
Di depan Bright Moon Riverside.
Saat ini, tidak banyak orang di luar, dan sebagian besar tamu yang tersisa sedang bersenang senang di balkon.
"Bosmu ada di sini?"
Bastian menyeret pria yang pingsan di tangannya dan berkata dengan ragu.
'Aku tidak menyangka akan kembali lagi kesini.'
"Iya, bos kami, Rampage Brown adalah bos di balik Bright Moon Riverside. Dia biasanya bermalam di sini. Dia memiliki beberapa bisnis lain di bawah komandonya dengan aset senilai lebih dari 1 milyar dollar. Banyak bawahan di bawah perintahnya."
Sawyer Fulton, orang yang menyerang Bastian dengan pistol sebelumnya, berkata dengan gemetar.
"Wah, kedengarannya luar biasa."
"Hanya sedikit orang di seluruh Sidni yang tidak takut kepada bos ku. Tuan Brown adalah orang kuat asli kota Sidni." Sawyer sekarang hanya berharap gelar bosnya bisa menghalangi pria mengerikan itu.
"Orang kuat? Halah, itu hanya gangster kecil yang bersembunyi di sudut kamar."
Bastian tersenyum menghina.
'Gangster kecil? Ada banyak orang di bawah bos ku. Siapa yang tidak tahu kekuasaan keluarga Brown dan kau menyebutnya gangster kecil? Jangan sombong hanya karena kau bisa bertarung sedikit. Tapi memang sih, orang bodoh itu tidak kenal takut.'
Kemarahan Sawyer melonjak di dalam hatinya, tapi dia lebih lemah dari Bastian. Dia harus diam dan mengeluarkan senyum menyanjung di wajahnya.
"Cari bosmu dan katakan padanya aku ingin berbicara padanya tentang kerja sama."
Saat Bastian berbicara, dia melemparkan pria yang pingsan itu kepada Sawyer.
"Ingat! Jangan berani kau main main denganku!"
__ADS_1
"Baiklah, baik." Sawyer berusaha untuk menggendong temannya yang pingsan itu dan bergegas ke dalam.
***
Di salah satu ruangan mewah terbesar di bagian terdalam dari lantai empat.
Di dalam ruanganĀ gemerlap, megah dan mewah. Sekelompok orang kekar bediri dengan hormat di bagian samping. Sementara seorang pria yang tampak berusia lebih dari empat puluh tahun dan menghisap cerutu sedang memeluk seorang wanita yang lembut dan menawan sambil tertawa.
Meja di depannya penuh dengan sisa botol wine dan makanan ringan yang lezat.
Tangan Rampage menyentuh wanita itu dengan nakal.
"Ah, jangan di situ tuan Brown, aku tidak kuat." wanita itu terengah engah sambil mengedipkan mata lembutnya dan berkata yang menggoda keinginan di hati pria mesum itu.
Saat itu, seseorang mengetuk pintu ruangan dari luar, menyebabkan Rampage mengerutkan kening.
"Tuan Brown! Ini saya! Ini Sawyer!"
Rampage perlahan menghembuskan asap cerutunya, sementara seorang pria kekar seperti pengawal segera melangkah maju untuk membukakan pintu ruangan.
Sawyer bergegas masuk dengan cepat seperti orang kebelet buang air besar sambil menggendong temannya. Dia kemudian berlutut di lantai dan merengek begitu dia masuk.
"Tuan Brown, anda harus membuat perhitungan untuk saya."
Penampilan menyedihkannya itu benar benar tidak tertandingi.
Rampage melihat tangan kanannya yang berlutut dan pria yang pingsan di sampingnya, membuat alisnya langsung berkerut.
"Apa yang terjadi? Siapa yang melakukannya?"
"Tuan, saya bertemu dengan orang yang kuat. Ada seorang pria yang sangat terampil dan kami berdua di robohkan olehnya dalam sekejap. Dia bahkan tidak perduli siapa anda dan dia juga berkata bahwa anda harus pergi menemuinya secara langsung. Saat ini, dia ada di depan Bright Moon Riverside, dia hanya seorang diri."
__ADS_1
Sawyer berkata dengan cepat dan menambahkan minyak ke dalam api, membumbui cerita.
"Apa!"
Wajah Rampage langsung menjadi gelap. Dia telah hidup melintasi kota Sidni selama lebih dari sepuluh tahun. Sudah beberapa lama tidak ada yang berani memprovokasi dirinya.
Dia tertawa terbahak bahak.
"Dia benar benar ingin mati. Dia memukuli anak buahku dan berani datang ke wilayahku untuk menyombongkan diri! Sepertinya aku sudah tidur terlalu lama dan beberapa orang berani mengabaikanku. Ambil saja kesempatan ini untuk membunuh serangga kecil ini."
"Aiden!" Rampage berkata dengan dingin.
"Ya." Seorang pria kekar dengan pelipis yang menonjol berdiri. Dia hanya mengenakan rompi cargo hitam, otot ototnya ganas dan beberapa bekas luka di tubuh yang mengerikan terlihat di sekujur tubuhnya.
Mata Rampage berkilauan dengan cahaya yang dingin.
"Bawa beberapa orang, ikuti Sawyer ke sana, patahkan tangan dan kaki orang yang berani kesini itu. Seret dia kemari hidup hidup!"
"Baik."
"Terima kasih, tuan Brown!"
Sawyer sangat gembira dalam sekejap. Aiden English adalah petarung terbaik keluarga Brown. Dia di katakan sebagai pasukan bayaran asing dan sudah menghabisi orang yang tak terhitung jumlahnya di dalam pertempuran. Kekuatannya tak terduga.
Sawyer sudah melihat sendiri bahwa Aiden dengan mudah menumbangkan sepuluh orang dengan cepat.
Dia benar benar monster humanoid.
'Sekarang, seperti apapun ganasnya bocah itu, dia sudah di pastikan akan mati.'
Mata Sawyer bersinar terang sambil memegang temannya yang tidak berguna dan masih pingsan.
__ADS_1
Dia akan membuat bocah itu berlutut di tanah dan menangis untuk meminta belas kasihan agar bisa meredam kemarahan hatinya sekarang.