluarga besar bernama keluarga Sharga.


"Tunggu saja, aku akan membuatnya malu dan kemudian putus dengan Amy, jika dia tidak mau menyerah." kata Camra datar dan terdengar sedikit kejam.


***


Dengan kecepatan yang mengerikan, Elang Baja telah tiba di Blossom Island.


Melihat pasir pantai yang keemasan dan hutan lebat, suasana hati Bastian juga membaik dan merasa sangat senang. Melihat Amy yang sangat tidak sabaran, dia tidak bisa menahan senyum usil di wajahnya.

__ADS_1


Jadi saat pilot akan mendarat, Bastian menghentikannya dan kemudian tersenyum kepada Amy. "Apakah kau mau mencoba sesuatu yang menarik, Amy?"


__ADS_2