
Rolls-Royce itu berlari kencang di sepanjang jalan, Bastian membawa Wahoo yang mabuk dan mulutnya seperti menggumamkan sesuatu.
Saat ini, hari sudah larut malam dan mobil secara bertahap menjauh dari pusat kota, sehingga lalu lintas dan orang orang sudah jarang terlihat dan tempat sekitar terlihat sunyi.
Saat mobil itu sedang menunggu lampu merah dan akan melaju melewati persimpangan, Bastian seperti mendengar teriakan halus meminta tolong.
Dia dengan cepat menoleh dan memandang sekeliling, bidang penglihatan manusia super yang tajam tampaknya tidak menangkap apapun.
Bastian mengerutkan keningnya, memikirkan apakah akan turun dan memeriksa.
Atau hanya halusinasinya.
Lampu hijau menyala dan mobil itu langsung melaju.
[Bagaimana seorang yang terpilih bisa membiarkan wanita dalam situasi berbahaya?]
[Misi random langka di temukan.]
[Misi : Selamatkan wanita dari masalah besar dan membantunya keluar dari bahaya.]
[Hadiah : 1 Serum Fisik Instan tingkat sedang dan 3 obat kosmetik super.]
'Melihat orang orang dalam kesulitan, bagaimana mungkin aku tidak keluar untuk membantu.'
Bastian menyadari itu dan jantungnya berdegup kencang.
'Aku jelas mengejar hadiahnya, tetapi menyelamatkan nyawa dan memberi rasa aman kepada orang orang itu indah.'
"Berhenti!"
Ban bergesekan keras dengan aspal dan berhenti dengan gerakan yang sempurna. Tetapi mobil yang melaju itu sudah berjalan 200 meter dari lokasi kejadian.
"Ada apa tuan Sharga?"
"Kau bawa Wahoo kembali ke vila dulu, aku harus mengurus sesuatu."
Bastian berkata dengan sungguh sungguh saat dia berkata, dan segera turun dari mobil.
Sopirnya mengangguk dan tidak bertanya apa apa, kemudian membawa mobil itu pergi dengan cepat.
Setelah turun dari mobil, Bastian kembali berlari ke belakang.
Dengan kekuatan otot abnormal dan kekuatan internal yang luar biasa, pergerakannya seperti bayangan, dan jarak 200 meter tidak berarti sama sekali.
***
__ADS_1
Di sebuah jalan yang gelap.
Mata Xia Lee menatap panik ketika dua orang pria mendekatinya secara perlahan.
Dua pria kekar dan mata beringas berjalan dalam cahaya yang remang remang, ini bukan hal baik.
"Teruslah berteriak." Pria di depannya memandang Xia dengan senyum jahat.
"Di tengah malam seperti ini, aku ingin tahu siapa yang akan menolongmu?"
Menggigit bibirnya dengan erat, Xia merasakan tenggorokannya tercekat, kering dan sakit karena terlalu banyak berteriak minta tolong. Jantungnya terus menerus berdetak kencang.
"Mau apa kalian?! Suara Xia bergetar.
"Aku bisa memberikan semua uang yang kumiliki."
"Oh ya?" Pria di depannya mencibir.
"Kalau begitu keluarkan dompetmu!"
Xia mengeluarkan dompetnya dan melemparkannya kepada mereka berdua, berharap kedua pria itu mengambil uangnya itu dan pergi.
Pria itu membuka dompet dan menemukan setumpuk uang tunai, ada ribuan dollar.
"Dimana kartu atm mu?"
"Aku,,, kartu atm ku ada di rumah dan aku masih memiliki banyak perhiasan di rumahku, atau biarkan aku mengambilnya dan memberikannya padamu."
"Kau pikir kami orang bodoh!" Orang yang di belakang melangkah maju dan berkata dengan keras.
"Jika kami melepaskanmu, aku bisa memastikan kau akan memanggil polisi untuk datang!"
Dia memandang Xia dengan tajam, Xia terlihat berusia lebih dari dua puluhan, memakai pakaian bisnis ketat yang menunjukkan lekukan tubuh, kaki ramping dan mulus, wajah halus dan cantik, dengan rambut burgundy sebahu dan bergelombang menambah godaan yang unik.
Pria itu tidak bisa menahan diri untuk menelan air liurnya sendiri. Jika dia bisa bersama wanita seperti ini, itu akan sangat berharga.
Di tengah kepungan dua pria, Xia bisa melihat mata mereka dalam hasrat yang membara.
"Hei hei, cantik, kami akan ikut pulang ke rumahmu untuk mengambilnya, bagaimana?"
Dua orang dengan wajah penuh nafsu, kembali mendekat.
Xia bukan orang bodoh yang tidak bisa melihat pikiran jahat terselubung dari kedua pria itu.
'Apa yang harus aku lakukan?'
__ADS_1
"Jangan mendekat!"
Xia tiba tba melemparkan tasnya ke wajah salah satu pria itu dan berlari mati matian menjauh ke belakang.
Saat dia berlari, dia mengeluarkan ponselnya dan ingin menelpon nomor darurat untuk memanggil polisi.
"****** sialan!"
Kedua pria itu marah, dengan cepat mereka berdua mengejar Xia, bagaimanapun dia adalah seorang wanita yang menggunakan sepatu hak tinggi dan rok ketat, dia tidak bisa lari dengan cepat.
Sialnya lagi, Xia tidak sengaja terjatuh dan mengalami cedera di pergelangan kakinya karena melangkah terlalu cepat.
Merasakan nyeri parah dari kakinya, jantungnya semakin terasa dingin.
Salah satu pria itu merebut ponselnya yang jatuh ke tanah dan mencengkeram pergelangan tangannya.
"Mau kemana kau!" Wajah pria itu semakin ganas dan pria yang satunya telah berada di belakang Xia, mereka mengepung dua arah dan menghalangi jalannya.
Mereka berdiri di dua sisi Xia, tidak ada jalan untuk melarikan diri lagi.
***
Mata Xia terlihat redup dan putus asa, memikirkan nasib yang akan dia hadapi selanjutnya, dia merasa ketakutan dan hanya mampu menutup matanya, pasrah.
"Hei hei.."
"Jangan menolak, biarkan kami berdua bersenang senang sebentar, setelah itu kami akan melepaskanmu."
Satu tangan meraih pergelangan tangan Xia dan tangan lainnya akan menarik pakaian Xia.
"Wah wah, apakah tidak malu menindas gadis tak berdaya seperti ini?"
Suara tidak menyenangkan terdengar dari bayang bayang kegelapan, di jalan yang sepi, di campur dengan situasi saat ini, sangat aneh dan seram.
"Siapa kau!"
Mata pria itu langsung menoleh ke belakang dan melihat sekeliling.
"Halo."
Seperti muncul dari kegelapan, dalam remang remang, siluet seseorang perlahan keluar dan kemudian menunjuk ke arah wajah putus asa Xia.
"Maaf, aku sangat menyesal mengganggu kalian, tetapi orang ini adalah target misiku. Bisakah kalian segera membuang pikiran kotor kalian dan pergi dengan suka rela?"
Bastian berkata lugas dengan senyum sopan di wajahnya.
__ADS_1