Kaisar Bisnis

Kaisar Bisnis
Masalah


__ADS_3

Jantung April hampir melompat keluar dari rongga dadanya.


Entah berapa lama setelahnya, bibir mereka berdua akhirnya terpisah secara perlahan.


Kedua orang itu bahkan kehabisan nafas.


'Sial! Ini menyenangkan!'


Bastian tidak menyangka April yang selalu terlihat lemah dan lembut, tiba tiba menunjukkan sisi yang kuat dan aktif. Bisa di bilang ciuman tadi bukan sekedar ciuman tapi ciuman yang kuat.


Bastian tersenyum kaget, tapi sepertinya perasaan itu juga sangat baik.


'Apa yang baru sasja aku lakukan? Aku malu!'


April yang tersadar, juga malu dengan gerakannya yang super berani dan penuh emosional. Saat ini, keberaniannya itu langsung memudar dan dia tersipu lalu merasa ingin sembunyi.


"Sekarang aku merasa tenggelam dalam mimpi, tetapi jika ini memang mimpi, aku berharap tidak akan pernah bangun lagi."


Bastian menatap April dengan penuh kasih sayang, matanya menatap hangat dan berkata lagi. "Aku mencintaimu, April."


Kata sederhana yang mengungkapkan perasaan paling tulus.


Bibir April terbuka lalu tertutup, dengan lembut dia memeluk Bastian dan berbisik.


"Aku juga, Bastian. Aku juga."


Mereka berdua kini merasa saling memiliki.


Setelah acara kembang api yang di rencanakan dengan teliti dan makan malam romantis dengan cahaya lilin di Night Crystal, Bastian akhirnya mendapatkan apa yang di inginkannya untuk menjadikan April sebagai kekasihnya.


Bagi Bastian, kegembiraan menjadikan April kekasihnya bahkan jauh gembira daripada mendapatkan 100 milyar atau 1 trilyun dollar.


Memori mereka berpelukan dan berciuman di antara kelopak mawar hologram yang tak terhitung jumlahnya di Night Crystal akan selalu di ingat dan di hargai oleh Bastian selamanya.

__ADS_1


Malam itu, April dan Bastian pulang bersama ke vila milik Bastian. Karena April berencana untuk tinggal beberapa hari lagi dan bermain di kota Sidni.


Mereka hidup bersama.


Bastian menghela nafas dengan emosi campur aduk di dalam hatinya, tetapi sebenarnya tidak ada yang terjadi di antara mereka berdua. Ada begitu banyak kamar di vila Bastian dan mereka berdua tidur di kamar terpisah.


Meskipun di lubuk hatinya sangat ingin bisa tidur bersama April, tapi Bastian tidak ingin terburu buru. Bagi April, ini sudah merupakan kemajuan besar untuk dirinya, dia mau mempunyai kekasih dan bahkan mengijinkan Bastian untuk mencium dirinya.


Bastian rela menghabiskan waktu dan menunggu gadis yang di cintainya perlahan sampai nanti dia benar benar menyerahkan dirinya sendiri.


Keesokan paginya.


Ketika Bastian bangun, dia menemukan bahwa April sudah bangun terlebih dahulu.


"April, kenapa kau bangun pagi pagi sekali?"


"Iya, aku membuatkan sarapan untukmu." wajah April menunjukkan sedikit rasa bangga.


Bastian berjalan mendekat dengan penasaran.


"Memangnya kenapa kalau aku memasak sendiri?" Mata Aiwen melotot. "Apa kamu tidak senang aku memasak untukmu? Aku akan pergi jika kamu tidak mau makan!"


Chef yang bertanggung jawab atas makanan Bastian berkata dengan cemas. "Tuan Sharga, nona April bersikeras memasak sendiri, jadi ka---,,,"


"Tidak apa apa." Bastian melambai ke chef itu, lalu berjalan menuruni tangga dan tertawa. "Bagaimana bisa aku tidak senang? Ayo, biarkan aku mencicipi sarapan penuh cinta yang di buat oleh kekasihku tersayang."


Makanan utama untuk sarapan itu adalah bubur yang sangat komplit isinya dan ada beberapa lauk pauk yang lezat.


Bastian makan beberapa suap dan langsung memuji. "Yah, ini enak sekali! Jika aku menikah denganmu nanti, bukankah aku bisa makan makanan yang sangat lezat ini setiap hari?"


Melihat wajah puas Bastian, wajah April menunjukkan rasa bangga, tapi ketika mendengar kata pernikahan, dia langsung malu dan pura pura marah. "Kalau mau menikah denganku, maka kamu harus bersikap baik kepadaku."


Setelah sarapan, dan mereka berdua membersihkan diri. Bastian mengajaknya pergi.

__ADS_1


Kota Sidni, sebagai kota metropolis terkemuka di negara Kangaro, pasti memiliki banyak tempat indah dan tempat hibuaran. Dalam beberapa hari kedepan, Bastian dan April juga bersenang senang dan hubungan mereka menjadi semakin dekat.


***


Tapi, seberapa indahnya hari hari itu, akan selalu ada akhir. Akhirnya, ini adalah hari ketika April akan pergi pulang.


April adalah mahasiswa pascasarjana tahun ketiga dari Universitas Matter. Dia akan lulus tahun depan dan sekarang ini sangat sibuk. Bastian bukanlah tipe pria yang suka mengekang kekasihnya.


Tapi, dia bercanda bahwa April harus membantu dirinya di perusahaan setelah lulus, lagipula April tidak menolak. Hal itu memungkinkan mereka untuk sering bertemu.


Masih ada waktu kurang dari setahun, dan Bastian masih bisa menunggu.


Sebelum naik ke pesawat, pada saat akan berpisah, April ragu ragu dan berkata. "Dalam beberapa bulan lagi, kakekku akan merayakan ulang tahunnya yang ke 80. Saat itu, semua orang di keluarga besar kami akan berkumpul. Bisakah kamu datang ke acara ini?"


"Tentu saja. Tidak masalah." Bastian mengangguk dan tersenyum.


"Baiklah."


April tampak lega dan melambaikan tangan kepada Bastian.


Dalam raungan suara itu, Bastian menatap pesawat itu pergi.


'Tapi apa sebenarnya yang di lakukan keluarga April? Dia selalu menghindari pertanyaan itu. Ah, lupakan saja, aku bisa bertemu keluarganya dalam beberapa bulan dan kemudian aku akan tahu.'


Bastian menggelengkan kepalanya dengan ragu, tidak lagi memikirkan hal itu dan tersenyum di wajahnya.


"Tapi sekarang April adalah kekasihku, lalu aku akan bertemu keluarganya, bukankah ini pertemuan dengan calon mertua? Sial, aku jadi gugup."


Dering ponsel yang keras tiba tiba berbunyi, Bastian mengambil dan menatap layarnya. Ternyata itu Rampage Brown, hal ini sedikit membuat Bastian terkejut.


Dia menekan tombol jawab dan berkata dengan sedikit malas. "Ada apa?"


[Bos besar, ada sedikit masalah di sini.]

__ADS_1


__ADS_2